
Makan malam sudah siap dihidangkan Angel dan memanggil ketiganya untuk makan bersama. Tanpa mengganti lebih dulu pakaian dan hanya melepaskan jas juga membuka dua kancing di atas, Brandon lebih dulu menghampiri istrinya. Di susul dengan Alexa dan Pieter di belakang.
" Alexa, Pieter, pikirkan untuk kalian memiliki anak sekarang " ucap tiba tiba Brandon menyentak Alexa juga Pieter langsung menatapnya penuh tanya.
" Kenapa? " tanya keduanya bersamaan.
" Alexa seorang perempuan dalam keluarga Kami, jadi kalau Dia hamil maka keluarga takkan bisa memisahkan kalian berdua " santai lelaki dengan menikmati pasta masakan istrinya yang hanya terdiam tanpa berkata apapun.
" Tapi Aku... " seru Pieter terpotong.
" Aku meminta kalian memikirkan bukan memerintah kalian" potong Brandon tak ingin Adiknya harus dipisahkan dengan suaminya.
" Aku rasa Kakak benar, bagaimanapun Oma sangat menyayangiku jadi Dia takkan membiarkanku menderita jika Aku hamil " sahut Alexa membenarkan usul Kakaknya.
" Lalu, apa Kakak juga akan memiliki anak sekarang? " polos Alexa mengarahkan pandangan pada Kakaknya yang langsung tertunduk.
Brandon tak ingin sedikitpun membahas akan keturunan dari dirinya sendiri, karena pasti akan mengingatkan kembali istrinya pada kedua anak mereka. Ia memilih diam tanpa ingin bicara ataupun mengangkat kepala sedikitpun. Sementara Angel merasa tersentak batinnya akan pertanyaan Alexa dan tetap menundukkan wajah dari tadi, tanpa sedikitpun mengatakan apapun.
" Aku tidak ingin memiliki anak juga tak ingin meresmikan pernikahan " lirih Angel menundukkan wajah dengan tangan kiri menggenggam kuat di atas pangkuannya, mengejutkan ketiga orang langsung menatapnya.
" Kak? " seru Alexa pada kakak ipar yang duduk di sampingnya.
" Aku masih kecil jadi tidak mungkin punya anak " tawa paksa Angel mengangkat kepala.
Sengaja Angel berkilah, karena tak ingin suaminya melawan keluarga nya sendiri. Juga tak ingin jika suaminya mendapat pandangan buruk masyarakat karena menikahi dirinya. Ia sadar berapa usianya, dan apa status suaminya di mata dunia dan tak mau membuat lelaki yang dicintainya mendapat tanggapan miring dari banyak orang.
" Oh ya, Aku punya film baru jadi cepat selesaikan makan dan Kita nonton bersama. Aku akan ambilkan pakaian ganti untukmu " senyum Angel sudah cepat menyelesaikan makan dan pergi ke kamarnya.
Bergegas Brandon menyusul istrinya ke kamar, hendak menanyakan sendiri alasan di balik ucapan mengejutkan yang baru saja di dengar. Dalam ruang ganti, langsung saja Brandon menarik tangan istri yang tengah mengambil pakaian, hingga tubuhnya berbalik dan kini saling berhadapan.
__ADS_1
" Apa maksud ucapan mu?! geram Brandon menatap wajah istrinya yang langsung membalas dengan senyum.
" Tidak ada, Aku hanya mengatakan keinginan ku saja " kilah Angel tersenyum.
" Apa Kamu sudah menyerah bahkan sebelum Kita memperjuangkan semuanya?! ini baru awal Angel, dan Kamu sudah menyerah seperti ini?! " tegas Brandon.
" Aku akan tetap mendampingi mu memperjuangkan pernikahan Kita, tapi Aku tidak ingin meresmikan pernikahan ini juga memiliki anak darimu" jawab Angel beranjak kembali mencari pakaian untuk Adik iparnya.
" Hentikan ucapan bodoh mu! " tegas Brandon kesal.
" Lihatlah Aku, Aku tidak pantas untukmu. Bahkan saat mereka tahu berapa usiaku, Kamu hanya akan mendapat cemoohan. Aku juga tidak bisa memberimu keturunan untuk saat ini karena usiaku, lebih baik Kamu menikah dengan orang lain yang bisa memberimu pewaris dan jika Kamu masih menginginkanku tinggal maka Aku akan tinggal. Dari awal Kita menikah hanya karena Kamu ingin melindungi ku dari Papa, tapi sekarang Papa sendiri tidak tahu dimana dan tidak pernah lagi menggangguku " panjang lebar Angel sembari mengambil pakaian untuk Alexa, makin membuat Brandon geram.
" Aku bilang hentikan! " teriak Brandon, terdengar oleh Pieter juga Alexa di depan.
Dengan emosi akan ucapan istrinya, lelaki berekspresi marah tersebut menarik kuat lengan Angel yang menghempaskan tubuhnya pada rak di belakang istrinya. Gadis yang ingin melindungi nama suaminya itu memercing kesakitan pada punggungnya, namun tak dipedulikan oleh Brandon dengan tatapan amarah.
" Aku memang menginginkan anak, dan pasti mendapat hinaan karena menikahi gadis seusia mu! tapi itu bisa Aku lupakan asal Kamu tetap di sampingku! Aku tidak menginginkan orang lain untuk menjadi pendampingku! dan dengar ini baik baik, Aku menikahi mu karena Aku mencintaimu bukan hanya ingin melindungi mu! " ucap Brandon tegas dengan penekanan pada kalimatnya.
" Tidak, Aku hanya ingin mendukung setiap keputusanmu " sahut Angel menatap mata suaminya.
" Apa Kamu pernah mencintaiku?!" tegas Brandon tiba tiba.
" Tidak, Aku bahkan tidak menganggap pernikahan ini serius " kilah Angel tetap tak ingin suaminya meresmikan pernikahan dan mendapat hinaan.
" BOHONG! " bentak kuat Brandon dengan emosi sudah meluap dan melangkah ke sisi lain kamar.
" Itu kenyataan, Aku bahkan sangat membencimu karena telah mengambil kesucian ku dalam keadaan tidak sadar dan sampai sekarang Aku masih membencimu " ucap Angel tetap berkilah pada lelaki yang sudah amat marah dan memunggunginya menghadap dinding tak jauh dari tempatnya berdiri.
" Aaaargh " kuat Brandon berteriak menghantam dinding, mengejutkan Angel.
__ADS_1
Alexa juga Pieter masih bisa mendengar setiap luapan amarah Brandon yang membuat keduanya khawatir akan apa yang terjadi. Namun keduanya tak berani untuk menghampiri, dan tetap diam di depan.
Angel cepat melangkah dan meraih tangan suaminya yang sudah berdarah karena menghantam dinding. Tenaga ketika emosi memang menjadi berkali kali lipat keluar dalam diri Brandon.
" Apa Kamu gila? kenapa Kamu lakukan ini? " khawatir Angel melihat tangan suaminya.
" Lepas! " tegas Brandon menghempaskan tangan Angel sudah meraih tangannya.
" Kenapa Kamu tidak mengerti? Aku tidak ingin Kamu mendapat hinaan dan menderita. Aku sangat mencintaimu dan takkan sanggup melihatmu harus dihina" teriak Angel berdiri di samping tubuh suaminya.
" Kenapa Kamu sangat mencintaiku? jangan melawan siapapun demi Aku, jangan menderita demi Aku " tangis Angel.
" Aku bisa gila " seru Brandon meraih tubuh istrinya dan menikmati lembut bibir gadis dengan air mata tersebut.
" Jangan katakan kalau Kamu tidak mencintaiku, itu menyakitkan " peluk erat Brandon usai melepaskan bibir istrinya.
" Aku mau Kamu bahagia, bukan seperti ini. Aku sanggup menahan segalanya tapi tidak dengan melihatmu terhina karena usiaku " lirih Angel dalam dekapan suaminya.
Pelukan dilepaskan Angel dan membawa suaminya ke arah ranjang, memintanya duduk dan mengobati luka usai meraih lebih dulu kotak obat dalam laci meja samping tempat tidur. Darah sudah di bersihkan lebih dulu sebelum membalutnya. Tatapan Brandon terus tertuju pada istrinya yang lembut memperlakukan dirinya, Ia memahami bagaimana perasaan Angel saat ini. Tapi tetap Ia takkan melepaskan istrinya walau apapun yang terjadi, dan bersiap diri menerima segalanya.
" Istirahatlah, Aku akan memberikan baju untuk Alexa " lirih Angel bangkit dari posisi jongkoknya.
Masih tetap menatap istrinya yang berlalu kembali ke ruang ganti, Brandon mulai merebahkan dirinya. Angel memberikan pakaian pada Adik iparnya di luar dan meminta maaf atas apa yang terjadi juga meminta keduanya untuk beristirahat.
" Kamu baik baik saja? " khawatir Pieter memegang sisi wajah Adiknya.
" Iya Kak, lebih baik kalian istirahat sekarang. Dia juga sudah tidur di dalam " senyum Angel memegang tangan Kakaknya yang masih ada di sisi wajah.
" Baiklah, Kamu juga cepat istirahat" pungkas Pieter mencium kening Adiknya dan menggandeng Alexa masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Angel kembali menghampiri suaminya dan ikut merebahkan diri di samping tubuh lelaki sudah Ia selimuti lebih dulu. Melihat istrinya tidur menyisakan jarak cukup jauh, Brandon membuang napas panjang dan meraih tubuh istrinya untuk di peluk dari belakang. Tanpa kata keduanya memilih untuk terlelap bersama, sebelum hari esok yang mungkin akan lebih banyak berita dari media.