Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 186


__ADS_3

" Sayang " lembut Brandon dengan wajah masih mendekat pada istrinya.


" Hm " balas lembut Angel memegang sisi wajah tampan dihadapannya.


" Jangan terus menyuruhku mandi, itu menyebalkan! mana ada orang satu hari mandi tujuh kali?! Kamu mau kulitku mengelupas dengan terus mandi?! menyebalkan! " tegas Brandon, melemahkan Angel seketika dengan ekspresi juga senyum tak percaya.


" Aku mau tidur " pungkas Angel memiringkan tubuh menutupi dengan selimut.


" Aku sedang bicara, kenapa Kamu tinggal tidur?! hadap kemari, jangan memunggungi ku! " kesal Brandon terus melihat tubuh belakang Angel.


Membuang napas kasar, dan perlahan mengubah posisi menghadap suaminya. Angel menatap jengkel pada laki laki mencoba menurunkan tubuh dan tidur tepat di hadapan perut buncit, dengan dua calon anaknya di dalam.


" Kenapa di bawah? " tanya Angel tak mengerti.


" Aku ingin tidur dengan anak anakku, bosan terus denganmu " santai Brandon kembali mengembangkan senyum tak percaya Angel dengan menatap kebawah.


Terus mendekatkan wajah pada perut istrinya seraya tersenyum, laki laki sudah melingkarkan tangan di pinggang Angel tetap mengucap rasa bahagia dan hati. Tidak pernah menyangka akan kembali mendapatkan anak kembar, sendirinya berjanji takkan membiarkan hal yang dulu terjadi lagi. Ia tak mau hanya bisa merasakan tendangan, tapi juga memeluk dan bermain bersama kelak.

__ADS_1


" Sayang, mereka laki laki atau perempuan? Aku harap mereka laki laki agar bisa menjagamu saat Aku tidak ada " ucap Brandon masih mengamati perut istrinya.


" Sayang? Angel? gajah? " panggil berulang Brandon tak mendengar suara istrinya, dan menatap ke atas.


" Dasar menyebalkan, baru tidak di ajak bicara sudah tertidur " gumam lelaki mendapati istrinya cepat terlelap.


" Menyebalkan, gendut, jelek, tapi Aku sangat mencintainya. Ah, tidur saja sangat menggoda. Kenapa Aku tidak bisa berhenti menginginkannya? setiap hari hanya bisa gila memikirkan dan merindukannya " senyum laki laki sudah menarik tubuh ke atas dan mengamati wajah cantik istrinya, membelainya lembut dan menciumnya.


Tanpa mengetahui kenapa tidak bisa menahan hasratnya sendiri setiap hari, Brandon terus menginginkan Angel ketika bersama. Padahal saat tak bersama selama satu tahun, tidak sekalipun hasrat itu hadir ataupun menginginkan tubuh lainnya. Tapi saat bersama dengan Angel, tiada hari tanpa menginginkan untuk sekedar menyentuh atau bahkan melakukan lebih.


Lama memandangi wajah istrinya, Brandon meraih ponsel dan menghubungi Pieter yang kala itu masih terjaga menyendiri di balkon. Ketika melihat panggilan masuk dari ponsel bisnisnya, cepat Ayah satu orang putri itu mengangkat. Ucapan Brandon yang hanya mengatakan agar Pieter turun, langsung di sanggupi oleh orang yang berharap banyak dari panggilan mendadak itu.


Dilihatnya Brandon sudah menunggu di ruang makan, dan lekas Pieter turun mengambil duduk di hadapan sahabat juga bos yang telah bersikap dingin beberapa waktu terakhir. Matanya tertuju pada map hitam berlogo perusahaan di atas meja makan, tidak mengerti akan apa yang hendak di sampaikan Tuan muda dengan duduk santai, namun tetap tak pernah bisa meninggalkan kesan seorang penguasa dalam sikapnya.


" Berhentilah dari perusahaan " ucap Brandon sembari mendorong map hitam ke arah lelaki terkejut di hadapannya.


" Aku di pecat?! " terkejut Pieter ke arah Brandon.

__ADS_1


" Ya, Aku tidak mau menjadikanmu bawahan karena tetap Kau suami Adikku. Jadi ambil ini dan tanda tangani surat perjanjian " santai Brandon menyodorkan satu map lagi ke arah Pieter.


Sebuah dokumen kepemilikan perusahaan dan sebuah mall sudah dipindahkan atas nama Quenby, dan surat perjanjian pemindahan perusahaan serta surat kuasa, dibaca seksama oleh Pieter.


" Aku tidak membutuhkan semua ini, Aku hanya ingin selalu berada dalam naungan mu " ucap Pieter penuh keyakinan memberikan lagi map ke arah Brandon.


" Apa Kau sengaja membekukan ku karena semua ini? " tambah Pieter.


" Kau suami Alexa, Aku tidak ingin Kau menjadi bawahan ku lagi. Bagaimanapun juga Kau harus berkembang menjadi orang besar, bukan selalu seperti ini. Ambil ini dan anggap ini perintah terakhir dariku " jelas Brandon.


" Aku tetap tidak mau menerima ini, silahkan Kau anggap Aku tidak patuh tapi Aku sudah puas bekerja denganmu, dan tidak terpikirkan sedikitpun untukku menjadi sepertimu " jawab Pieter tetap menginginkan menjadi kaki tangan sahabatnya.


" Bawa dan bicarakan pada Alexa, saat Aku pulang sudah harus ada keputusan darimu " pungkas Brandon mendorong kursi dan berdiri.


Tuan muda ingin memberikan kekuasaan pada sahabatnya itu, pergi kembali ke kamar meninggalkan Pieter terdiam dengan dokumen di atas meja. Kewajiban sebagai seorang Kakak harus di jalankan Brandon, memberikan apa yang memang harus diberikan pada Queby sebagai anggota baru keluarga.


Sengaja Ia membekukan Pieter, agar suami dari Adik kesayangannya itu tak mengetahui apapun yang telah dipersiapkan. Walaupun kecewa dan memiliki prinsip kuat dalam hidupnya, tak pernah sedikitpun Brandon bisa untuk benar benar marah pada orang yang telah setia padanya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2