
" Tuan " seru Santos lirih begitu Ia sampai di taman menghampiri Brandon dengan tenang menemani istrinya terlelap.
Brandon menaikkan kedua alis nya ke arah Santos mengisyaratkan pertanyaan tentang tujuan Santos menghampirinya. Santos mulai menjelaskan tentang telfon Pieter yang telah menyiapkan keberangkatan sore hari untuk honeymoon mereka ke Bali selama satu minggu. Mata yang terkejut tak percaya akan rencana sahabatnya tanpa memberitahukan lebih dulu padanya, dan meminta Santos untuk mengambilkan ponselnya di kamar serta membawakan makanan untuknya dan Angel.
" Luar biasa, bagaimana bisa Dia mengatur semuanya tanpa persetujuanku " gumam Brandon lirih karena Ia yang tak suka jika ada seseorang mengatur hidupnya kecuali Angel.
Tak lama Santos telah kembali membawakan ponsel Tuan yang masih duduk di taman bersama istri cantik yang masih terlelap. Santos menyerahkan ponsel pada Brandon serta pelayan yang meletakkan makanan di meja untuk Angel dan Brandon. Lelaki yang mulai menekan nomor Pieter tersebut meminta Santos dan pelayan untuk pergi meninggalkan mereka.
" Kenapa Kau mengatur perjalanan tanpa memberitahuku lebih dulu? " tegas Brandon ketika sambungan telpon terhubung pada Pieter.
" Orang tuamu dan orang tua Sonya akan datang kemari, lebih baik Kau bawa Angel pergi biar Aku yang menangani mereka. Akan terlalu beresiko jika Angel tahu dalam kondisinya sekarang kalau Kau sudah bertunangan " jelas Pieter mengutarakan semua informasi yang Ia dapat dari orang kepercayaannya.
" Apa? " teriak Brandon terkejut hingga membangunkan tidur lelap istrinya.
" Maaf, apa Kamu terkejut? " seru Brandon pada Angel yang langsung duduk mendengar teriakan suaminya dan mengangguk.
Angel tak berkata apapun dan mulai mengikat rambutnya karena melihat Brandon tengah menelfon.
" Tidak perlu minta maaf, Aku sudah biasa mendengar teriakan mu" ucap Pieter dari ujung telfon merasakan telinga berdenging dan menggosoknya pelan.
" Angel bukan Kau! " tegas Brandon pada Pieter yang tertawa karena telah merasa GR.
" Pantas, hampir serangan jantung Aku mendengar permintaan maaf darimu. Sudah lah Kau percayakan semua padaku dan bawa Angel pergi sementara waktu karena Sonya juga akan ikut kemari. Angel sudah cukup menderita, jangan buat celah untuk mereka menyakitinya " ucap Pieter mengkhawatirkan tentang kondisi Angel juga kandungannya.
__ADS_1
" Oke Aku mengerti " pungkas Brandon menutup telponnya.
Brandon juga tak ingin membiarkan Angel terluka sedikitpun karena amarah Sonya beserta keluarganya nanti. Apalagi kondisi istri yang tengah hamil muda membuatnya semakin khawatir.
" Apa itu Kakak? " tanya Angel membuat suaminya jengah.
" Jangan panggil Dia Kakak, telingaku sakit tiap kali Kamu memanggilnya seperti itu " protes Brandon melirik Angel dengan jengah lalu mengambil piring berisi makanan untuk istrinya.
" Ke Dokter saja kalau telingamu sakit, kenapa marah marah " gumam Angel lirih meraih piring dari tangan suaminya.
" Apa? " tegas Brandon tak mendengar jelas gumaman Angel.
" Terimakasih " sahut Angel membelalakkan mata ke arah Brandon dengan ucapan penuh penekanan.
Sonya yang begitu di usir oleh Brandon karena menampar lelaki tersebut memutuskan kembali ke orang tuanya di luar negri menceritakan semua tentang Brandon memutuskan pertunangan mereka. Orang tua Sonya yang baru sempat menyampaikan hal itu kepada orang tua Brandon karena kesibukan mereka masing masing, membuat Sasmita geram hingga memutuskan untuk langsung terbang ke Indonesia demi menikahkan Brandon dan Sonya. Sedangkan Pieter yang mengetahui akan rencana pernikahan paksa tersebut dengan cepat mengatur perjalanan agar bisa mengulur waktu untuk menangani keluarga Sonya dan Brandon juga menyelamatkan Angel dari amukan yang mungkin melukai anak dan juga dirinya.
Pieter yang sengaja tak memberitahu Brandon akan rencana pernikahan yang sudah disusun oleh Sasmita dan orang tua Sonya karena takut akan emosi yang akan meluap mengingat kondisi Brandon yang belum stabil karena pengaruh alkohol juga kehilangan istrinya belum lama ini.
Angel yang merasa bahagia karena akan pergi berlibur bersama suaminya mulai mengemas barang untuk mereka.
" Jangan bawa banyak banyak, Kita bisa membelinya nanti " seru Brandon melihat Angel terus mondar mandir membawa barang yang Ia masukkan dalam koper.
" Jangan terlalu boros, nanti kalau Kamu bangkrut Kita hidup pakai apa? " seru Angel menatap suaminya yang hanya duduk memperhatikan dirinya dari atas tempat tidur.
__ADS_1
Brandon tersenyum sinis mendengar ucapan istrinya tersebut dan menjawabnya dengan nada angkuh seperti biasa.
" Angel, apa Kamu tidak tahu seberapa banyak uangku? dan juga Aku tidak akan pernah bangkrut karena perusahaan ku begitu banyak " seru Brandon bangga pada dirinya.
" Sombong " gumam Angel menatap jengah suaminya.
" Apa? " ucap Brandon tak percaya dan beranjak menghampiri istrinya.
" Hmm sudah lama Kamu tidak Aku hukum ya " tambah Brandon memeluk tubuh Angel dari belakang dan menciumi tengkuk istri yang bergidik geli tersebut.
Brandon membalik tubuh Angel dan menikmati bibir istrinya lalu mengangkat tubuh Angel ke atas tempat tidur melakukan hukuman untuk Angel yang mengatainya sombong. Angel yang juga menikmati setiap sentuhan suami yang begitu Ia rindukan bersedia untuk melakukan kembali kewajibannya sebagai istri. Hubungan suami istri yang lama tak mereka lakukan membuat keduanya begitu merasakan sebuah kenikmatan lebih dari yang dulu mereka rasakan, benih cinta kembali Brandon tanamkan pada rahim istri yang sudah ada buah hati mereka di sana.
" Aku mencintaimu " ucap Brandon mengecup kening Angel lembut dengan napas yang tak teratur.
" Aku juga " sahut Angel memeluk suami yang masih berpeluh di atasnya dengan selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.
" Berjanjilah untuk tidak akan pernah pergi dariku lagi meski apapun yang terjadi " ucap Brandon yang sudah merebahkan diri di samping istrinya dengan jari jemari saling mengisi setiap sela yang ada.
" Aku janji, apapun yang terjadi Aku akan selalu mendampingi mu " sahut Angel menatap suami yang menciumi punggung tangannya tersebut.
Anak yang begitu memahami watak Ibunya merasa sedikit cemas akan apa yang mungkin dilakukan Sasmita dan Sonya ketika tahu Ia sudah menikah dan akan memiliki anak. Sasmita juga Sonya beserta orangtuanya akan melakukan segala cara demi memisahkan Brandon dan Angel yang mungkin saja mencelakai Angel juga kandungannya. Meskipun Ia tahu jika Adiyaksa tak akan membiarkan Sasmita menyakiti Angel juga calon cucunya, Brandon masih tak bisa tenang karena watak keras Sasmita tak akan pernah mengubah keputusan untuk menikahkan Brandon dan Sonya meski Brandon telah mengakhiri pertunangannya sebelum menikah dengan Angel. Pikiran Brandon juga tertuju pada istrinya yang bisa saja pergi meninggalkan dirinya begitu tahu semua. Pikiran pikiran yang berada di kepala Brandon tak mungkin untuk Ia bagi dengan Angel karena akan membuat istri yang tengah hamil muda tersebut menjadi stres dan membahayakan kandungannya.
Sebelum melakukan perjalanan, Brandon memutuskan untuk membawa istrinya ke dokter kandungan memeriksakan kondisi calon anak dan juga istrinya karena tak ingin terjadi masalah apapun ketika mereka melakukan liburan bersama.
__ADS_1