
Sasmita juga Sonya bergegas mengikuti langkah Brandon yang melewatinya dengan santai. Matanya begitu tak mampu mempercayai ketika melihat Brandon dengan penuh perhatian menata tumpukan bantal di balik tubuh Angel dan membantu gadis dengan mata menunduk karena takut tersebut bersandar di atas tempat tidur masih bersama Pieter yang terus mendampingi Angel tanpa sedikitpun ingin meninggalnya.
" Jangan terlihat lemah di hadapan mereka " bisik Brandon lirik dengan senyum mengembang tepat di hadapan wajah Angel seraya tangan mengusap lembut janin dalam perut istri yang mencoba tersenyum dalam perasaan begitu ketakutan.
Sonya begitu sangat ingin melempar Angel keluar saat Ia melihat Brandon begitu perhatian padanya bahkan tak segan mencium gadis tersebut di hadapannya. Brandon yang bahkan tak pernah mengijinkan Sonya menyentuhnya makin membuat geram perempuan dengan balutan celana jeans serta atasan sabrina berwarna pink yang berdiri tepat di ujung ranjang tempat Brandon mencurahkan perhatian dan cintanya pada Angel.
" Siapa Dia ?" tegas Sasmita dengan melipat tangan di depan dada menatap tajam pada Brandon yang duduk di samping tubuh istrinya demi mencegah Sasmita ataupun Sonya menyentuh tubuh Angel yang tengha mengandung calon anaknya.
" Dia ? Istri dan juga Ibu dari calon anakku ?" tegas Brandon menatap tajam pada Sasmita dengan menekankan kata yang membulatkan mata kedua orang tersebut.
" Berhentilah bercanda Brandon. Its not funny " tegas Sasmita.
Brandon mengangkat tangannya bersama Angel dimana terdapat cicin pernikahan mereka melingkar di sana untuk Ia tunjukkan pada Sasmita jika tidak ada candaan karean apa yang Ia katakan adalah kebenaran dan cepat atau lambat pasti akan segera di ketahui oleh Sasmita. Pieter menjadi lebih khawatir dari sebelumnya ketika mendengar Brandon begitu santainya mengakui Angel sebagai istriny yang pasti tak akan membuat Sasmita ataupun Sonya tinggal diam mengetahui hal tersebut. Apalagi ketika Brandon dengan bangga menunjukkan perut Angel pada mereka sembari mengelus perut Angel lembut
" Aku tidak akan membiarkan Dia melahirkan keturunan Haidar karena hak itu hanya milik Sonya, orang yang akan Kau nikahi besok ! " tegas Sasmita meraih tubuh Sonya agar Brandon tersadar dari kegilaannya.
Senyum sinis seraya menghina langsung di sunggingkan Brandon ketika mendengar ucapan Sasmita. Tangannya muli menggenggam tangan Angel yang terasa begitu dingin dan gemetar.
" Tidak satupun orang yang bisa menentukan hidupku. Cukup Dia pernah menjadi tunanganku karena sedikitpun dari dirinya tak ada yang layak sedikitpun untuk menjadi istriku " tegas Brandon.
" Keterlaluan Kamu Brandon! " seru Sonya merasa terhina sekali lagi dengan ucapan brandon yang langsung membuatnya mengaraghkan tangan hendak menampar lelaki yang langsung menahan tangan dan menghempaskannya kuat itu.
__ADS_1
Mata begitu tajam dengan aura membunuh yang keluar dari sorot tajamnya ke arah perempuan yang hendak menamparnya itu. Ia tak ingin menunjukkan amarahnya di hadapan Angel yang sudah ketakutan dan berusaha sekuat tenaga untuk menahannya.
Sasmita mengeluarkan cek yang sudah Ia tandatangani dan melemparnya kasar ke arah Angel membuat Pieter juga Brandon geram mulai terpancing emosinya. Angel meraih cek tersebut dan beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke arah Sasmita berdiri di hadapan wanita elegan namun angkuh yang memegang pena dan di berikan pada Angel.
" Anda mau Saya menuliskan berapa di sini ?" tanya Angel menahan rasa gemetar dan takutnya yang membulatkan mata Pieter juga Brandon yang langsung berdiri ketika Angel beranjak menghampiri Sasmita dengan cek di tangannya.
" Berapapun asal Kau pergi dari kehidupan putraku saat ini juga ! " tegas Sasmita penuh dengan kata penekanan.
" Kak, menurut Kakak berapa harga yang pantas untukku meninggal laki laki yang memiliki banyak harta ini ?" tanya Angel pada Pieter yang langsung membulatkan mata Brandon tak percaya akan apa yang di ucapkan istrinya tersebut dan menarik lengan gadis yang sudah memegang pena juga cek di tangannya.
" Apa Kamu mau pergi meninggalkanku demi uang ? Apa ini batas hubungan Kita ?" tanya Brandon menatap tajam mata Angel dengan nada tak mempercayai perbuatan istrinya.
" Jika meninggalkanmu mampu membuatku kaya, kenapa tidak ?" sahut Angel berusaha untuk tetap tenang dan menyulut emosi Brandon serta tatapan tak percaya Pieter.
" Apa Kamu tidak malu mengemis padanya seperti ini ?" tegas Sonya pada Brandon seraya sedikit berteriak.
" Diam ! " teriak Brandon menunjukkan emosinya mengejutkan Angel karena suara yang begitu kuat.
" Katakan berapa yang Kamu inginkan untuk tetap berada di sampingku ! Apa dengan semua yang Aku miliki itu belum cukup ? Aku berikan semua untukmu jika perlu hari ini juga semua akan berpindah atas namamu, tapi jangan pernah pergi dariku ! " teriak Brandon kuat kearah Angel dengan penuh emosi.
" Brandon ! " teriak Sasmita lebih emosi ketika mendengar ucapan putranya.
__ADS_1
" Apa Anda sudah dengar Nyonya ? cek ini tidak akan berguna jika untuk tetap bersama dengannya Aku bisa mendapatkan segalanya. Jadi maaf Saya tidak akan pernah meninggalkan putra Anda dengan segala kekayaan yang Ia miliki " ucap Angel tegas ke arah Sasmita.
" Dasar tidak tahu diri " teriak Sasmita menampar keras pipi Angel hingga terhempas pada tubuh Brandon yang masih berdiri di sampingnya.
Pieter ddengan cepat menghampiri Angel menghadang tubuh Sasmita untuk lebih menyakiti Adiknya lagi.
" Jika saja Anda bukan orang tua sahabat Saya, mungkin sudah Saya patahkan tangan Anda karena berani melukai Adik Saya " geram Pieter menatap dengan tatapan penuh amarah ke arah Sasmita.
" Berani sekali Kau " tegasĀ Sasmita mengangkat tangan ke arah Pieter dan hendak menamparnya yang dengan cepat di gantikan oleh Angel dan membuatnya tertampar kedua kali hingga tersungkur ke lantai karena kuatnya Sasmita menampar.
" Angel ! " teriak Pieter mencoba membantu Adiknya bangkit.
Brandon yang begitu geram menarik tangan Sonya juga Sasmita lalu menyeretnya keluar dari ruangan tersebut.
" Apa Kamu berani mengusirku sekarang ?" tanya Sasmita tak percaya akan apa yang di lakukan Sasmita.
" Anda sudah keterlaluan, jika terjadi sesuatu pada anak dan istriku bukan hanya mengusir dari sini tapi juga dari hidupku " ancam Brandon.
" Bawa mereka pergi " perintah Brandon pada pengawalnya yang berdiri di depan kamar.
" Mami tidak akan pernah tinggal diam Brandon! Mami pastikan Dia tidak akan pernah melahirkan keturunan Haidar ataupun menjadi bagian keluarga haidar! " tegas Sasmita mengancam putranya dengan begitu menekankan kata katanya.
__ADS_1
Dengan senyum sinin serta tatapan tajam Brandon meninggalkan orang yang tampak begitu marah dan kembali ke kamar lalu menguncinya dari dalam menghampiri Angel yang sudah duduk di atas ranjang bersama Pieter dengan tangannya membawa satu kaleng air dingin yang di gunakan untuk mengompres pipi Angel di sana.