Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 120


__ADS_3

Angel terus memperhatikan Alexa, terus melirik ke arah Pieter yang tengah asik bercanda bersama Dio juga Brandon. Bocah kecil dalam gendongan Pieter itu tak henti mengembangkan tawa ceria sembari memakan sosis bakar yang di buatkan Viena. Adiyaksa dan Olivia yang juga memperhatikan Brandon serta Pieter tak henti menggoda juga menggelitik Dio, ikut mengembangkan senyum.


" Bukankah Tuan Brandon dan Pieter begitu menyayangi Dio? mereka terlihat begitu bahagia " seru Olivia berdiri di samping Adiyaksa.


" Ya mereka begitu bahagia. Mungkin mereka merasa Dio adalah cermin masa kecil mereka " sahut lelaki berkacamata itu tersenyum, membingungkan Olivia.


" Maksud Tuan? " tanya Olivia mengarahkan pandangan pada Adiyaksa sambil terus melanjutkan membakar jagung juga sosis serta seafood.


" Karena Pieter kehilangan orang tua, dan Brandon memilih kehilangan orang tua ketika saudara kembar nya meninggal. Sedangkan Dio juga kehilangan kasih sayang orang tua, hingga tinggal di panti asuhan karena Viena harus bekerja " jelas Adiyaksa panjang lebar mengingat semua dengan jelas dan mengejutkan wanita dengan rambut terikat rapih di belakang itu.


" Apa Tuan Brandon memiliki saudara selain Alexa? " tanya Olivia.


" Brandon punya saudara kembar tapi Dia sudah meninggal karena kebakaran mobil saat usianya 10 tahun, dan sejak itu Dia berubah menjadi orang yang dingin tak berperasaan, bahkan Ia menolak Alexa sebagai Adiknya dan menutup dirinya untuk keluarga. Makanya Aku begitu bahagia begitu datang ke Bali melihat banyak perubahan Brandon dan sekarang Ia begitu hangat pada semua orang. Sampai saat ini, ketika melihat mobil terbakar Ia akan selalu hilang kendali dan menyakiti dirinya sendiri karena menganggap harusnya Dia yang ada di mobil dan terbakar bukan saudaranya, bahkan Dia hampir kehilangan nyawa saat berusia 15tahun, untung saja Santos menyelamatkan hidupnya. " panjang lebar Adiyaksa menceritakan tentang putranya.


" Maaf Tuan Saya benar benar tidak tahu, Saya tidak bermaksud membuat Anda mengingatnya lagi " sesal Olivia melihat wajah Adiyaksa sendu.


" Tidak jangan minta maaf, Angel juga mungkin tidak tahu hal ini. Oh ya, bukankah sudah Aku bilang panggil saja namaku tanpa Tuan, dan juga kenapa Kamu memanggil menantumu Tuan? " seru Adiyaksa menatap ke arah wanita berbalut kaos putih dan celana jeans se lutut itu.


" Hanya kebiasaan " senyum Olivia mengembang bersama Adiyaksa.


Melihat Adiyaksa dan Olivia saling melempar senyum, membuat pikiran Pieter dan Brandon kembali sejalan. Mereka sama sama mengira jika kedua orang tersebut memiliki hubungan khusus, dan saling berbisik dengan sesekali melirik ke arah Adiyaksa juga Olivia. Walaupun pemikiran mereka sejalan, namun cepat Pieter menyadarkan otak gila sahabatnya agar berhenti curiga pada mertua juga Daddy nya.


Sementara Angel, sudah tak mampu menahan rasa ingin tahunya pada Alexa yang terus menatap sinis pada Kakaknya. Dengan hati hati Angel mulai bertanya pada gadis di sampinga itu.

__ADS_1


" Kamu kenapa? apa Kak Pieter berbuat salah? " tanya Angel mengejutkan Alexa.


" Ah tidak Kak, tidak, Aku hanya memperhatikan Dio. Kak Angel, apakah Dio anak kandung Kak Pieter? " sahut Alexa.


" Sepertinya bukan, karena yang Aku tahu Kakak mengenal Viena ketika Dia mulai menjagaku. Tapi Aku juga tidak begitu tahu, nanti coba Aku tanyakan pada Kakakmu ya " senyum Angel karena tak mengetahui apapun tentang Dio.


" Baik Kak, tapi jangan bilang Aku yang mau tahu ya " pinta Alexa memercingkan mata ke arah Angel seraya memohon.


" Tenang saja " senyum Angel mengarah pada Adik iparnya.


Brandon dan Pieter sudah siap dengan piring berisi jagung bakar juga sosis yang mereka bawa untuk bergabung bersama Alexa juga Angel, disusul Adiyaksa dan Olivia juga membawa piring berisi seafod.


Viena dan Dio di ajak Adiyaksa agar bergabung dan membiarkan pengawal mulai memasak untuk diri mereka sendiri. Brandon mengambil duduk di antara istri juga Adik nya, sementara Pieter masih memangku Dio karena bocah itu tak bisa lepas dari lelaki tampan di hadapan Alexa itu.


Viena, Adiyaksa dan Olivia juga mulai duduk di kursi yang sudah ditata berhadapan agar memudahkan untuk saling ngobrol sambil menikmati makanan mereka. Dengan sengaja, lelaki yang mencuri pandang pada Alexa meminta Olivia duduk di samping nya, karena tahu jika gadisnya tak suka jika dirinya dekat dengan Viena.


" Bau juga gara gara buatkan Kamu sama Alexa makan, kalau Aku wangi kalian tidak akan makan. Perempuan kok malas " sahut Brandon jengkel karena istri juga Adiknya sama sama menjauh.


" Aku sakit Kak, Kak Angel juga hamil. Tapi benar benar bau Kamu Kak, serius " seru Alexa menjauhkan tubuhnya.


Dengan cepat Brandon merangkul pundak kedua nya dan menarik mendekat meski harus mendapat protes dari Angel juga Alexa, namun Ia malah mengembangkan senyum senang, menempatkan keduanya di dada bidangnya.


" Kamu sakit apa? " tanya Adiyaksa membuat Alexa terdiam tak berani berbohong, karena Adiyaksa selalu tahu ketika dirinya berbohong hanya dari sorot matanya.

__ADS_1


" Itu Daddy, Alexa jatuh di kamar mandi dan tidak bisa jalan " jelas Angel melihat Adik iparnya tak ingin menjawab malah menundukkan wajah sambil makan, sedangkan Pieter langsung batuk batuk tersedak makanan mendengar jawaban polos Angel.


" Pelan pelan nak, ini minum " ucap Olivia membantu putranya minum sambil menepuk punggungnya.


" Makasih Ma " sahut lelaki yang sudah merasa baikan itu.


" Mumpung kalian semua di sini, Aku mau bicara soal Alexa, Kami..... " ucap Pieter terpotong karena kaki yang diinjak kuat oleh Alexa tanpa menatap lelaki yang memejamkan mata sambil mengatupkan bibir menahan sakit.


Pieter berencana menggunakan momen kebersamaan malam ini, untuk mengatakan semua hubungan yang sudah Ia jalin dengan Alexa. Ia ingin meminta ijin untuk menikahi gadis yang sudah Ia nodai paksa itu, namun peringatan dari Alexa yang terlihat tak suka membuat lelaki di hadapannya mengurungkan niat, tak ingin Alexa semakin menjauh darinya.


" Kenapa? ada apa? " tanya Brandon penasaran dengan wajah serius menatap Pieter.


" Kami jogging bersama esok pagi, jika diperbolehkan " ucap Pieter asal karena kaki Alexa tak beranjak dari atas kakinya dengan terus menekan kuat.


" Jogging sana, Aku akan ikut kalian besok " jengkel Brandon mengira ada hal serius.


" Om pikir ada apa, bikin kaget saja Kamu " seru Adiyaksa tersenyum, mengira telah terjadi sesuatu di antara mereka begitupun Olivia.


" Aku tidak ikut, Aku masih susah buat jalan " tekan Alexa pada kata susah jalan sambil melirik sinis ke arah Pieter.


" Alexa, lebih baik Kamu ke Dokter biar di antar Pieter buat periksakan kakimu. Daddy takut ada yang retak " pinta Adiyaksa.


" Tidak! biar besok calon suaminya yang mengantar! " tegas Brandon tak menyukai Adiknya berjalan bersama sahabat yang tak pernah peduli perasaan Alexa.

__ADS_1


Mendengar ucapan tegas Brandon, seakan Alexa memahami jika Kakaknya memang tak suka jika dirinya menjalin hubungan dengan sahabatnya. Mungkin jika Kakaknya tahu Pieter sudah memaksakan hasratnya, Ia akan marah besar bahkan tak mampu di bayangkan kembali oleh Alexa apa yang akan dilakukan Kakaknya pada Pieter, mengingat sikap kerasnya.


Pieter begitu memahami Brandon dan cepat menangkap kesengajaan dari perkataan sahabatnya. Terlebih dirinya sudah mengaku jika mulai tertarik dan meminta ijin untuk mendekati Alexa, bahkan Pieter juga mengaku kalau sudah mencintai Alexa dan ingin membawanya pada hubungan serius. Namun Ia belum memahami alasan di balik penolakan keras sahabatnya itu hingga saat ini. Karena memnag Brandon tak pernah menjelaskan apapun secara jelas.


__ADS_2