Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 167


__ADS_3

Sesampainya di dalam apartemen, Brandon langsung menurunkan istrinya di atas sofa panjang ruang tamu dan duduk di sampingnya. Kaki kiri yang kesleo di raihnya ke atas pangkuan, mulai melihatnya dan hendak memijat namun terhenti karena tangan Angel menahannya.


" Sayang jangan, kata Mama seorang suami tidak boleh menyentuh kaki istri " polos Angel menahan tangan suami yang langsung menatapnya.


" Jangan menatapku seperti itu, menyeramkan " seru gadis dengan nada lirih melihat tatapan tajam suaminya.


" Tidur, atau ku remukkan tulang kakimu " santai Brandon mendorong kening istrinya hingga terbaring di atas sofa.


Lembut jari jari lelaki dengan wajah menunduk itu memijat kaki istrinya, lalu memutar berulang kali hingga akhirnya ditarik kuat sampai berbunyi dan membuat Angel berteriak kencang dalam nada jengkel.


" Apa Kamu mau mematahkan kakiku?! sakit ! " teriak jengkel Angel sudah kembali duduk menatap jengkel ke arah suaminya yang hanya tersenyum.


" Buatkan kopi sana jangan terus mengeluh " ucap laki laki masih terlihat tampan dengan setelan jas miliknya.


" Ah, sepertinya kakiku benar benar patah " kilah Angel kembali merebahkan diri dan mengarahkan tubuhnya pada sandaran punggung sofa.


" Lihatlah, benar benar tidak tahu terimakasih " gerutu Brandon menatap ke arah istrinya seraya tersenyum tak percaya.


Siku mulai di letakkan tepat di ujung sandaran sofa dengan tangan menopang sisi wajah, menatap ke arah istrinya yang tengah pura pura memejamkan mata. Perasaan bahagia bisa menatap kembali wajah istrinya, masih kuat mendera batin lelaki dengan senyum menghias wajah tampannya. Bibir bawah di gigitnya tipis, masih tetap menatap istrinya dan langsung membungkuk membuka resleting belakang gaun Angel dan berlalu pergi.


Dengan protes juga tatapan jengkel Angel langsung berjalan cepat ke arah kamar, memegangi punggung sudah terbuka lebar resletingnya.


" Apa itu yang Kamu bilang patah ?! " tanya jengkel Brandon berjalan ke arah pintu hendak membuka karena bel yang berbunyi.


Alexa dan Pieter sudah berdiri di depan, dan langsung saja Alexa nyelonong masuk begitu pintu terbuka dan merebahkan diri di atas sofa tempat Angel tadi.


" Apa Aku sudah menyuruhmu masuk ? minggir sana " seru Brandon menyingkirkan kaki Adiknya.


" Kakak, ambilkan Aku minum jantungku mau lepas " sahut gadis dengan tubuh sudah merebah di atas sofa bersama napas terengah.

__ADS_1


" Tidak ada pembantu di sini, mau apa apa lakukan sendiri! " jengkel Brandon duduk kembali menyingkirkan kaki Adiknya.


Pieter yang sudah duduk di sofa single menatap senyum ke arah istrinya yang daritadi sudah menggerutu karena kecepatan penuh mobil. Sengaja Pieter berkeliling dengan kecepatan penuh kendaraan, untuk tetap menghalau mobil media yang terus berusaha mengikuti hingga benar benar membuat media tersebut terjebak dalam kemacetan yang di sengaja Pieter.


Angel sudah keluar dari kamar dengan celana pendek juga kaos oblong besar menggulung tinggi rambutnya. Air yang hendak di berikan pada suaminya, cepat di raih Alexa dan meneguknya hingga habis.


" Terimakasih Kak, Kamu benar benar pengertian " seru Alexa duduk mengambil cepat air minum ditangan Kakak ipar yang tersenyum paksa ke arah suaminya.


" Itu milikku! dasar menyebalkan ! " gerutu Brandon menatap tajam Adiknya.


" Hanya air, di belakang masih banyak " santai Alexa meletakkan gelas kosong di atas meja.


" Apa tidak ada makanan ? Aku sangat lapar " tambah kembali Alexa.


" Aku buatkan makanan untuk kalian, Aku lihat dulu di dapur apa ada yang bisa di masak " sahut Angel masih berdiri di hadapan Adik iparnya.


" Baguslah Kak, dari kemarin Kak Brandon juga sama sekali tidak makan " sahut Alexa mengejutkan Angel dan mengarahkan pandangan pada lelaki yang tengah duduk melipat kaki dengan tubuh bersandar.


" Bagaimana Aku bisa makan, kalau Kamu saja tidak makan " lirih Brandon memahami betul sifat istrinya yang tak pernah makan ketika mendapati sebuah masalah terlalu mengusik batinnya.


Tanpa merespon ucapan suaminya, Angel langsung bergegas ke arah dapur dan melihat persediaan makanan di dapur dan hanya tinggal bahan untuk membuat pasta saja yang ada. Cepat Angel mengolahnya sendiri, membiarkan ketiganya tetap duduk di ruang tamu.


Sedangkan Kenan baru saja sampai di rumah langsung uring uringan pada sekretarisnya, melempar apapun barang yang berada di dekatnya ke lantai dengan ekpresi amarah memuncak. Ricko hanya berdiri menundukkan wajah melihat banyak barang berharga dan mahal jatuh di lantai.


" Apa Kau bahkan tak tahu jika Angel istri Brandon ?!" teriak Kenan membentak sekretarisnya.


" Maaf Tuan, Saya tidak mengetahui hal itu karena Tuan Brandon menutup semua informasi pribadinya dengan baik selama ini " jelas Ricko masih menundukkan wajah.


" Aku mempekerjakanmu bukan untuk menjadi bodoh ! cari tahu semua informasi tentang Brandon juga Angel sekarang ! " tegas kembali Kenan masih membentak dengan emosi menyelimuti.

__ADS_1


" Ba..ba..baik tuan " sahut Ricko berlalu pergi secepatnya.


Kenan mulai memahami alasan di balik penyerangan tiba tiba Brandon, hingga membuatnya hampir mati.Masih tetap tak bisa mempercayai akan apa yang sudah di dengar ataupun dilihatnya malam ini, Ia merasakan perasaan begitu terluka melihat seseorang yang di cintai di cium oleh musuh bebuyutannya.


" Kenapa Dia selalu mendapatkan apapun yang Aku inginkan?! tapi tidak kali ini Brandon, lihat saja Aku akan merebut Angel darimu ! " gumam Kenan mengepalkan tangan kuat.


Dirumah Adiyaksa pun keributan serupa terjadi antara Sasmita, Gaida juga Adiyaksa. Seorang Ayah yang sudah merasa lega karena kedua anaknya bisa bersama dengan orang yang mereka cintai, hanya duduk melipat kaki mendengarkan setiap perkataan Gaida juga Sasmita dalam amarah menggebu gebu.


" Apa Kamu hanya akan diam seperti orang bodoh melihat putramu mempermalukanku seperti ini ?! " tegas Gaida menunjuk ke arah putranya.


" Jangan mengusik kehidupan rumah tangga anak anakku, Aku sudah berjanji pada mendiang putraku akan rela mempertaruhkan hidupku demi kehidupan Adik adiknya. Jadi hentikan semua kegilaan kalian berdua " ucap Adiyaksa membuat istri juga Ibu nya tak bisa mempercayai ucapannya.


" Adiyaksa! " teriak Gaida emosi.


" Tidak Ma, cukup Kamu mengatur kehidupanku dulu tapi tidak untuk kedua anakku karena mereka berhak mendapatkan kebahagiaan bersama orang yang mereka cintai ! " tegas Adiyaksa meninggalkan kedua orang yang masih sibuk dengan amarah mereka.


Kepergian putra pertamanya yang merupakan saudara kembar Brandon, membuat Adiyaksa berjanji jika akan selalu memberikan kebahagiaan kepada kedua anaknya yang masih hidup. Rasa bersalah karena persaingan bisnis hingga merenggut nyawa putra tak berdosanya, membuat Adiyaksa siap mempertaruhkan segalanya demi Brandon juga Alexa.


Untuk itu Adiyaksa tak pernah sekalipun melarang kedua anaknya memilih sendiri jodoh yang mereka cintai. Dan sepenuhnya mempercayai segala pilihan dan jalan hidup yang keduanya pilih. Kasih sayang tak pernah dilepaskan Adiyaksa pada kedua anaknya, dengan selalu memberikan dukungan dan kesediaan menjadi sandaran ketika keduanya dalam masalah.


Viena dan Olivia juga Dio masih melalui perjalanan panjang untuk bisa sampai di villa pribadi Pieter. Dimana villa tersebut hanya di ketahui Pieter, Olivia juga Angel selama ini. tempat persembunyian untuk menenangkan diri ketika teringat keluarganya, bahkan tak pernah di ketahui oleh Brandon, menjadi tempat persembunyian terbaik bagi Olivia selama keadaan belum membaik.


" Ada apa sebenarnya ?" tanya Olivia membiarkan kepala Dio bersandar dengan lelap dalam pangkuannya.


" Tuan muda sudah mengumumkan pernikahannya Ma, jadi untuk menghindari media Kita diminta untuk bersembunyi sementara " jelas Viena masih mengemudi.


"Apa Angel dan Pieter baik baik saja ? Tuan Brandon dan Alexa bagaimana? " khawatir Olivia.


" Mereka baik Ma, jadi lebih baik Mama jangan terlalu banyak memikirkan apapun. Untuk perusahaan juga sudah di atasi sementara oleh Tuan Darell, jadi Mama jangan terbebani akan apapun " terang Viena sudah mendapat pesan dari Brandon, agar selalu mendampingi mertuanya tanpa membiarkannya sedikitpun berpikir.

__ADS_1


Viena memang telah di anggap putri oleh Olivia, karena memang rasa iba Olivia akan nasib yang menimpa Viena. Angel telah menceritakan segala tentang kehidupan kelam Viena yang membuatnya juga terluka sebagai seorang perempuan. Tanpa diketahui siapapun selain Angel, Viena sudah nyaman dengan panggilan Mama pada mertua Tuan muda tersebut.


Brandon yang tahu akan kepergian Olivia bersama Viena dari Pieter, langsung mengirimkan pesan pada bodyguard cantik tersebut. Memerintahkan agar tak kembali lebih dulu sebelum Brandon atau Pieter menjemput mereka di villa. Keadaan masih sulit di kendalikan oleh Brandon, karena kegilaan media sudah menyebarkan informasi akan pernikahannya dengan cepat melalui internet. Dan sudah jelas di pastikan jika kediamannya juga Olivia akan menjadi sasaran utama para media yang tak ingin kehilangan berita. Untuk itu akan lebih aman jika menghindar lebih dulu.


__ADS_2