
Setelah menyelesaikan mandi, Alexa sudah kembali menghampiri suami juga Kakaknya yang masih asik dengan pekerjaan mereka. Terlihat Santos mengantarkan makan untuk keduanya di ruang tengah, karena sudah terlambat untuk jam sarapan.
Langsunh saja Alexa merebahkan kepala pada pangkuan suaminya, dengan memint untuk di suapi. Ponsel sudah di tangan dengan alat tes kehamilan masih ada di meja diraih oleh gadis dalam balutan jumpsuit biru muda.
" Hai, lihat ini.... " seru Alexa bangga menunjukkan alat tes kehamilan pada layar ponsel sudah terlihat wajah bantal Kakak iparnya.
" Wah selamat Alexa, Kakak kalian akan jadi orang tua sekarang " senyum Angel membuka mata masih mengantuknya lebar lebar.
Sekilas mata lelaki tengah menikmati makan itu melirik mendengar suara istrinya. Makanan masih di atas pangkuan kaki yang melipat, kembali dinikmati namun tetap membuka telinganya lebar. Alexa dan Pieter sibuk berbicara sendiri dengan gadis masih dalam selimut itu, dengan sesekali mata mereka melihat ke arah Brandon.
Earphone sengaja dipasang Pieter pada telinganya juga Alexa agar tak bisa terdengar oleh Brandon yang sengaja menguping, dengan mengunyah perlahan makanannya. Mata Alexa dan Pieter mengarah ke Brandon, mengisyaratkan Angel jika suaminya ada di sana. Kamera di ubah di belakang, agar Angel bisa melihat suaminya.
Tatapannya seketika sendu, melihat lelaki dengan setelan pakaian santai itu makan dengan tetap mengaktifkan laptop. Banyaknya dokumen di hadapan suaminya juga membuat Angel tak tega.
" Apa Dia bekerja di rumah? " sendu Angel bertanya.
" Ya, Dia baru kembali semalam dan akan pergi lagi nanti siang " jelas Alexa lirih agar tak terdengar Kakaknya.
" Bisakah Kamu buat Dia menatap kemari? Aku sangat merindukannya " sendu kembali Angel.
" Kakak, ambilkan minum di dekatmu" seru Alexa ke arah Brandon.
" Tidak mau, ambil sendiri atau minta suamimu " santai Brandon makan sambil terus bekerja, mengira jika panggilan telpon Alexa juga istrinya sudah terputus.
__ADS_1
" Kakak, ambilkan untukku. Sumiku sedang menyuapi Aku, apa Kamu mau keponakanmu kehausan di dalam " rengek Alexa, langsung membuat kakaknya mengangkat kepala jengkel.
" Jangan menggunakan nama anakmu untuk memerintahku! " jengkel Brandon mengambil minum untuk Adiknya, dan mendekat.
Angel yang sudah sangat merindukan suaminya, tanpa sengaja menitikan air mata begitu melihat suaminya mendekat memberikan minum. Sengaja Alexa mengarahkan terus ke arah wajah Kakak yang sudah dimintanya duduk di atas meja dekatnya.
" Cepat habiskan! Aku masih banyak pekerjaan! " jengkel Brandon melihat Adiknya minum perlahan dari gelas masih Ia pegang.
Melihat Adiknya menangis dengan menatap Brandon, Pieter mengubah kembali kamera dan menonaktifkan aerphone.
" Brandon apa Kau tahu ini? " ucap Pieter mengbil ponsel dari istrinya.
" Apa? " santai lelaki masih duduk di atas meja memegang gelas Adiknya.
" Aku merindukanmu " sendu Angel ke arah suaminya.
" Aku banyak pekerjaan " ucap Brandon beranjak dan pergi.
" Apa salahku?! kenapa Kamu menghindariku?! apa Kamu sudah bosan dan mencampakkan ku?! " teriak Angel begitu melihat suaminya berlalu, langsung menghentikan langkah Brandon.
" Tuhan, Aku sangat ingin memeluknya " batin Brandon kembali melangkah pergi menapaki anak tangga dan meminta pelayan membawakan pekerjaannya.
" Sebenarnya ada apa dengannya? " tak mengerti Angel walau sudah mencoba memahami.
__ADS_1
" Oma masih mengawasimu Angel, dan Brandon sudah mengaku jika kalian sudah berpisah. Mungkin itu yang membuatnya tak ingin bicara denganmu, karena takkan mampu menahan untuk bertemu denganmu dan membuat Oma tahu jika kalian masih bersama " jelas Pieter.
" Baiklah Kak, Aku mengerti. Aku akan istirahat dulu, nanti pulang dari kampus akan menghubungi kalian lagi " ucap Angel sendu dan mengakhiri panggilan video mereka.
Di dalam kamar, Brandon tak bisa kembali fokus pada pekerjaan usai mendengar suara istrinya. Rasa semakin merindukan Angel, terlalu kuat menyiksa batinnya. Namun tetap tak bisa menemui istrinya sendiri.
" Aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Ini menyiksa Angel " batin Brandon memegang dadanya dengan duduk di tepi ranjang.
Dibawah, Alexa masih tetap bersandar pada pangkuan suaminya dengan ponsel tetap Ia pegang.
" Apa Aku melakukan kesalahan? " tanya lirih Alexa menatap suminyabdari bawah.
" Tidak, mungkin Kita yang terlalu memaksa. Jangan banyak berpikir, tidak baik untuk anak Kita " lembut Pieter tersenyum.
" Aku ingin Kak Angel kembali, Aku ingin Kita bisa bersama lagi " sendu Alexa memiringkan tubuh menatap ke arah perut suaminya sembari melingkarkan tangan pada pinggang lelaki yang sudah membelai rambutnya.
" Aku juga " tulus Pieter tersenyum.
Dibalik tujuan membuat Angel berhasil, Brandon juga melindungi istrinya itu drngan mengatakan jika hubungannya sudah berakhir dengan Angel. Terang terangan Brandon mengatakan jika dirinya sudah meninggalkan Angel, demi menyelamatkan istrinya dari Gaida juga Sasmita.
Namun Gaida juga Sasmita tak bisa percaya begitu saja dan tetap mengawasi setiap langkah Brandon, dan memaksa Tuan muda tersebut harus terus meyakinkan jika memang tak ada hubungan lagi antara dirinya juga Angel.
Suara Angel sedikit melemahkan dirinya, yang sangat ingin datang dan melepas kerinduan, tapi tetap harus ditahan karena tak ingin Gaida tahu dimn Angel berada saat ini. Karena Angel sengaja pergi menggunakan nama Kayla Justin, dan menyamar selama menempuh pendidikan.
__ADS_1
Alexa dan Pieter tak sanggup melihat keduanya terpisah, tapi tak bisa berbuat appapun dan hanya bisa mempercayai setiap keputusan yang di buat keduanya.