
Alexa sudah masuk ke dalam mobil dengan bantuan pengawal memasukkan barang ke bagasi, serta membukakan pintu untuknya. Tanpa melihat ke arah gadis dengan celana jeans panjang juga kaos big size itu, Pieter langsung menginjak pedal gas meninggalkan halaman villa.
Tak ada pembicaraan di antara keduanya karena pikiran lelaki yang memusatkan perhatian ke arah jalanan itu masih terlalu kacau. Alexa terus memaki dirinya dalan hati karena merasa begitu bodoh telah meminta Pieter melakukan apa yang terjadi semalam. Ia tak menyangka jika lelaki berwajah dingin itu akan menolak dirinya lagi, meski sudah pernah melakukannya. Bahkan penolakan dengan nada tegas begitu terasa menyakitkan.
Alexa tak tahu sebenarnya apa hubungan yang pantas di sebut di antara mereka, karena sikap selalu berubah ubah dari Pieter membuatnya begitu bingung. Terlintas pikiran jika lelaki di sampingnya mungkin tak benar benar mencintai dirinya, dan hanya rasa ingin memiliki. Tak sekalipun Pieter menunjukkan dengan jelas apa yang Ia rasakan dibalik wajah dinginnya, tak seperti Brandon yang selalu menunjukkan rasa cintanya pada Angel bahkan tak segan untuk bersikap hangat dan manja dimana pun.
***
Pukul 15.30 Angel sudah dipindahkan di ruang rawat yang telah di pilih Adiyaksa dan Brandon dengan kamar terbaik di rumah sakit itu. Adiyaksa mengajak lainnya untuk pergi makan karena tidak ada satupun yang mengisi perut dari pagi. Sementara Brandon yang tak memiliki selera makan, langsung menemui istrinya di kamar. Lelaki yang sudah mengganti pakaian nya itu, membuka perlahan pintu rawat VVIP berwarna putih di hadapannya.
" Apa Kamu mau makan sesuatu? " tanya Brandon sudah masuk dan duduk di samping ranjang istrinya meraih tangan di atas ranjang itu lembut.
" Tidak, apa Kamu sudah makan? " lirih Angel menatap suaminya.
" Sudah, apa Kamu membutuhkan sesuatu? Katakan jika Kamu menginginkan sesuatu " tulus lelaki yang tak bisa menahan luka di hatinya melihat sorot mata penuh kesedihan dari mata Angel.
" Aku mau tidur " lirih Angel langsung memejamkan kedua mata dan seketika menitikkan bulir air mata di ujung mata indah nya.
" Jangan seperti ini, Aku tidak bisa melihatmu sedih, itu menyakitkan Angel. Kita bisa memiliki anak lagi, tolong jangan menyiksa dirimu seperti ini " ucap Brandon memeluk istri yang masih terbaring dengan air mata.
" Aku merindukan mereka, Aku ingin merasakan kembali tendangan mereka. Kenapa mereka pergi bahkan sebelum Aku bisa memeluknya? Kenapa? " tangis Angel pecah seketika dalam dekapan suami yang juga mulai ikut menangis.
" Ini memang berat Angel, tapi Kita harus kuat menjalani semua ini. Mereka lebih bahagia di sana, dan ingin melihatmu juga bahagia melepas mereka, jangan menangis lagi " bujuk Brandon menenangkan istrinya meski juga merasa begitu lemah.
__ADS_1
" Maafkan Aku tidak bisa menjaga mereka dengan baik" lirih Angel dengan isakan tangis.
" Tidak sayang itu bukan salahmu, jangan menyalahkan dirimu sendiri " seru Brandon memanggil istrinya begitu lembut dan penuh cinta.
" Percayalah, Kita pasti bisa memiliki anak lagi dan jangan terus bersedih, oke? " lembut lelaki dengan tangan mengusap lembut wajah cantik yang mengangguk menghentikan tangis.
" Kenapa Kamu memanggilku sayang? " polos Angel mengembangkan senyum suami yang masih begitu dekat wajah nya di atas Angel, dengan mata saling tatap.
" Karena Aku mencintaimu " tulus Brandon tersenyum lalu mencium lama kening istrinya penuh kasih sayang.
Melihat Brandon masih mencium kening Angel, mengurungkan niat Adiyaksa untuk masuk dan kembali menutup pelan ruangan menantunya. Ia ingin memberikan waktu keduanya untuk bisa saling menguatkan diri. Tak lupa Ia juga meminta semua untuk tak menunjukkan kesedihan di hadapan Angel.
" Sayang, kenapa Kamu tidak memakai pakaian dalam? " goda Brandon tersenyum agar istrinya teralih dari rasa sedihnya dan sukses membuat Angel mengembangkan senyum.
" Cepatlah pulih, Aku ingin Kamu manja lagi " tambah kembali lelaki yang sudah menunjukkan sikap manja dan langsung di usap lembut pipi nya oleh Angel.
Wajah cantik yang kembali tersenyum membuat Brandon seakan memiliki sebuah kekuatan baru dalam hidupnya. Ia hanya ingin membahagiakan Angel tanpa membuatnya kembali mengingat luka yang di alami. Entah mengapa dari awal Ia melihat Angel menangis, hatinya sangat terluka dan semakin menjadi ketika rasa cintanya begitu besar di rasa untuk gadis kecilnya.
Suara ketukan pintu membuyarkan tatapan penuh cinta di antara kedua orang yang masih saling mendekatkan wajah itu. Adiyaksa dan lainnya sudah mulai memasuki ruangan Angel, di sambut senyum oleh dua orang yang menoleh ke arah pintu.
Olivia, Alexa, Adiyaksa juga Pieter menghampiri Angel dan menyapa gadis yang masih di jaga suaminya di atas tempat tidur, disusul oleh Viena di belakang. Bergantian semua orang mencium lembut kening Angel tanpa menunjukkan kesedihan atas keinginan Adiyaksa.
" Pergi, Kau menghalangiku " ucap Pieter menggoda sahabat yang duduk di samping bantal istrinya.
__ADS_1
" Apa Kau mau memeluk dan mencium istriku juga?! " seru Brandon menatap Pieter dan langsung dipeluk oleh sahabat yang mengembangkan senyum.
" Teruslah memaki ku, itu lebih baik untukku " ucap Pieter menepuk punggung sahabat yang tadi begitu tak tega untuk Ia lihat.
" Thanks " sahut Brandon juga menepuk punggung sahabat yang selalu setia menemani dirinya meski harus selalu menjadi luapan emosi.
" Kakak " manja Angel mengarahkan kedua tangan ke arah Pieter yang sudah lebih dulu melepas pelukan dari Brandon.
Lelaki yang ingin memeluk Adiknya itu, dengan cepat di tarik oleh Brandon mengingat istrinya tak mengenakan pakaian dalam pasca operasi. Usai menyingkirkan tubuh sahabat yang menggelakkan tawa semua orang itu, Brandon menutupi Angel dengan selimut sampai ke leher diiringi senyum serta lirikan Angel merasa suaminya begitu menggemaskan.
" Makanlah atau ku suapi Kau untuk menggantikan Angel " ucap lelaki yang berdiri di belakang sahabatnya.
" Kamu bilang sudah makan? Apa Kamu suka berbohong sekarang? " jengkel Angel dalam nada lirih menahan rasa kaku pada perutnya.
" Bukan sayang, Aku... " sahut Brandon terputus karena seruan penuh tanya semua orang.
" Sayang? " ucap Adiyaksa, Olivia, Alexa juga Pieter bersamaan dengan mata membulat ke arah Brandon.
" Diam! " jengkel Brandon beralih dan duduk di sofa bed panjang tak jauh dari ranjang Angel.
Semua mata masih tertuju ke arah lelaki yang membuka tempat makan putih di atas meja itu, rasa aneh juga heran mendengar lelaki sedingin dan sekejam Brandon memanggil sayang terus membuat semuanya bertanya tanya.
Angel hanya tersenyum melihat semua orang menatap suaminya yang mulai menyantap makan, tanpa sedikitpun merasa ada yang salah. Bahkan Ia tak menyadari jika masih diperhatikan dengan begitu lekat.
__ADS_1
Dering ponsel Brandon dari Darell membuyarkan tatapan semua orang. Dengan dingin penuh wibawa, Brandon menjawab telpon dari lelaki yang baru sampai di villa miliknya. Sembari tetap makan, Ia meminta Darell agar menunggu di villa sampai dirinya kembali yang langsung di setujui oleh lelaki di ujung panggilan tersebut.