Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 158


__ADS_3

Di dalam dapur sudah ada Olivia membuat minuman, Angel langsung saja menghampiri dan berdiri di dekat wanita yang masih belum mengganti setelan kerja nya.


" Ma, apa setelah keguguran Aku sudah tidak bisa memiliki anak? " tanya Angel sembari menata gelas di atas nampan, seketika mengejutkan Olivia dan menghentikan kegiatannya.


" Kenapa Kamu bicara seperti itu nak? " sendu Olivia memegang pundak putrinya.


" Angel, jangan terlalu banyak berpikir. Kamu masih bisa memiliki anak " tambah seorang Kakak yang sudah berdiri di dekat Adiknya.


" Tapi kenapa Aku belum hamil lagi Ma? Kak? " tanya kembali Angel bernada sendu.


Pieter dan Olivia hanya saling menatap, keduanya tahu jika Angel tengah mengenakan alat pencegah kehamilan. Namun seorang Kakak dan Mama yang begitu menyayangi gadis tersebut, tak berani mengatakan karna hanya Brandon yang berhak mengatakan segalanya.


Angel selalu merasa aneh karena tak kunjung hamil, padahal setiap kali melakukan hal itu suaminya selalu meletakkannya di dalam. Ia kembali teringat akan hubungan dengan suaminya dulu, dan cepat membuat dirinya hamil.


" Semua sudah ada yang mengatur nak, lagipula Kamu juga harus konsentrasi untuk bisa lulus jadi jangan berpikir terlalu banyak " ucap Olivia sudah memeluk putrinya, dengan Pieter meletakkan telapak tangan di ujung kepala Adiknya.


" Ma, Aku juga mau " seru Pieter mengembangkan senyum Olivia langsung memeluk putranya juga.


" Akhirnya Aku bisa memeluk kalian berdua, rasanya begitu nyaman " senyum Pieter diiringi juga senyum kedua orang dalam dekapannya.


Pieter terus berusaha menggoda Adik dan Mamanya agar bisa melupakan masalah tentang keturunan. Senyum berubah tawa dari ketiganya, terlihat membahagiakan bagi Brandon yang sudah berdiri bersama Adiknya.


Seketika Alexa menyadari jika Pieter begitu menyayangi Angel dan Olivia. Ia merasa begitu bodoh pernah meminta suaminya menjauh dari keluarganya.

__ADS_1


Tak ingin merusak momen kebersamaan ketiganya, Brandon mengajak Alexa untuk ke ruang tamu dan membiarkan keluarga angkat tersebut bahagia dengan cara mereka.


Puas dengan kebersamaan mereka, Pieter dan Angel membawa minum ke depan, sedangkan Olivia meminta ijin ke kamarnya untuk mengganti pakaian dan beristirahat sejenak. Sengaja wanita cantik tersebut memberikan ruang untuk keempatnya bersama, dan menjalin kembali ke akraban seperti itu. Karena Ia tahu jika keempatnya tengah terpecah dengan sendirinya usai pernikahan putranya.


Usai meletakkan minum di meja, Pieter dan Angel menghampiri pasangan mereka masing masing. Brandon yang sudah berbaring di sofa langsung memindahkan kepala pada paha istrinya, begitu juga Pieter menyandarkan kepala pada paha Alexa.


" Kak, kenapa Aku tidak bisa menghubungi Daddy? " tanya Alexa masih memegang ponsel.


" Daddy sudah kembali, jangan bilang Kamu tidak tahu hal itu!" tegas Brandon menatap Adiknya.


" Sebenarnya apa yang Kamu lakukan sampai tidak tahu apapun? " tanya Pieter melihat wajah istrinya dari bawah.


Alexa memang sengaja mematikan ponsel selama suaminya pergi, hingga Ia tak tahu jika Adiyaksa sudah mencoba menghubungi berulang kali untuk berpamitan.


" Angel, minum " rengek laki laki masih merebahkan kepala di pangkuan istrinya.


" Ambilkan! " tegas Brandon melotot.


" Tidak mau! ambilkan saja!" tegas kembali Brandon saat istrinya mencoba mengangkat kepalanya.


" Aku tidak mau, Kamu akan melakukannya seperti biasa! " jengkel Angel ditatap aneh dan penuh tanya oleh Pieter dan Alexa.


Brandon selalu saja meletakkan kepala pada pangkuan istrinya dan meminta untuk meraih sesuatu di meja, agar Ia dapat memainkan dada yang menempel tepat di wajahnya. Tingkah nakal suaminya sangat di hapal Angel, hingga tak ingin lagi tertipu. Apalagi ada Pieter dan Alexa disana.

__ADS_1


" Ada apa Kak? ambilkan saja. Atau biar Aku yang ambilkan " seru Alexa langsung membungkuk ke arah meja, dan dadanya menyentuh wajah laki laki yang refleks menahan dada istrinya agar tak lebih dekat.


" Apa seperti ini maksudmu meminta Adikku mengambil minum di meja? dasar mesum " seru Pieter hanya di balas tawa oleh Brandon.


" Bukankah menyenangkan? " tawa lepas Brandon di tatap jengkel ketiganya.


" Tidak tahu malu " seru Angel, Pieter dan Alexa bersamaan.


" Mama sedang tidur jangan berisik! " jengkel Angel menepuk lembut dada suaminya.


" Apa datang bulanmu akan lama selesai?! Aku sudah tidak tahan lagi! " tegas jengkel Brandon, mengembangkan senyum tak percaya ketiganya.


" Kak, apa Kakak tidak malu mengatakan hal itu begitu keras? " protes Alexa.


" Tidak, Kita sudah sama sama menikah kenapa Aku harus malu? " santai laki laki masih nyaman mengamati tubuh istrinya dari bawah.


" Sudahlah Alexa Dia memang tidak punya malu untuk hal itu" ucap Angel, menggelengkan kepala Alexa tak percaya.


Mendengar ucapan sahabatnya, Pieter hanya bisa menatap tak percaya. Ia memang tahu jika dari dulu Brandon selalu menikmati bibir Angel dimanapun, namun saat itu Pieter belum dekat dengan gadis yang sudah di anggapnya Adik hingga merasa biasa saja. Namun kini Ia sedikit aneh mendengar ataupun melihat Brandon memperlakukan Adik yang disayanginya.


" Apa Kamu juga datang bulan? " tanya Pieter tiba tiba pada istri yang menjawab dengan gelengan kepala.


" Kakak, ternyata Kamu sama saja " seru Angel mendengar pertanyaan Kakaknya.

__ADS_1


Brandon dan Pieter hanya tertawa mendengar ucapan Angel. Kedua sahabat yang dari dulu suka memainkan perempuan, memang suka dengan candaan yang menjurus ke hal dewasa. Namun selama ini itu hanya sebagai candaan yang Ia lakukan pada perempuan perempuan yang mereka mainkan, tanpa memiliki niat serius.


** Buat yang pro Alexa tolong ya jangan terus memojokkan, itu karakter juga saya yang buat jadi tolong ikuti aja alurnya. Capek kalau haris jelaskan satu satu di kolom komen. Jadi kalau baca di cermati pasti bisa lihat perubahan sikap Pieter kok **


__ADS_2