Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 16


__ADS_3

" Bagaimana? " tanya Brandon ketika dokter usai memeriksa Angel.


" Demam nona Angel di sebabkan luka pada tubuh nya, saya akan memberikan nya obat untuk demam serta salep untuk luka nona Angel " jelas dokter dengan menuliskan resep yang bisa di tebus.


" Terimakasih banyak " sahut Brandon berjabat tangan dengan dokter yang sudah beranjak dari duduk dan hendak pergi.


" Antar dokter dan minta Yudha menebus resep ini juga minta salah satu pelayan membuatkan bubur untuk Angel " perintah Dimas pada Santos.


" Baik Tuan " sahut Santos lalu beranjak pergi memenuhi semua perintah Brandon.


Brandon memulai untuk duduk di samping Angel dengan tangan Angel yang terus menggenggam nya seakan tak membiarkan orang yang sangat ia benci itu pergi dari hadapan nya.


" Mana ponsel mu? " tanya Brandon yang ingin menyimpan nomor nya di ponsel Angel agar jika terjadi sesuatu ia bisa langsung menghubungi Brandon.


" Ada di dalam tas " sahut Angel menunjuk tas sekolah yang di letakkan Santos di meja kamar atas perintah Brandon yang meminta Santos mengambilnya dari dalam mobil tadi.


Brandon beranjak mengambil tas sekolah Angel lalu membuka tas tersebut mencari keberadaan ponsel Angel. Mata Brandon yang membulat tak percaya ketika melihat ponsel Angel yang terdapat isolasi di layar nya.


" Apa ini kamu sebut ponsel? " tanya Brandon mengangkat ponsel ke arah Angel.


" Bukankah ini lebih layak di sebut barang rongsokan daripada ponsel? " tambah Brandon menatap ponsel berwarna hitam tak layak pakai milik Angel.


Brandon kembali mendekati Angel dan meminta Angel membuka kunci ponsel nya lalu ia raih kembali menekan nomor nya di sana.


" Simpan itu, jika ada apa apa cepat hubungi aku " tegas Brandon dengan menyimpan nomor Angel di ponsel milik nya.


" Baik " sahut Angel lirih dan menyimpan nomor Brandon dari panggilan keluar.


" Apa kamu begitu bodoh hingga membiarkan tubuh jelek mu ini terluka begitu banyak? " ucap Brandon memperhatikan setiap luka pada tubuh Angel.

__ADS_1


" Apa Anda mengkhawatirkan saya? " tanya Angel melihat ekspresi Brandon terlihat cemas.


" Bukan, tapi bagaimana bisa kamu melayani ku dengan tubuh seperti ini " kilah Brandon yang tak ingin Angel merasa jika ia tengah khawatir pada nya.


" Maaf, bisakah kita tidak melakukan hal itu lagi ? saya akan bekerja dengan keras untuk bisa mengembalikan uang Tuan, dan saya akan membantu pekerjaan rumah tanpa gaji di sini " pinta Angel dengan nada berhati hati.


" Kenapa? " tanya Brandon terkejut karena Angel tak menginginkannya menyentuh tubuh gadis yang keperawanan nya telah ia ambil.


" Saya masih ingin sekolah dan tak ingin hamil " jelas Angel membuat Brandon terkejut karena tak pernah memikirkan tentang hal itu ketika ia menikmati tubuh sintal Angel setiap ia menginginkan.


" Kapan Anda akan melepaskan saya? bukankah Anda orang hebat yang bisa memiliki siapa pun untuk memuaskan Anda, lalu kenapa Anda masih menginginkan saya tinggal? " tambah Angel.


" Sadar akan posisi mu, jangan bicara sesuka hati " sahut Brandon dingin yang entah mengapa merasa sangat terusik hatinya ketika Angel meminta untuk pergi dari sisi nya.


" Jika kamu sudah mampu memuaskan ku, baru aku akan melepaskan mu " tambah Brandon lalu pergi meninggalkan Angel.


" Suapi dia sampai habis lalu berikan dia obat " seru Brandon pada pelayan yang berjalan ke atas dengan membawa nampan berisi makanan serta obat Angel.


" Baik Tuan " sahut pelayan wanita tersebut.


Brandon menghampiri Pieter yang tengah duduk menunggu nya di ruang tamu. Dengan langkah santai ia berjalan dan duduk di hadapan Pieter menyilang kan kaki di atas sofa mewah yang terdapat di ruang tamu Brandon.


Pieter mulai menjelaskan dengan rinci tentang informasi yang ia gali bersama dua bodyguard Brandon di ruang bawah tanah. Brandon yang mendengar nama Carlos tidak begitu terkejut karena ia sudah bisa menduga nya. Brandon meminta Pieter untuk memberi pelajaran pada Carlos dan membawa tiga orang yang telah melukai Angel ke kantor polisi yang sebelum di bawa, Brandon meminta untuk mereka bertiga di buat tak bisa makan dan minum dengan tangan mereka sendiri.


Usai menjelaskan semua informasi yang ia dapat, Pieter mulai undur diri dan menemui ketiga orang yang masih berada di ruang bawah tanah menjalankan setiap perintah Brandon.


" Kau sudah berani bermain dengan ku Carlos " gumam Brandon mengeratkan rahang kuat.


Sementara Sonya yang terus berusaha menghubungi Brandon makin membuat Brandon merasa muak hingga harus mematikan ponsel pribadi nya. Brandon memang menggunakan ponsel berbeda untuk bekerja dan urusan pribadi karena ia tak ingin mencampur antara urusan pribadi dan bisnis nya.

__ADS_1


" Buatkan aku secangkir kopi pahit " seru Brandon dengan memijat kening nya pada seorang pelayan yang menghampiri Brandon di ruang tamu dan menawarkan bantuan pada Tuan yang terlihat begitu frustasi.


" Baik Tuan " sahut pelayan tersebut dan beralih pergi men meninggalkan Brandon.


Santos yang sangat mengenal Brandon, mencoba menghampiri Tuan yang tengah memijat kening dengan menyandarkan kepala nya.


" Apa Anda butuh dokter Tuan? " tanya Santos yang berdiri di hadapan Brandon.


" Tidak, tolong pijat kepala ku " pinta Brandon dengan nada sopan pada Santos yang telah merawat nya dari ia masih kecil.


Tangan tangan lembut namun bertenaga Santos mulai memijat perlahan kepala Brandon yang memejamkan mata untuk merasakan nyaman pada kepala nya.


" Apa aku jelek? apa aku terlihat menjijikkan? " tanya Brandon tiba tiba pada Santos yang mulai kebingungan dengan pertanyaan mendadak Brandon.


" Tidak Tuan, Anda begitu tampan dan berwibawa " sahut Santos dengan tangan masih memijat kepala Brandon.


" Lalu kenapa dia sangat ingin pergi dari ku" gumam Brandon lirih yang terdengar seperti bisikan oleh Santos dan menyunggingkan senyum nya.


" Apa tuan mencintai nya?" tanya Santos mengerti jika yang di maksud Brandon adalah Angel, gadis yang beberapa waktu lalu membuat Tuan dingin dan angkuh ini terlihat begitu khawatir untuk pertama kali nya.


" Apa kau mengerti cinta? bagaimana kita tahu jika kita jatuh cinta? "tanya Brandon ingin memastikan hatinya pada Angel.


" Ketika kita merasa mengkhawatirkan seseorang, ketika kita merindukan saat ia tak ada di sisi kita, ketika kita mulai memenuhi pikiran hanya tentang dia, ketika kita merasakan getaran dan perubahan sikap yang tidak semestinya, itu lah saat kita tahu jika kita mencintai seseorang " jelas Santos panjang lebar dengan tersenyum.


" Lalu, apa menurutmu aku mencintai nya?" tanya Brandon yang memang merasakan apa yang di sebutkan oleh Santos.


" Hanya Tuan yang mengetahui perasaan itu " jawab Santos yang merasa bahagia karena Brandon telah menemukan cinta nya untuk pertama kali.


Dengan kepala yang masih di pijat oleh Santos ia terus mencoba mencerna setiap ucapan Santos dan mencari jawaban nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2