
Begitu tiba di Singapore, langsung Brandon menghubungi Angel melalui video call. Tersenyum melihat wajah istrinya tengah memenuhi mulut dengan makanan. Angel memang langsung mengangkat di dering pertama, sampai lupa jika mulutnya begitu penuh makanan.
" Aku baru tahu kalau daya tampung mulutmu begitu besar " tawa Brandon melihat kedua pipi Angel menggembung penuh makanan.
" Kunyah dulu dengan baik dan telan perlahan " tambah Brandon dalam tawa melihat istrinya mencoba menelan makanan hingga matanya membulat.
Tetap tersenyum memperhatikan, lelaki tengah berada di dalam mobil menuju perusahaan untuk rapat direksi itu enggan menutup sambungan video call. Baru kali ini, Tuan muda sudah menolak dokumen dari Darell untuk di pelajari itu, melihat istrinya memenuhi mulut hingga menggembung penuh makanan.
" Tenggorokanku sakit, aku minum dulu " ucap Angel mengernyitkan kedua alis hingga matanya terpejam, memegangi tenggorokan.
" Konyol " gumam Brandon tertawa menggelengkan kepala.
" Huft, lega.... " seru Angel.
" Angel, lain kali makan perlahan sedikit demi sedikit, jangan seperti orang lima tahun tidak makan. Itu tidak baik untuk pencernaan mu " ucap Brandon, membuat Angel cengengesan sendiri.
__ADS_1
" Aku tadi melihat kamu telpon makanya aku masukkan semua dan mengangkat panggilan mu, kamu baik saja? tidak kurang apapun? langsung bekerja atau mau istirahat? " cerocos Angel tanpa henti, di balas senyuman suaminya.
" Aku langsung kerja biar cepat selesai dan pulang, jaga diri baik baik dan juga anak kita. Aku akan menghubungimu lagi nanti, love you Mommy " senyum Brandon menjawab.
" Love you more Daddy, miss you " sahut Angel sembari melambaikan tangan.
" Miss you too " senyum lelaki tetap tak menghilangkan senyum pada wajahnya, lalu menutup sambungan video call.
" Ah, aku sangat merindukan tatapan juga senyuman itu " ucap Angel meluruskan tangan di atas meja makan lalu menyandarkan kepala di sana.
" Tunggu, apa aku sekarang sudah menjadi orang mesum? ah, tapi tidak masalah kalau aku mesum pada suamiku sendiri, mungkin ini bawaan janinku " tambah kembali Angel mengangkat kepala dan kembali merebahkannya.
Setibanya di ruang meeting, semua dewan direksi berdiri menyambut kedatangan lelaki yang tengah berjalan begitu gagah dalam wajah dingin juga angkuh. Aura kepemimpinan tersirat jelas dalam ukiran wajah juga langkah Brandon.
Memulai rapat tanpa basa basi, dengan Darell mendampingi. Tatapan bersorot tajam itu, seolah siap menerkam siapapun dalam ruang meeting berukuran luas tersebut. Tidak tersirat sedikitpun senyum, seperti tadi ketika bersama dengan Angel. Watak keras, berprinsip, tegas, bengis, terlihat sangat jelas ketika berhadapan dengan bawahannya.
__ADS_1
Saat menjalankan bisnis, memang Brandon sangat mahal suara juga senyum. Bahkan semua juga mengetahui hal itu, mungkin siapapun yang melihat Brandon bersama istrinya takkan menyangka jika ia bisa tersenyum juga tertawa. Tatapan dingin seperti seorang pembunuh berdarah dingin, berubah seketika saat bersama Angel dan hanya memberikan tatapan cinta.
Untuk itulah Brandon selalu mengatakan jika saja Angel melihat dirinya tengah bekerja, mungkin tidak akan pernah ingin mengakui sebagai suaminya. Memang Angel tidak pernah mengetahui langsung seperti apa suaminya ketika menjalankan bisnis, hanya sering kali ia mendengar kekejaman suaminya namun tidak dipercaya karena sikap hangat selalu ditunjukkan padanya.
Kenan mengetahui tibanya Brandon langsung menyusun rencana kedua yang ia miliki bersama Ricko juga orang orang bayarannya. Tidak sedikit modal yang dikeluarkan Kenan demi menghancurkan Brandon akan dendam pribadinya dari dulu. Saat ia mengetahui jika Angel duduk di pangkuan Brandon waktu itu, dendamnya semakin kuat membakar dirinya.
Entah mengapa walaupun jelas tidak bisa mendapatkan Angel, ia tetap tidak ingin melepaskan gadis yang berhasil melumpuhkan hatinya itu begitu saja. Kenan pun berjanji panda dirinya jika dirinya tidak bisa mendapatkan cinta Angel, maka tidak juga dengan Brandon. Ia pun siap melenyapkan Tuan muda itu kapanpun dan dimana pun.
Pikirannya tidak bisa lagi bekerja dengan normal karena rasa sakit hatinya, menghalalkan segala cara sampai dengan cara terlicik sekalipun. Kenan tidak akan rela melihat Brandon bisa bahagia di atas rasa sakit juga penderitaannya. Perasaan pada Angel, berhasil membutakan Kenan dan membuatnya amat bodoh tanpa perhitungan.
Di tempat lain, Pieter memantau sendiri apa yang telah terjadi hingga membuat sahabatnya harus pergi di tengah kebahagiaan telah dinanti selama ini. Menempatkan sendiri orangnya di Singapore untuk siap memberikan informasi setiap jam padanya, akan apa yang terjadi.
Laporan tentang adanya Kenan dibalik semua ini, membuat Pieter waspada dan menempatkan Yudha di tempat Olivia walaupun Brandon sudah menempatkan Viena di sana. Sebelum pergi pun, Brandon sudah menambahkan orang orang terlatih untuk ditempatkan di rumah Olivia untuk melindungi istrinya.
Tidak lupa, Pieter memerintahkan orang untuk mengawasi setiap gerak gerik Kenan ataupun Ricko selama Brandon di Singapore. Secara diam diam dan dari kejauhan, Pieter melindungi sahabat juga Tuan muda yang masih ia anggap jika nyawanya adalah prioritas terpenting dalam hidupnya.
__ADS_1
Pieter bahkan tidak menceritakan tindakannya kepada Alexa, karena tidak ingin membuat istrinya mengkhawatirkan Kakaknya. Bagaimanapun juga, kedatangan Brandon ke Singapore juga membuka peluang besar Kenan melakukan serangan. Kenan tidak pernah menggunakan tangannya dan hanya membayar orang untuk melancarkan niat busuknya selama ini.
Sudah tiga kali Kenan mencoba melenyapkan Brandon, namun berhasil gagal oleh orang orang musuhnya itu. Hal itu tidak menutup kemungkinan jika Kenan akan melakukan percobaan yang sama kali ini. Penjagaan ketat juga sudah dilakukan Darell dari mulai keberangkatan hingga tiba dan menjalani meeting, tidak sedikitpun celah akan mampu di terobos Kenan akan penjagaan itu. Tapi kelicikan Kenan dan rencananya, belum bisa diketahui hingga membuat mereka tetap selalu waspada setiap saat.