
Menunggu cukup lama, akhirnya Alexa keluar dari kamar mandi dan segera mengganti pakaian. Melewati begitu saja suami tengah menatap ke layar laptop dan duduk santai di sofa dalam kamar, Alexa menuju ruang ganti dalam kamarnya. Pieter masih menyibukkan diri dengan tanggungjawabnya sebagai seorang tangan kanan, memastikan segala bisnis dari banyak perusahaan milik Brandon.
"Kamu mau kerja apa berlatih?" tanya Alexa sudah keluar siap dengan pakaiannya.
"Pakai itu? tidak ada pakaian lain?' tanya lelaki menatap ke arah istrinya.
"Kenapa? aku terlihat seksi kan?" bangga Alexa mengamati tubuhnya sendiri.
"Seksi, tapi bukan untuk kamu perlihatkan ke orang lain! ganti atau aku lucuti semua dan kita buat anak!" tegas Pieter, ditatap sangat kesal istrinya.
Menghentakkan satu kaki kanan kesal, Alexa masuk kembali kedalam kamar ganti. Pakaian dianggap terlalu minim dengan hotpant hanya menutup di batas pantat serta tanktop, diminta tegas oleh Pieter agar diganti. Tidak menyukai jika tubuh istrinya harus menjadi tontonan pengawal di rumah, sedangkan Alexa hanya jngin merasa nyaman karena tak mungkin tahan ketika tubuhnya nanti berkeringat.
Wajah kesal masih terukir jelas pada paras cantik perempuan mengganti pakaian cepat. Bibirnya tidak berhenti menggerutu untuk mengumpat seraya mengganti pakaian. Ia pun keluar dengan celana legging sampai lutut juga kaos, tanpa disadari jika pakaiannya sama dengan dikenakan kakak iparnya sekarang.
"Tatap saja laptop itu sampai matamu juling!" kata Alexa kesal, keluar mendahului.
"Sasmita..." seru Pieter menggelengkan kepala melihat istrinya keluat lalu membanting pintu.
Pieter mematikan laptop dan menyusul perempuan sudah menuruni anak tangga tanpa menunggu dirinya. Alexa memang tak menyukai diatur lebih, apalagi itu tentang pakaian yang menurutnya sudah nyaman.
"Dimana kakak?" tanya Alexa pada kepala pelayan di teras.
"Di taman, Nona." Santos menjawab sopan.
Alexa mengintip ke arah taman, terlihat Brandon tengan sit up dengan Angel menahan kakinya. Sedangkan Santos tengah menunggu di teras usai meminta pelayan menyiapkan minuman untuk Tuannya yang sedang berlatih.
"Ayo kesana," ajak Pieter berdiri di depan istrinya.
"Tidak mau, aku baru saja mandi. Lihatlah disana pasti kotor," malas Alexa menjawab, tersenyum Santos ikut mendengar.
__ADS_1
"Aku tau ini akan terjadi, sudah aku siapkan matran untukmu sayang. Jadi ayo berlatih," ucap Pieter membuat nadanya sangat rendah juga memasang senyum.
"Hm, baiklah kalau kamu memaksa. Tapi gendong aku kesana, aku tidak mau berjalan sendiri. Bukankah aku harus berlatih? jadi aku harus menghemat tenaga," kembali malas Alexa menjawab, mengarahkan mata ke taman.
Pieter menoleh ke arah Santos yang masih saja melebarkan senyum, lelaki itu mengisyaratkan mata pada kepala pelayan agar melihat pada sikap Nona mudanya sekarang. Dalam wajah sudah berumur namun tetap terlihat segar, Santos mengukir senyum sangat lebar seraya memegang tongkat menggunakan kedua tangan di depan kakinya.
Pieter membuang napasnya kasar, mengangkat tubuh istri sangat nyaman duduk di kursi teras. Ia menggendong kearah taman diikuti pelayan membawa matras dibelakang mereka. Dengan manjanya, Alexa melingkarkan tangan pada tengkuk suaminya dan menyusupkan wajah mencium wangi leher membiusnya berulang kali sedari dulu.
"Kalian mau ke pernikahan apa berlatih?!" sinis Brandon menghentikan latihan dan menatap ke arah dua orang baru datang.
"Tuan putri cantikku tidak boleh berjalan kaki, dia harus berlatih setelah ini." Pieter menjawab seraya menurunkan istrinya pada kursi taman.
"Kenapa tidak Kau lempar saja tadi ke kandang?!" sinis kembali Brandon, di pukul lengannya keras oleh Angel.
"Lihat saja, mana ada orang mau berlatih tapi di gendong?! lebih baik di buang ke kandang pitt bull!" jawab Brandon melotot, dibalas melotot sang istri dan membuatnya menunduk seketika.
"Ckckckck, kakak yang jahat. Kenapa aku mulai iba dengan nasib kak Angel sekarang, dia pasti menderita memiliki suami sepertimu. Lihatlah suamiku sangat baik," ucap Alexa memandang kakaknya seraya menggelengkan kepala.
"Apa kamu akan diam saja mendengar ucapannya?!" geram Alexa memukul lengan suaminya serta memberikan tatapan tajam.
"Tenang saja, sayang. Aku setuju dengan kakakmu," santai Pieter berjalan menghampiri sahabat lalu tertawa bersama menatap wajah tertekuk Alexa.
"Oke, aku marah sekarang!" Alexa melipat tangan seraya memalingkan wajah.
"Oh, marah sana. Makan rumput disini kalau marah, lumayan tidak perlu memangkas lagi." Brandon menjawab santai, diiringi tawa istri juga sahabatnya.
"Sayang, dekap kakiku lagi. Sekarang lebih erat, oke?" senyum manja Brandon ke arah istrinya.
"Pergilah Angel berlatih dengan Alexa, biar aku yang memegang kakinya." Pieter menghentikan pemanasan, berjalan ke arah sahabat mengusir menggunakan kaki.
__ADS_1
"Sudahlah aku sangat tahu maksudnya daritadi," kata Angel.
Brandon menyeringai ketika istrinya kembali mendekap kedua kaki, ia memang sengaja meminta agar Angel mendekap kakinya agar dapat merasakan dada besar istrinya. Itu juga bisa dilihat jelas oleh Pieter yang masih berdiri menatap sahabat mulai shit up dan memberikan ciuman bibir saat bangun. Sikap mesum itu lagi lagi mampu membuat Pieter menggelengkan kepala.
Lelaki berbalut celana pendek serta kaos oblong santai itu tidak mau melihat sahabatnya lagi, memilih membujuk Alexa agar mau melakukan pemanasan dengannya. Ucapannya tidak bisa meredakan istri manja tengah kesal, untuk itu Pieter langsung menggendong dan menidurkan di atas matras.
"Kalian mau melakukannya disini?!" tanya Brandon melirik.
"Kenapa? sekali kali mencoba suasana baru," senyum Pieter menoleh sahabat disampingnya tanpa mengubah posisi membungkuk diatas tubuh sang istri.
Brandon seoalah memahami akal bulus sahabatnya, ia bangun dari posisinya dan meminta sang istri tiduran di atas matras lalu melakukan push up.
"Begini kan?" menyeringai Brandon meletakkan kedua telapak tangan disisi wajah istrinya dan mulai push up.
Merasa kesal dengan senyum bangga suaminya, Angel menekuk dua lutut mengenai perut Brandon yang langsung duduk kesakitan. Perempuan itu pun bangun dari tempatnya berjalan menuju rumah.
"Angel! kamu mau membunuhku?! kita sedang berlatih!" teriak Brandon kesal, diiringi tawa terbahak Alexa juga Pieter.
"Aku mau lihat anak anak!" jawab Angel tanpa menoleh.
"Dasar mesum!" tambah Angel menggerutu.
Brandon masih dengan wajah jengkel duduk di atas rumput hijau, melirik pada dua orang terbahak menyaksikan dirinya.
"Tidak berguna!" kesal Brandon memukul sahabatnya, berlari mengejar sang istri kedalam rumah.
Pieter dan Alexa masih asik dengan tawa mereka, menoleh ke arah lelaki berlari cepat menuju teras rumah.
"Dasar konyol," gumam Pieter dalam tawa.
__ADS_1
"Sudahlah, aku juga mau makan saja. Kamu latihan sendiri!" tegas Alexa bangun dan ikut masuk ke dalam.
"Selalu saja aku kena imbasnya," memelas Pieter memperhatikan kepergian istri memang tak memiliki niat berlatih sedari tadi.