
Dering ponsel dalam saku jumpsuit Angel, mengheningkan suasana ruangan kerja tersebut ketika gadis berponi depan itu mulai mengangkat.
" Apa Viena? " bisik Brandon bertanya dan di angguki oleh istrinya.
" Suruh Dia kemari, Aku ingin bicara " tambah kembali laki laki yang masih nyaman duduk di atas sandaran tangan sofa melipat satu kaki di atas itu.
Angel sudah bicara dengan Viena dan mengatakan jika suaminya ingin bertemu, dan meminta bodyguard cantik tersebut naik ke ruangan suaminya.
Mendengar kehadiran Viena, langsung saja Alexa mendekatkan diri pada Pieter melingkarkan tangan pada lengan lelaki yang merasa aneh tersebut.
" Apa? " tanya Pieter lirih pada Alexa.
" Tidak apa apa " sahut Alexa makin mendekat dan melingkarkan tangan pada lengan lelaki yang melipat kaki tersebut.
Tak lama terdengar suara pintu di ketuk dan di oersilahkan masuk oleh Brandon. Viena dengan sopan memasuki ruangan, dimana semua mengarahkan pandangan ke arahnya.
" Duduklah di situ " perintah Brandon menunjuk ke arah kursi depan meja kerjanya.
" Baik Tuan " sahut Viena yang mengenakan pakaian bebas tanpa seragam hitam, sesuai dengan permintaan Angel agar tak terlalu mencolok.
Brandon beranjak dan berjalan ke kursi kerjanya, dimana perempuan dengan celana jeans panjang juga kaos putih tersebut sudah duduk.
Dengan sikap dingin seperti biasa, Tuan muda tersebut menjelaskan apa yang harus di kerjakan oleh Viena dan memberikan satu map coklat besar. Di dalam map tersebut sudah terdapat beberapa data juga foto Kenan, sekretarisnya juga pengawal lainnya dan meminta Viena untuk mengingat mereka semua.
Secepatnya tugas yang di berikan oleh laki laki angkuh tersebut dipahami oleh Viena. Brandon juga meminta Viena agar tinggal dirumah Olivia kembali bersama Dio, karena Angel juga selalu berada di sana ketika dirinya bekerja dan menjemput kembali saat pulang kerja.
" Mengerti? " tanya Brandon tanpa meninggalkan kesan tegasnya.
" Mengerti Tuan " sahut Viena singkat dan tegas.
Tanpa henti Pieter melirik ke arah Viena yang terlihat berbeda saat mengenakan pakaian bebas. Selama ini Pieter hanya selalu melihat perempuan anak satu tersebut dalam balutan kemeja dan celana hitam seragam bodyguard saja.
__ADS_1
Perubahan penampilan tak hanya terjadi pada Angel, namun juga Viena. Viena yang dulu akrab dengan rambut ekor kuda panjang, kini tampil berbeda dengan rambut sampai punggung sama seperti Angel. Rambut hitam pekatnya hanya terikat di tengah menyisakan uraian rambut tampak berkilau ke bawah.
Pieter meraih tangan Alexa dan Ia genggam, agar istrinya tak merasa cemburu. Bibirnya lembut mencium pipi Alexa demi menenangkan perasaan istrinya, yang Ia tahu saat ini pasti sedang sangat cemburu. Apalagi saat tadi mendengar nama Viena, langsung saja Alexa mendekat dan melingkarkan tangan.
" Baiklah Aku pulang dulu ya Alexa " pamit Angel berdiri begitu tahu jika suaminya sudah selesai berbicara.
" Kak, nanti malam Kita keluar bersama ya " pinta Alexa menatap ke arah Kakak iparnya.
" Oke, Aku akan meminta Kakakmu nanti " senyum Angel dan berlalu pergi, fanpa menyapa Pieter.
Sedari tadi memang Angel sengaja menghindari tatapan Kakaknya, karena ada Alexa. Angel tak ingin menciptakan masalah baru di antara keduanya yang kini sudah terlihat akrab kembali.
" Angel, apa Kamu tidak melihat Kakak di sini? " protes Pieter melihat Adiknya hanya berlalu melewatinya.
" Apa Kakak sudah gila? disini ada Alexa malah menegurku " gerutu Angel dalam hati sambil memutar tubuh mengembangkan tawa paksa.
Hanya lambaian tangan serta senyum paksa di berikan Angel pada Kakaknya, dan berlalu pergi kembali menghampiri suaminya untuk berpamitan.
Tak lupa Viena juga berpamitan pada ketiga orang lainnya sebelum meninggalkan ruangan.
" Aku pulang ya, nanti jangan pulang telat Aku mau makan malam diluar bersama " lembut Angel pada laki laki yang masih menyandarkan punggung di kursi kebesarannya.
" Aku akan menjemputmu di rumah Maya nanti sore " lembut Brandon menatap ke arah wajah cantik istrinya.
" Iya, Aku pulang dulu " pamit kembali Angel, langsung di apit kedua kakinya oleh Brandon hingga tak bisa bergerak.
" Apa lagi?! " jengkel Angel ke arah suaminya, diiringi tatapan Alexa dan Pieter.
" Apa Kamu lupa setiap kali Aku berangkat kerja selalu seperti apa padamu? " tanya Brandon tersenyum genit.
Tatapan jengkel di berikan Angel ke arah suaminya yang malah memasang wajah imut dengan senyum genit.
__ADS_1
" Lama!" jengkel Brandon menarik tangan istrinya dan memegang pinggang gadis yang sudah terjatuh tepat di atasnya.
" Oh Tuhan...." seru Pieter menutup mata dan berpaling, begitu melihat Brandon mencium bergantian seluruh wajah Angel tanpa terlewat satupun.
Merasa canggung melihat Adiknya sendiri seperti itu, Pieter sengaja memalingkan cepat wajahnya. Sedangkan Brandon masih merengek seperti anak kecil agar istrinya melakukan hal yang sama, yaitu mencium setiap bagian wajahnya.
" Lepaskan dulu, kalau seperti ini Aku tidak bisa melakukannya " pinta Angel lalu dilepaskan oleh lelaki yang masih bertampang sok imut tersebut.
Angel merapikan rambutnya dan meminta suaminya untuk duduk diam, dituruti saja oleh Brandon.
" Bye sayang, love you " seru Angel seraya berlari cepat dan menutup pintu keras.
Seketika Alexa terbahak bersama Pieter melihat wajah bengong Brandon yang ditinggalkan istrinya.
" ANGEL! " teriak keras Brandon jengkel, lalu mengarahkan tatapan sinis ke arah Adik juga sahabatnya.
Terus menggerutu kesal karena di kerjai istrinya, lelaki tampan tersebut menghampiri tempat Pieter dan Alexa yang masih tertawa terbahak bersama.
" Diam " seru Brandon memukul bergantian lengan sepasang suami istri tersebut.
" Aku rasa hanya Kak Angel yang berani melakukan hal itu " tawa Alexa kembali pecah.
Merasa sangat jengkel karena Adiknya tak berhenti tertawa, Brandon langsung meraih ponsel dan menghubungi pengacara pribadinya.
" Buatkan surat perceraian atas nama Alexa dan Pieter, siang ini kirim ke kantor" perintah Brandon pada orang di ujung telpon dan langsung menghentikan tawa Alexa seketika, dan beranjak menghampiri Kakaknya.
" Hanya Aku yang berani melakukan itu " senyum puas Brandon berlalu pergi, seketika membuat Alexa kalang kabut dan mengejar Kakaknya.
Pieter hanya menggelengkan kepala melihat Alexa dan Brandon pergi keluar ruangan. Memikirkan sikap Angel, tak pernah berhenti membuatnya terkejut akan semua tingkahnya pada Brandon, bahkan tak mampu membuat Tuan muda tersebut membalas.
" Dia menyeramkan saat di dunia bisnis juga pertarungan, tapi lebih menyeramkan ketika jatuh cinta " gumam lirih Pieter.
__ADS_1
Dari awal melihat sikap kekanakan Brandon saat bersama Angel, selalu membuatnya terbengong heran. Coba saja orang lain yang melakukan hal sama seperti yang dilakukan Angel, pasti sudah takan bisa lagi menghirup udara. Namun pada Angel, Brandon sama sekali tak pernah mampu membalas, walau terkadang suka membentak kesal.