
Raut wajah bahagia dengan mata saling meluapkan rasa cinta dalam kesempurnaan pernikahan yang tak pernah mereka impikan sebelumnya. Tubuh penuh peluh dalam balutan selimut mengisyaratkan sebuah kepuasan yang berhasil mereka dapatkan bersama. Tangan kekar yang tak pernah henti melingkar pada pinggang gadis dengan belaian lembut di wajah tampannya mengembangkan senyum kebahagiaan memiliki seorang begitu berharga dalam hidupnya. Keangkuhan yang seketika menjadi kemanjaan ketika Ia bersama gadis kecilnya, tak pernah malu untuk Ia luapkan di manapun mereka berada.
" Angel " seru lembut lelaki yang melipat tangan untuk menjadi sandaran kepala dengan tatapan penuh cinta pada istrinya.
" Iya? " sahut gadis dengan lembut membelai wajah Ayah dari calon janin yang ada di rahimnya.
" Call me honey " ucap Brandon dengan ekspresi penuh harap yang mengejutkan Angel yang langsung membulatkan mata.
" Call me senorita " goda Angel menahan tawa mengubah ekspresi harap lelaki di hadapannya menjadi begitu kesal.
" Menyebalkan! " dengus Brandon membalikkan tubuh memunggungi istri yang meluapkan tawa begitu puas.
Dengan kesal lelaki yang memunggungi gadis dengan tawa lebar tak henti tersebut menarik kasar selimut menutupi seluruh tubuhnya dengan terus menggerutu kesal. Angel mencoba menghentikan tawanya meski susah dan mendekap erat punggung putih kekar di hadapannya lalu mencium tengkuk dengan aroma parfum bercampur peluh yang amat Ia sukai.
" Jangan marah, Aku cuma becanda " bujuk Angel mendekap suaminya.
" Ayolah jangan seperti anak kecil, Kita mandi yuk " tambah Angel membujuk suami yang masih terlihat begitu jengkel dengan tak menghiraukan istrinya.
" Hmm, oke Aku mandi sendiri saja kalau Kamu tidak mau " tambah gadis dengan mengembangkan senyum kecil dan mulai beranjak dari tempat tidur melangkah ke kamar mandi pelan.
Istri yang amat paham jika suaminya tak pernah bisa menolak ajakannya untuk mandi bersama melangkahkan kaki perlahan karena Ia yakin suaminya tengah berdebat dengan tubuh juga pikirannya di atas tempat tidur. Dengan mengenakan kemeja suami yang terhempas di atas tempat tidur sebelum mereka memulai aksi penuh hasrat berdua, Angel melirik suami yang sudah terlihat begitu gelisah.
" Gadis licik " gumam lelaki yang tak mampu menahan godaan mandi bersama yang dilontarkan istrinya.
__ADS_1
Bergegas Brandon membuka selimut dan berjalan ke kamar mandi mengikuti istri yang membuatnya begitu jengkel. Tanpa mengenakan apapun untuk menutupi tubuhnya, Ia menggeser pintu kamar mandi dan melihat Angel sudah mulai mengguyur tubuh dengan air shower yang ada di dinding. Tubuh dengan aliran air terlihat begitu mengkilat ketika terkena cahaya lampu dalam ruang kaca tertutup tersebut menggerakkan cepat langkah kaki suami dengan keinginan yang kembali muncul. Dekapan erat lelaki dengan tubuh kekar tersebut mengembangkan senyum puas Angel karena berhasil membuat suami pemarahnya kembali manja meski harus menginginkannya lagi.
Usai menyelesaikan mandi penuh gairahnya, bergegas Brandon dan Angel berganti pakaian dan turun untuk makan sebelum suaminya kembali bekerja meski dengan perasaan malas karena masih ingin berduaan dengan istri yang selalu membuatnya jengkel setiap kali mengeluarkan kata kata menggoda.
" Kakak " sapa Angel pada lelaki yang sudah duduk dengan santai memainkan ponsel di sofa ruang tengah sembari melipat kaki dengan begitu gagahnya.
" Kamu baru bangun tidur? " tanya Pieter melihat Angel berjalan menghampirinya dengan balutan dress pink cantik yang membalasnya dengan senyuman.
" Kakak sudah makan? " tanya Angel duduk di samping Pieter yang sudah mematikan ponsel dan meletakkannya di meja.
" Sudah, Kenapa Dia? " seru Pieter berbisik pada Adiknya begitu melihat wajah dingin Brandon yang berjalan menghampiri mereka berdua.
" Lupa minum obat " bisik Angel kembali seraya tersenyum bersama Pieter mengembangkan wajah penuh tanya Brandon yang berdiri di hadapan keduanya.
" Apa? Kenapa? " sinis Brandon dengan tatapan dingin yang dijawab dengan menaikkan kedua bahu oleh Angel.
" Kamu belum makan? Kamu tidak boleh telat makan Angel, sekarang Kamu tidak sendiri ada anak anak Kamu yang butuh makan " seru lelaki dengan tatapan perhatian pada Adiknya yang cengengesan di sampingnya.
" Iya Kakakku yang baik, Aku makan sekarang " sahut Angel menekan kedua sisi wajah Pieter dengan gemas mengembangkan senyum bahagia pada wajah Pieter yang membuat Brandon tersenyum tidak percaya akan kelakuan Angel pada sahabatnya.
Angel meninggalkan Pieter yang masih tersenyum di atas sofa lalu melingkarkan tangan dengan manja ke lengan Brandon yang menunjukkan sikap jengah menatap istri dengan wajah begitu imut yang tak bisa Ia tolak untuk mengembangkan senyum gemasnya pada Angel sembari berjalan ke arah meja makan diiringi tawa dan gelengan kepala Pieter menatap keduanya.
" Berikan Dia lebih banyak mulai hari ini " ucap Brandon pada pelayan yang memberikan piring berisi makanan untuk Angel
__ADS_1
" Baik Tuan " sahut pelayan wanita yang kembali mengambil piring Angel dan menambahkan porsi makan di piring Nyonya yang tengah terlihat cemberut di samping suaminya.
" Aku tidak bisa makan banyak " protes Angel menatap suaminya dengan manja.
" Itu bukan untukmu tapi... " jawab Brandon terpotong karena istri yang langsung menyeletuk.
" Untuk anakku " celetuk Angel dengan mengangguk anggukkan kepala mengembangkan senyum Brandon.
Dengan menghela napas panjang Angel memulai makan makanan dengan porsi lebih banyak dari biasanya. Tatapan mata yang ditujukan Santos dan Pieter dari ruang tengah mencerminkan kebahagiaan mereka melihat Angel juga Brandon yang tampak amat mesra dengan senyum manja Angel yang selalu mengembang ke arah suaminya. Kehamilan Angel membawa kebahagiaan dan suasana hangat di istana Brandon yang kini lebih sering di isi dengan candaan Angel serta senyum hangat setiap hari pada semua orang. Tuan muda dingin dan angkuh yang dulu seakan telah hilang ketika Ia bersama Angel dan lebih sering mengembangkan senyum juga tawa membuat seisi rumah merasa senang akan perubahan Brandon yang sekarang jarang sekali terdengar amarah ataupun meminta minum.
Usai makan dan minum vitamin yang di suapi oleh suaminya, Angel kembali melingkarkan tangan pada lengan Brandon menghampiri Pieter yang langsung Ia lingkarkan tangan pada lengan Pieter dan berjalan tanpa meninggalkan senyum bahagia mengantar keduanya ke teras rumah karena acara pertemuan yang harus mereka hadiri.
" Apa Kamu sedang bahagia sekarang? " tanya Pieter terarah pada Angel yang bergumam bernyanyi lagu senorita.
" Bukan! Dia meledekku sekarang " jengah Brandon kesal menimbulkan tanya pada tatapan Pieter ketika melihat Angel tersenyum puas dengan menggandeng kedua pria tampan di kedua sisi tubuhnya.
" Kalai begitu lanjutkan saja " seru Pieter tersenyum melihat wajah jengah Brandon dengan tawa Angel yang kembali merekah.
Sesampainya di teras, Brandon mencium Angel untuk berpamitan dan meminta istrinya untuk tidur sebelum acara kencannya nanti malam. Pieter yang juga ikut pergi bersama Tuan muda angkuh tersebut mulai berpamitan pada Adiknya dan memintanya untuk selalu menyalakan dering ponselnya karena Olivia yang akan menghubungi dirinya nanti. Angel melambaikan tangan dengan mengembangkan senyum untuk mengantar Pieter yang mengemudikan mobil sport milik Brandon menuju keluar halaman.
" Menggemaskan" gumam Brandon tersenyum geli melihat istrinya terus melambaikan tangan seraya tersenyum dari arah spion tengah mobil.
" Apa Kau mengatakan sesuatu? " tanya Pieter yang sebenarnya mendengar gumaman sahabatnya itu.
__ADS_1
" Mengemudi dengan benar" seru Brandon dingin mengembangkan senyum Pieter.
Lelaki yang mengemudi dengan wajah santai tersebut mulai bergumam menyanyikan lagu senorita yang dinyanyikan Angel dan berhasil membuat Brandon sangat kesal saat ini dengan mengalihkan tubuh menghadap keluar jendela mobil memuaskan tawa Pieter yang memang lebih sering menggoda sahabatnya dari dulu.