
Pagi nya Brandon yang tak tidur semalaman karena perasaan bersalah yang menyiksa batinnya memutuskan untuk kembali mencari Angel dengan mengerahkan semua anak buahnya mencari ke seluruh kota. Brandon dengan sengaja menunggu di depan sekolah Angel karena tahu jika istrinya masih ada jadwal ujian yang tak mungkin Ia lewatkan.
Sementara di rumah Pieter, Angel sudah siap dengan seragam sekolah yang Ia cuci semalam dan di keringkan dalam kamar mandi karena usai kehujanan kemarin langsung keluar dari pintu kamar tamu Pieter dan sudah ada Pieter menunggunya untuk sarapan.
" Makanlah, aku akan mengantarmu setelah ini " tegur Pieter mempersilahkan Angel untuk duduk menikmati sarapan yang sudah tersedia di meja.
" Tidak perlu Tuan, saya akan naik kendaraan umum saja " ucap Angel yang ingin berjalan ke sekolah karena tak lagi memilik uang.
" Tidak, itu tidak akan aman untukmu. Brandon pasti sedang mencari mu lagi sekarang " jawab Pieter mulai menikmati nasi goreng karena sengaja meminta pembantunya menyiapkan itu untuknya dan Angel ketika Ia ingat jika Angel selalu memakan nasi setiap pagi di rumah Brandon.
" Kenapa anda begitu baik pada saya? " tanya Angel merasakan ketulusan Pieter dari semalam yang rela menolongnya meski Ia adalah orang terdekat Brandon dan mungkin akan menyeretnya dalam masalah besar ketika Brandon tahu.
" Karena aku memiliki seorang adik perempuan yang sekarang mungkin seumuran denganmu, dan kamu selalu mengingatkanku padanya " jelas Pieter.
" Saya tidak tahu anda punya adik, diman dia sekarang? " tanya Angel yang tak mendapati siapapun selain Pieter dan pembantunya di rumah.
" Dia sudah meninggal dua tahun lalu karena penyakit leukimia " jelas Pieter mengingat tentang adiknya yang sudah tak bisa terselamatkan lagi membuat Angel merasa bersalah.
" Maafkan saya Tuan, saya tidak tahu hal itu " ucap Angel menyesal melihat wajah sendu Pieter.
__ADS_1
" Tidak masalah, berhentilah memanggilku Tuan dan bicara formal padaku. Bisakah kamu memanggilku kakak sebagai ganti adikku? " ucap Pieter yang ingin merasakan kembali rasanya memiliki adik dari sosok Angel.
" Apa? " tanya Angel terkejut tak mempercayai apa yang Ia dengar.
" Jadilah adikku mulai hari ini, aku akan menjagamu kamu seperti seorang kakak dan tinggallah di sini untuk merawat anakmu " seru Pieter dengan nada tulus pada Angel.
" Terimakasih banyak Tuan " sahut Angel dan membuat Pieter menatapnya tajam.
" Eh maaf kakak " tambah Angel membetulkan perkataannya membuat Pieter tersenyum bahagia.
" Cepat habiskan makananmu atau kamu akan terlambat " ucap Pieter bersemangat.
Mereka melanjutkan santap sarapan mereka hingga usai dan beranjak untuk berangkat ke sekolah Angel. menggunakan motor sport Pieter yang jarang Ia gunakan. Pieter memberikan jaket milik adiknya dan juga helm dan masker wajah agar Angel tak di kenali oleh Brandon ataupun pengawal yang mungkin mencarinya. Pieter memberikan Angel ATM dan juga uang saku cash pada Angel untuk melengkapi kebutuhan dan juga uang jajan Angel.
" Biarkan aku melakukan kewajiban sebagai seorang kaka Angel " seru Pieter memaksa Angel menerimanya.
Angel yang merasa tak tega pada Pieter yang telah menolongnya menerima semua pemberian Pieter dan meletakkannya di kamar yang Ia tempati membuat Pieter merasa heran.
" Kenapa? " tanya Pieter heran ketika Angel telah kembali.
__ADS_1
" Aku hanya membutuhkan ini untuk satu minggu, biarkan sisanya di rumah " sahut Angel tersenyum ke arah Pieter dengan selembar uang lima puluh ribu di tangannya.
Pieter tersenyum heran menatap Angel dan membelai lembut gadis yang memasang senyum lucu di hadapannya. Layaknya seorang adik kakak sesungguhnya, Pieter memboceng Angel menuju ke sekolah dengan mengenakan pakaian santai berbalut jaket kulit dan helm full face dengan kaca gelap sama seperti milik Angel hanya berbeda warna saja yang merupakan milik adik Pieter.
Sampainya di sekolah, Angel menggenggam kuat jaket Pieter dari belakang karena mendapati mobil Brandon terparkir tak jauh dari gerbang sekolah yang juga di lihat oleh Pieter. Pieter langsung memasuki area sekolah dan menurunkan Angel di dalam.
" Masuklah, aku akan menjemputmu nanti. Jangan keluar lingkungan sekolah dan hati hati " pesan Pieter membantu Angel melepas pengait helm.
" Terimakasih kak " sahut Angel tersenyum dan bergegas pergi ke kelasnya yang ada di lantai dua sekolah.
Pieter melajukan kembali motor sport merah kombinasi hitam miliknya dengan mata memperhatikan mobil Brandon yang masih ada di dekat sekolah Angel. Brandon tak mengenali Pieter yang mengenakan motor dan celana pendek karena Brandon tak pernah tahu jika Pieter memiliki motor karena selalu menggunakan mobil dan Brandon tak pernah sekalipun ke rumah Pieter. Mata Pieter yang masih tertuju pada mobil Brandon melalui kaca spion motor seraya bergumam agar Brandon tak nekat mencari Angel ke dalam. Ia tak ingin jika Angel harus mengalami siksaan fisik serta batin dengan watak keras Brandon.
Brandon yang masih berada dalam mobil hingga semua murid telah masuk dan gerbang di tutup mulai menampakkan wajah frustasi karena tak mendapati Angel masuk ke lingkungan sekolahnya. Ia menghubungi anak buahnya dan menanyakan hasil pencarian mereka yang tidak ada hasil sehingga membuat lelaki yang begitu stres tersebut marah marah dan mengancam anak buahnya jika sampai tak mendapatkan Angel.
Pieter menghubungi sekolah Angel yang Ia tahu dari internet begitu sampai rumah dan meminta pihak sekolah tak mengijinkan siapapun yang mencari Angel untuk menemui gadis tersebut dan meminta agar mengatakan jika Angel telah pindah keluar kota dengan alasan keselamatan Angel yang dalam bahaya sehingga sekolah menyanggupi semua keinginan Pieter yang mengaku sebagai kakak dari Angel.
" Kemana kamu Angel, aku mohon kembalilah" gumam Brandon dengan perasaan bersalah dan menyesal masih tetap menunggu Angel di dekat sekolahnya.
Brandon yang tak lelah menunggu Angel di dekat sekolah masih sangat berharap bisa bertemu dengan istri yang mengandung anaknya tersebut. Ia merebahkan kepala di sandaran jok mobil menutup matanya serta memijat kening mengingat semua yang telah Ia lakukan pada Angel semakin membuat dirinya hanyut dalam penyesalan.
__ADS_1
" Aku benar benar bodoh, kenapa aku melakukan hal itu semalam. Bagaimana jika aku kehilangan dia" gumam Brandon merasakan sesak di dada nya mengingat tentang cumbuan yang sengaja ia lakukan untuk membalas Angel yang tak mau ia sentuh.
Hingga siang hari sekolah bubar, Brandon masih tetap berada di sana. Ketika Angel hendak melangkah keluar dari gerbang sekolah ia mendapati mobil Brandon yang masih tetap pada tempatnya waktu pagi. Ia mengenakan masker yang diberikan oleh Pieter dan menghubungi Pieter yang dengan cepat langsung menjemput Angel menggunakan motor sportnya karena sengaja ke kantor begitu usai menjemput Angel.