Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 115


__ADS_3

Ini author kasih, satu aja ya guys. Khusus Pieter sama Alexa aja ini part nya. Author meriang guys, istirahat dulu ya author nya. Please.........


Masih dengan senyum gemasnya, Pieter terus memperhatikan Alexa yang tengkurap menyembinyukan wajah di atas bantal.


" Alexa, bisakah jangan memakai seperri ini lagi? Aku tidak tahu bisa menahannya sampai kapan jika Kamu terus seperti ini " lirih Pieter membelai punggung mulus Alexa dengan jari jarinya, hingga membuat gadis yang menyusupkan wajah di ata bantal itu mengeluarkan sedikit suara mendesah kardna sentuhan begitu lembut.


Perlahan Alexa membalik tubuhnya hingga saling berhadapan dengan lelaki yang membungkuk ke arahnya begitu dekat. Tatapan saling beradu di antara keduanya, seolah membangkitkan gairah mereka namun tetap di tahan kuat oleh Pieter.


" Kakak, Kita hanha bisa menikah jika Kita melakukan syarat dari Kak Brandon. Apa Kakak tidak ingin Kita menikah? " tanya Alexa masih dengan mata saling menatap.


" Aku ingin, tapi Aku juga tidak ingin melakukan syarat konyol itu. Mengertilah Alexa, Kamu akan menyesal nanti karena sebuah kenikmatan sesaat saja " coba Pieter menjelaskan agar Alexa bisa mengerti dan tak terus mendesaknya untuk melakukan apa yang diinginkan Brandon.


" Alexa, apa Kamu pikir Dia akan membiarkan ku tetap hidup untuk menikah denganmu setelah Kita melakukan hal itu? " tambah Pieter setelah begitu lama memikirkan syarat bodoh Brandon.


" Maksud Kakak? " tanya Alexa sudah memeluk lelaki yang kini merebahkan diri di samping nya.


" Kita sama sama tahu seberapa keras watak Brandon, seberapa besar Dia menjaga juga menyanyangi keluarga. Dia sengaja mengatakan hal itu, karena Dia tahu Aku tidak akan pernah melakukan nya dan membuatmu menyerah dengan sendiri nya. Dia tahu betul Kamu menjaga kesucianmu juga tubuh mu, makanya Dia memberikan syarat itu " jelas Pieter panjang lebar dengan segala pemikirannya sewaktu pulang dari mengantar Adiyaksa juga Olivia.


" Jangankan membuatmu hamil, jika Dia tahu Aku sudah mencium mu bahkan melakukan hal seperti ini, maka Aku tidak tahu apa yang akan Dia lakukan pada Kita. Alexa, Aku sudah pernah mencoba untuk mengatakan pada Brandon tentang perasaanku padamu, tapi Dia benar benar menentang keras hal itu " tambah Pieter mengingat semua perkataannya pada Brandon dan mungkin menjadi alasan calon Ayah tersebut memanggil Darell.


" Apa? kapan? kenapa Kakak tidak memberitahuku? " terkejut Alexa mendengar ucapan lelaki yang membelai lengannya.

__ADS_1


" Semalam waktu Aku menghampirinya minum di taman " sahut Pieter yang semalam hendak ke dapur namun melihat bayangan dari arah luar dan segera mencari tahu.


" Apa Aku harus melupakan Kakak setelah semua yang Kita lakukan? apa Kakak tahu, Kakak orang pertama yang Aku ijinkan untuk menyentuhku, karena Aku sangat mencintai Kakak dan Aku pikir jika Kak Brandon benar benar akan mengijinkan menikah setelah itu " air mata Alexa mulai menetes ke dada bidang Pieter.


" Aku tahu Alexa, Kita hanya butuh menunggu saat yang tepat untuk mengatakan lagi pada Brandon. Percaya lah Aku tidak akan pernah melepaskanmu meski apapun yang terjadi, untuk itu jangan pernah mencoba melupakanku. Aku akan berhenti menyentuhmu mulai sekarang, karena memang tak seharusnya Kita seperti ini " sahut Pieter menyeka air mata Alexa yang masih merebahkan kepala di atas dadanya.


" Apa Kakak akan menjauhi ku? lalu apa artinya hubungan Kita kalau Kakak menjauh? " tanya Alexa masih dengan air mata nya mulai mengangkat kepala mengahadap Pieter.


" Tidak, Aku akan tetap bersamamu hanya saja Aku tidak akan menyentuh dirimu sampai Kita mendapatkan persetujuan Brandon untuk hubungan Kita " jelas Pieter penuh kelembutan dan kasih sayang.


" Jika tetap tidak di setujui? " lirih Alexa.


" Bukankah sama saja tidak ada harapan? baiklah Kita jadikan ini yang terakhir " ucap Alexa berpindah duduk di atas keperkasaan lelaki yang membulatkan matanya itu.


" Apa yang mau Kamu lakukan?! jangan bodoh Alexa! tidak ada yang akan menikahi seseorang tidak suci! " tegas Pieter membulatkan mata nya sambil mencoba menurunkan tubuh Alexa.


" Tidak ada yang lain selain Kamu, dan Aku tidak akan pernah mau menikah sampai kapanpun selain Kamu! " tegas Alexa kembali llu melepas semua yang melekat di tubuh bagian atas tanpa meninggalkan apapun.


" Alexa! tidak! " tegas Pieter menghempaskan tubuh Alexa ke samping menahan kedua tangan Alexa ke atas seraya mengapit kedua paha gadis di bawahnya menggunakan kedua lutut.


" Jangan lakukan itu! jangan pernah! " tegas lelaki dengan tatapan tajam penuh peringatan pada Alexa.

__ADS_1


" Kenapa?! apa bahkan Kamu tidak menginginkanku meski Aku sudah melepas pakaian ku?!" ucap Alexa dengan nada sangat tegas menatap dalam mata lelaki yang masih ada di atasnya.


" Aku menginginkamu! sangat menginginkamu sekarang! bahkan Aku sudah tidak mampu menahannya lagi! tapi Aku tidak bisa Alexa, ini salah! " tegas Pieter penuh penekanan dalam tiap kalimatnya, mencoba terus mengendalikan diri dalam lonjakan begitu keras di balik celananya.


" Tenang lah Alexa, Aku akan terus memperjuangkan hubungan Kita tapi tolong jangan pernah lakukan ini lagi " lembut Pieter memeluk Alexa dengan bulir air mata mengalir dari ujung matanya.


" Maaf, bukan Aku menolakmu tapi belum waktu nya Kita melakukan ini, tunggu hingga Kita menikah " tambah Pieter takut melukai perasaan Alexa.


" Sekarang pasti Kakak menganggapku murahan, tapi Aku hanya tidak ingin kehilangan Kakak dan terpaksa melakukan ini" lirik Alexa memeluk erat Pieter hingga menyatukan tubuh mereka tanpa celah.


" Tidak, Aku tidak menganggapmu seperti itu, Aku juga tidak mau kehilangan dirimu Alexa " bujuk Pieter dengan ucapan lembut.


Perlahan Ia melepas pelukan begitu melekat pada tubuh gadis nya, karena hasrat nya mulai memuncak begitu dada mereka saling menempel. Ia meraih selimut dan menutupi tubuh Alexa, tanpa ikut bergabung di dalam nya karena tak ingin terbawa dengan birahi yanh seakan ingin menuntun nya melakukan lebih.


" Aku mandi dulu, pakailah baju mu " pamit lembut lelaki dengan tangan membelai rambut gadis yang terus menatapnya.


Isyarat anggukan Alexa dengan memegang selimut di tengah dadanya, mengembangkan senyum Pieter sejenak dan bergegas ke kamar mandi untuk mengguyur tubuh dengan air dingin menghilangkan segala hasrat dalam diri nya.


Air yang mengalir mulai membasahi tubuh kekar dengan wajah menunduk di bawah guyuran deras air shower. Telapak tangan kiri Ia sandarkan pada dinding, sembari tangan tangan mengarahkan rambut ke belakang. Dengan mata terpejam masih terbayang akan indahnya tubuh Alexa seiringan dengan pikiran tentang hal nekat yang sudah dilakukan gadis kecilnya.


Tak mampu terpikirkan oleh lelaki dengan dada masih berdebar itu, jika tadi Ia tak sanggup mengendalikan diri maka semua pasti sudah terjadi saat ini. Napas terus Ia buang kasar masih dalam bayangan yang sama.

__ADS_1


__ADS_2