Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 149


__ADS_3

Tibanya di rumah, Pieter masih mengembangkan senyum merasakan kebahagiaan bisa kembali berkumpul dengan keluarganya. Bahkan kasih sayang juga kehangatan yang Ia tinggalkan beberapa waktu lalu, masih sangat terasa. Juga senyum bahagia Brandon, Olivia juga Angel masih sanggup dilihatnya jelas dalan benaknya.


Namun senyum bahagia itu seketika sirna, ketika melihat istrinya tengah duduk di mini bar memegang gelas berisi minuman. Napas panjang Ia hembuskan dan kembali melangkah menghampiri gadis dengan celana hotpant serta kaos ketat biru tua.


" Apa Kamu sudah makan? mau Aku buatkan sesuatu? " tanya Pieter lembut meletakkan tangan di ujung kepala istrinya.


" Sebenarnya Kamu darimana? kenapa mobilmu di bawa pengawal? apa Kamu bertemu dengan wanita lain di luar? " curiga Alexa berulang kali menghubungi tapi tak terangkat, dan malah melihat pengawal membawa pulang mobil suaminya.


Napas kasar dibuang Pieter, dan duduk di samping Alexa menghadap ke arah gadis dengan kecurigaan itu.


" Aku bertemu dengan Brandon, dan Aku pulang ke rumah bersama nya untuk membahas sesuatu. Tidak ada perempuan lain, tolong jangan mencurigai Aku " ucap Pieter bernada lembut.


" Sudahlah, Kamu memang tidak pernah mencintaiku " ketus Alexa kembali meneguk alkohol dalam gelasnya.


" Berhenti minum, Aku buatkan air madu untukmu dan akan Aku buatkan juga makan " ucap Pieter tak ingin berdebat karena apapun yang diucapkan akan tetap membuat istrinya berpikir dengan pemikirannya sendiri.


Pieter beranjak dari duduk dan berjalan ke arah dapur, tapi langkahnya terhenti ketika gelas sengaja di lempar hingga pecah di samping kakinya oleh Alexa. Hanya mata terpejam juga napas panjang yang di lakukan Pieter akan apa yang dilakukan istrinya, mencoba menahan diri.


" Siapa lagi sekarang?! dulu Viena lalu Angel dan sekarang siapa perempuan itu?! " teriak Alexa tetap mencurigai suaminya karena ponsel tak sengaja tertinggal.


" Kamu sudah terlalu banyak minum, Kita naik sekarang " lembut Pieter meraih tubuh istrinya untuk di gendong, namun cepat Alexa mundur.

__ADS_1


" Alexa, tidak ada orang lain dan cuma Kamu yang Aku cintai. Kita juga sudah menikah, apa itu belum cukup untukmu? " kembali Pieter melembutkan suaranya menghadapi istri yang penuh prasangka terhadapnya.


" BOHONG! " teriak kuat Alexa.


Tak ingin terpancing emosi, Pieter mencoba menghubungi Brandon agar menjelaskan sendiri pada Adiknya jika memang mereka berdua bersama tadi. Ketika mencoba mencari ponsel, baru Ia tersadar jika ponselnya tak ada, yang langsung diingatnya jika sempat meletakkan ponsel di atas meja ketika hendak pergi ke parkiran tadi.


" Tanyakan pada Kakakmu dimana Aku tadi " ucap Pieter sudah mengaktifkan loud speaker pada ponsel bisnis yang terhubung pada sahabatnya.


Terdengar suara Brandon langsung mengangkat dengan marah, karena menghubungi dirinya pada ponsel bisnis untuk urusan pribadi. Nomor pribadi Brandon tak tersimpan pada kontak bisnis Pieter, hingga terpaksa menghubungi Tuan muda yang tak suka mencampur urusan pribadi dan bisnis itu ke nomor bisnis.


" Maaf, ponselku ketinggalan dirumah. Bisakah Kau jelaskan pada Alexa dimana Aku tadi? bicaralah Dia juga mendengarnya " ucap Pieter sebenarnya merasa tak enak, karena harus melakukan hal ini, namun sudah tak ada cara lain untuk meyakinkan Alexa.


" Pieter bersamaku, kalau Kamu masih tidak percaya cari pengawal yang tadi membawa mobilnya, atau ambil memory dalam kamera di spion tengah mobilnya " jelas Brandon langsung menutup sambungan telpon.


Tak lama karena mobil terparkir tepat di depan rumah, Pieter sudah kembali dan menghubungkan OTG card reader pada ponsel, lalu memutar rekaman pada memory yang sudah Ia hubungkan.


" Lihatlah " ucap Pieter sudah menemukan video dimana dirinya tiba dirumah Kenan dan keluar bersama Brandon.


Seketika wajah Alexa tertunduk karena malu akan kecurigaannya sendiri. Dirinya sendiri tak mengerti mengapa setelah menikah, malah semakin memiliki kecurigaan juga kecemburuan begitu besar pada Pieter. Walaupun kecemburuan itu sudah ada dari dulu sebelum mereka menikah, bahkan ketika Alexa mulai mencintai Pieter dulu.


Setiap kali Ia melihat Pieter bersama perempuan, selalu saja dirinya merasa cemburu karena tak ingin jika laki laki yang Ia cintai dekat dengan perempuan lain. Walaupun saat itu sudah jelas jika Pieter mengatakan jika tak menyukai dirinya, karena tak menyukai anak kecil manja.

__ADS_1


Tapi kini kecemburuan juga kecurigaan semakin tumbuh begitu kuat pada dirinya, bahkan tak ingin membiarkan laki laki yang kini sudah menjadi suaminya itu untuk pergi kemanapun tanpa dirinya. Seakan benar benar tak ingin dibagi kasih sayang juga waktunya untuk yang lain.


" Alexa dengarkan Aku, jangan pernah mencurigaiku karena Aku tidak pernah melakukan apapun diluar bersama wanita lain! " tegas Pieter memperingatkan.


" Dan untuk Viena, Aku pernah menyukainya tapi bukan cinta. Aku juga hanya menyayangi Angel sebagai Adikku tidak lebih. Apa Kamu tahu? jika bukan karena Angel datang memaki ku karena tak menunjukkan perasaanku padamu, mungkin sampai sekarang Aku takkan menunjukkannya !" tegas kembali Pieter.


" Apa Angel yang memintamu menikahiku? apa karena Dia alasanmu menikahiku? " tanya Alexa sendu.


" Angel tidak pernah memaksaku menikahimu! Dia hanya memintaku untuk menunjukkan cintaku padamu! pernikahan itu sudah dari awal Aku memintanya padamu, tapi Kamu sendiri yang menolaknya. Untuk itu Aku bersikap dingin, karena memang Aku kecewa akan penolakanmu waktu itu! " tegas lelaki yang sudah menahan amarah dari Ia terlempar gelas berisi minuman tadi.


" Buktikan jika memang Kamu hanya menganggap Angel sebagai Adik dan bukan cinta seperti yang Aku pikirkan selama ini " pinta Alexa menatap tajam mata suaminya.


" Oke, apa yang Kamu mau?! " tegas laki laki masih berdiri di depan mini bar.


" Putuskan hubunganmu dengannya dan jangan membuatku berpikiran kalau Kamu memang mencintainya! " tegas Alexa sudah mencurigai keduanya dari dulu, walau sudah berulang mendapat penjelasan tapi tetap saja tak bisa memuaskan hatinya.


" Oke! tapi kalaupun Aku memutuskan hubungan dengannya sebagai Adik, tetap Dia akan menjadi keluargaku karena Dia istri Kakakmu! apa Kamu juga ingin meminta Kakakmu menceraikannya demi kepuasan hatimu?! " tegas Pieter memantapkan ucapannya dalam penekanan seketika membuat Alexa terdiam.


" Keluarga tetaplah keluarga Alexa! entah itu kandung, angkat, ipar ataupun tiri, semua tetaplah keluarga! tidak ada yang bisa mengubah apa yang sudah ditakdirkan! tidak juga dirimu! " tegas Pieter berlalu pergi meninggalkan istri yang hanya terdiam mendengar ucapan serta penjelasan dalam perkataan tegas.


Tak bisa lagi menjawab apapun yang di ucapkan suaminya, Alexa tetap terdiam mencoba memahami setiap kata suaminya. Meski Ia menuntut seperti apapun, Angel akan tetap menjadi keluarga baginya juga suaminya karena memang Angel adalah istri dari Kakaknya. Namun hatinya masih saja tak bisa menerima hubungan Pieter juga Angel semenjak hari dimana kedua calon anak Angel itu tiada.

__ADS_1


Perkataan Pieter juga menyentak pikiran dan batinnya sendiri tentang sebuah keluarga yang selama ini Ia tinggalkan, hanya demi sebuah alasan untuk melupakan Pieter namun tak bisa. Kembali lagi Ia bertanya pada dirinya, apa benar jika dirinya pergi meninggalkan keluarganya untuk melupakan Pieter atau sebuah kebebasan semata.


__ADS_2