
Mengingat amarah sahabatnya, Pieter merasa amat bersalah karena menerima begitu saja cuti yang di berikan. Keselamatan Brandon dan keluarganya adalah tanggung jawab Pieter sebagai kaki tangan Tuan muda itu, namun karena cuti tersebut membuatnya tak bisa menjalankan tugas dengan baik.
Apa yang menimpa Adiknya juga membuatnya berpikir tentang cara agar bisa melindungi gadis tersebut di manapun Ia berada, bahkan di dalam lingkungan sekolah tanpa sedikitpun di curigai oleh teman teman Angel.
" Brandon, lebih baik Kau panggil Viena kembali untuk menjaga Angel selama di sekolah. Aku rasa Dia takkan nyaman sekarang harus dengan pengawalan laki laki " pinta Pieter tak ingin lagi hal serupa menimpa Adiknya, dan mungkin menyisakan trauma dalam hati terdalam karena beberapa kali menerima pelecehan.
" Kau benar, tapi sebelum Viena kembali jaga lebih dulu Angel selama masa cuti mu dari kantor" pinta lelaki yang kini sedikit mulai tenang namun tak merasa puas tanpa menghabisi Kenan.
" Bisakah Kau membantuku menjelaskan pada Alexa untuk tugas itu? " tanya Pieter berharap.
" Kenapa? apa Dia mencurigai kalian? " tanya seorang Kakak yang pernah menanyakan hal sama pada Adiknya.
" Brandon sebenarnya ada yang Aku, Angel dan Mama sembunyikan darimu karena Kami takut akan reaksi mu nanti " ucap lelaki yang ingin menceritakan semua alasan dibalik menjauhnya Angel darinya.
" Apa?! " tegas ingin tahu laki laki yang sudah memajukan tubuh, meletakkan siku pada lutut dengan jari jari menyatu.
" Alexa pernah mencurigai ku dan Angel memiliki hubungan lain, dan menuduh jika kedua anakmu yang telah tiada adalah anak kandungku " jelas Pieter seketika membuat sahabatnya terperanjat dengan geram.
__ADS_1
" Dasar bodoh! " geram Brandon mencoba pergi dan segera ditahan oleh Pieter karena tak ingin jika sahabatnya melampiaskan emosi pada Alexa.
" Tidak, jangan pergi. Mungkin Dia hanya cemburu karena mengira jika semua hanya memperhatikan Angel " jelas Pieter coba menenangkan sahabatnya namun makin membuat laki laki yang masih berdiri tersebut geram.
" Sifat kekanakan juga egoisnya takkan pernah berubah! Kau tahu tak pernah sedikitpun Kami meninggalkannya, bahkan ketika dirinya mengambil keputusan sepihak untuk pergi ke Amerika dan menjadi model! Semua yang Aku berikan padanya selalu melebihi apa yang Aku berikan pada Istriku sendiri! " geram Brandon.
Sengaja untuk menjaga perasaan Adiknya, Brandon membedakan jumlah uang yang selalu Ia transfer pada Alexa juga Angel tiap bulan. Bahkan limit kartu kredit keduanya pun berbeda. Mobil serta perhiasan yang dibelikan Kakaknya juga memiliki nilai lebih tinggi dari milik Angel.
Tak sekalipun lelaki yang sengaja mengirim pengawal pribadi mendampingi Adiknya ketika di Amerika itu lupa untuk memperhatikan Adiknya dan menemani ketika Adiknya sedang membutuhkan. Bahkan dengan sengaja Ia dan Adiyaksa meminta pengertian Angel agar tak terlalu cemburu ketika Brandon harus membedakan dirinya dengan Alexa dalam segala hal juga fasilitas.
Brandon benar benar tak mengerti akan jalan pikiran Alexa yang memiliki sifat polos dan manja, namun menuruni semua sifat Sasmita yang suka berbuat seenaknya sendiri. Keputusan untuk menjadi model pun diambilnya tanpa pembicaraan pada keluarga dan membuat Brandon serta Adiyaksa marah kala itu. Namun alasan yang sama juga ditunjukkan Alexa seperti ketika Ia pergi ke Amerika demi melupakan Pieter, tapi ternyata semua tak pernah terjadi karena tanpa henti Alexa selalu menghubungi Pieter hingga membuat lelaki tersebut muak dan meminta Brandon untuk menasehati adiknya.
" Apa itu yang membuat hubunganmu, Angel dan Olivia menjauh?! " tegas Brandon mulai memahami situasinya.
" Iya, karena Angel tak ingin menghancurkan hubunganku dengan Alexa. Bahkan semalam Alexa juga memintaku menjauhi Angel dan tak lagi menyayanginya " jelas Pieter kembali makin membuat Brandon kecewa pada Adiknya.
" Bodoh! sudahlah Kau jaga saja istrimu, dan akan Aku minta Darell menemani Angel sampai Viena tiba " ucap seorang Kakak dengan perasaan kecewa itu.
__ADS_1
Sudah pernah dijelaskan oleh Brandon pada Adiknya akan semua hubungan diantara keluarga angkat tersebut. Namun ternyata kini Ia sadar jika semua penjelasannya tak bisa di terima ataupun di mengerti oleh Alexa. Kekecewaan atas sikap Adik yang tak pernah ingin mencoba memahami keadaan, tak bisa disembunyikan dari ekspresi Brandon. Kebingungan juga mendera seorang Kakak yang tak pernah henti menghujani Adiknya dengan segala perhatian juga kasih sayang tanpa membedakan mana istri dan Adik. Tak tahu harus bagaimana menghadapi Alexa hingga Ia memilih agar Pieter sendiri yang membimbing Alexa sementara Dirinya akan lebih dulu pindah.
" Apa Kau takkan pulang? " tanya Pieter tadi sempat melihat pelayan membawa koper dari kamar Brandon, yang awalnya Ia kira adalah Brandon sendiri yang pulang dan bergegas keluar kamar.
" Aku tidak akan pulang bersama Angel, malam ini Kami menginap di rumah Maya dan selanjutnya Aku akan menginap di hotel ku " jelas Brandon panjang lebar.
" Kenapa? itu rumahmu, jika ada yang pergi biar Aku yang pergi " tak mengerti Pieter akan keputusan sahabatnya.
" Tidak, ambillah rumah itu sebagai hadiah pernikahanmu dengan Alexa. Aku akan mencari rumah baru bersama Angel " ucap Brandon yang awalnya ingin memastikan lebih dulu kebahagiaan Adiknya, namun mendengar kesalahpahaman Alexa membuatnya merubah pikiran dan pergi dari rumah karena tak ingin lebih membuat Alexa cemburu pada Angel saat Ia serumah dengan Pieter.
" Tidak, Aku tidak mau menerimanya!" tegas Pieter menolak.
" Sudah anggap saja itu perintah " pungkas Brandon berlalu pergi untuk melihat istrinya.
Tak mengerti mengapa semua menjadi seperti sekarang usai Dirinya menikah. Ia hanya terlalu menyayangi Angel, karena akhirnya bisa menemukan seorang Adik yang bisa diajak bicara dan bercanda seperti dirinya dengan Adiknya dulu. Bahkan penyesalan telah menyatakan cinta pada Alexa, lagi lagi membuatnya merasa terjebak akan situasi sulit.
Merasakan jika Olivia juga Angel semakin menjauh darinya, membuat laki laki yang bersandar menatap langit langit ruangan itu tersiksa. Ia hanya ingin merasakan kasih sayang Ibu dan Adik seperri dulu, tapi kini semua menjadi serba salah baginya.
__ADS_1
Pikiran dan hatinya terasa penuh akan dilema, terlebih sahabatnya memutuskan untuk pergi dari rumah mewah yang Ia bangun dengan hasil kerja kerasnya, dimana rumah tersebut adalah impian Brandon selama ini. Seorang Tuan muda yang menggambar sendiri desain rumah dimana akan Ia tempati bersama istri juga anak anaknya, hingga memenuhi rumah mewah tersebut dengan banyak ruangan. Terdapat ruang main, gym serta taman luas yang sempat membuatnya mengkhayal akan bermain di taman tersebut bersama istri dan anak anaknya.