
Sampainya di rumah mertua, Brandon langsung masuk tak mendapati siapapun selain pekerja rumah. Diketuknya sebuah pintu dimana istrinya berada didalamnya tadi. Seorang wanita dengan pakaian tidur satin panjang, membuka pintu tersebut dari dalam.
" Tuan masuklah, Saya baru membantu Angel makan. Saya akan menyiapkan makan untuk Anda " ucap lembut Olivia dengan sopan.
" Tidak, Aku sudah makan tadi. Aku akan melihat Angel saja " kilah laki laki yang tak memiliki selera makan sama sekali karena semua kejadian hari ini.
" Silahkan Tuan, Saya permisi dulu " sopan kembali wanita dengan rambut tergerai tersebut.
" Maya, panggil dengan namaku saja. Bagaimanpun juga Aku menantu mu " segan Brandon tiap kali dipanggil begitu sopan oleh mertuanya sendiri.
" Baiklah akan Saya coba " senyum mengembang Olivia dan berlalu pergi.
Angel masih di atas ranjang bersandar pada tumpukan bantal, melempar senyum pada suami yang baru memasuki kamar dan menutup kembali pintu coklat tersebut. Tak ingin menunjukkan apapun pada istrinya, lelaki tengah kacau tersebut menaiki ranjang dan duduk di samping istri yang menundukkan wajah akan rasa salah usai apa yang terjadi tadi di sekolah.
" Sayang, Kamu sudah baik saja? apa masih sakit? " lembut Brandon pura pura tak tahu apapun sambil mengusap lembut perut Angel.
" Aku baik saja " lirih gadis teramat bersalah tanpa berani menunjukkan wajahnya, merasa telah mengkhianati suaminya sendiri.
Tanpa ingin bertanya akan kejadian tadi siang, Brandon memeluk erat tubuh istrinya.
" Tinggallah di rumah Maya lebih dulu, Aku akan membeli rumah baru untuk Kita " ucap Brandon mengejutkan Angel langsung melepas pelukan.
" Kenapa? Kita sudah ada rumah lalu kenapa harus beli lagi? " sendu Angel dalam suaranya.
" Aku sudah memberikan rumah itu untuk Alexa, maafkan Aku tidak menanyakan lebih dulu hal ini. Lagipula Aku ingin memiliki suasana baru bersamamu " senyum Brandon masih memegang tubuh istrinya.
" Baiklah, kemanapun Kamu pergi Aku akan ikut denganmu " jawab Angel tersenyum dan kembali dipeluk suami yang tak ingin menceritakan alasan dibalik keputusannya.
" Apa Kamu mau ikut Aku ke Jepang? ada urusan bisnis di sana minggu depan. Jika Kamu mau, Aku akan membawamu bersama Maya ke sana sekalian Kita liburan " ajak suami yang ingin membebaskan beban pikiran istrinya itu.
__ADS_1
Anggukan juga senyuman di gunakan Angel sebagai persetujuan akan kemauan suaminya. Kembali dada bidang tersebut membuatnya nyaman bersandar, walau bayangan akan pelecehan Kenan terhadapnya masih begitu kuat menghantui dan membuatnya bergetar ketakutan.
" Lupakan semua beban mu, Kita mulai hidup baru bersama " ucap Brandon merasakan tubuh istrinya bergetar seperti membayangkan sesuatu yang buruk.
" Bolehkan Aku minta sesuatu padamu? " tanya lelaki berhati tulus tersebut.
" Selama Aku bisa akan Aku penuhi " lembut gadis masih di dekap suaminya itu.
" Aku minta agar Kamu dan Maya tak berubah pada Pieter, beri Dia kasih sayang serta hubungan seperti sebelumnya. Aku tidak pernah melarang mu dekat dengan Pieter karena Aku tahu kalian saling membutuhkan sebagai keluarga, jadi jangan jauhi Dia dan coba hubungi Dia sekarang " pinta tulus Brandon tahu betapa sedih dan tersiksanya Pieter ketika dirinya pergi tadi.
Ponsel Angel di atas meja, diraih Brandon dan mencari nomor sahabatnya yang masih diberi nama Kakak oleh istrinya. Tanpa menunggu jawaban Angel, lelaki yang ingin mengembalikan keadaan seperti dulu itu langsung menghubungkan telpon pada Pieter yang tak perlu menunggu lama langsung di angkat oleh Kakak yang tengah tersenyum bahagia melihat Adiknya menelpon.
" Angel, apa ini Kamu? bagaimana keadaanmu sekarang? apa Kamu sudah makan? " tanya bertubi Pieter dengan nada bersemangat, langsung membuat Brandon mengangguk ke arah istrinya mengisyaratkan agar Angel bicara.
" Aku baik saja Kak, Aku juga sudah makan. Apa Kakak sudah makan ? " lembut Angel melegakan perasaan Pieter seketika.
" Kakak sangat merindukanmu, bolehkah Kakak menemui mu sekarang? " penuh harap Pieter bertanya.
" Baiklah Kak, Aku akan menunggumu di rumah Mama " jawab Angel menuruti isyarat suami yang masih menatapnya tersenyum.
Bergegas Pieter berlari ke arah parkiran mengambil motor, agar bisa segera menemui Angel dan Mamanya. Jalanan yang mungkin padat, akan memudahkannya ketika mengendarai motor. Tanpa lagi mengenakan jaket karena saking bahagianya, lelaki dengan senyum mengembang itu mulai melajukan kendaraan cepat.
Brandon membawa Angel untuk menunggu Kakaknya di ruang tamu bersama Olivia. Permintaan sama seperti Ia lontarkan pada Angel tentang Pieter juga di ucapkan tulus pada mertuanya. Brandon juga meminta persetujuan mertuanya untuk mencari rumah baru dan pindah memulai kehidupan bersama istrinya. Dimana hanya akan ada kebahagiaan terisi dalam rumah tersebut.
Lelaki yang terbiasa dengan kemewahan itu, memilih untuk tinggal di sebuah apartemen agar lebih bisa merasakan kehangatan rumah tangga bersama istrinya. Ia hanya ingin membina sebuah rumah tangga dimana hanya ada Angel dan dirinya bersama, membiarkan istrinya mengatur sendiri rumah sesuka hati dan memasak tiap hari untuknya. Olivia yang juga ingin hubungan Pieter dan Alexa baik baik saja, menyetujui permintaan menantu yang membuat putrinya bahagia.
Suara motor terdengar mulai memasuki halaman rumah, menghentikan pembicaraan ketiganya. Karena Brandon tak mau jika sahabatnya tahu dimana dirinya tinggal nanti. Ia hanya menginginkan sebuah ketenangan tanpa adanya masalah juga kesalahpahaman, yang pasti menghancurkan semuanya.
" Ma... " sendu Pieter langsung memeluk wanita yang selalu menghabiskan waktu bersamanya ketika pulang kerja setiap hari.
__ADS_1
" Apa Kau melupakan Adikmu? kenapa tak Kau peluk juga? " tanya Brandon seraya memberikan ijin pada sahabatnya.
" Angel, kemari Kakak sangat merindukanmu " tangan Pieter mencoba meraih tubuh gadis yang tengah duduk diapit suami juga Mamanya.
Melihat ketiganya berpelukan, menentramkan hati Brandon. Senyum terukir dari ketiga keluarga angkat yang saling menyayangi itu, mengembangkan senyum Tuan muda yang hanya duduk sambil memperhatikan.
Kedua mata Pieter mengeluarkan bulir air mata, mampu kembali merasakan kehangatan keluarga. Dimana kemarin Olivia tak memeluknya sama sekali usai pernikahan karena segan pada Alexa, dan pulang begitu saja tanpa mencium kening Pieter seperti biasa.
" Kalian bertiga sedang bahagia atau bersedih? " goda Brandon melihat ketiganya menangis bersama dalam pelukan hangat melukiskan sebuah keharmonisan keluarga.
Tawa dikembangkan ketiganya, sudah saling tatap usai melepas pelukan mereka. Pieter duduk di samping Olivia tanpa melepas tangan wanita tersebut. Ekspresi bahagia Pieter terlukis jelas pada wajah yang tadi begitu gusar tanpa keinginan bernapas lagi.
" Ah, kenapa begitu menjijikan melihatmu sangat manja pada Mama mu " bergidik Brandon mengalihkan pandangan, dan ditepuk lembut pahanya oleh Angel dengan tersenyum.
" Terimakasih " lirih Angel melingkarkan tangan pada perut suaminya.
" Akhirnya Kamu ingat jika suamimu yang tampan juga ada di sini " terus Brandon menggoda untuk membuat istrinya tertawa.
" Angel, apa perlu Kakak menggores wajahnya biar Dia tak lagi membanggakan ketampanannya? " goda tersenyum Pieter.
" Gimana sayang? Aku lupa " ucap Angel ingin menirukan suaminya dan membuat bingung lelaki yang sudah menatapnya itu.
" Apa? " bingung Brandon.
" Oh, ingat. Kak, sebelum Kakak menggores wajah suamiku maka akan ku patahkan lebih dulu tangan Kakak, benar kan? " seru Angel menirukan nada serta ucapan suaminya seraya bertanya dan langsung membuat semua orang tertawa, dengan Olivia menepuk lembut pundak putri yang sudah kembali dipeluk suaminya.
" Angel, cukup suamimu yang jahat, jahat Kamu " ucap lelaki yang tanpa sengaja meninggalkan ponsel di atas meja ruang tamu rumahnya, karena begitu bersemangat ingin segera bertemu keluarganya.
Kebahagiaan yang diciptakan Brandon untuk menyatukan kembali keluarga tersebut, terlihat begitu jelas dari wajah keempatnya. Sampai Olivia meminta putranya untuk pulang saja ke rumah, tak mau membuat Alexa dan Pieter bermasalah. Walaupun berat meninggalkan keceriaan tersebut, namun ucapan dan nasehat Olivia tak pernah terbantahkan oleh lelaki yang memang haus akan kasih sayang keluarga itu.
__ADS_1
Pieter mencium lembut kening Mamanya bergantian dengan wanita cantik itu mencium kening putranya. Sebelum berpamitan pada Angel, lebih dulu Ia berterimakasih pada sahabatnya akan kesempatan dan kebahagiaan yang di berikan padanya. Atas ijin dari Brandon, Pieter kembali memeluk Angel dan mencium kening Adiknya seperti dulu. Ketiganya mengantar laki laki berekspresi bahagia tersebut keluar rumah, dan menunggunya hingga pergi melewati pagar dimana penjaga sudah membukakan pagar stainles tersebut.