
Pieter menghentikan laju mobil nya ketika mereka telah sampai pada sebuah restoran yang telah di agendakan Pieter untuk Brandon bertemu dengan klien penting mereka. Meski dengan pemikiran tentang Angel yang membuat nya bimbang tentang apakah harus melepaskan atau menahan gadis kecil tersebut, ia mencoba untuk profesional dalam bisnis nya.
" Let's do it " seru Brandon menghela nafas panjang lalu menuruni mobil bersama Pieter menjumpai klien mereka.
Dengan gagah dan wajah dingin berwibawa, Brandon melangkahkan kaki nya bersama Pieter memasuki sebuah ruangan VVIP restoran yang telah di pesan oleh Pieter sebelum nya. Di dalam ruangan tersebut sudah terdapat dua orang yang telah menunggu kehadiran mereka dengan sabar.
" Maaf saya terlambat " seru Brandon berjabat tangan dengan pria yang tengah mengenakan setelan jas berwarna hitam yang berdiri di hadapan nya.
" Tidak masalah Tuan Brandon " sahut pria yang langsung berdiri ketika mendapati seorang penguasa kerajaan bisnis tersebut memasuki ruangan.
Pieter mulai membuka pembicaraan bisnis karena memang baik Pieter atau pun Brandon tidak menyukai basa basi dan memilih untuk langsung berbicara pada inti nya saja. Bagi Brandon satu detik nya terlalu berharga jika harus di gunakan untuk membicaran hal hal yang di anggap nya tidak berguna. Dengan duduk gagah menunjukkan sikap seorang pemimpin Brandon mendengarkan setiap perkataan yang di ucapkan oleh Pieter dan klien nya tersebut. Ia lebih senang dengan hasil dari pada harus ikut berbicara. Karena kehadiran nya untuk menemui seorang klien pun sudah mampu membuat setiap klien mereka merasa puas dan di hargai dalam kerjasama mereka.
Setelah hampir tiga jam lama nya ia bertemu dengan klien untuk menemukan sebuah kesepakatan, Brandon memutuskan untuk mengunjungi Olivia di rumah sakit bersama Pieter. Karena bagaimanapun juga Carlos bukanlah orang yang tidak memiliki akal untuk terus berusaha membalas dendam terhadap Olivia ataupun Angel meski dengan penjagaan ketat yang di sediakan oleh Brandon demi menjaga Ibu dan anak tersebut. Ia tak ingin lagi kecolongan oleh Carlos yang berhasil menyakiti Angel dengan cara hina dan licik.
Sampai nya di rumah sakit Brandon langsung menemui Olivia di ruangan nya dengan gagah serta wajah angkuh memancarkan Aura yang sangat kuat ia memasuki ruangan Olivia.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan Anda hari ini ?" tanya Brandon berdiri di samping ranjang Olivia yang tengah bersandar dengan terbaring.
" Anda bukankah " seru Olivia yang pernah melihat majalah yang memberitakan tentang Brandon.
" Maaf saya lupa memperkenalkan diri, Saya Brandon " ucap Brandon dengan sopan mengingat Olivia adalah Ibu dari gadis yang ia sangat cintai saat ini.
" Maaf Tuan, silahkan Anda duduk. Mengapa Anda datang kemari ? " tanya Olivia dengan tunduk dan sopan menarik tubuh nya untuk duduk.
" Tidak masalah, silahkan Anda membuat diri Anda nyaman " seru Brandon melihat Olivia tengah bersusah payah membetulkan duduk nya yang dengan sigap di bantu oleh Brandon.
" Saya tidak lagi ada hubungan apa apa dengan nya, jika dia membuat masalah Anda salah mencari orang Tuan " seru Olivia yang mengubah ekspresi lemah lembut nya tadi menjadi sangat emosional.
" Bukan, saya hanya ingin memastikan saja jika Carlos tidak lagi mengganggu hidup Anda dengan putri Anda kembali. Saya sudah menempatkan penjaga di luar kamar Anda, jika terjadi sesuatu silahkan saja Anda panggil mereka di luar " jelas Brandon panjang lebar karena tak ingin membuat Olivia emosional dan mengganggu kesehatan nya kembali hingga membuat Angel harus bersedih.
" Kenapa Anda melakukan hal ini ? Apa Anda juga mengenal putri saya ?" tanya Olivia dengan heran melihat orang besar seperti Brandon mau memperhatikan diri nya dan Angel yang bahkan ayah kandung nya saja tak perduli sedikit pun.
__ADS_1
" Karena putri Anda adalah orang yang berarti untuk Saya dan saya hanya ingin memastikan keselamatan Anda dan Angel " jawab Brandon mengejutkan Olivia.
" Bagaimana bisa Anda mengenal putri saya ? dan apa maksud Anda dengan mengatakan jika Angel adalah orang yang berarti untuk Anda ?" tanya Olivia yang sama sekali tak mengerti apapun.
" Saya mencintai putri Anda dan bagaimana saya mengenal nya itu hanya sebuah kebetulan " sahut Brandon yang semakin membuat Olivia bingung mengingat jika putri nya hanyalah gadis biasa dan sederhana bagaimana Angel bisa mengenal seorang yang memiliki kekuasaan besar seperti Brandon.
" Jangan terlalu banyak berpikir, sekarang yang terpenting adalah kesehatan Anda. kalau begitu saya pamit undur diri " sambung Brandon ketika melihat ekspresi kebingungan dari wajah Olivia yang masih terlihat sedikit pucat.
" Baik Tuan, terimakasih banyak " sahut Olivia yang berpikir jika ia bisa menanyakan semua pada Angel ketika putri nya itu datang menjenguk tanpa harus banyak menyita waktu Brandon.
Brandon berjalan keluar dari ruangan Olivia dengan bantuan penjaga di luar yang membantu membukakan pintu untuk Tuan mereka.
" Jaga dia dengan baik, jika terjadi sesuatu kalian akan tahu akibat nya " seru Brandon tegas dan dingin ke arah dua penjaga yang selalu setia menjaga Olivia semnejak mereka di perintahkan oleh Brandon.
" Baik Tuan " jawab kedua orang bertubuh besar yang berdiri di depan ruangan Olivia layak nya seorang algojo.
__ADS_1
Brandon bersama Pieter meninggalkan rumah sakit tersebut karena memang mereka masih harus menghadiri beberapa pertemuan yang telah disusun Pieter untuk bos nya hari ini.