Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 101


__ADS_3

Tangan yang kini melingkar di tengkuk lelaki yang juga memegang kedua sisi pinggang ramping Alexa mempermudah keduanya saling menikmati ciuman pertama mereka. Alexa menghentikan gerak bibirnya agar tak terlalu terbawa kedalam suasana yang mungkin kembali menggoyahkan hatinya untuk meninggalkan cinta tak terbalasnya pada lelaki yang kini menatap dalam matanya dengan wajah begitu dekat.


" Aku akan kembali besok, Aku janji tidak akan mengusik hidup Kakak lagi dan tidak akan pernah kembali lagi " lirih Alexa dengan mata masih saling memandang yang langsung dipeluk erat oleh Pieter.


" Sebaiknya Aku turun sekarang, mungkin Kakakku sudah tidak marah lagi " tambah Alexa melepaskan diri dari dekapan hangat lelaki yang menatap kepergiannya dengan perasaan semakin aneh dan tak mampu Ia pahami sangat berbeda dengan apa yang Ia rasakan pada Viena.


Alexa ingin melepaskan Pieter seperti yang diinginkan Adiyaksa karena melihat orang yang cintai bahagia mungkin akan lebih baik daripada terus mengejar cinta yang tak mungkin bisa untuk Ia dapatkan. Setiap nasehat dari Daddy nya terus Ia serap dalam pemikirannya hingga Ia memutuskan untuk kembali dan melupakan semua perasaannya meski tak mudah.


Dengan debaran jantung semakin cepat dan rasa penuh sesak di dada, Pieter duduk menyandarkan dirinya di sandaran kursi balkon sambil meletakkan kepala pada dinding untuk Ia pijat keningnya lembut. Mata mulai terpejam mengingat setiap apa yang telah Ia dan gadis manja itu lakukan. Bibirnya seakan masih bisa merasakan kehangatan Alexa yang terasa begitu tulus menciumnya.


" Tuhan, apa lagi ini? kenapa Aku seperti ini? bukankah Aku menyukai Viena tapi kenapa Aku tak rela kehilangan Alexa? " gumam Pieter dalam hati sambil terus memejamkan matanya.


Wangi tubuh Alexa benar benar masih bisa Ia rasakan di hidung mancungnya semakin membuat perasaannya tak menentu dalam kebimbangan. Ia memutuskan turun ke bawah dan berpamitan karena tak ingin merasa canggung jika harus berhadapan dengan Alexa nanti.


" Maaf, Saya harus pulang ke rumah ada orang yang menunggu " pamit Pieter pada semua orang yang sudah duduk di meja makan.


" Makan dulu " pinta Olivia lembut.


" Tidak ma, nanti Aku akan kembali lagi " ucap Pieter melirik Alexa yang menundukkan wajahnya di samping Adiyaksa.


" Baiklah, hati hati " sahut Olivia mengusap lengan putra angkatnya.

__ADS_1


Bergegas Pieter menuju ke depan dan menaiki mobil yang sudah terparkir di sana. Kebingungan atas apa yang terjadi membuatnya ingin sendiri untuk memikirkan segala yang amat rumit untuknya. Ia berharap jika Alexa berhenti mencintainya dan pergi, namun begitu gadis yang mencintainya selama ini memutuskan untuk pergi, hatinya mulai serasa teriris dan tak ingin kehilangan perasaan tulus gadis manja yang tanpa lelah terus meminta dicintai olehnya.


***


Pukul 22.00, Pieter sudah kembali ke rumah Olivia karena memang Ia sengaja menemani Angel menginap agar sewaktu waktu bisa memenuhi ngidam Adiknya. Langkah pelan dengan pikiran sedikit runyam itu mengantarkan Pieter memasuki rumah dimana sudah tak ada Brandon dan keluarganya lagi di sana yang membuatnya bisa nyaman tanpa rasa canggung menghadapi Alexa.


Olivia yang masih menunggu putranya kembali itu langsung mengajaknya ke ruang makan dengan dirinya sendiri mengambilkan makan untuk Pieter.


" Aku akan makan sendiri, lebih Mama tidur ini sudah malam " ucap Pieter melihat wajah lelah Olivia.


" Baiklah nak, Kamu juga cepat tidur ya " sahut Olivia mengusap lembut punggung Pieter yang sudah memulai makannya sendiri dan dengan cepat Ia selesaikan karena merasa tak enak makan tanpa adanya teman.


" Kamu baru pulang? " tegur seorang perempuan yang melihat TV menyala dan menghampirinya.


" Kamu? kenapa Kamu masih di sini? " sahut Pieter terkejut melihat Alexa dalam balutan piyama pendek milik Angel dulu yang sengaja di bawa Olivia dan menempatkannya pada kamar putrinya.


" Kak Angel memintaku menginap dan diijinkan oleh Kakak juga Daddy " sahut gadis dengan celana piyama memperlihatkan paha mulusnya duduk di samping lelaki yang merasa canggung itu.


" Oh " singkat Pieter kembali memusatkan perhatian ke arah TV.


Brandon yang sebenarnya ingin menginap namun tak di perbolehkan oleh Angel karena esok hari pasti suaminya akan sangat cerewet jika tak ada setelan pakaian kerja bersih tersedia di hadapan matanya. Untuk itu Angel meminta Alexa menginap agar bisa saling mengobrol karena Adik iparnya akan segera kembali esok hari.

__ADS_1


Meski tahu jika Pieter akan kembali kerumah itu dan tidur di sana, Alexa mengiyakan saja keinginan Kakak ipar juga Daddy nya meski harus mendapat gerutuan tajam dari Kakak yang tak henti menggerutu lirih atas keputusan yang di buat istrinya sendiri.


" Aku tidur dulu ya " pamit Alexa merasa canggung berdua bersama Pieter usai apa yang terjadi di antara mereka berdua.


" Apa Kamu mau tidur di tempatku? " tanya Pieter ragu ragu mengejutkan Alexa yang sudah berdiri hendak pergi.


" Tidak maksudku, Kamu tidurlah di kamar ku karena Angel sedang hamil takutnya nanti tanpa sengaja Kamu menyenggol perutnya dan Aku akan tidur di sini" kilah Pieter merasa bodoh untuk pertama kalinya karena mengucapkan hal memalukan.


" Apa Kakak sekarang mencintaiku? " tanya Alexa kembali duduk dengan wajah serta mata berbinar.


" Ha? oh, mmm" seru Pieter terkejut dengan pertanyaan terus terang Alexa yang kembali duduk dengan mendekatkan wajahnya membuat Pieter berdehem lalu memalingkan wajah dari gadis yang mengembangkan senyum itu.


" Pasti Kakak sudah jatuh cinta padaku, iya kan? iya kan? " goda Alexa menusuk perut Pieter dengan telunjuk yang membuat lelaki tersebut menahan senyum sambil terus memalingkan wajah.


Alexa terus menusuk perut Pieter dengan telunjuknya hingga membuat lelaki tersebut merasa geli. Wajah amat dekat Alexa memaksa Pieter memejamkan mata sambil tetap menahan senyumnya. Tubuh gadis yang terus beranjak mengejar lelaki yang kini masih memalingkan wajah tersebut tanpa sadar telah kehilangan keseimbangan hinga hampir terjatuh namun dengan cepat ditahan kedua pinggangnya oleh Pieter dan kembali lagi mata mereka saling beradu pandang.


Rasa canggung yang mendera keduanya karena teringat akan ciuman hangat yang mereka lakukan di balkon tadi membuat mereka dengan cepat menyadarkan diri dan kembali duduk dengan posisi tegap berdampingan di sofa panjang depan TV. Tanpa adanya suara di antara mereka yang kini sama sama saling membuang muka membuat suasana lebih terasa canggung juga aneh. Hanya debaran jantung keduanya yang seakan tak ingin diam terus saja berdetak cepat.


" A.. a.. aku masuk dulu " seru Alexa bergegas berdiri.


" Alexa " panggil Pieter lembut menahan lengan Alexa agar tak pergi meninggalkannya karena masih ingin berdua dengan gadis yang membuat jantungnya seakan melompat keluar.

__ADS_1


__ADS_2