
Alexa masih begitu terpukul dan sakit hati akan pengakuan mengejutkan Pieter hingga terus mengurung diri di dalam kamar hampir tiga hari tanpa ingin makan ataupun berbicara pada siapapun. Sekeras apapun Adiyaksa mencoba membujuk putrinya, namun tak pernah di dengarkan oleh gadis yang terus menyelimuti diri di atas tempat tidur layaknya seorang mayat hidup dengan wajah pucat serta tubuh yang makin hari makin lemah karena tak pernah dimasuki makanan ataupun hanya setetes air.
Ayah yang tak bisa lagi membiarkan putri cantiknya menyiksa diri langsung menghubungi Brandon agar datang dan ikut membujuk adiknya sebelum hal buruk terjadi yang dengan segera Ia datang ke rumah Adiyaksa untuk melihat sendiri kondisi Adiknya. Tak lama lelaki yang sengaja membatalkan meeting demi menemui Adiknya itu tiba di rumah Adiyaksa dengan di sambut langsung oleh pria dengan balutan celana pendek juga kaos berkerah warna putih memeluk tubuh Brandon dan meminta putranya segera menemui Alexa. Dengan langkah santai sembari membuka kancing jas, lelaki dengan gaya cool itu menghampiri Alexa di dalam kamar usai meminta seorang pelayan membawakan makan untuk Adiknya.
" Alexa, apa Kamu mau mati seperti ini? " tanya lelaki dalam balutan setelan jas biru navy yang berdiri di samping ranjang besar Adiknya.
" Alexa! apa Kamu tuli? Kakak sedang bicara! " tegas Brandon menarik kuat selimut yang menutupi tubuh gadis yang menatap jengah pada Kakaknya.
" Kamu mau makan sendiri atau Kakak paksa sekarang?! "tegas Brandon kembali dengan nada sedikit mengancam.
Adik yang begitu tahu bagaimana cara kasar Kakaknya ketika memaksakan sesuatu, memilih langsung duduk dan meraih piring berisi makanan yang ada di meja samping tempat tidur sesuai perintah Brandon pada pelayan yang mengantarnya tadi. Dengan ekspresi wajah kesal, Alexa melahap habis makanan di hadapannya sembari mata terus menatap jengkel pada lelaki yang sudah duduk menyilang kan kaki di depan Alexa.
" Puas?! " tegas Alexa jengkel menunjukkan piring kosong ke arah lelaki dengan tatapan dingin dihadapannya.
" Minum! " tegas Brandon mengarahkan matanya ke sebuah gelas yang terisi penuh air putih di atas meja samping tempat tidur dan dengan cepat di habiskan oleh Alexa tanpa sisa.
" Lakukan ini lagi, maka akan Aku robek tenggorokan mu! " tegas Brandon seraya mengancam kembali Adik yang masih duduk dengan menatap Kakak yang menghela napas panjang untuk mengatur emosinya.
" Alexa, dengar Kakak. Apa yang Kamu lakukan ini tidak akan pernah membuat Pieter mencintaimu, berhentilah berharap dan menyiksa dirimu seperti ini. Kamu cantik pasti banyak pria di luar sana yang akan tulus mencintaimu " ucap Brandon mencoba menasehati Adik yang kini mulai menundukkan wajah dengan air mata melinang.
" Aku tidak bisa Kak " lirih Alexa dalam air mata dan langsung diraih tubuhnya oleh lelaki yang memajukan tubuh untuk memeluk Adiknya.
__ADS_1
" Delapan tahun Aku mencintainya Kak, Aku tidak bisa melupakannya " ucap Alexa dengan air mata terus mengalir dalam dekapan dada bidang lelaki yang bersikap hangat dan membelai lembut rambutnya untuk pertama kali.
" Delapan tahun tapi tak mendapat balasan sama sekali " seru Brandon membuat Alexa melepas kasar pelukan Kakaknya dengan mata jengkel.
" Kenapa? benar kan? " seru Brandon santai melihat tatapan jengkel Alexa.
" Kakak, haruskah Aku membuat istrimu meninggalkanmu agar Kamu tahu apa yang Aku rasakan? " ucap Alexa dalam nada jengah.
" Tidak perlu, Dia sudah pernah membuatku gila karena meninggalkanku " jawab santai Brandon mengejutkan Alexa yang menatapnya dengan mata membulat seraya meletakkan tangan di atas paha Kakaknya.
" Lalu bagaimana caranya kalian bisa bersama lagi? " tanya Alexa semangat.
" Apalagi? karena Kami masih saling mencintai dan lagi Aku tak pernah melepaskannya karena Ia mengandung anakku " sahut Brandon santai.
" Apa ini yang Kamu pelajari di luar negri?! apa seperti ini keluarga mendidik mu?! dasar bodoh! " tegas Brandon seraya berteriak.
" Bukankah Kakak menghamili Kak Angel lebih dulu? lalu apa bedanya? " sahut Alexa dengan polosnya seketika membuat Brandon memijat keningnya dengan tangan kiri dan tangan kanan masih berada di samping pinggang merasa begitu frustasi dengan Adiknya.
" Dasar Bodoh! sana hamil anak Pieter jika Dia mau menyentuhmu, sana pergi " seru Brandon lirih dalam nada penuh frustasi.
" Jika Dia menghamili mu dalam keadaan sadar maka akan Aku nikahkan kalian berdua dengan tanganku sendiri " tambah Brandon masih dalam nada frustasi tak tahu lagi bagaimana cara berbicara pada Adik yang Ia anggap bodoh.
__ADS_1
Dengan raut wajah kesal juga frustasi, Brandon meninggalkan Alexa yang masih duduk di atas tempat tidur dengan kaki bersila lalu menutup keras pintu kamar Adiknya.
" Bodoh! " gumam Brandon berjalan untuk menghampiri Adiyaksa di ruang tengah.
Lelaki yang mengendurkan dasi itu langsung menghempaskan tubuh di sofa panjang seraya membuang napasnya kasar dan meluruskan kaki di lantai dengan tangan menyandar pada sandaran sofa memudahkan dirinya mengurut keningnya lembut. Mata Adiyaksa yang tak lepas mengamati putranya dengan tatapan heran itu mulai menegur lelaki yang masih menggerutu pelan dengan terus memijat kening.
" Kenapa? " tanya Pria yang melepaskan kacamata dan mematikan layar ponselnya.
" Entahlah, Dia sudah gila " sahut Brandon lirih membingungkan Adiyaksa yang mengernyitkan alis sembari terus menatap heran pada putranya.
Dering ponsel dari ponsel dalam saku celana menyadarkan Brandon dari segala rasa frustasi menghadapi Adiknya dan mulai mengembangkan senyum seketika melihat tulisan " My Wife " di layar ponsel dengan foto Angel bersama dirinya tersenyum bersama.
" Apa Kamu merindukanku? " ucap Lelaki yang seketika mengubah ekspresi wajah dengan senyum khas orang jatuh cinta membuat Adiyaksa semakin heran menatap perubahan cepat pada ekspresi wajah putranya.
" Tidak, Aku mau pamit ke rumah Mama dan kembali satu minggu lagi " sahut Angel dari ujung telpon sembari mengenakan tas bahu kecil miliknya dengan bahagia karena suami yang sudah memberinya ijin tadi pagi.
" Bukankah hanya satu malam?! kenapa jadi satu minggu?! " teriak Brandon terperanjat dari duduknya membuat pria yang sedari tadi memperhatikan putranya itu menghela napasnya kasar karena ekspresi wajah kembali berubah di wajah putranya sembari menggelengkan kepala.
" Apa Kamu mau membuatku tuli?! " jengah Angel mengepalkan tangan yang Ia tiup lalu di arahkan ke telinga berbunyi akibat teriakan suaminya.
" Aku tadi bilang satu minggu dan Kamu bilang iya, salah sendiri orang ngobrol malah mainan ponsel! sudah Aku berangkat dulu yang penting Kamu sudah mengijinkan ku " pungkas Angel jengkel dengan telinga yang masih berdenging lalu menutup sambungan telponnya.
__ADS_1
" Apa Aku dijebak sekarang? "gumam Brandon menatap layar ponsel yang sudah terputus sambungan telponnya dengan nada frustasi kembali.
Lelaki yang mengacak kasar rambut karena merasa menyesal sudah mengiyakan tanpa mendengarkan lebih jelas ucapan istrinya itu terus mondar mandir dengan ekspresi wajah frustasi terus mengacak rambut diiringi tatapan semakin heran Adiyaksa yang terus menghela napasnya panjang dengan mata terus mengikuti arah putranya berjalan sambil menggerutu kesal.