Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 113


__ADS_3

Angel sudah ikut sibuk bersama Olivia dengan Alexa di dapur untuk menyiapkan sarapan, usai Dia membersihkan diri lebih dulu setelah olahraga. Canda tawa ketiga nya dari dalam dapur mencerminkan sebuah ke akraban dan kehangatan.


Kekonyolan Alexa dan Angel menjadi daya tarik tersendiri bagi ketiga lelaki yang sudah asik bersama laptop mereka masing masing di ruang tamu. Tak jarang Adiyaksa, Pieter juga Brandon mengembangkan senyum mereka mendengar candaan kedua gadis dengan watak hampir sama itu.


Dua jam sudah bergelut dengan bau dapur, Alexa juga Angel memanggil ketiga lelaki di ruang tamu tersebut untuk menikmati sarapan. Tak lupa Angel dan Olivia juga membuatkan pengawal seperti biasa, dan meminta penjaga villa mengirim ke villa pribadi Adiyaksa, dimana semua pengawal ada di sana.


" Angel, panggil Viena ajak Dia bergabung bersama di sini " pinta Olivia mengingat di dalam villa sebelah hanya ada laki laki semua.


" Tidak perlu Angel, biar Kakak telpon saja " sahut Pieter melihat Adiknya beranjak.


Mata Alexa terus melirik ke arah Pieter yang berbicara seraya membujuk Viena untuk ikut datang bergabung menikmati sarapan bersama. Bibir maju dari gadis dengan kaos oblong biru itu, menunjukkan rasa cemburu dalam hatinya hingga tanpa pikir panjang Ia mulai bersenandung untuk menyindir kekasihnya. Lagu selingkuh milik repvblik menjadi pilihan Alexa untuk mewakili isi hatinya dan di sambung oleh Kakak ipar yang juga menghapal lagu tersebut.


*Ku ingin Engkau tak begitu


Kembalilah padaku


Apa saja yang Engkau mau


Ku lakukan untukmu


Dan Kau tetap selingkuh


Kau selalu selingkuh di depan mataku


Kau selalu selingkuh di depan mataku


Kau tak punya malu permainkan hatiku


Selalu dan selalu oh tak punya malu


Kau tampan tapi Kau bukan yang terbaik*


Nyatanya Aku termakan semua rayuanmu


Usai menyanyikan lagu menjadikan Brandon sebagai sasaran dengan menunjuk ke arah lelaki berekspresi jengkel itu, Angel juga Alexa terbahak bersama sambil ber hi five di hadapan tatapan tajam kedua lelaki di hadapan mereka.


" Siapa yang selingkuh? " santai Adiyaksa dari tadi mendengarkan kedua gadis di meja makan itu menyanyi.


" Dia Daddy " sahut Alexa dan Angel bersamaan, menunjuk ke arah lelaki mereka masing masing dan dengan cepat Alexa mengalihkan jarinya ke arah Brandon begitu melihat tatapan tajam Pieter.

__ADS_1


" Apa suami Kamu selingkuh Angel? " tambah Olivia bertanya masih memegang sendok garpu di tangan sambil mengangkat wajah ke arah putrinya.


" Mana ada! tidak maya jangan percaya padanya! " tegas Brandon sudah memasang wajah jengkel dari tadi, dan mengejutkan semua orang di meja makan.


" Maya? " seru Angel bersamaan dengan Alexa diiringi tatapan semua orang ke arah Brandon.


" Siapa maya?! " tegas Angel menatap lelaki di samping Kakaknya.


" Itu Mama Olivia, jadinya maya " sahut Brandon santai menekankan kata Ma dan Ia, langsung membuat semua orang terbahak menertawakan lelaki yang masih berwajah tenang tanpa salah itu.


" Kenapa? apa yang salah? apa Aku harus memanggil Mama seperti anak manja? " tambah lelaki dengan wajah masih tak merasa ada yang salah.


" Sayang, Mama ku namanya Olivia tanpa y " jelas Angel di sela tawanya.


" Sama saja panggilnya Oliviya bukan Olivi a!" tegas Brandon penuh penekanan pada kata ya dan a, masih sukses membuat lainnya terbahak hingga Alexa memukul mukul meja karena tawa tak bisa Ia hentikan.


" Kakak, seharusnya Kamu jadi pelawak bukan pebisnis " ucap Alexa masih terbahak dengan tatapan Pieter yang juga terawa di samping sahabatnya.


" Terserah!" singkat jengkel Brandon memulai makan.


" Sudah, sudah Kita makan dulu " pinta Adiyaksa menyadarkan kedua gadis yang tak henti tertawa, dan langsung mengatupkan kedua bibir mereka bersamaan.


" Brandon... Brandon " lirih Adiyaksa tersenyum menggelengkan kepala dengan wajah tertunduk untuk menikmati sarapan buatan Olivia, Angel juga Alexa.


Olivia menyadarkan keduanya dengan menepuk lirih bahu Angel dan Alexa agar berhenti tertawa. Meski air mata masih keluar dari ujung mata keduanya karena tawa berlebih, Angel dan Alexa memulai meninkmati makan perlahan meski terus mengembangkan senyum mengingat ucapan Brandon.


Viena yang tak ingin bergabung dengan keluarga majikannya, tak sekalipun menunjukkan batang hidung di villa pribadi Tuan muda nya selama acara santap pagi.


Usai menikmati sarapan, mereka masih melanjutkan obrolan di meja makan untuk menghidupkan suasana keakraban yang membuat mereka nyaman.


" Alexa kata Kakakmu, Kamu menjalin hubungan dengan teman kuliah apa itu benar? " tanya Adiyaksa yang sudah sempat mengobrol berdua bersama Brandon tentang Alexa.


" Iya, kenapa Dad? " sahut Alexa santai sambil menikmati sisa lauk tanpa memperhatikan lelaki dihadapannya sudah menatapnya dengan perasaan bergemuruh.


" Beri Daddy nomor nya, biar Daddy minta Dia datang ke rumah " ucap Adiyaksa kembali.


" Kenapa? tidak perlu Daddy biar Aku urus masalahku sendiri. Lagipula Dia jauh untuk apa datang kemari " santai Alexa masih tetap menundukkan pandangan pada lauk di hadapannya.


" Alexa, Kamu perempuan jadi urusan pernikahan Daddy dan Kakak yang akan mengurusnya " ucap Brandon hanya di simak saja oleh Pieter mengalihkan perhatian pada layar ponsel, dengan di tatap oleh Angel.

__ADS_1


" Kak, Aku sudah bilang akan menikah dengan orang yang Aku cintai dan itu bukan Darell " jawab gadis dengan mata sudah tertuju pada Brandon.


" Oke, tapi harusnya Kamu juga ingat apa syarat Kakak " sahut santai Brandon membuat Pieter menarik napasnya dalam lalu membuang perlahan dengan mata tetap tertuju pada layar ponsel di tangannya.


" Apa syaratnya? siapa orang nya? " penasaran Adiyaksa dengan pembahasan kedua anaknya.


" Itu Daddy ka... " sahut Alexa terputus lebih dulu di lempar Kakaknya dengan ayam goreng agar Adiknya tak melanjutkan perkataan.


" Kakak! " protes jengkel Alexa.


" Sudahlah, terserah kalian berdua saja. Tapi kapanpun itu, Daddy sudah siap menikahkan mu karena Kamu juga sudah dewasa sekarang " jelas Adiyaksa memahami jika Brandon ingin Alexa merahasiakan apapun yang mereka sepakati.


Terpaksa Pieter harus berhenti mendengarkan pembahasan tentang Alexa, karena adanya panggilan masuk dari seorang pengawal. Ia sengaja meminta pengawal untuk mencari Gery serta semua orang yang terlibat pada pengepungan Brandon di beberapa titik jalan kemarin.


Kesempatan yang belum Ia dapat untuk mengatakan pada Brandon, membuat Pieter harus mengambil langkah sendiri demi menyelamatkan Tuan muda juga keluarga yang menjadi tanggung jawab nya.


Pukul 09.00 Adiyaksa mengajak Pieter, Olivia juga Viena untuk melanjutkan pertemuan dengan beberapa orang, yang khusus di minta Adiyaksa membantu bisnis Olivia. Sementara Brandon, Alexa juga Angel melanjutkan hari malas mereka bersama dengan meminta pengurus villa menggelar sebuah kasur lantai di depan TV.


Rasa curiga Alexa dan Kakaknya semakin menjadi, melihat Daddy mereka begitu mau repot membantu Olivia. Walaupun mereka berdua tahu jika memang Adiyaksa termasuk orang baik yang ringan tangan, namun mengingat jika kedua besan itu baru saling mengenal menimbulkan banyak pemikiran dalam otak kedua saudara yang kini mengapit Angel di depan TV.


" Berhenti makan, apa kalian tak takut gemuk? " mata Brandon melirik ke arah dua orang yang tak henti mengunyah sambil menyaksikan acara musik di TV.


" Kak Angel juga sudah gemuk " santai Alexa terus makan di selangi senyum menggemaskan kakak ipar nya.


" Dia gemuk karena hamil, bukankah Kamu model harusnya bisa menjaga bentuk tubuhmu sendiri " tatap Brandon ke arah Adiknya sambil melingkarkan tangan pada perut bawah istrinya usai mengubah posisi miring lebih dulu.


" Aku akan berhenti dan menikah " santai Alexa kembali.


" Terserah saja " singkat lelaki dengan wajah mulai menyusup di leher istrinya.


Walaupun tak tahu bisa memenuhi syarat dari Kakaknya atau tidak, Alexa tetap meyakini jika suatu saat Pieter akan menikahi dirinya tanpa syarat. Keyakinan serta kepercayaan diri Alexa menjadi semakin besar ketika melihat Pieter menunjukkan perasaan dari sorot mata cemburunya pada Darell.


Dengan sengaja Alexa terus menggunakan Darell sebagai jalan untuk memaksa kekasihnya mengakui semua perasaan kepada keluarganya. Meskipun kedekatan Alexa dan Darell hanya sebatas sahabat akrab, layaknya Pieter dan Brandon. Ia sengaja mengubah nama Darell sebagai sweet heart untuk melihat ekspresi Pieter, yang dari awal ingin Dia tahu sebelum lelaki yang masih jengkel karena cemburu itu menyatakan sendiri perasaan nya.


Namun melihat Pieter cemburu, Alexa melanjutkan sandiwara yang Ia minta Darell untuk membantunya setiap saat, hingga kekasihnya mau jujur kepada semua orang tentang hubungan mereka. Juga ingin menguji seberapa besar perasaan Pieter yang masih belum bisa Ia percayai sampai saat ini jika lelaki tersebut benar mencintai dirinya, bukan semata mata rasa kasihan.


Pernyataan cinta mendadak Pieter memang membuat Alexa bahagia, namun membuatnya juga penuh tanya akan apa yang sebenarnya di rasakan oleh lelaki yang sudah berulang kali menolak nya itu.


Meskipun Pieter sudah menunjukkan ketertarikan pada diri nya, tak semata mata membuat Alexa langsung percaya jika segala yang ditunjukkan oleh lelaki berparas tampan nan dingin tersebut benar benar tulus.

__ADS_1


__ADS_2