
Penjelasan dari sebuah perumpamaan sederhana, kembali menundukkan wajah Alexa mrnyadari segala sikapnya sendiri. Tak mau apa yang dikatakan suaminya menjadi kenyataan, Ia benar benar ingin berusaha berubah menjadi lebih dewasa. Sama halnya dengan Kakak iparnya yang mencintai namun tetap meberikan ruang dengan sebuah kepercayaan.
" Maafkan Aku jika masih bertingkah seperti anak kecil, Aku hanya takut kehilanganmu. Bisakah Kamu memberiku satu kesempatan untuk berubah? " pinta tulus Alexa menundukkan wajah.
Mata melirik Brandon juga mengembangkan senyum laki laki yang terus mencoba menyatukan semua keluarga, apapun jawaban dari sahabat yang kini menatap ke arahnya itu sudah tak menjadi suatu masalah. Karena baginya, mampu menyadarkan Adiknya adalah suatu hal besar. Mengingat seberapa keras pemikiran menyimpang Alexa tentang sebuah hubungan.
" Perasaanku sudah menghilang Alexa, apa Kamu masih mau menjalaninya? " jujur Pieter tanpa ingin kembali berbohong dengan mengatakan cinta hanya untuk membuat semua orang senang, walau mungkin terdengar menyakitkan namun itu lebih baik daripada tersiksa kembali.
" Aku mau, sama seperti Kak Angel yang dulu membenci Kakak dan kini mencintainya, Aku yakin Kamu juga akan seperti itu padaku " lirih Alexa langsung mendapat lemparan sebuah ponsel oleh Brandon.
" Jangan membawaku! " protes tak terima seorang Kakak yang diungkit masalahnya dulu dengan istrinya.
" Bukankah memang seperti itu? Kak Angel bahkan lari darimu berulang kali Kak, apa Kakak melupakan semuanya? Santos sudah menceritakan semuanya padaku " protes Alexa membela diri.
" Apa Kamu ingin bertengkar denganku? sudahlah sikapmu memang kekanakan jadi cerai saja! " tegas laki laki dengan tatapan jengkel tersebut.
" Tidak! " tegas Alexa menolak keras.
" Beri Aku kesempatan " tambah kembali Alexa mengarah pada suaminya.
" Baiklah Alexa, tapi bisakah jangan membuatku menjauh dari Adik dan Mamaku lagi? Karena jika harus memilih antara dirimu dan mereka, maka Aku akan lebih memilih mereka karena bagiku Aku bisa mendapatkan istri lagi, tapi tidak akan bisa mendapat lagi ketulusan keluarga seperti mereka " kembali lagi kejujuran harus Ia ungkapkan di awal demi sebuah hubungan lebih baik.
" Baik Kak, Aku tidak akan memintamu menjauh. Aku tahu Kamu sangat menyayangi Tante Oliv dan Kak Angel, maafkan Aku untuk itu. Aku terlalu berpikiran sempit dan menganggap jika hubungan kalian akan membawamu menjauh dariku, tapi ternyata Aku salah" panjang lebar Alexa melihat Brandon begitu nyaman membiarkan hubungan persaudaraan tanpa darah itu berjalan sangat erat, dan ingin mencoba seperti Kakaknya.
__ADS_1
" Baiklah, Kita mulai semua dari awal dan Aku akan berusaha mencintaimu dari sekarang, jadi Aku mohon bersikaplah dewasa dan tolong jangan terlalu agresif karena Aku tidak menyukainya " tulus Pieter meminta dengan ragu ragu saat mengatakan kata agresif.
Seketika Alexa berdiri dan berjalan menuju suaminya, memeluk erat lelaki yang bersedia kembali memberinya sebuah kesempatan. Dengan sebuah janji pada dirinya sendiri akan sepenuhnya merubah sikap buruk dan menjadi pribadi baru. Menjadikan Kakak iparnya sebagai contoh dalam menjalani rumah tangga.
Lagi lagi ketulusan hati Brandon mampu memberikan sebuah hubungan baru, walaupun sikap kasar serta wajah dingin tak pernah hilang dari dirinya. Perlahan Angel sudah berhasil merubah sikap dan pola pikir suaminya hingga menjadi seorang yang lebih bijak, walau memang Tuan muda tersebut sudah memiliki kasih sayang terhadap keluarga dari dulu.
" Tetaplah disini, jangan beranjak sampai Aku kembali. Anggap saja itu hukuman " ucap Brandon beranjak dari duduk, sengaja ingin memberikan keduanya waktu bersama.
" Kau mau kemana? " tanya Pieter melepas pelukan Alexa, dan merangkulnya dengan tangan kiri.
" Aku harus mencari uang untuk makan! bukan sepertimu hanya peduli dengan cinta! dasar anak kecil!" bangga Tuan muda yang akan memimpin meeting tersebut berlalu pergi.
" Ingat CCTV, jangan membantah perintaku! " coba Brandon memperingatkan dengan nada mengancam.
Terdengar suara pintu terbuka mengejutkan keduanya langsung menoleh ke arah pintu. Seorang gadis dengan rambut tergerai serta masker juga kacamata bening mulai memasuki ruangan. Pieter beranjak dari duduk menghampiri gadis berponi depan serta map biru ditangannya.
" Angel? " seru lirih Pieter ragu ragu karena gadis dengan jumpsuit panjang hitam tersebut terlihat berbeda, namun meyakini ketika masker mulut tersebut mulai ditarik turun.
" Dimana suamiku? Dia bilang ada meeting dan Dia meninggalkan ini di rumah " tanya Angel sengaja meminta ijin di sela belajarnya untuk mengantar map yang di periksa suaminya semalam.
" Dia su.... " ucap Pieter terpotong ketika pintu terbuka keras membentur kepala samping Angel, hingga tubuhnya tergeser ke dinding.
" Au..." pekik keras gadis mengusap kepala yang terbentur, seketika menyadarkan lelaki yang sudah begitu keras membuka pintu menghapal betul pemilik suara kesakitan itu.
__ADS_1
" Apa Kamu tidak apa apa? apa sakit? " sesal Brandon mengusap lembut kepala samping kiri istrinya.
" Tidak, ini menyenangkan sekali " jengkel Angel yang malah ditanya ketika tahu jika dirinya kesakitan.
Tatapan jengkel di berikan Angel ke arah suaminya serta menyerahkan map yang Ia bawa, tanpa menghentikan tangan mengusap kepala usai menyingkirkan lebih dulu telapak tangan suaminya.
" Sayang, caramu berterimakasih sangat mengesankan! " tegas Angel mengikuti perkataan dan nada bicara suaminya, mengembangkan senyum Alexa dan Pieter.
" Siapa suruh Kamu berdiri di belakang pintu?! bukankah ruangan ini cukup luas?! dasar menyebalkan! " tegas jengkel Brandon tak mau kalah, membuat sahabatnya menggelengkan kepala dan kembali duduk menjadi penonton bersama istrinya.
Hanya gelengan kepala dan tatapan tak percaya ditunjukkan Angel mendengar perkataan tajam suaminya, dan berlalu pergi meninggalkan ruangan mewah tersebut karena memang masih harus kembali melanjutkan pelajaran. Ia sengaja tak meminta tolong siapapun karena takut jika itu adalah dokumen penting perusahaan, yang tak pernah suaminya percaya selain pada Darell ataupun Pieter.
" Apa Dia marah? " tanya Brandon begitu istrinya berlalu pergi, memasang wajah bodoh ke arah Pieter yang hanya menaikkan kedua bahu.
" Ah sial! Angel! " teriak Brandon berlari keluar mengejar istrinya, menggelakkan tawa Pieter dan Alexa karena wajah bodoh dari seseorang yang menyebut keduanya anak kecil tadi.
Tanpa segan dan ingin menutupi hubungannya dengan Angel, Brandon menarik lengan istrinya dan mencium bibirnya lembut. Pandangan mata pegawai tak henti menatap bos nya tengah menikmati bibir gadis yang sudah meletakkan tangan memegang kedua pinggang laki laki dihadapannya.
Semua pegawai tak pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya, terlukis tanya dan kebingungan pada wajah mereka akan sikap bos angkuh dan dingin tersebut. Bagaimana tidak, bos pemarah mereka malah rela mengejar dan langsung menarik menikmati bibir gadis yang tengah berjalan cepat. Tanpa diketahui Brandon jika istrinya tak marah, hanya memang tengah terburu waktu.
" Sayang ini kantor " coba Angel mengingatkan suaminya karena rasa canggung, tak ada yang tahu tentang pernikahan mereka.
" Aku tidak peduli, biar mereka tahu kalau Aku sangat mencintaimu. Maafkan Aku " tulus Brandon masih memegang kedua sisi wajah istrinya dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit, Brandon mulai menunjukkan pada dunia tentang hubungannya dengan Angel. Betapa dirinya sangat mencintai istrinya, tak malu untuk ditunjukkan. Selalu berjalan bergandengan setiap keluar rumah, yang tak jarang mencuri ciuman pada istrinya ketika dijalan dengan sejenak melepas masker mulut keduanya. Apapun yang dilakukan Brandon tanpa malu dan melihat tempat itu, selalu menjadi pertunjukkan romantis setiap orang yang melihat mereka bersama.