Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 78


__ADS_3

Brandon yang sudah sampai di rumah sakit atas petunjuk dari Viena, berjalan menyusuri lorong tempat istrinya di rawat. Lelaki dengan tatapan mata dingin serta wajah amat angkuh tersebut tak menghiraukan satupun pegawai rumah sakit yang menyapanya dengan penuh hormat dan menimbulkan banyak pertanyaan pada semua orang yang ada di rumah sakit tentang siapa Brandon hingga bisa di hormati meski begitu tampak angkuh.


Langkahnya terhenti tepat di depan kamar VVIP dimana istrinya dirawat, dengan menghela napas kasar Ia membuka pintu berwarna putih di hadapannya lalu melangkah memasuki ruangan dimana Adiyaksa dan juga Viena menjaga istrinya. Gadis yang sudah berganti dengan pakaian rumah sakit tersebut menatap Brandon yang mulai berdiri di ujung ranjang menatap ke arah dua orang perawat juga Dokter wanita cantik di samping Angel.


" Apa Kalian sudah membersihkan tubuhnya? " tanya Brandon dingin pada perawat serta Dokter tanpa sedikitpun menatap Angel.


" Sudah Tuan, Kami juga mengganti pakaian Nyonya " sahut Dokter dengan memakai kacamata tersebut.


" Apa Kau yakin Dia sudah bersih? apa Kau memandikannya sendiri? " tambah Brandon mengejutkan Angel dan Dokter serta perawat yang ada di samping ranjang Angel.


" Tidak Tuan, Kami hanya menyeka tubuh Nyonya " sahut salah satu perawat dengan pakaian hijau muda tersebut.


" Mandikan Dia sampai bersih, bersihkan semua tubuhnya dengan sabun berulang kali tapi jangan membuka pakaian dalam miliknya apalagi sampai menyentuh bagian itu atau ku patahkan tangan Kalian semua!" tegas Brandon pada Dokter juga dua perawat yang gugup mendengar ucapan lelaki penuh aura dingin mematikan tersebut.


" Ba, baik Tuan " sahut ketiganya terbata.


Adiyaksa dan Viena hanya diam saja mendengar semua ucapan Brandon karena mereka yakin jika Brandon melakukan hal tersebut dengan tujuan tersendiri. Dokter serta perawat tersebut membawa Angel yang menitikkan air mata mendengar ucapan Brandon seakan Lelaki tersebut amat jijik pada dirinya ke kamar mandi untuk menuruti perintah Brandon.


" Lebih baik Daddy kembali ke hotel, biar Aku yang menjaganya " ucap lelaki yang duduk di samping Adiyaksa.


" Oke, tapi apa rencana Kamu setelah ini? " tanya pria yang sedari tadi memperhatikan putranya.


" Daddy akan tahu nanti malam " sahut Brandon tenang sembari menyandarkan punggung.


" Apa Kamu membunuh mereka semua? " tambah Adiyaksa begitu penasaran.


" Oh, come on Dad Aku pebisnis bukan pembunuh. Aku hanya memberi mereka sedikit pelajaran kecil " seru Brandon tersenyum ke arah lelaki yang menggelengkan kepalanya tersebut.

__ADS_1


" Daddy tahu seberapa kecil pelajaran yang Kamu berikan " sahut Adiyaksa menepuk pundak putranya yang tampak begitu santai dengan senyumnya.


" Viena, antar Daddy ke hotel dan kembali kemari obati lukamu itu" perintah Brandon pada perempuan yang memiliki luka di wajahnya.


" Baik Tuan " sahut Viena dengan nada tegas.


Adiyaksa dan Viena pergi meninggalkan Brandon di ruang perawatan Angel menunggu istrinya selesai di bersihkan oleh Dokter juga perawat. Sekitar 30 menit, mereka telah kembali membawa Angel dan membantunya naik ke atas tempat tidur lalu keluar atas perintah dari lelaki yang menekankan kalimatnya sambil tetap duduk menyilang kan kaki dengan bersandar di sofa tak jauh dari ranjang pasien. Brandon melangkah mendekati istrinya yang tengah bersandar di atas ranjang dengan wajah menunduk.


" Apa Kamu baik baik saja sekarang? " tanya Brandon lembut dengan duduk di samping Angel yang menganggukkan kepala.


" Kenapa? Kamu tidak ingin melihatku? " tanya Brandon kembali karena istrinya terus menundukkan wajah.


" Pergilah, Aku tahu Kamu begitu jijik padaku sekarang" seru Angel tanpa melihat suaminya.


" Apa maksudmu? kenapa Aku harus jijik? " sahut Brandon meletakan telapak tangannya di samping wajah Angel seraya mengangkatnya agar dapat Ia pandang.


" No Angel no, Aku tidak ingin Kamu mengingat hari ini dan membenci tubuhmu sendiri. Untuk itu Aku meminta mereka membersihkan tubuhmu agar Kamu merasa nyaman " jelas Brandon.


" Aku yang bersalah di sini karena tak menjagamu dengan baik, semua itu bukan kesalahanmu Angel jangan berpikiran macam macam " tambah Brandon menggenggam kedua tangan istrinya.


" Kemari lah " ucap Brandon meraih tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat.


" Aku mencintaimu Angel, Kita akan melupakan semua yang terjadi hari ini " ucap Brandon tulus dengan membelai rambut istrinya.


Angel mengangguk dengan tersenyum usai Ia melepaskan pelukan erat suaminya. Lelaki yang terus menatap dalam mata gadis di hadapannya mencium lembut luka yang ada di di ujung bibir merah tersebut dengan sangat lembut penuh perasaan lalu tersenyum ke arah istrinya.


Pieter yang sudah tiba di depan ruangan Angel langsung membuka pintu kamar inap tersebut yang mengejutkan Brandon dan menoleh ke arah nya.

__ADS_1


" Oh, dasar manusia berhati dingin. Tidak bisakah Kau mengetuk pintu dulu? " jengah Brandon karena terkejut ketika hendak mencium kembali istrinya.


" Ternyata manusia tanpa perasaan juga bisa terkejut " sahut Pieter dan berjalan menghampiri Angel untuk melihat keadaan Adiknya.


" Kak, apa Kakak berkelahi? " tanya Angel khawatir ketika melihat luka di samping telapak tangan Pieter saat lelaki tersebut mengusap lembut ujung kepalanya.


" Kaka terluka " tambah Angel menarik tangan lelaki yang tersenyum senang akan perhatian Angel menimbulkan tatapan jengah serta senyum sinis Brandon.


" Tidak, ini hanya tergores bukan masalah besar. Kakak tidak berkelahi seperti Dia, mana mungkin Kakak bisa menyakiti orang seperti Dia " sahut Pieter melirik ke arah Brandon yang terus menatapnya tajam.


" Aku tahu Kakak memang orang yang baik " seru Angel tersenyum ke arah Pieter membulatkan mata Brandon sembari menggelengkan kepala mengembangkan senyum tak percayanya.


" Angel, belajarlah mengenali orang dengan baik " ucap Brandon melirik ke arah Pieter yang menahan tawanya.


" Angel tak perlu belajar karena Dia tahu jika Kakaknya tak akan mampu menyakiti orang lain tak seperti seseorang yang suka marah marah, benar kan Angel? " sahut Pieter tersenyum dengan saling tatap bersama Brandon seakan tak pernah terjadi apapun hingga mereka bisa saling ledek dan tersenyum di hadapan Angel.


Angel yang tertawa kecil melihat Pieter dan Brandon saling sindir mulai merasakan berat pada matanya akibat obat yang di berikan oleh Dokter mulai bekerja pada tubuh Angel. Brandon membantu istrinya untuk merebahkan diri dengan Pieter yang membantu meletakkan bantal untuk Adiknya dan menemani Angel hingga terlelap.


Setelah memastikan jika Angel sudah terlelap dan menyelimuti tubuhnya, Brandon keluar ruangan bersama Pieter untuk menanyakan tentang semua orang yang ada di gudang tua tadi dan mulai di jelaskan semuanya oleh lelaki yang terlebih dulu kembali mengganti pakaiannya itu. Brandon mulai memberitahu Pieter akan rencana yang Ia buat untuk nanti malam dan langsung di setujui oleh Pieter tanpa adanya pertanyaan apapun.


" Kau benar benar iblis baik hati " seru Pieter tersenyum usai mendengar rencana sahabatnya.


" Aku bukan iblis sepertimu kawan, Kau bahkan mampu membutakan orang tanpa mengernyitkan dahi sedikitpun sedangkan Aku? Aku tak akan pernah sanggup melakukan hal itu. Kau benar benar mengerikan " ucap Brandon bergidik seraya tertawa kecil bersama Pieter.


" Aaah, rasanya lama Kita tak bermain seperti tadi " tambah Brandon mengangkat kedua tangan ke atas untuk meregangkan semua ototnya.


" Benar juga " sahut Pieter tertawa.

__ADS_1


Dua orang yang sudah menyusun rencana untuk Sonya dan keluarganya itu kembali kedalam kamar Angel dan menjaga gadis yang sudah sangat lelap tersebut. Wajah polos seperti bayi yang tertidur membuat Brandon dan Pieter menatapnya dengan senyum menghiasi wajah mereka. Mereka berjanji pada diri mereka masing masing tak akan membiarkan Angel mengalami hal seperti hari ini dan senantiasa membuatnya tersenyum juga bahagia sepanjang hidupnya.


__ADS_2