
* Up 2x nya entar aja ya, kalau berhasil masuk ranking vote, hahahaha*
Dua minggu memulihkan diri, Brandon memutuskan untuk kembali bersama istrinya. Namun tidak dengan Darell yang diperintahkan langsung untuk ke London mengawasi Kenan selama dua puluh empat jam. Tanpa mengatakan apapun, Tuan muda sangat ingin melihat istrinya melahirkan kedua anak mereka dengan selamat itu hanya memerintahkan saja tanpa mengatakan alasan dibalik perintahnya.
Atas keinginan Angel, mereka pun kembali ke rumah Olivia, mengingat kelahiran sudah semakin dekat. Karena ketika tinggal di apartemen, akan sangat kesusahan saat hendak melahirkan. Harus turun lebih dulu ke tempat parkir, dan hanya tinggal berdua. Brandon pun tidak mau jika sesuatu hal buruk terjadi, karena dirinya tak bisa menemani istrinya satu hari penuh.
Begitu mereka tiba di kediaman Olivia pukul 21.30, banyak pengawal sudah menanti dengan Olivia serta Viena juga Dio. Perjalanan yang di kawal ketat oleh pengawal pilihan tersebut, membawa kedua orang tanpa pernah melepas tangan satu sama lain itu tiba dengan selamat.
"Selamat datang kembali Tuan, Nyonya" seru semua orang berpakaian hitam tengah berjajar di teras rumah.
Brandon hanya menjawab anggukan juga senyum untuk pertama kali pada pengawal pengawalnya. Lelaki dengan kemeja berwarna hitam lengan pendek itu memang tak pernah sekalipun tersenyum, dan baru kali ini. Walaupun tipis namun terasa melegakan serta mengejutkan para pengawal.
Melihat Olivia berdiri dan tersenyum, Angel langsung melepas tangan suaminya, dan memeluk Mama telah dirindukan itu erat. Brandon mengukir senyum indah dalam wajah tampan, menatap istrinya terlihat bahagia. Segala rasa lega juga tengah dirasakannya, karena berhasil melewati satu jurang kematian dan bisa menatap lagi wajah cantik perempuan sangat dicintainya bahagia.
"Anda sudah baik baik saja?" tanya Olivia pada laki laki tinggi tengah berdiri di balik tubuh putrinya.
"Seperti yang terlihat, bagaimana kabarmu?" jawab Brandon tersenyum.
"Syukurlah, saya baik saja. Mari masuk" lembut Olivia mengatakan dengan Angel melingkarkan tangan manja pada lengannya.
"Selamat datang Tuan" ucap Viena seraya membungkuk, ditepuk pundaknya lembut untuk pertama kali oleh Brandon.
"Hai jagoan Papi" berjongkok dengan mencubit gemas pipi Dion.
Wajah tampak bahagia itu menyodorkan sisi wajah kanan ke arah Dio, dan di cium oleh bocah dengan baju kuning tersebut, begitu membahagiakan Brandon.
"Viena, jangan katakan pada siapapun kedatanganku, termasuk Alexa ataupun Pieter" pesan Brandon sudah berdiri di hadapan bodyguard cantik dengan rambut tergerai panjang.
"Baik Tuan" sahut Viena dengan nadanya yang tegas dan sigap.
__ADS_1
Sudah berdiri mengulurkan tangan ke arah Dion, Brandon mengajak bocah telah dianggap putranya sendiri itu untuk masuk kedalam rumah. Segala biaya Dio dan kebutuhannya memang telah ditanggung Brandon, semenjak menganggapnya putra dan tak bisa ditolak oleh Viena sama sekali.
Keadaan belum sepenuhnya pulih, memaksa dirinya untuk meminta semua orang merahasiakan akan kedatangannya. Ia yakin jika Alexa belum mengetahui apa yang terjadi padanya, untuk itu ia tak mau Adiknya sampai tahu dan menjadi khawatir. Dengan terpaksa ia melarang siapapun memberitahu pada Pieter yang pasti akan segera datang bersama Alexa nanti.
Kepulangannya memang dirahasiakan penuh, bahkan saat keluar dari hotel pun ia harus menggunakan penyamaran bersama istri juga pengawalnya. Apa yang telah menimpanya, tidak ingin sampai terulang pada istri juga kedua anaknya, dan jelas akan lebih menghancurkan hidupnya saat itu terjadi.
Mungkin jika hanya dirinya yang pergi, takkan menjadi masalah saat ada yang tahu. Tapi adanya Angel, terpaksa membuatnya pergi dengan penyamaran untuk melindungi istri juga calon anak anaknya, bahkan suruhan Pieter tidak mengetahui kepulangan Tuan muda yang tetap dipantau dari luar hotel.
Malam semakin larut, Brandon meminta ijin mertuanya untuk beristirahat bersama Angel di kamar. Sedangkan Olivia membawa Dio ke kamarnya untuk tidur bersama dengan Viena. Semenjak perginya Angel, Olivia selalu tidur bersama Viena dan Dio setiap malam karena selalu saja merasakan kecemasan setiap waktu. Dan dengan adanya Dio juga Viena, cukup membuatnya tenang.
"Kenapa kamu selalu menangis saat mengobati lukaku?" tanya laki laki duduk di atas ranjang bersama istrinya.
"Aku hanya tidak sanggup membayangkan jika sampai kamu tiada" sendu Angel membersihkan luka suaminya.
"Aku tidak akan mati semudah itu, hanya satu orang yang bisa membunuhku dan itu kamu sendiri" senyum Brandon berucap menatap wajah istrinya.
"Boleh aku bertanya? pertanyaan sangat lama ingin aku tanyakan padamu" tatap Angel ke arah wajah tampan terus menatapnya sedari tadi.
"Kenapa kamu sangat mencintaiku? kamu bisa mendapatkan siapapun yang kamu inginkan, tapi kenapa aku yang jelas jelas masih kecil?" serius Angel bertanya, menghentikan tangan tengah mengoleskan obat pada bekas luka di dada bidang suaminya.
"Karena kamu jelek dan hanya aku yang mau" santai laki laki dengan senyum itu menjawab.
"Kamu? kenapa kamu mencintaiku sampai menjagaku seperti kemarin?" tambah kembali Brandon.
"Karena kamu kaya dan aku jelek, cuma kamu yang mau denganku" santai Angel tersenyum mengangkat kedua bahu.
Keduanya tertawa bersama akan pertanyaan juga jawaban yang mereka lontarkan masing masing. Sama sama tidak pernah mengatakan alasan dibalik perasaan mereka, yang juga tidak diketahui sendiri. Cinta hanyalah cinta, perasaan yang datang kapanpun dan pada siapapun, tanpa bisa di atur kapan datang dan pada siapa cinta itu ditujukan.
Setiap insan diciptakan dengan emosi berbeda, takdir yang berbeda. Namun ketika cinta itu datang, ia takkan pernah ingin mengenal ataupun peduli siapa yang telah dipilihnya. Entah itu perbedaan usia ataupun status sosial. Cinta menyatukan dua insan menjadi kita dengan caranya tersendiri, cara yang tak pernah bisa dipahami oleh logika.
__ADS_1
Bukan tentang siapa yang telah lama bersama, tapi tentang siapa yang mampu membuat nyaman, tentang siapa yang mampu membuat tersenyum sekalipun dalam luka dan air mata. Tidak perlu mempertanyaan apa, kenapa dan bagaimana, karena cinta adalah sebuah rasa bukan benda yang mampu di rengkuh oleh tangan sehingga kita bisa menjelaskan.
***
Pagi harinya Brandon lebih dulu tersadar dari tidur lelap bersama istrinya semalam. Meraih segelas air di meja, dan beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya ia keluar menuju dapur, tanpa ingin mengusik kenyamanan istri yang masih mengarungi mimpi indah dalam selimut tebal.
"Ada yang bisa saya bantu? dimana Angel?" tegur Olivia melihat Brandon sibuk di dapur sendiri, usai meminta pelayan untuk pergi.
"Dia sedang tidur, aku ingin membuatkannya sarapan" jawab laki laki tengah ingin memberikan hadiah kecil untuk istrinya.
"Baiklah, saya permisi" senyum Olivia, di balas senyuman juga oleh laki laki berpakaian santai terus memasak tersebut.
Matanya tertuju pada masakan yang dibuatnya untuk perempuan telah sepenuh hati merawat dirinya walau dengan perut besar. Tidak menyadari jika Olivia masih memperhatikan dari luar dapur tersenyum. Terasa agak aneh melihat Tuan muda amat kaku mengenakan beberapa peralatan dapur, dan tubuh menjauh ketika memasak. Tapi Olivia terharu juga bahagia akan cinta yang ditunjukkan keduanya selama ini.
Dua jam sibuk di dapur, dan membuat dapur seperti kapal pecah karena berantakan, Brandon sudah siap dengan satu piring nasi goreng juga telur mata sapi di atasnya, serta satu mangkuk buah potong. Sebelum pergi ke kamar membawa sarapan, ia lebih dulu meminta pelayan membereskan dapur, karena tidak suka sesuatu terlihat berantakan, meski dia sendiri yang membuatnya berantakan.
Dengan nampan berisi susu, buah, nasi goreng juga air putih, Brandon melangkahkan kaki ke arah kamar dengan tersenyum sendiri. Siku dipergunakan untuk menekan handle pintu kamar, dan mulai masuk.
"Kenapa kamu sudah bangun?!" kesal Brandon melihat Angel baru keluar dari kamar mandi dengan rambut tergulung handuk.
"Kenapa?" tanya Angel dengan tatapan bingung.
"Aku baru akan membangunkanmu dan memberikan sarapan, kenapa kamu malah sudah bangun dan mandi?! apa kamu tidak tahu berapa lama aku membuat ini?! merusak rencanaku saja!" jengkel Brandon masih berdiri di dekat pintu membawa nampan.
"Ah, baiklah, kamu keluarlah dulu dan aku akan tidur, setelah itu kamu masuk lagi bangunkan akau" ucap Angel bergegas naik ke atas ranjang menyelimuti tubuhnya, di tatap aneh oleh laki laki dengan membuang napas panjang.
"Siapa yang akan main permainan bodohmu?! menyebalkan! cepat makan!" kesal Brandon membuang napas kasar dan berjalan kearah ranjang lalu duduk di sana.
"Bangun dan cepat makan" tambah Brandon menarik selimut menutup sebagian tubuh istrinya.
__ADS_1
"Ah sayang kamu membangunkanku, wah kamu memasak untukku? aku sangat terkejut dan terharu" ucap Angel dibuat buat, menggelengkan kepala Brandon tertawa kecil menatap wajah konyol istrinya.
"Menyebalkan" ucap Brandon dalam tawa menyentil lirih kening istri tengah memasang wajah sok imut dihadapannya.