Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 48


__ADS_3

Usai mengantar suaminya, angel kembali ke kamar dan mengambil seragamnya serta mencari cari kancing yang terlepas lalu membawanya ke bawah dan meminta salah seorang pelayan membawakan kotak jahit untuk Ia gunakan memasang biji kancing seragam yang lepas. Santos menghampiri Angel yang mulai menjahit tiap biji kancing dengan telaten di ruang tengah merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Angel.


" Kenapa Anda tidak membeli yang baru saja ?" tegur Santos memperhatikan Angel.


" Tidak, ini masih bisa di pakai hanya kancingnya saja yang lepas " sahut Angel tersenyum sambil terus menjahit kancing seragamnya.


Santos begitu kagum dengan Angel, meski Ia adalah seorang istri dari konglomerat namun Ia tak sedikitpun memiliki kebiasaan seperti kebanyakan istri konglomerat lainnya yang selalu membuang barang dan membeli yang baru hanya karena model yang usang atau karena bosan. Tapi Angel malah dengan telaten membetulkan baju seragamnya padahal harga baju seragam yang tengah Ia perbaiki masih sanggup untuk di beli oleh Tuannya bahkan hingga pabriknya sekalipun.


" Boleh Saya bertanya ?" seru Angel kepada Santos yang masih berdiri mendampingi Angel.


" Silahkan Nyonya " jawab Santos dengan mengembangkan senyum sopan ke arah Angel.


" Apa Orang tua Tuan tidak pernah datang kemari ? bagaimana mereka ?" tanya Angel masih melanjutkan memasang kancing seragamnya.


" Tuan dan Nyonya besar hanya sesekali kemari setiap tahunnya karena mereka tinggal diluar negri. Tuan besar orang yang sangat baik sama halnya dengan Tuan Brandon, namun Nyonya memiliki watak sedikit keras melebihi watak Tuan " jelas Santos yang membuat Angel berpikir.


" Apa mereka akan menerimaku ?" tanya Angel lagi, namun Santos hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Angel. Pasalnya Santos begitu tahu akan sikap dari Ibu Brandon yang mementingkan status sosial dan bukan hati seseorang, apalagi Brandon telah memiliki seorang tunangan yang dipilihkan oleh Sasmita yang mungkin akan murka begitu mengetahui pernikahan Brandon dan Angel.


Angel menghentikan pertanyaannya karena Santos terlihat tidak ingin menjawab pertanyaan Angel dan membuat gadis yang memakai kaos hijau muda tersebut mulai berpikir bagaimana jika sampai orangtua Brandon tahu dan tidak menyetujui pernikahan mereka.

__ADS_1


" Apa Anda baik baik saja ?" tanya Santos melihat Angel seperti kurang sehat dan mengeluarkan keringat dingi dengan pandangan melamunnya memgangi perut yang terasa kurang enak.


" Entahlah beberapa hari ini Saya sering merasakan pusing dan juga mual namun hanya sebentar saja " jelas Angel yang memang merasa kurang enak badan dari saat Ia bekerja di SPBU usai meninggalkan rumah Brandon dan menjadi lebih sering dalam beberapa sebelum Ia menikah.


" Maaf, apakah Anda sudah mendapat tamu bulanan Nyonya ?" tanya Santos yang mencurigai jika istri yang baru kemarin dinikahi Brandon tengah hamil anak Brandon.


Angel mulai mengingat ingat dan memang Ia belum mendapatkan tamu bulanan sama sekali, lalu Ia menggelengkan kepalanya karena memang belum mendapat tamu bulanan yang Ia pikir hanya karena kelelahan bekerja tanpa henti. Santos menyunggingkan senyumnya lalu meminta salah satu pelayan pergi membelikan alat tes kehamilan bagi Angel bersama seorang supir namun memintanya untuk merahasiakan dari siapapun karen tak ingin Tuannya marah atas kelancangannya.


Usai menjahit seragamnya, Angel melipatnya rapi dan membereskan benang serta jarum yang telah Ia gunakan ke dlam kotak dan meminta pelayan mengembalikannya ke tempat semula. Karena merasa perutnya benar benar tak enak Ia berjalan ke dapur untuk mencari sesuatu yang asam untuk meringankan sedikit rasa mualnya seperti yang Ia tahu dari internet dan memang ampuh mengurangi rasa mualnya. Angel mengambil markisa yang memang selalu tersedia di lemari es karena memang kesukaan Brandon.


" Ambillah ini Nyonya " ucap Santos menyodorkan kantung berisi alat tes kehamilan kepada Angel yang tengah menikmati markisa di meja makan dengan lahapnya.


" Kenapa Anda memberi Saya ini ?" tanya Angel tak mengerti.


" Jangan tersinggung Nyonya, Saya hanya merasa jika mungkin Nyonya tengah hamil saat ini dari penjelasan Nyonya tadi " terang Santos dengan sopan dan lembut.


" Baiklah terimakasih Saya akan mencobanya nanti " sahut Angel dengan tak yakin karena usai menikah Ia meminum pil yang diberikan Brandon untuk mencegah kehamilan.


Angel melanjutkan makannya dan begitu usai Ia kembali ke kamar untuk membersihkan diri dan belajar serta mencoba menggunakan alat yang di berikan Santos padanya dengan cara yang tertera pada bungkus alat tersebut. Harti Angel merasa takut jika sampai memang Ia tengah hamil dan memikirkan bagaimana tentang sekolahnya yang bahkan kurang satu tahun lagi jika Ia tahun ini berhasil naik ke kelas tiga. Dengan perasaan tak menentu, Angel yang masih duduk di toilet menunggu hasil yang keluar yang seketika membulatkan matanya tajam begitu mendapati hasil positif dari alat tersebut. Matanya mulai mengurai air mata tak mempercayai akan kehamilannya yang mungkin sudah terjadi dari hubungannya dengan Brandon sebelum mereka menikah, Angel tak ingin hamil lebih dulu karena masih mau melanjutkan sekolah, namun takdir hidupnya mengatakan lain. Ia memtuskan untu tak memberitahu Brandon akan kehamilannya karena tak ingin jika sampai Brandon melarangnya pergi ke sekolah hanya karena kehamilannya.

__ADS_1


Pukul 20.00 Angel kembali kebawah dan memulai santap malamnya dengan rasa tak enak karena pikiran yang menghantui dirinya akan kehamilan yang tak Ia inginkan. Angel meminta Santos tak memberitahukan Brandon tentang masalah alat tes kehamilan dan berbohong tentang hasil yang keluar pada Santos. Santos menyetujui permintaan Angel karena Ia juga tak ingin mendapat amarah Brandon karena telah lancang dengan kondisi Nyonya rumah nya. Usai makan, Angel kembali mencoba konsentrasi dengan belajar di ruang tengah sembari menunggu kepulangan Brandon di sana karena merasa sudah menjadi kewajibannya menunggu suami untuk pulang kerja dan tak tidur lebih dulu.


" Kenapa Kamu masih bangun, bukankah sudah Aku bilang tidur lebih dulu " tegur Brandon ketika Ia melihat Angel masih terjaga dengan buku pelajarannya hingga pukul 10 malam.


" Aku hanya sedang membaca beberapa pelajaran saja " sahut Angel berdiri menghampiri Brandon yang langsung di cium keningnya oleh Brandon.


" Apa Kamu minum ?" tambah Angel mencium adanya bau alkohol dari tubuh suaminya.


" Iya hanya sedikit untuk menemani klien saja " sahut Brandon mengajak Angel untuk duduk di sofa dan melihat lihat buku pelajaran Angel.


Angel yang merassa mual dengan bau alkohol Brandon memilih menjauh dari suaminya yang membuat Brandon membulatkan mata tak suka.


" Kenapa ?" tanya Brandon melihat Angel duduk dengan jarak sangat jauh dari Brandon.


" Aku tidak suka bau alkohol " sahut Angel menahan rasa mualnya karena tak ingin Brandon mulai curiga.


" Baiklah ayo ke kamar, Aku akan membersihkan diri dulu dan Kamu tidurlah ini sudah sangat larut " ucap Brandon berjalan mendahului Angel yang masih membereskan buku pelajarannya dan membawanya ke atas bersama jas kerja Brandon yang di tanggalkan di sofa.


Angel yang sudah meminta ijin agar tidur terpisah, memilih masuk ke dlam kamar yang ada di samping kamar Brandon dan memulai untuk merebahkan diri usai menyiapkan keperluannya untuk sekolah besok. Sementara Brandon mulai membersihkan diri di kamar mandi kamarnya begitu Ia masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2