
Dua bulan berlalu usai pengakuan Angel, tak ada lagi senyum juga keceriaan Angel terlihat dalam istana megah suaminya. Seperti permintaan istrinya, Brandon kembali kerumah dan tinggal bersama Pieter juga Alexa. Hanya sambungan suara atau video yang masih bisa membuat mereka saling terhubung bersama Angel. Namun Brandon belum pernah sekalipun menghubungi istrinya.
Brandon sendiri memutuskan istrinya sekolah kedokteran di Jerman, dengan Darell sebagai orang kepercayaan untuk menjaga nya. Tuan muda yang tak bisa untuk berpisah itu, sengaja pergi ke Jepang untuk urusan bisnis yang harusnya menjadi momen bersama istrinya juga Olivia.
Brandon tak mau mengantar istrinya ke Jerman, dan hanya meminta Olivia juga Darell mengantar. Ia memilih melakukan perjalanan bisnis dua hari sebelum istrinya berangkat, hingga saat ini tak sekalipun Ia menemui istrinya. Walaupun menyetujui, juga menyediakan pendidikan terbaik serta tempat tinggal pribadi untuk Angel, Brandon tetap saja masih menyimpan kesedihan dalam batinnya hingga tak mau bertemu lebih dulu dengan gadis yang sangat Ia cintai juga rindukan itu.
***
Pagi hari di rumah Brandon, Alexa turun dengan wajah ceria menghampiri suami dan Kakaknya yang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka. Memang semenjak kepergian Angel, kehidupan Brandon hanya diisi dengan pekerjaan dan jarang pulang. Brandon sendiri baru saja kembali tadi malam usai melakukan perjalanan bisnis ke London. Dia hanya akan tinggal di rumah paling lama tiga hari saja, karena memang tak ingin merasakan kesepian dalam kamar penuh kenangan bersama istrinya.
" Pagi Kak, pagi honey " sapa Alexa pada dua lelaki di ruang tengah sudah menatap laptop masing masing dengan tumpukan dokumen di meja.
" Lihat ini " ucap kembali Alexa menyerahkan tespack ke arah suami dan Kakaknya.
" Positif? " seru keduanya membulatkan mata saling menatap, lalu mengarahkan pandangan pada Alexa yang menaik turunkan kedua alisnya.
Cepat Pieter beranjak dan memeluk istrinya bergantian dengan Brandon. Keduanya bahagia akan berita kehamilan Alexa, yang sudah menjalani program kehamilan sebelum keberangkatan Angel.
" Tunggu! ini benar benar positif atau Kamu coret menggunakan spidol?! " tak percaya Brandon menunjukkan alat tes kehamilan dengan tatapan ragu.
" Ah Aku jadi meragukannya " tambah Pieter, terdengar menjengkelkan untuk Alexa.
" Kemarikan! dasar kalian berhati dingin! " jengkel Alexa meraih cepat alat tes kehamilan.
" Tapi ini, seperti bau.... " ucap Brandon mencium telapak tangannya berulang.
" Jelas bau, Aku meletakkan air seni di atasnya " santai Alexa, langsung membuat Kakaknya melotot hebat.
__ADS_1
" Dasar jorok! kenapa memberikannya padaku?! " teriak Brandon di tertawakan Pieter.
Dengan kesal, Brandon menjauhkan tangannya menjulur ke depan dan mencucinya di wastafel ruang makan. Bibirnya tak henti menggerutu sambil mengalihkan kepalanya ke arah samping dengan terus mencuci berulang menggunakan sabun.
Pieter meraih tubuh istrinya di pangkuan, sembari tangan mengusap perut datar Alexa. Senyum tak henti mengembang dari wajah bahagia Pieter juga Alexa yang sudah menunggu kehamilan bersama.
" Mandi dulu, Kamu bau " bisik Pieter meletakkan kepala di atas pundak istrinya.
" Keterlaluan, kenapa Kamu sama seperti Kakak?!" teriak Alexa protes sambil berdiri.
" Jorok! mandi sana! bagaimana Kau bisa tahan dengannya?! " ucap Brandon sudah kembali diikuti pelayan, menunggu hingga kain lap usai di gunakan Tuannya.
" Aku capek Kak kalau harus naik lagi, Aku akan mandi nanti " sahut Alexa memang hanya mandi satu kali dalam sehari sesuai kebiasaan hidup di luar negri yang dijalaninya.
" Pieter, minta orang untuk mengaktifkan kembali lift dan suruh mereka mengecek lebih dulu " ucap Brandon duduk meraih kembali laptop dan meletakkan di atas pangkuan.
" Gendong... " manja Alexa berseru meluruskan kedua tangan ke arah suaminya, membuat Brandon hanya menggelengkan kepala.
Sambil tersenyum, Pieter meraih tubuh istrinya dan menggendong menapaki setiap anak tangga. Melihat hal itu, tanpa sadar mengiris hati Brandon teringat kembali pada saat istrinya hamil. Sikap manja Angel yang selalu minta gendong setiap naik turun tangga sebelum ada lift, begitu mirip Alexa.
" Apa Tuan teringat Nyonya? " lirih Santos melihat Tuannya menatap dengan sendu ke arah Alexa juga Pieter.
" Tidak " lirih Brandon berkilah.
" Aku akan pergi satu minggu, jadi pastikan Alexa memakan makanan terbaik. Jaga kesehatannya juga pastikan Dia tidak terlalu aktif seperti biasa " perintah Brandon pada Santos.
" Tapi Anda baru saja kembali " sopan Santos sedikit membungkukkan badan.
__ADS_1
" Aku harus pergi, jadi Aku percayakan mereka padamu " sendu Brandon tak ingin tinggal lebih lama di rumahnya.
" Baik Tuan, apa ada yang harus Saya persiapkan untuk Tuan? " sopan kembali Santos.
" Tidak perlu " pungkas lelaki sudah kembali dengan pekerjaannya, dan ditinggalkan oleh Santos usai berpamitan karena tak ingin mengganggu pekerjaan Tuan mudanya.
Pieter sudah kembali usai mengantar istrinya ke kamar, banyak pekerjaan harus di selesaikan sebelum keberangkatan Brandon ke Turki. Dokumen juga sudah menunggu untuk di tanda tangani Brandon, dan harus selesai hari ini.
" Apa Dia sudah mau mandi? " tanya Brandon begitu sahabatnya duduk.
" Sudah " senyum Pieter harus memaksa istrinya tadi di kamar.
" Apa kalian masih belum saling menghubungi? " tanya Pieter tiba tiba.
" Selesaikan dokumen yang itu, Aku harus berangkat siang ini " ucap Brandon menunjuk tumpukan dokumen di atas meja.
" Brandon, Aku bertanya sebagai Kakaknya Angel. Apa Kau akan terus tak mau menghubungi juga menemuinya? " tanya kembali Pieter sambil mengerjakan perintah Tuan muda yang menatap jeli pada layar laptop.
" Aku tidak mau, semakin menyiksa kalau Aku harus mendengar suaranya. Aku juga tidak mau menemuinya kalau untuk berpisah lagi " santai Brandon tetap fokus pada layar laptop.
" Lalu kenapa Kau ijinkan jika itu menyiksa dirimu? " tanya kembali Pieter.
" Aku juga mau Dia menjadi seseorang yang hebat dan tidak di rendahkan keluargaku, sudah jangan membahas ini lagi. Bawa Alexa ke Dokter nanti dan periksakan kandungannya, pastikan Kau memilih yang terbaik untuknya " jawab santai Brandon.
Demi kesuksesan istrinya, Brandon terus mencoba menekan sendiri persaannya. Meski setiap hari tak henti Ia merindukan Angel dan hanya foto kebersamaan mereka, menjadi obat untuknya.
Angel sendiri hampir tiqp hari menghubungi suaminya, namun tak mendapat jawaban hingga Ia mendapat menjelasan dari Pieter akan alasan Brandon tak mau menerima panggilan darinya. Angel juga mengerti akan sikap suaminya, namun tetap mencoba menghubungi setiap hari walau harus berakhir kekecewaan.
__ADS_1
Paling tidak sekarang kehamilan Alexa menjadi penghibur baru untuk Brandon, Ia merasa sangat bahagia akan kehamilan Adiknya. Brandon juga berharap agar Alexa mampu menjaga sendiri kandungan juga kesehatannya. Tak henti Ia juga memperingatkan sahabatnya agar terus memperhatikan Alexa, dan memberi ijin untuk melanjutkan pekerjaan di rumah selama Alexa hamil.