
Mobil Pieter mulai memasuki halaman rumah Brandon dan berhenti tepat di depan teras rumah yang sudah ada Santos dengan pelayan membersihkan pecahan pecahan kaca di lantai.
" Apa sudah ada gempa bumi? " tanya Pieter pada Santos sembari melangkah memasuki rumah Brandon.
Santos tersenyum kecil mendengar perkataan Pieter sambil terus meminta pelayan membersihkan semua pecahan yang masih berserakan hingga bersih sebelum Brandon mulai mengamuk kembali.
" Silahkan masuk Tuan, Tuan Brandon sudah menunggu Anda " seru Santos tersenyum sambil mengarahkan tangannya ke arah pintu rumah Brandon.
Pieter menghela napasnya panjang sembari menggelengkan kepala melihat apa yang sudah di hancurkan oleh Brandon hingga membuat teras dan ruang tamu begitu berantakan dengan banyak nya barang mewah yang terhempas ke lantai. Ia mendapati Brandon yang duduk di ruang tamu dengan menyandarkan kepalanya di sofa sembari meletakkan telapak tangan di atas kening wajah yang begitu tampak frustasi dan stres. Pieter kembali menghela napas panjang nya lalu menghampiri Brandon.
" Apa lagi sekarang? " tanya Pieter pura pura tak mengetahui apapun.
" Kau cari pemilik motor ini, seret Dia ke hadapanku " ucap Brandon menyerahkan laptop yang sudah terdapat video dari kamera depan mobilnya.
" Oke, apa Dia membuat masalah ?" tanya Pieter dengan mengambil laptop tersebut lalu memutar video di dalamnya.
" Dia membawa kabur Angel, cepat dapatkan Dia hari ini " tegas Brandon masih dengan wajah frustasinya.
__ADS_1
Pieter mengamati dengan santai setiap detail video yang menampakkan dirinya dan Angel. Karena tahu jika akan terjadi hal semacam ini, Pieter lebih dulu menutup nomor kendaraan aslinya dengan yang palsu sehingga Brandon tak akan bisa melacak pemilik kendaraan tersebut.
" Kenapa tak Kau lepaskan saja Dia? mungkin Dia sudah lelah menghadapi temperamen buruk mu " ucap Pieter dengan mata masih menatap layar laptop.
" Kerjakan saja, jangan banyak bicara " tegas Brandon kembali dan hanya di balas dengan helaan napas oleh Pieter.
Pieter mulai menghubungi seseorang untuk melacak nomor kendaraan yang ada di layar laptop Brandon dan menunggu sebentar sampai orang tersebut berhasil melacaknya. Pieter yang sengaja mengaktifkan pengeras suara ponselnya agar Brandon juga dapat mendengar hasil dari pencariannya yang menyatakan jika nomor kendaraan tersebut tak terdaftar dan membuat Brandon memarahi orang tersebut dan memintanya untuk melacak lagi namun hasilnya tetap sama.
Lelaki yang lebih marah dan frustasi dari sebelumnya itu kembali meluapkan emosinya karena tak bisa menemukan motor yang membawa istrinya kabur. Ia memanggil semua pengawalnya yang masih berada di depan usai dimarahi tadi dan meminta mereka semua mencari Angel hingga ketemu serta melarang mereka kembali tanpa membawa Angel atau akan melenyapkan mereka semua. Dengan rasa takut akan amarah Brandon yang begitu mereka kenal, semua pengawal tersebut dengan segera menaiki mobil masing masing dan berpencar mencari Angel.
" Biarkan Dia sendiri dulu, ketika saatnya tiba Aku yakin Dia akan kembali dengan sendirinya atau Kau akan kehilangan Dia selamanya jika terus mengejar seperti ini " tambah Pieter mencoba untuk menasehati Brandon.
" Apa Aku harus diam menunggunya menikah dengan orang lain dan kembali ketika Aku sudah tiada? " teriak Brandon penuh emosi ke arah Pieter yang masih duduk di sofa.
" Aku hanya memberimu saran, pikirkan baik baik " sahut Pieter dan beranjak dari duduknya untuk pergi ke kantor.
Pieter meninggalkan Brandon yang mulai memikirkan tentang saran Pieter karena ingin membuat Angel lebih tenang jika Brandon berhenti mencari dan mengejarnya untuk sementara waktu. Brandon yang bingung, frustasi dan marah menendang kuat sofa ruang tamu dan beranjak pergi ke mini bar rumahnya dan mulai meneguk minuman di sana.
__ADS_1
" Tuan, Anda belum makan jangan minum dulu " seru Santos mencegah Brandon untuk minum karena khawatir akan kondisi Brandon.
" Pergi! " tegas Brandon berteriak ke arah Santos.
Santos yang tak ingin membuat Tuannya semakin marah, memutuskan untuk pergi dan mengawasi Tuannya tersebut dari kejauhan.Perasaan terluka akan kehilangan Angel juga matanya yang telah mendapati istrinya tersebut bersama laki laki lain dengan memeluk lelaki tersebut erat berlalu meninggalkannya semakin membuat Brandon hilang akal. Ia merasa tak sanggup lagi menjalani kehidupan jika Angel benar benar menghilang dari kehidupannya apalagi bahagia bersama lelaki lain. Lelaki yang terus meneguk minuman langsung dari botol tersebut masih terus terbayang akan istrinya bersama lelaki lain, dadanya begitu sesak akan rasa sakit dan cemburu.
" Kenapa Kamu tega melakukan semua ini Angel? " gumam Brandon terus meneguk minumannya tanpa henti.
Semua pengawal Brandon masih terus mencoba menyusuri jalanan untuk mencari Angel dengan berbekal sebuah foto. Mereka takut jika tak kembali membawa Nyonya rumahnya, maka Tuan yang selalu marah marah dan berhati dingin tersebut akan benar benar melenyapkan nyawa mereka.
Sementara Angel yang masih berdiam diri di rumah Pieter masih merasakan khawatir jika suaminya akan terus menunggunya di sekolah. Hatinya terlalu sakit untuk memaafkan suaminya meski masih terbesit cinta dalam hatinya untuk ayah dari anak yang Ia kandung.
" Jika saja Kamu tak melakukan hal itu, maka semua tak akan pernah jadi seperti ini " gumam Angel memegangi perutnya dan membayangkan perbuatan Brandon yang benar benar keterlaluan hingga membuatnya begitu muak dan sakit hati melihat suami dan juga ayah dari anaknya harus bercumbu dengan wanita lain tepat di depan matanya.
" Aku tak mampu membencimu lebih dari ini, Aku masih sangat mencintaimu " tambah Angel menitikkan air matanya dengan meringkuk di atas tempat tidur terus mengusap lembut perutnya.
Meski semua yang telah di lakukan oleh Brandon, tetap saja ia adalah ayah dari janin dalam kandungannya yang tak mampu ia lupakan begitu saja meski ia sangat ingin meninggalkan suaminya lebih jauh, namun hatinya tak sanggup untuk melakukan hal itu. Cinta yang telah ia rasakan untuk Brandon membuatnya semakin tak berdaya merasakan cinta dalam kebenciannya.
__ADS_1