
Brandon yang sudah siap dengan pakaian kerjanya mulai keluar dari kamar bersamaan dengan Angel yang hendak berangkat ke sekolah. Angel terus menatap ke arah Brandon yang bahkan tak melihatnya sekalipun.
" Jangan pernah berpikir kabur dari rumah ini, atau Kamu akan tahu apa yang terjadi pada Olivia " ancam Brandon tanpa melihat ke arah Angel yang masih menatapnya dengan berdiri di depan pintu kamarnya.
Usai mengatakan hal itu, Brandon meninggalkan Angel yang masih berdiri di depan pintu menghela napas dalam lalu menutup pintu kamarnya. Pieter yang sudah menunggu Brandon di bawah melihat wajah dengan aura pembunuh berdarah dingin Brandon yang kembali menghiasi wajahnya seperti dulu merasa merinding sendiri. Brandon duduk di meja makan untuk memulai sarapannya dengan pelayan yang menghidangkan makan untuk Tuan yang duduk dengan melipat tangan menopang dagu dan bersandar di kursi menyiratkan tatapan dingin menyeramkan.
"Apa Anda tidak sarapan dulu ?" tegur Santos ketika melihat Angel melangkahkan kaki kearah pintu.
" Tidak terimakasih, Saya sudah hampir terlambat " sahut Angel dengan tersenyum ke arah Santos lalu melangkah cepat ke arah pintu rumah.
Brandon yang mendengar perkataan Angel merasa semakin emosi dan membuang semua makanan yang ada di meja hingga memecahkan semuanya.
" Buang ! " tegas Brandon kuat seraya berteriak dengan menghempaskan semua makanan lalu pergi keluar rumah.
" Apa ada masalah ?" tanya Pieter ke arah Santos yang juga merasa heran dan terkejut dengan tingkah Tuannya.
" Sepertinya semalam masih baik baik saja " seru Santos dengan menatap ke arah Brandon pergi.
__ADS_1
Pieter menghela napas nya panjang lalu bergumam pelan seraya menatap Brandon yang berjalan dengan penuh angkuh sambil mengantongi kedua tangannya di saku celana.
" Temperamennya benar benar buruk " gumam Pieter pelan lalu bergegas menyusul Brandon ke depan sebelum Ia juga mendapat amarah dari boss yang memang sangat mudah marah tersebut.
Sampainya di teras rumah, Brandon mendapati Yudha yang membukakan pintu mobil untuk Angel dan mempersilahkan Angel masuk dengan sopan.
" Tunggu ! biarkan Dia berangkat sendiri, Dia punya kaki " tegas Brandon ke arah Yudha yang masih berdiri di samping mobil dengan pintu yang sudah terbuka.
" Saya akan berangkat sendiri, Bapak lakukan yang lain saja " ucap Angel ke arah Yudha dengan sopan dan lembut seraya melebarkan senyumnya lalu beranjak pergi tanap berpamitan pada Brandon yang menujukan pandangan dingin penuh amarahnya lurus tanpa sedikitpun melirik ke arah Angel yang ada di sampingnya.
Angel tak ingin semua orang terkena amarah Brandon karena nya, untuk itu Ia memilih untuk diam dan pergi meninggalkan rumah suami yang terasa sangat angkuh dan asing baginya. Air mata yang mengalir mengiringi langkah Angel yang Ia percepat karena rumah Brandon terlalu jauh dari jalan raya membuatnya harus berjalan untuk mendapatkan angkutan umum sedangkan Ia sudah hampir terlambat untuk ke sekolah. Pieter yang tengah mengemudi mobil Brandon melihat Angel yang berlari menyusuri jalanan dan bertanya kepada Brandon yang juga mengamati Angel dari dalam mobil.
" Jalan " singkat Brandon dingin dengan mata masih menatap istrinya dengan perasaan yang sebenarnya tak tega, hatinya seperti teriris melihat istrinya berlari sperti itu.
Angel menghentikan langkahnya begitu mendapati mobil Brandon yang melalui dirinya tanpa menyapa dirinya, Ia menghela napas panjang sambil memperhatikan mobil suaminya berlalu dan membuat airmatanya kembali melinang dengan rasa sakit hatinya. Brandon terus menatap Angel dari kaca spion sembari mengepalkan tangan di depan bibir dan siku bersandar pada kaca jendela mobil. Pieter hanya melirik ke arah Brandon tanpa berani berkata apapun. Sementara Angel melanjutkan lagi langkahnya untuk mencari angkutan umum di tepi jalan raya.
Sampainya di sekolah dengan berdesak desakan angkutan umum, Angel harus menghadap ke ruang BK dan mengisi buku pelanggaran sebelum Ia memasuki kelas karena Ia terlambat hadir ke sekolah. Meski hati yang hancur dan pikiran yang melayang, Angel mencoba untuk fokus dan mengerjakan setiap lembar ujian begitu Ia sampai kelas.
__ADS_1
Sementara Brandon yang sudah sampai di kantor menghubungi seorang pengawal yang Ia minta untuk mengikuti kemanapun Angel pergi dan melaporkannya segera karena Brandon begitu ingin tahu dengan siapa istrinya berhubungan dan berselingkuh darinya. Perpisahannya dengan Angel membuatnya berpikiran buruk tentang Angel dan membuat dirinya hancur sendiri dalam kecemburuan serta kecurigaan yang tak semestinya. Ia melampiaskan semua emosinya pada seluruh pegawai sepanjang hari yang membuat Pieter terus menghela napas dan menuruti semua yang diinginkan oleh Brandon tanpa berani bertanya ataupun memprotesnya. Semua pekerjaan pegawainya selalu di anggapnya salah dan memarahi mereka semua dengan sikap arogannya.
***
Malam harinya Angel sengaja menunggu suaminya dengan menghabiskan waktu untuk belajar di ruang tamu usai makan malam. Waktu yang terus berjalan tak kunjung membawa Brandon kembali ke rumah dan membuat Angel merasa cemas ingin menghubungi suaminya namun Ia urungkan mengingat amarah Brandon terhadapnya pagi ini. Santos yang meminta Angel beristirahat dan menunggu Tuannya di kamar tak menghentikan tekad Angel meskipun Ia sendiri sudah merasa lelah dan mengantuk namun tetap menunggu suaminya pulang sebagai kewajiban seorang istri atas nasehat Olivia padanya ketika menikah dengan Brandon.
Pukul dua dini hari, Brandon baru saja memasuki rumah dalam keadaan mabuk bersama seorang wanita cantik memakai pakaian sexi yang membopong tubuh Brandon memasuki rumah. Angel berjalan menghampiri Brandon dan mengambil alih suaminya dari wanita yang terus melingkarkan tangan di pinggang Brandon bersama dengan Brandon yang melingkarkan tangan di tengkuk wanita berambut panjang tersebut.
" Biar Saya yang membawa nya " ucap Angel meraih tangan Brandon untuk Ia pindahkan ke pundaknya.
Brandon menghempaskan kuat tangan Angel yang mencoba membantunya dan mendorong tubuh Angel kuat untuk menyingkir dari jalan Brandon.
" Pergi ! " tegas Brandon seraya berteriak ke arah Angel dan membawa wanita yang Ia sengaja bayar dari bar untuk membuat Angel cemburu dan sakit hati tersebut ke kamar.
Hati Angel yang sakit kembali membawanya dalam linangan air mata yang menetes di pipinya, Ia membereskan buku buku nya dan pergi ke atas lalu berhenti sejenak di depan pintu kamar suaminya yang sudah tertutup bersama wanita di dalam yang tak diketahui Angel apa yang mereka berdua lakukan di sana.
" Kenapa Kamu begitu jahat " gumam Angel lirih dengan air mata yang menetes menatap ke arah pintu yang tertutup rapat dengan hatinya yang sangat hancur harus melihat suami yang baru menikah dalam hitungan hari dengannya tega pulang bersama seorang wanita asing dalam keadaan mabuk.
__ADS_1
Dengan perlahan Angel memasuki kamarnya sendiri dan meringkuk di atas tempat tidur sembari memegangi perutnya yang kini ada benih cinta Brandon di dalam. Bantal yang basah karena air mata mengantarkan Angel untuk terlalap. Entah sampai kapan Brandon akan bertingkah seperti itu pada Angel dan meragukan tentang anaknya sendiri sehingga bisa menghancurkan pernikahan yang baru mereka bina dalam beberapa hari saja. Kehangatan Brandon seakan lenyap begitu saja, cinta yang selalu Ia utarakan terasa bagai mimpi indah bagi Angel yang membuatnya harus tersadar dan bersiap akan apapun yang akan terjadi jika suaminya tersebut meninggalkan dirinya dengan janin dalam rahimnya.