
" Apa Kamu sudah tidur ?" tanya Brandon memeluk Angel dengan erat dari belakang begitu Ia selesai membersihkan diri dan menghampiri Angel di kamarnya.
" Kenapa Kamu kesini ? bukankah Kamu sudah ijinkan Aku tidur di sini selama ujian ?" ucap Angel mendapati suaminya memeluk erat tubuhnya sembari menciumi tengkuk Angel.
" Aku memang menijinkan Kamu tidur di sini, tapi bukan berarti Kita tidur terpisah " sahut Brandon masih menciumi tengkuk Angel.
" Harusnya Aku tahu dari awal " seru Angel membuat Brandon tersenyum di balik tubuhnya.
Angel mengubah posisinya menghadap ke arah Brandon dan memandangi suami yang akan menjadi seorang Ayah tersebut dengan tatapan yang sangat lembut dan penuh cinta. Angel meletakkan kedua tangan nya di kedua sisi wajah Brandon dan mendekatkan hidung ke bibir suaminya untuk mencari tahu apakah masih berbau alkohol atau tidak.
" Kenapa ?" tanya Brandon melihat istrinya menatapnya dengan begitu lembut dan penuh arti.
" Aku cinta Kamu " ucap Angel lalu memeluk tubuh Brandon dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suami yang juga mengeratkan pelukannya tersebut.
" Kamu harus tidur, jaga kesehatan Kamu jangan sampai sakit karena Kamu akan ujian dan harus mendapat nilai yang sempurna " ucap Brandon memegangi belakang kepala Angel yang masih mencium aroma dada suaminya.
" Apa Aku boleh minta sesuatu kalau nilai ku sempurna ?" tanya Angel.
" Kenapa Kamu minta, semua milikku adalah milikmu dan Kamu bisa menggunakan semuanya sesuka hatimu " sahut Brandon menatap dalam mata Angel.
" Aku tidak membutuhkan semua itu, Aku ingin Kamu mencintaiku dan tetap berada di sisi ku apapun yang terjadi nanti jangan pernah tinggalkan Aku " pinta Angel yang takut jika orang tua Brandon hadir dan memisahkan mereka berdua.
__ADS_1
" Tanpa Kamu minta Aku akan melakukan semua itu karena Aku tulus cinta sama Kamu Angel " sahut Brandon dengan nada tulus.
" Baiklah, sekarang Kita tidur, Aku lelah sekali hari ini " tambah Brandon memejamkan matanya sambil terus mendekap erat tubuh Angel.
Angel yang merasa khawatir dengan kehamilan serta orang tua Brandon yang tak akan memberinya restu mengingat Ia hanyalah seorang anak SMA dan dari keluarga broken home akan membuat orang tua Brandon memisahkan dirinya juga Brandon. Cinta yang Angel miliki untuk Brandon terlalu besar apalagi Ia kini tengah mengandung anak dari lelaki yang begitu tulus melakukan banyak hal untuknya membuatnya benar benar takut kehilangan Brandon.
Pagi hari nya Angel yang seperti biasa merasakan mual, bangun dengan perlahan karena tak ingin Brandon tahu tentang rasa mual yang akan membuat suaminya tahu tentang kehamilannya. Angel menyalakan air wastafel untuk membungkam suara mual yang terus Ia keluarkan, Ia mencoba mengetes kembali kehamilannya karena masih merasa kurang yakin, namun hasilnya masih sama seperti saat pertama Ia memeriksanya.
Persaan khawatir dan campur aduk Angel membuatnya gelisah tentang anak dalam kandungan yang mungkin akan segera di ketahui Brandon dengan perubahan tubuhnya nanti. Angel membawa keluar hasil tesnya untuk segera Ia buang sebelum Brandon bangun dan mengetahui hal tersebut.
" Apa Kamu sakit ?" tegur Brandon yang daritadi sudah berdiri di depan kamar mandi dan mendengar istrinya tengah muntah muntah.
" Apa itu ?" tegas Brandon ketika Angel menyeret benda yang jatuh tersebut dan menginjaknya
" Bukan apa apa, Ayo Kita ke kamar sebelah Aku mau mengambil tas sekolahku " seru Angel gugup mencoba mengalihkan perhatian Brandon.
" Angkat kakimu " tegas Brandon kembali seraya membentak Angel.
Angel yang masih ketakutan dan gugup tetap tak beranjak dari posisinya yang masih menginjak benda tersebut.
" Angel ! " teriak Brandon kuat dengan berjongkok di hadapan Angel lalu menggeser kaki istrinya hingga terangkat dan bergeser ke arah lain.
__ADS_1
Brandon mengambil alat tersebut dengan terkejut ketika mengetahui hasil dengan lambang + di alat berwarna putih tersebut. Perlahan Ia mengangkat tubuhnya dan menghadap ke arah Angel dengan tatapan marah karena Angel berusaha menutupi tentang kehamilannya yang membuat Brandon curiga.
" Kamu hamil ? anak siapa ini ?" tanya Brandon yang mengingat jika dirinya telah terpisah dari Angel ketika gadis kecilnya tersebut melarikan diri dari rumah.
" Itu anak Kamu, kenapa Kamu tanya seperti itu? Aku melakukan hal itu cuma sama Kamu " tegas Angel karena pertanyaan menyakitkan Brandon.
" Apa Kamu yakin ini anak Aku ? bukankah Kita sudah berpisah lama lalu Kamu kembali dalam kondisi hami lalu menyembunyikannya dariku ? apa Kamu menghianati Aku ? siapa Dia ! ' seru Brandon penuh amarah ke arah Angel.
" Itu anak Kamu ! " teriak Angel kuat dengan air mata yang mendera.
" Aku baru tahu kemarin kalau Aku hamil, Aku takut Kamu melarangku ke sekolah kalau sampai tahu tentang kehamilanku " tambah Angel merasa sakit hati atas keraguan Brandon pada janin yang Ia kandung.
" Bohong ! ini bukan anak Aku ! Bagaimana Kamu bisa hamil saat Kita terpisah ? apa waktu itu Kamu meninggalkan Aku untuk ayah dari anak ini ? katakan siapa Dia ! " tegas Brandon mencengkram kuat lengan Angel karena emosinya yang memuncak.
Angel menampar Brandon dengan air mata yang terurai merasakan sakit yang teramat pada hatinya karena suami yang meragukan kesetiaan dan juga anak dalam kandungannya. Brandon merasa lebih marah lagi karena Angel yang menamparnya dan berlalu pergi meninggalkan dirinya yang masih berdiri di depan kamar mandi dengan terus memegangi hasil tes kehamilan istri yang baru Ia nikahai.
" Beraninya Kamu menamparku ! " tegas Brandon menarik lengan Angel yang duduk di tepi ranjang dengan menangis.
" Bawa ayah dari anak ini ke hadapanku hari ini atau Aku akan membunuh kalian jika sampai Aku menangkap basah kalian sendiri !" anvam Brandon mengehmpaskan kuat tubuh Angel ke atas tempat tidur dan keluar meninggalkan Angel dengan air mata yang semakin menjadi atas kelakuan kasar Brandon.
Brandon membanting kuat pintu kamar Angel karena merasa sangat sakit hati dan di khianati oleh Angel. Perpisan Angel dan Brandon membuatnya meragukan tentang anak dalam kandungan istrinya, apalagi ketika kemarin siangBrandon sempat melihat jika Angel terlihat begitu dekat dengan teman lelakinya.
__ADS_1