Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 152


__ADS_3

Dua hari berlalu, Pieter sudah kembali ke kantor walau masih memiliki masa cuti. Namun Ia memilih kembali bergabung bersama Darell dan Brandon di kantor daripada harus hancur di rumah sendiri.


" Apa perusahaan akan bangkrut sampai Kau memakan bekal? " tanya Pieter sudah memasuki ruang kerja Brandon bersama Darell untuk menyerahkan beberapa jadwal yang telah tersusun juga beberapa dokumen perlu tanda tangan.


" Jangan berkomentar, Kau takkan tahu memakan masakan istri adalah sebuah kebahagiaan karena ini dibuat dengan tangan penuh cinta " bangga Brandon menikmati makanan pada kotak bekal hitam yang dibawakan istrinya, karena pagi ini harus buru buru berangkat.


Tangan lelaki yang duduk di hadapan meja kerja tersebut meraih sebuah brokoli di dalam kotak makan dan langsung dipukul punggung tangannya oleh Brandon, tak mau berbagi masakan istrinya bersama Pieter.


" Tanganmu kotor! jangan mengambil apapun yang dibuat istriku! " tegas Brandon menatap sinis Pieter hanya ditertawakan oleh Darell.


" Bukankah itu juga Adikku? " memelas Pieter menatap isi kotak makan dan membuatnya iri.


" Nyonya benar benar bisa membuat Anda senang Tuan " celetuk Darell mengembangkan senyum bangga Brandon yang merasakan kebahagian setelah kepindahan mereka.


" Itu... " seru Pieter menatap jari manis sahabatnya yang masih terus menikmati makanan di meja.


" Ah, ini? bukankah bagus di jariku? " bangga Brandon mengangkat tangan menunjukkan jari berisi cincin tepat dihadapan Darell dan Pieter tanpa meninggalkan senyum bangga juga bahagia.


" Apa kalian bahagia sekarang? " sendu Pieter.


" Tentu " singkat laki laki tanpa henti mengunyah tersebut menghabiskan seluruh bekal yang di masaknya bersama Angel tadi pagi.

__ADS_1


Dari kepindahan mereka, Brandon selalu berbagi tugas bersama istrinya untuk sekedar beberes dan memasak. Kehidupan baru yang tenang sesuai impiannya kini perlahan menjadi sebuah kenyataan dan membuatnya amat bahagia, walau bukan lagi rumah mewah yang menampung kebahagiaan keduanya. Tanpa pelayan dan tanpa pengawal, hanya mereka berdua berada dalam dunia yang sengaja mereka ciptakan bersama.


" Darell apa Kau sudah menghubungi Alexa untuk datang kemari? " tanya Brandon sengaja karena mendapat laporan jika Pieter dan Alexa tak serumah usai kepergiannya.


" Sudah Tuan, mungkin sebentar lagi Dia tiba " jelas Darell memastikan lebih dulu sahabatnya sekarang sudah dalam perjalanan.


Pieter sama sekali tak bergeming mendengar ucapan tentang Alexa, meski sama sekali tak ada komunikasi terjalin di antara keduanya usai malam itu. Sedangkan Brandon tak ingin terlalu ikut masuk kedalam permasalahan rumahtangga sahabat juga Adiknya, namun juga tak bisa tinggal diam karena hubungan baru yang mereka jalani pasti berdampak buruk tanpa solusi.


Entah mengapa sorot mata Pieter sudah mampu menceritakan segala beban yang terjadi dalam hidupnya. Sorot mata kosong walau bibir tersenyum tak bisa lepas dari pengamatan seorang Tuan muda yang begitu teliti dan memahami segalanya dalam waktu singkat. Bahkan dari awal Brandon sudah tahu jika sebenarnya Pieter tak pernah benar benar mencintai Alexa, untuk itu ketika Angel terus memohon Ia tak bergeming sedikitpun. Hingga pada akhirnya Pieter sendiri mengungkapkan keinginan untuk menikah dan membuatnya tak percaya.


Pukul 09.00, Brandon dan Pieter masih di dalam ruangan, sementara Darell sudah lebih dulu pergi menemui klien untuk penandatangan perjanjian. Alexa sudah tiba dengan ragu memasuki ruangan besar berdesain mewah Kakaknya, dimana sudah ada dua orang laki laki duduk menunggu.


" Aku tahu kalian tak serumah, Aku juga tak ingin ikut campur karena Kamu bukan lagi tanggung jawabku setelah menikah. Disini Aku hanya mengingatkan pada kalian, untuk tak menjalani apapun tanpa ketulusan dan mengijinkan kalian berpisah jika itu pilihan terbaik " langsung Brandon pada intinya begitu Alexa duduk, sontak mengejutkan gadis yang bahkan belum mengetahui jika Kakaknya telah pindah.


" Aku tidak ingin terus membohongimu, jadi lebih baik Kita berpisah karena Aku takkan tahan dengan kecemburuan mu" ucap Pieter yakin, membuat lelaki dengan duduk bersandar santai di sofa panjang tersebut menghela napas panjang.


Tanpa ingin mengatakan apapun, Brandon mencoba menghubungi istrinya dan mengaktifkan pengeras suara agar terdengar oleh Alexa. Karena berbicara dirasa akan percuma oleh lelaki yang masih nyaman duduk di sofa panjang tersebut.


" Sayang, bolehkan Aku ke bar malam ini bersama Kakakmu? " tanya Brandon membuat kedua orang bersebrangan di antara meja tersebut bingung.


" Baiklah, tapi jangan terlalu banyak minum dan bawalah Pak Yudha agar Kamu tidak mengemudi sendiri " lembut Angel menjawab.

__ADS_1


" Oke, terimakasih sayang love you " pungkas Brandon.


" Love you too " sahut kembali gadis yang sudah sibuk dengan mata pelajaran di rumah Olivia, karena menjalankan program home schooling di rumah Mamanya bersama Viena yang sudah tiba dini hari tadi.


Usai menutup telpon, Brandon menatap ke arah wajah bingung Alexa dan Pieter bergantian.


" Itulah istri, Alexa " lembut Brandon berkata.


" Apa Aku harus mengijinkannya pergi ke bar dimana banyak perempuan cantik dan seksi? Aku bukan Kak Angel yang tidak mengetahui bagaimana gilanya dunia malam!" tegas Alexa.


" Bukan, Aku sengaja memberimu contoh seperti itu agar Kamu belajar jika seorang istri tidak harus menahan suaminya untuk tetap berada dekat. Seorang laki laki ketika Ia terlalu kuat di genggam, maka akan lepas perlahan. Tapi jika Kamu tidak terlalu erat maka Dia akan tetap berada di dalam tanganmu. Sama seperti Angel yang memberiku ruang dalam kehidupanku, tapi Aku malah semakin mencintai dan tetap bersama dengannya. Tapi jika Kamu terus menggenggam Pieter, Aku yakin Dia akan muak dan pergi " panjang lebar Brandon mencoba menjelaskan.


" Aku bukan Kak Angel, Aku mencintai suamiku dan tidak ingin membiarkannya lepas " tetap Alexa pada pendiriannya.


" Apa Kamu pikir Angel tidak mencintaiku? tidak memiliki rasa cemburu? Angel juga memiliki kecemburuan tapi tetap dalam kewajaran dan cinta begitu besar untukku yang selalu ditunjukkan " jelas seorang Kakak dengan perasaan bingung untuk membuat Adiknya mengerti akan maksudnya.


" Jadikan tanganmu itu sebuah rumah tangga dengan kecemburuan dan rasa ingin memiliki, dan air ini adalah suamimu " tambah kembali Brandon.


Brandon meminta Alexa menangkupkan tangan dan Ia beri air di dalamnya, lalu meminta Adiknya untuk menggenggam dan semua aif menjadi tumpah. Lalu coba lagi Brandon meminta Adiknya untuk menangkupkan kembali tangan lalu mengisi lagi dengan air, memintanya untuk tetap dalam posisi tanpa menggenggam.


" Mengerti?! "tegas Brandon ke arah Adiknya yang mengangguk.

__ADS_1


Dari apa yang ditunjukkan Kakaknya, Alexa mengerti akan maksud dari lelaki yang mencoba menjelaskan padanya. Bahwa sebuah kecemburuan, rasa ingin memiliki terlalu kuat akan membuatnya terpisah dari orang yang Ia cintai, namun jika Ia bisa memberikan ruang maka akan membuat hubungannya berjalan baik dan lama. Sama seperti air yang bahkan tak sedikitpun menetes dari kedua tangannya ketika tak di genggam erat, begitu juga seorang suami.


__ADS_2