Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 170


__ADS_3

Masih dalam selimut yang sama, tubuh saling mendekat dengan tangan memeluk satu satu sama lain. Rasa tak mau berpisah tetap saj mendera keduanya. Tanpa mau mengakhiri kebersamaan yang tak sampai dua minggu.


" Kembalilah ke rumah saat Aku pergi, agar Aku tenang karena Kamu ada yang menjaga. Paling tidak di sana ada Kakak, Alexa juga Tuan Santos " lirih Angel di atas dada meletakkan kepala di atas dada suami yang merebahkan diri dengan mendekapnya.


" Kamu sudah mengatakan pada Maya tentang hal ini? " lembut Brandon dengan jari jari mengusap lembut lengan istrinya.


" Sebelum Aku berangkat, Aku sudah mengatakan semua pada Mama agar Dia tak terlalu terkejut ketika berita itu keluar. Mama juga mendukung keputusanku " jelas Angel tetap dalam posisi sama.


" Oke " singkat lembut Brandon dalam perasaan tak rela.


Sementara di perusahaan miliknya, Kenan merasa puas akan pemberitaan baru yang sudah Ia baca. Merasa lega karena ternyata gadis incarannya bukan milik musuhnya, Ia semakin kuat menginginkan Angel mendampinginya. Sebuah pengakuan akan bersekolah di luar negri, langsung membuat Kenan memerintahkan Ricko untuk selalu memasang mata dan telinga, agar tahu kemana Angel pergi.


Adiyaksa yang juga mendengar pengakuan menantunya, langsung menghubungi Alexa yang masih terlelap. Gadis dengan piyama satin pendek itu langsung menyadarkan diri ketika mendengar pertanyaan Adiyaksa tentang Angel. Alexa sendiri tak mengetahui apapun karena memang terus melanjutkan tidur.


" Dimana Kakak dan Kak Angel? " tanya Alexa dengan rambut acak acakan menghampiri suaminya yang sudah di ruang tamu kembali dengan Darell.


" Di alam mimpi " singkat Pieter, membuat Darell tertawa dan mengubah ekspresi Alexa masam.


" Baby, Kamu kenapa tahu tempat tinggal Kakak? Kamu tidak menceritakan apapun padaku " ucap Alexa sudah duduk bersila di samping suaminya.


" Panggil Baby sekali lagi, Aku tarik lidah mu! " ancam Pieter menatap tak suka, tetap membuat Darell tertawa.

__ADS_1


" Ganti pakaianmu! " kembali tegas Pieter menatap istrinya.


" Ah apa apa salah, ini salah itu salah! hanya pakaian saja selalu ribut! kemarin gaun dan sekarang ini!" protes jengkel Alexa menghentakkan kuat langkahnya berlalu pergi.


" Sudah menikah tapi tetap saja bangun siang " gumam Darell lirih, dilirik oleh Pieter.


" Selalu seperti itu dari dulu? " tanya lelaki masih dengan lirikan tersebut.


" Ya, satu lagi jangan pernah memakan atau meminum apapun yang Dia buat kalau masih ingin pencernaan mu selamat " senyum Darell juga Pieter bersama.


" Kau juga tahu bagaimana rasanya? Kakaknya saja langsung muntah karena masakannya " tawa Pieter mengingat sahabatnya ketika pertama merasakan masakan Alexa.


" Lebih baik jangan biarkan Dia masuk ke dapur, karena kalau tidak di nikmati Dia akan marah tanpa henti " ucap Darell di sela tawanya.


Selama tinggal bersama di Amerika, Darell memang selalu menjadi kelinci percobaan akan masakan Alexa. Obat Dokter pun tak pernah tertinggal dalam tas nya, karena pasti sangat di butuhkan untuk menjaga pencernaannya usai memakan masakan Alexa.


Sikap memaksa juga suka marah ketika tak dituruti, membuat Pieter menjuluki istrinya Sasmita kecil. Karena memang watak keduanya sangat mirip, tapi untung saja sikap lemot Alexa masih menetralkan sikap turunan dari Sasmita. Hingga tak membuatnya cukup kejam seperti sang Mommy.


*****


Ketika makan malam, Angel berencana mengatakan keputusan yang telah dibuatnya. Persetujuan Olivia juga Brandon sudah membuatnya yakin akan keputusan yan telah dibuat. Sengaja gadis yang kini duduk di samping Alexa itu, membicarakan semuanya pada Olivia sebelum datang ke kantor media pagi ini. Angel tak ingin Mamanya terkejut akan pengakuannya pada media, hingga berakibat pada jantungnya.

__ADS_1


" Kak, Alexa, Aku mau melanjutkan sekolah di luar negri " ucap Angel menundukkan wajah, mengejutkan Pieter juga Alexa yang tengah menikmati makan malam namun Brandon hanya diam dengan menghentikan makan.


" Angel jangan bercanda! Kakak tidak mau Kamu pergi! " tegas Pieter memprotes.


" Aku juga tidak akan mengijinkan Kak Angel pergi! Aku membutuhkan Kak Angel disini!" tegas Alexa juga memprotes.


" Ini semua untuk pernikahanku, jadi Aku harap kalian bisa memahami. Aku ingin menjadi orang yang layak untuk suamiku, sepuluh hari lagi Aku akan berangkat" jelas Angel berkaca kaca, masih menundukkan wajah.


" Aku tidak tahu harus berkata apa lagi, bagaimanapun juga memang Aku bukan Kakak kandungmu dan tidak memiliki hak apapun " ucap Pieter mengakhiri perkataannya dan pergi ke kamar.


" Kakak.... " sendu Angel menatap kepergian Alexa.


Brandon menyusul sahabatnya, dan melihat Pieter sudah duduk di tepi ranjang melebarkan kedua kakinya. Raut wajahnya terlihat amat kecewa, dengan jari jari mengisi sela jarinya sendiri sembari siku bertumpu pada paha.


" Bukankah Tuhan tidak adil padaku? Dia memberiku kesuksesan, tapi Dia lupa memberiku ketenangan juga kebahagiaan " ucap Brandon duduk di samping sahabatnya.


" Aku tidak mengerti semua ini " lirih Pieter.


" Kau hanya tidak mengerti, tapi Aku sudah di hancurkan dengan semua ini " sendu Brandon meluruskan pandangan ke depan.


Kedua sahabat yang tak menginginkan jauh dari Angel itu, hanya bisa diam bersama akan keputusan yang sudah di bulatkan oleh Angel. Walaupun tak ingin, mereka harus menyetujui juga mendukung setiap keputusan yang ada.

__ADS_1


Sempat tersirat pemikiran untuk membuat istrinya hamil, namun lagi lagi tak bisa di lakukan oleh Tuan muda yang tak ingin jauh dari istrinya itu. Mungkin kehamilan Alexa bisa membuatnya menyelamatkan rumah tangga, tapi kehamilan Angel hanya akan membuatnya makin dalam kesulitan hingga mengancam nyawanya. Karena Gaida dan Sasmita takkan diam saja mengetahui Angel hamil.


__ADS_2