
" Apa mall ini juga milikmu ?' tanya Angel ketika memasuki ruangan kerja Brandon yang sangat besar dan mewah yang terdapat dilantai atas mall tersebut.
" Istirahatlah di sini, aku akan menyuruh Pieter memanggil dokter dan membawakan mu makan " sahut Brandon tanpa menjawab pertanyaan Angel dan merebahkan tubuh gadis yang sangat lemah itu ke atas sofa panjang lalu menyelimutinya dengan jas milik nya.
" Tidak perlu, aku akan baik baik saja " jawab Angel lirih.
Tanpa ingin menjawab perkataan Angel yang mungkin akan membuat mereka berdua berdebat, Brandon menghubungi nomor Pieter yang menunggu mereka di ruang kerja nya di samping tempat Brandon. Ia meminta Pieter untuk menghubungi dokter dan membawakan makan untuk Angel dengan segera karena ia yakin jika gadis yang tengah meringkuk kedinginan di sofa tersebut belum makan. Usai memerintahkan Pieter melalui sambungan telfon, Brandon duduk di atas meja yang terdapat di hadapan sofa Angel lalu meraih kedua tangan gadis tersebut untuk ia genggam agar Angel merasa lebih hangat.
" Behentilah membuatku khawatir " seru Brandon lirih dengan menatap lekat pada wajah Angel yang terus mengeluarkan keringat dingin.
" Aku baik saja " jawab Angel dengan nada sangat lirih.
Melihat Angel terlihat kurang nyaman, Brandon beralih duduk di dekat Angel lalu meletakkan kepala Angel ke atas pangkuan nya.
" Jangan seperti ini, menjauhlah " seru Angel merasa tak nyaman harus tidur beralaskan paha Brandon yang melingkarkan tangan di perut Angel.
__ADS_1
" Tubuh mu benar benar kurus " ucap Brandon merasakan pinggang Angel lebih kecil dari terakhir ia memeluknya ketika tidur bersama.
" Kalau tahu kamu akan hidup seperti ini, harusnya aku mencarimu lebih awal ketika kamu meninggalkan ku " tambah Brandon menyesal karena pernah mengatakan jika Angel boleh pergi hingga membuat gadis tersebut menghilang dari hidup nya.
" Kamu yang memintaku pergi " sahut Angel mengingat perkataan Brandon malam sebelum ia meninggalkan rumah lelaki yang ia cintai.
" Aku tak akan membiarkanmu pergi lagi, aku sudah menemui Olivia dan dia mengijinkan kita menikah. Aku akan menikahi mu begitu kamu sehat " seru Brandon yang mengejutkan telinga Angel.
" Apa kamu hilang akal ? bagaimana bisa kita menikah ? aku pikir semalam kamu hanya sedang mabuk makanya aku mengiyakan untuk menikah dengan mu " jawab Angel terkejut.
" Kamu yang hilang akal, bagaimana bisa kamu bicara seperti ini ? kamu sudah menerimaku dan tak bisa lagi untuk mundur " seru Brandon yang juga terkejut mendengar perkataan Angel.
" Kemarikan, biar aku menyuapi nya " ucap Bradon meraih makanan yang lebih dulu Pieter tata di piring.
Dengan tatapan heran dan penuh tanya Pieter memberikan piring berisi makanan tersebut lalu keluar atas permintaan Brandon. Ia mulai menyuapi Angel sedikit demi sedikit dengan penolakan yang di berikan Angel pada nya ketika Brandon mulai menyuapi diri nya.
__ADS_1
" Apa perasaan yang kamu bicarakan kepada ku semalam juga hanya untuk menghiburku saat aku mabuk ?" tanya Brandon mengingat ucapan Angel yang mengatakan jika ia mencintai Brandon.
" Tidak, aku benar benar mencintai mu tapi untuk menikah aku masih terlalu kecil, Aku memang ingin berada di sisi mu tapi aku sadar siapa diri ku yang tak layak untuk mendapatkan cinta atau pun hidup berdampingan dengan mu " sahut Angel.
" Aku tak peduli dengan alasan mu yang terpenting adalah kamu mencintaiku dan bersedia berada di sisi ku. Angel, aku yang telah mengambil keperawananmu dan aku akan bertanggungjawab untuk itu " sahut Brandon dengan menyuapi Angel.
" Apa karena itu kamu menikahi ku ? apa kamu takut tak ada lelaki yang mau dengan orang kotor sepertiku ?' tanya Angel tak menyukai alasan Brandon.
" Bukan, karena aku memang mencintaimu dari pertama akau melihatmu di kantor Carlos, untuk itulah aku meminta Carlos mengirim mu ke tempat ku dan melakukan hal itu dengan ku " jelas Brandon pada Angel.
" Kenapa kamu tak menikahi perempuan perempuan yang telah kamu tiduri saja " seru Angel karena mendapati brandon minum minum dengan perempuan meski ia tahu jika Brandon melakukan hal pertama itu dengan nya atas penjelasan Santos.
" Aku akan menikahi mereka setelah menikahimu " goda Brandon dengan tersenyum ke arah Angel yang langsung menatap nya malas.
Angel menghentikan tangan Brandon yang ingin memasukkan makanan ke mulut nya karena sudah merasa sangat kenyang. Brandon mengangkat kepala Angel untuk beralih meletakkan piring ke atas meja dan mengambilkan nya minum.
__ADS_1
Dokter yang sudah memasuki ruangan dengan Pieter mulai memeriksa tubuh Angel dengan Brandon berdiri di samping dokter tersebut. Usai memeriksa Angel dan memberikan obat yang langsung di minum oleh Angel dengan bantuan Brandon, Dokter yang tengah memakai kemeja hijau muda itu mulai berpamitan dengan di antar Brandon untuk menanyakan seputar alat penunda kehamilan yang aman pada dokter di luar ruangan nya karena memang Brandon tak ingin membuat Angel hamil lebih dulu ketika mereka telah menikah. Dokter pribadi Brandon mulai menjelaskan rinci tentang berbagai alat penunda kehamilan dan efek nya di ruangan Pieter karena memang Brandon merasa tak nyaman jika harus bertanya hal seperti itu di luar ruangan. Usai membicarakan dan mendapat penjelasan dari dokter, ia mulai mengambil keputusan untuk apa yang akan ia dan Angel gunakan selama menunda kehamilan usai mereka menikah.
Setelah dokter pergi, Pieter mulai mengutarakan tentang rasa ingin tahu nya mengenai Brandon yang ingin menikahi Angel. Lelaki yang duduk di sofa ruang kerja sekretaris nya itu pun mulai menjelaskan beberapa alasan nya ingin cepat menikahi Angel dan meminta Pieter untuk mengurus segala yang diperlukan untuk pernikahan nya serta memintanya untuk merahasiakan dulu masalah pernikahan nya karena takut jika Sonya sampai mendengar maka tak akan baik bagi Angel. Pieter langsung memahami keputiusan Brandon dan mendukung sahabatnya tersebut juga mengikuti semua permintaan Brandon mrngurus semua keperluan untuk sahabat nya menikahi gadis yang sangat ia cintai juga cinta pertama sahabatnya tersebut.