
Usai menyelesaikan semua dokumen yang harus di tandatangani, Brandon turun ke bawah dan meminta Santos membuat kopi untuknya. Gaida yang baru menyelesaikan yoga langsung menghampiri, begitu melihat cucunya duduk sendiri di teras.
" Dimana Alexa? " tanya wanita sudah duduk di dekat cucunya tersebut.
" Bersama suaminya, kenapa? apa Oma ingin mengganggunya? " santai lelaki masih dengan piyama tidur tersebut, mengejutkan Gaida langsung membulatkan mata.
" Apa maksudmu?! " tegas Gaida membulatkan mata.
" Oma, Aku sudah menikahkan Alexa dan Pieter jadi jangan mengganggu hubungan mereka. Ingatlah perjanjian Kita, bahwa keluarga hanya memiliki hak atas diriku tapi tidak dengan Alexa karena Dia tanggung jawabku. Bahkan kalian sudah sepakat tidak akan mengusik siapapun lelaki pilihan Alexa selama Aku setuju " panjang lebar Brandon mengingatkan.
Gaida hanya menghela napas panjang dengan semua perkataan cucunya. Perjanjian jika Alexa bisa menikah dengan siapapun memang sudah dibuat keluarga ketika Brandon mengambil alih tanggung jawab Alexa.
Bahkan Brandon merelakan dirinya untuk di atur segala perjodohan, asal keluarga melepaskan Alexa yang Ia tahu sangat mencintai Pieter dari dulu. Tak ingin membuat Adiknya harus mengalami sebuah pernikahan paksa dan menderita, Brandon sengaja mengambil seluruh tanggung jawab akan kehidupan Adik kandung juga saudara yang hanya tinggal satu tersebut.
Hingga kini tak ada yang mengetahui tentang perjanjian perjodohan yang Di lakukan bersama keluarganya, karena Ia tak ingin jika sampai suatu saat Alexa tahu maka akan menyalahkan diri sendiri. Bahkan Gaida benar benar menegaskan kembali pada Brandon akan pernikahannya yang sudah ditentukan sebelum pindah bersama Pieter, demi mengingatkan perjanjian awal mereka.
Saking sayangnya terhadap Alexa Brandon rela melakukan apapun demi kebahagiaan Adiknya. Walau dilakukan dengan cara sembunyi sembunyi dari Alexa. Ia tak ingin Alexa hidup dalam belenggu Sasmita juga Gaida yang selalu menuntut segalanya sesuai harapan mereka, dan siap melakukan appun jika tak sesuai dengan harapan seperti apa yang dilakukan Sasmita pada Angel.
Tak lama usai pembicaraan keduanya, Alexa dan Pieter turun ke bawah menghampiri Brandon dan Gaida yang masih duduk di teras. Brandon menyampaikan pada sahabatnya jika Ia harus kembali tinggal di rumah bersama Alexa.
Baik Alexa ataupun Pieter amat terkejut dengan perkataan santai Brandon. Namun melihat ekspresi Gaida yang hanya diam, keduanya tahu jika Tuan muda tersebut telah mengatakan segalanya dan menuruti saja permintaan Brandon.
****
Pukul 19.30 makan malam sudah berlangsung di kediaman Brandon. Dimana seorang perempuan cantik dengan dress biru tosca sudah duduk di meja makan bersama dengan Brandon, Pieter, Gaida juga Alexa.
__ADS_1
Seorang perempuan berusia 25 tahun berambut panjang, juga paras cantik memiliki tubuh tinggi dan putih, sengaja dipilih Gaida untuk mendampingi cucunya. Kecerdasan terlukis jelas dalam setiap tutur kata dan tingkah laku Jovanka. Namun tak sedikitpun menarik perhatian lelaki yang masih setia menjaga perasaan hanya untuk istrinya.
" Aku tidak ingin menikah terlalu cepat, Aku hanya akan menyetujui pertunangan saat ini! " tegas Brandon meluruskan pandangan ke depan.
" Apa maksudmu Brandon?! bukankah Oma sudah mengatakan jika kalian akan langsung menikah?! " tegas Gaida tak menyetujui ucapan cucunya.
" Siapa yang akan menikahi orang yang tidak di kenal? Aku akan berusaha mengenalnya lebih dulu " santai lelaki masih duduk dengan tenang tersebut.
" Saya rasa Anda benar, lebih baik Kita saling mengenal lebih dulu dan tidak terburu buru untuk menikah " sahut lembut dan sopa Jovanka dengan tersenyum.
"Oke, jika itu keputusannya maka Oma setuju. Tapi Oma juga memiliki satu syarat, Jovanka akan tinggal di sini usai pertunangan agar kalian bisa lebih saling mengenal " ucap Gaida, mengembangkan senyum sinis Brandon.
" Baik Oma " sopan kembali perempuan yang duduk di samping Brandon dengan sopan.
Alexa dan Pieter semakin mengkhawatirkan Angel, jika sampai tahu suaminya tinggal satu rumah dengan perempuan lain. Namun mereka lagi lagi hanya bisa mempercayai keputusan Brandon yang sengaja mengulur waktu. Keduanya yakin jika Brandon hanya tengah membuat yakin Gaida dengan mencari cara sendiri untuk lolos dari pernikahan.
Sasmita dan Adiyaksa juga sudah dalam perjalanan ke Indonesia, menghadiri pertunangan mendadak Brandon. Tak sama dengan Sasmita yang merasa menang, Adiyaksa justru terlihat terkejut dengan kabar dari Gaida semalam. Memang semua sudah direncanakan Gaida dengan matang, tanpa persetujuan siapapun.
Sebuah acara pertunangan yang terkesan mendadak, ternyata sudah dipersiapkan sempurna oleh Gaida. Bahkan telah mengundang beberapa relasi bisnis dari Brandon juga media untuk mengumumkan hubungan keduanya.
Usai acara makan malam, Brandon langsung pergi ke taman menenangkan dirinya sendiri. Mencoba menghubungi Angel namun kembali dimatikan sebelum terhubung. Ia sangat merindukan istrinya, namun tak berani untuk menghubungi karena tak mau melihat sendiri kesedihan Angel. Bagaimanapun juga, Angel pasti terluka dengan semua yang terjadi.
Penyesalan harus pergi dengan rasa jengkel kemarin pun mendera kuat batin Brandon. Jika tahu semua akan terjadi seperti ini, mungkin Ia takkan meninggalkan istrinya dengan perasaan jengkel yang bahkan tak sekalipun menatap ke arah Angel kemarin.
" Apa Kau merindukan Angel? " tanya Pietrr membawa dua cangkir kopi ke taman.
__ADS_1
Tanpa menjawab dan hanya meraih satu cangkir kopi yang di bawakan sahabatnya, Brandon meletakkan kembali ponsel pada saku celana. Namun Pieter malah sengaja menghubungi Adiknya dengan pengeras suara yang di aktifkan.
" Ada apa Kak? Aku sudah makan jadi jangan bertanya lagi " langsung Angel menjawab karena seharian hanya pertanyaan itu yang tanyakan lelaki yang tersenyum itu.
Brandon langsung cepat menoleh ke arah ponsel yang tengah di pegang sahabatnya begitu mendengar suara yang amat dirindukan.
" Kamu sedang apa? kenapa tertawa?" heran Pieter juga Brandon yang mendengar suara tawa Angel.
" Aku sedang merelakan wajahku untuk jadi canvas lukis Dio " tawa Angel merasa geli dengan krayon yang sengaja di coret coret ke atas wajahnya, mengembangkan senyum Brandon walau dengan mata berkaca kaca.
" Apa Kakak di rumah Alexa? bukankah besok Dia akan bertunangan? " tanya Angel mengejutkan Brandon juga Pieter.
" Apa maksudmu Angel? Kakak tifak mengerti " kilah Pieter.
" Sudahlah jangan berbohong, Aku mendengar semua pembicaraan kalian saat makan malam. Oma sengaja menghubungiku dan memintaku menjadi bagian dari kebahagiaannya, jadi Aku sudah tahu semuanya " ucap Angel masih dengan sedikit tawa terdengar.
" Kakak, Aku tutup dulu ya. Dio sudah mulai merengek " tambah Angel berbohong karena tak ingin terdengar jika dirinya kini tanpa sengaja telqh menitikan airmata.
" Harusnya Aku tahu jika Oma akan melakukan ini, jelas Dia sudah mencari tahu tentang Angel sebelum datang. Itu berarti Dia juga sebenarnya sudah tahu jika Aku menikah dengan Angel " geram Brandon mengepalkan tangan kuat usai sambungan telpon terputus.
" Kemana? " tanya Pieter melihat Brandon beranjak.
" Aku harus menemui Angel, Aku tidak ingin Dia terluka karena Oma " sahut lelaki dengan langkah cepat yang juga cepat ditahan sahabatnya.
" Oma sudah tahu semuanya, jika Kau pergi menemuinya itu akan membahayakan Angel. Kau tahu seberapa liciknya Oma bukan? bahkan tidak sebanding dengan liciknya Ibu mu, ingatlah apa yang terjadi pada Angel di Bali saat Kau terang terangan mengatakan hubunganmu dengan Angel " panjang lebar Pieter menjelaskan, memejamkan mata Brandon dengan tangan mengepal hingga gemetar.
__ADS_1
Teriakan kuat di lontarkan Brandon di tengah ketidak berdayaannya saat ini. Ia begitu ingin menemui istrinya, namun semua harus tertahan karena tak ingin sesuatu menimpa istrinya dan bahkan bisa membuatnya kehilangan selamanya.