Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 54


__ADS_3

Santos meminta pengawal untuk mengejar Angel dan memintanya untuk membawa nyonya rumah mereka kembali pulang. Dengan cepat semua pengawal Brandon berlari mengejar gadis yang tengah hamil tersebut dengan berpencar ketika sudah sampai di depan pagar rumah. Angel yang terengah engah karena berlari begitu jauh berhenti sejenak di trotoar yang kemudian ada city car putih berhenti tepat di hadapan Angel yang masih mencoba mengatur napasnya.


" Angel? apa yang kamu lakukan di sini malam malam? " tegur pria yang mengenakan setelah jas hitam dengan membuka satu kaca jendela mobilnya.


" Tuan Pieter? " sahut Angel terkejut.


" Masuklah akan aku antar " seru Pieter yang masih merasa heran pada Angel.


Angel yang melihat adanya tiga pria berbadan besar dengan mata yang terus mencari cari membuat Angel tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam mobil Pieter dan bersembunyi di baris belakang.


" Ada apa? " tanya Pieter yang semakin heran dengan tingkah Angel.


" Tolong saya " pinta Angel yang masih bersembunyi dengan meringkuk di belakang.


Pieter melihat beberapa pengawal Brandon yang berlarian lalu memanggil mereka untuk bertanya dan membuat Angel takut jika Pieter akan memberitahu keberadaannya yang membuat usahanya pergi dari rumah Brandon sia sia.


" Kenapa? ada maling? " tanya Pieter pada pengawal Brandon yang melewati mobil Pieter yang terhenti tak jauh dari rumah Brandon karena Ia hendak menghampiri sahabatnya tersebut mengantarkan beberapa dokumen.


" Tidak Tuan, kami sedang mencari Nyonya Angel " seru salah satu pengawal yang berdiri di samping mobil Pieter.


" Pergilah atau Brandon akan membunuh kalian " pungkas Pieter menutup kaca jendela mobilnya dengan masih heran.


Pieter melajukan mobilnya dan mengurungkan niat untuk datang ke rumah Brandon karena pasti sedang ada masalah besar di rumahnya karena Angel yang kabur dari rumah.

__ADS_1


" Keluarlah, kita sudah jauh sekarang " ucap Pieter yang dengan perlahan Angel mulai bangkit dari posisi membungkuk di balik jok kemudi.


" Terimakasih, turunkan saya di sini saja " ucap Angel yang merasa lega karena telah jauh dari rumah suaminya.


" kamu mau pergi kemana saya akan antar kamu ini sudah malam " sahut Pieter melambatkan laju mobilnya.


" Saya tidak tahu harus kemana " ucap Angel yang memang tak memiliki tujuan karena rumah Olivia yang di jaga ketat oleh orang orang Brandon membuatnya tak bisa ke sana.


Pieter mengajak Angel ke rumahnya karena merasa sangat kasihan pada Angel yang di tatapnya dari spion tengah terlihat begitu sedih dan bingung. Meski tahu apa yang terjadi, Pieter yang memang dari dulu meminta Brandon untuk melepaskan Angel karena usianya yang masih kecil juga merasa kasihan pada gadis yang pernah Ia antar ketika Brandon membelinya dulu.


" Turunlah, ini rumahku. Kamu aman di sini, Brandon dan pengawalnya tak akan kemari " seru Pieter yang sudah menghentikan mobilnya di depan rumah dan membuat Angel bingung.


" Tidak Tuan, saya akan pergi ke tempat teman saya saja" sahut Angel merasa tak enak harus melibatkan Pieter


" Masuklah dulu ceritakan semua yang terjadi, jika mau pergi maka pergilah besok ini sudah malam " seru Pieter.


" Ceritakan apa yang terjadi, apa kamu kabur dari rumah Brandon? " tanya Pieter yang sudah mengajak Angel duduk di ruang tamu.


" Iya, saya sudah lelah dengan sikapnya " seru Angel dengan wajah sedih.


" Apa dia memukulmu? " tanya Pieter melihat pipi Angel dan ujung bibir yang terluka.


Angel mulai menitikkan air matanya mengingat semua yang terjadi dan menceritakannya pada Pieter yang membuat lelaki dengan kemeja yang di gulung ke atas tersebut tak percaya jika Brandon sanggup memukul Angel karena yang Ia tahu Brandon sangat mencinta Angel hingga melakukan segalanya untuk gadis yang masih menangis tersebut.

__ADS_1


" Tenanglah, tinggallah di sini. Ini tempat paling aman untukmu saat ini " ucap Pieter dengan wajah iba terhadap Angel.


" Tapi Tuan... " sahut Angel terpotong karena Pieter yang menyelanya.


" Tinggallah, anggap Aku kakak yang sedang melindungi adiknya " tambah Pieter yang dari dulu sudah merasa kasihan pada Angel semenjak Brandon membelinya dari Carlos.


" Terimakasih banyak " ucap Angel menyetujui permintaan Pieter yang tulus membantunya.


Pieter memberikan secangkir teh hangat pada Angel dan meminta pelayan mengantar Angel untuk beristirahat di kamar tamu yang sudah di siapkan atas permintaan Pieter.


Sementara Brandon yang memutuskan untuk mencari Angel langsung menghampiri rumah Olivia dan bertanya kepada penjaga yang adalah orang orang Brandon yang sengaja Ia perintahkan untuk menjaga keselamatan Olivia. Brandon sengaja tak langsung menemui Olivia karena takut jika Ia tahu Angel kabur maka kesehatannya as kan memburuk dan membuat Angel kembali menderita dan lebih membencinya lagi.


Pengawal rumah yang mengatakan jika tak pernah melihat Angel berkunjung dan akan segera mengabari ketika Angel datang membuat Brandon memutuskan untuk ke SPBU tempat Angel bekerja dulu dan bertanya pada pekerja yang ada di sana namun jawabannya tetap sama tak ada yang pernah bertemu dengan Angel lagi usai Ia resign dari pekerjaannya. Brandon terus menyusuri jalan kota dan berharap bisa menemukan Angel. Matanya yang terus mencari cari dengan perasaan bersalah menyusuri setiap jalanan hingga dini hari namun tak membuahkan hasil. Ia memutuskan untuk pulang dan berharap jika istrinya sudah kembali ke rumah.


Sampainya di rumah Ia berlari dan mencari di setiap sudut rumah hingga ke kamar Angel namun tak dapat ia temukan istri yang telah Ia tampar itu.


" Kemana kamu Angel " gumam Brandon duduk di ranjang Angel sambil mata yang menatap ke arah bantal ranjang yang biasa ditempati oleh Angel.


" Maafkan aku, tolong kembalilah" tambah Brandon yang masih menatap lekat ranjang istrinya.


Brandon mulai mencari cari petunjuk yang mungkin akan membawanya pada Angel dengan membongkar almari serta laci kamar Angel yang malah Ia dapati testpack dan juga amplop putih rumah sakit. Ia membuka amplop berisi hasil pemeriksaan kandungan Angel yang Ia lakukan ketika pulang sekolah dengan sisa uang yang ada untuk mengetahui kondisi janinnya dan mendapatkan vitamin dari dokter untuk kandungannya, meski Ia tak siap dengan kehamilannya namun Angel tak ingin membiarkan anak dalam kandungan nya harus lenyap dan mencoba bertanggung jawab untuk kewajiban baru yang di berikan padanya.


Mata Brandon membulat tak percaya mendapati usia kandungan Angel yang tertera pada kertas yang masih Ia pegang tersebut menunjukkan 7 minggu usia kehamilan yang berarti Angel telah hamil bahkan sebelum Ia pergi dari rumah Brandon.

__ADS_1


" Ternyata itu benar benar anakku" gumam Brandon dengan penuh penyesalan dan menjatuhkan diri di lantai menyandarkan punggung di samping tempat tidur Angel dengan tangan masih memegang kertas hasil pemeriksaan istrinya.


Brandon berteriak keras dalam penyesalannya karena telah melakukan hal bodoh dengan meragukan kehamilan Angel bahkan harus bercumbu dengan wanita lain terang terangan untuk membalas sakit hati akan kecurigaannya sendiri. Ia berharap bisa menemukan Angel dan meminta maaf langsung padanya atas kebodohan yang telah Ia lakukan hingga menyebabkan istrinya pergi meninggalkannya. Lelaki yang terlihat begitu frustasi bertekad untuk mencari Angel hingga ketemu meski harus mencari ke seluruh kota yang ada demi menebus semua kesalahannya pada istri yang mengandung anaknya tersebut.


__ADS_2