
Usai bersiap dengan pakaian yang sangat rapi dan wajah segar yang semakin memancarkan pesona tampannya, Brandon menyusul Angel yang sudah menata makanan di meja makan. Ia menarik kursi untuk duduk dan meminta Angel mengambilkan makan untuk nya.
" Angel, Aku akan pergi sebentar setelah ini, Kamu tunggu Aku di rumah dan bersiaplah " ucap Brandon karena ingin menemui Pieter yang sudah bersama dengan Carlos saat ini.
" Bukankah Kamu sudah berjanji akan ke rumah mamaKu ?" sahut Angel jengah ke arah Brandon.
" Kita akan ke rumamu setelah Aku mengurus beberapa hal. Hanya sebentar dan Kita akan segera pergi menjemput Olivia sebelum Kita menikah " sahut Brandon menjelaskan pada gadis cantik yang mulai menekuk wajah di sampingnya duduk.
" Baiklah, Aku akan menunggumu. Segera makan dan pergi agar Kamu cepat kembali " ucap Angel menyerahkan piring berisi makanan ke hadpan Brandon.
" Apa Kamu sudah tidak sabar untuk menikah ?" goda Brandon dengan tersenyum genit.
" Bukan, Aku sudah tidak sabar melihat keadaan mamaKu " sahut Angel.
" Dasar gadis kejam " gerutu Brandon pelan.
__ADS_1
Brandon dan Angel memulai sarapan mereka yang seperti biasa Brandon selalu ingin nambah masakan yang di masak oleh Angel karena Ia yang tak pernah merasakan nikmatnya masakan rumah. Usai makan Brandon berpamitan pada Angel dan meminta gadis kecilnya mengantar hingga pintu depan layaknya seorang istri mengantar suaminya. Angel kembali ke meja makan dan membersihkan sisa makanan nya meski Santos melarang dengan keras calon nyonya rumahnya melakukan pekerjaan rumah. namun Angel yang tak terbiasa berpangku tangan pada orang lain tetap memaksa untuk melakukan pekerjaan rumah meskipun sudah ada pembantu yang cukup banyak di rumah calon suaminya.
Usai membereskan semua nya, Angel beranjak ke kamar untuk bersiap karena jika Brandon kembali dan Ia belum siap pastinya pria pemarah tersebut akan mulai mendumel pada Angel. Ia mengenakan dress yang dibelikan oleh Brandon dulu dan belum sempat Ia pakai sama sekali. Angel memoles sedikit wajahnya dengan beberapa riasan yang sengaja di minta Brandon pada Santos menyediakan ketika Angel pertama kali ke rumah Brandon.
" Dasar manusia penghisap darah " gumam Angel melihat noda merah di leher dan dada nya dengan jumlah yang banyak.
Angel menutupi noda merah kecupan Brandon dengan concealer yang Ia beri bedak dengan tersenyum menatap noda merah tersebut. Angel mengingat bagaimana wajah Brandon yang mencoba menahan hasratnya semalam terlihat begitu lucu dan menggemaskan.
Brandon menghampiri Pieter dan carlos di tempat yang pieter katakan melalui sambungan telfon ketika Brandon sedang bersiap pagi ini. Dengan tatapan amarah mengingat kejadian semalam, brandon menghampiri Carlos yang sudah terikat di atas kursi dengan banyaknya luka lebam karena percobaan nya untuk kabur membuat bodyguard Brandon bertindak kasar.
" Apa Kau bertanya apa salahMu ? tidakkah kamu sudah sadar kenapa Kau dibawa kemari ? sungguh luar biasa aktingmu " seru Brandon dengan berdiri di hadapan Carlos meletakkan telapak tangan nya di dalam saku.
" Saya benar benar tidak tahu Tuan " kilah Carlos dengan wajah memohon belas kasihan Brandon.
" Buat Dia mengerti " ucap brandon pada bodyguard yang berada di belakan Carlos lalu memukuli kembali Carlos hingga Ia minta ampun dan mengakui kesalahan nya.
__ADS_1
" Saya tidak akan menyentuh Angel lagi, Saya mohon lepaskan Saya dan beri Saya satu kesempatn lagi " pinta carlos memelas pada Brandon yang masih berdiri dengan angkuh.
" Cukup satu kali Aku memberi kesempatan, sekarang habiskan hidup mu di dalam sini " ucap Brandon dengan nada tanpa ampun tersirat dalam kata kata nya.
" Buat dia kelaparan dan kehausan hingga Ia mati dengan sendirinya " ucap brandon pada bodyguard yang berjaga diruangan gelap dan dingin tersebut.
" Kirim Erina ke rumahku di luar negri pastikan hidupnya terjamin di sana " tambah Brandon ke arah Pieter.
" Jangan Tuan, Saya mohon jangan lakukan hal ini pada Saya " seru Carlos memohon dengan air mata nya yang melinang.
" Harusnya sudah lama Aku menghabisimu " seru Brandon lalu pergi karena Ia tak ingin menggunakan tangan nya untuk mengurus setiap apa yang terjadi.
"Dengan diikuti oleh dua bodyguard, Brandon keluar dan menuju mobil nya segera menemui Angel untuk melaksanakan pernikahan nya.
Setelah menikah, Brandon akan memiliki hak penuh atas diri Angel dan tetap menahan Angel di sisi nya demi keselamatan gadi kecilnya. Ia tak akan membiarkan seujung rambut Angel tersentuh oleh siapapun yang berniat jahat padanya dan tak segan menghancurkan setiap orang yang memiliki tujuan dan niat jahat pada Istrinya nanti.
__ADS_1