Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 154


__ADS_3

Wajah cantik dihadapannya seolah tak rela untuk menghilang, dan mulai Ia isi sela sela jari gadis dengan kacamata itu untuk membawa masuk ke dalam ruangan.


" Sayang, Aku masih ada pelajaran dan Kamu juga harus meeting kan? " protes Angel ketika suaminya tak henti melangkah cepat di depannya.


" Diamlah! " singkat Brandon masih terus melangkah tanpa menoleh ke belakang.


Dalam ruangan masih ada Alexa dan Pieter duduk bersama menyisakan jarak di antara mereka. Brandon dan Angel langsung saja menerobos masuk ke ruangan kerja tersebut, lalu duduk di sebuah sofa single menarik pinggang istrinya hingga terduduk tepat di atas pangkuan.


" Aku bisa duduk sendiri " protes Angel berdiri namun langsung ditarik kembali ke atas pangkuan suaminya, hanya bisa di perhatikan oleh Alexa juga Pieter tanpa berani berkomentar.


Wajah serta pandangan menunduk bersama bibir terkatup, jelas menunjukkan rasa malu teramat besar dari gadis yang meletakkan lurus kedua tangan di atas paha sedikit ditekan. Sadar akan rasa malu dan canggung istrinya, sengaja Brandon melingkarkan kedua tangan pada perut istri yang langsung beranjak cepat.


" Kenapa? " tawa lepas Brandon akan reaksi istrinya, diiringi tawa Pieter juga Alexa.


" Kak Angel, kalian sudah lama menikah kenapa masih malu malu? " celetuk Alexa di sela tawa, memerahkan wajah Kakak iparnya.


" A.. A.. Aku mau pulang " cepat Angel berbalik badan melangkah cepat, tapi kecepatan langkah kaki panjang suaminya mampu lebih dulu menghadang.

__ADS_1


" Wajahmu sudah seperti udang rebus " goda Brandon tepat ditelinga istrinya seraya menggigit kecil dan tersenyum.


" Apa Kamu tidak malu sedikitpun melakukan hal seperti ini di depan orang?!" jengkel Angel akan tingkah suaminya yang terus terusan tanpa henti menyentuh di manapun mereka berada.


" Sama sekali tidak " senyum juga wajah sok imut dipasang begitu menggemaskan oleh Brandon, membuat Angel menggigit bibir tipis sembari menggelengkan kepala.


" Aah dasar " senyum Angel mengembang, lalu dibawa suaminya kembali ke arah sofa.


Meeting yang harus Ia pimpin, dimana semua sudah menunggu seenaknya saja di undur hingga dua jam demi menemani istrinya sejenak. Pieter dan Alexa dari tadi hanya terus mengamati perubahan penampilan Angel yang terlihat lebih imut sekarang.


" Kenapa? apa istriku melakukan kesalahan? " tanya heran Brandon sudah duduk di sandaran tangan sofa tempat istrinya duduk, mengarahkan pandangan pada dua orang yang baru saja berbaikan.


" Ah, bukankah Dia terlihat semakin menggemaskan? Aku sangat menyukainya " bangga Brandon memainkan rambut istrinya.


Saking jengkelnya dengan rambut panjang Angel, terpaksa Brandon meminta agar rambut panjang sampai pinggang tersebut di potong. Pasalnya setiap kali mendekat, Angel selalu protes rambutnya tertekan oleh lengan suaminya di atas bantal. Selain itu setiap kali menjalankan kewajiban bersama, Angel terlalu sibuk dengan rambutnya yang terlepas dari ikatan rambut dan membuat Brandon risih.


" Bukankah lebih terlihat jelas jika seperti seorang pecinta pedofil jika kalian bersama? " jengkel Alexa melihat Kakaknya terus memasang wajah imut sok manja.

__ADS_1


" Siapa bilang? Kami malah di sebut pasangan muda yang serasi, benar kan sayang? " bangga kembali seorang Tuan muda yang pernah dipuji seorang pasangan paruh baya ketika mereka tengah berkencan di luar.


" Oh ya, kenapa Kita tidak makan malam bersama saja? sekalian membuat perayaan kecil untuk tempat tinggal Kita? " manja Angel menatap suami yang langsung mengubah ekspresi wajah cepat.


" Tidak! " ketus Brandon tak ingin tempat tinggalnya diketahui siapapun dan mengganggu ketenangannya.


" Tempat tinggal? Kita kan tinggal satu rumah Kak Angel, kenapa harus ada perayaan? Oh maksud Kak Angel perayaan untukku dan Kak Pieter? " tak mengerti Alexa, membuat ketiga menatap tak percaya.


" Apa Kamu bahkan tidak tahu mereka sudah pindah dari rumah? " heran Pieter, mengejutkan Alexa.


" Apa?! kapan?! kenapa?! " beruntun Alexa bertanya karena memang tak pernah memperhatikan jika kakaknya tak pernah dirumah begitu juga Angel.


" Bodoh " singkat Brandon lirih menggelengkan kepala bersama Pieter, sedangkan Angel hanya tersenyum saja.


" Sudahlah jangan menjelaskan apapun padanya, takkan mudah untuk di terima otaknya " seru kembali Brandon hanya mendapat senyuman Pieter juga Angel.


Alexa memang selalu susah jika dijelaskan sesuatu tanpa memberikan sebuah contoh nyata di depan matanya. Terkadang Brandon juga merasa frustasi serta jengkel pada Adiknya, setiap kali mulai berbicara serius. Entah mengapa walau sekolah di luar negri dan jadi model tetap saja otak lemot Alexa tak pernah bisa berkembang.

__ADS_1


Mungkin karena memang kepalanya terlalu keras dengan pemikiran serta pendapatnya sendiri, hingga tak bisa lagi mencerna apapun yang coba di ucapkan serta dijelaskan orang lain.


__ADS_2