Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 166


__ADS_3

Masih tetap berdiri dengan perasaan teriris, Brandon mendengarkan suara istrinya dalam tangis. Sasmita juga kedua orang tua Jovanka memberikan cincin pertunangan pada perempuan yang melebarkan senyum di hadapan lelaki yang bahkan mengacuhkannya.


Seluruh undangan menatap ke arah dua orang yang hendak menyematkan cincin. Namun mata mereka tiba tiba membulat akan apa yang di lakukan Brandon. Lelaki dengan perasaan tak kuasa itu menarik keras tangan yang sudah di arahkan Sasmita, dan siap untuk dipakaikan cincin oleh Jovanka.


Kehening ruangan akan penghayatan lagu yang dibawakan Angel, seketika ricuh ketika Brandon melangkahkan kaki lebar ke arah istrinya, diiringi senyum bangga Adiyaksa.


" Tetap di situ, atau ku patahkan kakimu " batin lelaki dengan langkah pasti, tanpa peduli mata terkejut semua yang ada di ruangan.


Angel masih menundukkan wajah mengarah tuts piano, merasa kaget ketika tangan kanannya ditarik kuat. Langsung saja tangan kanan gadis yang sudah ditarik pinggangnya mendekat itu, di letakkan Brandon pada tengkuknya. Bibir lembut bercampur kerinduan juga perasaan terluka, mengecup lembut dan hangat bibir istri yang tengah terheran.


Kenan tak kalah terkejut dengan Sasmita, Jovanka juga Gaida melihat tingkah Brandon. Tanpa memperdulikan apapun, Brandon masih menikmati lembut bibir istri yang sudah sekuat tenaga mencoba menguatkan diri.


Cepat Gaida menghampiri dengan geram dan hendak menarik Angel, namun tangannya segera ditahan oleh Brandon tanpa sedikitpun melepas bibir istrinya.


" Dia istriku, hampir satu tahun Kami menikah dan akan segera Aku resmikan pernikahan Kami " ucap Brandon usai membawa istrinya ke balik mikrofon yang tadi di gunakan Gaida.


Sontak saja pernyataan Brandon makin membuat ricuh ruangan, juga media yang langsung mengambil gambar. Lelaki yang begitu bangga memperkenalkan istrinya, menarik tangan masih Ia genggam dan berlalu pergi. Media tak ingin kehilangan kabar, cepat mengejar namun terhalang oleh pengawal.


Kenan sempat melihat musuhnya menunjukkan cincin dijarinya juga Angel dengan menyatakan jika Angel istrinya, langsung membuat lelaki yang masih ingin mendapatkan gadis incarannya itu serasa tersambar petir.


" I..i.. istri? sa..sa.. satu tahun? " tak percaya Kenan terbata dan hendak berlari mengejar langkah cepat Brandon bersama Angel, namun Viena yang masih berada di dekat Kenan cepat mencegah lelaki tersebut.


" Kau perempuan besi! lepaskan Aku! " tegas Kenan geram memcoba melepas tangan sudah terkunci di balik tubuh oleh Viena.


Keadaan dalam ruangan sudah tak terkendali, Pieter langsung berlari cepat menahan Gaida yang ingin keluar. Sedangkan Sasmita sudah lebih dulu di tahan oleh Adiyaksa, ditengah banyak nya mulut berbicara.


" Alexa! " teriak Pieter melempar kunci mobil dan di tangkap oleh gadis kebingungan tersebut berlari keluar.


" Apa Kau ingin Aku menceraikan mu dengan Alexa?! " geram Gaida masih ditahan kedua tangannya oleh Pieter.

__ADS_1


" Coba saja Oma jika itu membuatmu puas " santai Pieter.


Tubuh masih di pegang langsung di dorong oleh Pieter seraya meminta maaf, dan langsung berlari menarik tangan Viena. Bergegas Viena melempar begitu saja tubuh Kenan ke dalam, tanpa mendengar lagu makian Tuan muda tersebut.


" Tutup pintu! " perintah Pieter pada pengawal dan langsung menutup rapat ruangan masih ricuh dengan banyak wajah panik.


Pieter terus memegang tangan Viena keluar hotel, menyusul Alexa yang lebih dulu Ia minta mengambil kendaraan.


" Bawa Mama dan Dio ke villa pribadiku, Aku akan mengamankan Tuan muda " perintah Pieter begitu sampai depan dan langsung di angguki Viena.


Keduanya pergi meninggalkan hotel, dengan Viena menghubungi Olivia dan memintanya bersiap bersama Dio. Sementara Pieter mengambil kemudi yang tadi di bawa Alexa, dan memerintahkan penjaga di rumah Brandon agar tak membiarkan satu keluarga dari Brandon untuk bisa masuk ke rumah.


Dalam perjalanan, Brandon mengirimkan lokasi pada Pieter, karena media yang tadi bersiaga di depan hotel masih mengejar di belakang.


" Ah kakiku sakit " gumam lirih Angel melepas heels dan melihat kakinya yang tadi sempat kesleo ketika berlari cepat dengan suaminya.


" Siapa suruh pakai setinggi itu?! rasakan sendiri! " tegas lelaki yang masih mengemudi dengan cepat sambil sesekali melihat mobil media di belakang.


" Apa Dia marah karena batal bertunangan? Dia sendiri yang kabur kenapa Aku yang di maki" gerutu kesal Angel memijat sendiri kaki nya.


" Katakan sekali lagi, maka Aku lempar Kamu dari sini! " bentak Brandon kesal mendengar ucapan istrinya.


" Jangan terus memaki ku! memang apa salahku?! Kamu sendiri yang pergi, tapi sekarang memarahi Aku seenaknya! " tegas Angel berteriak ke arah suaminya dengan jengkel.


" Baguslah " lega Brandon bergumam melihat mobil sahabatnya sudah menghalau kendaraan media.


" Kirim lokasi apartemen ke Alexa " perintah Brandon pada istrinya yang masih kesal.


Tanpa menjawab, Angel langsung meraih ponsel dan mengirimkan lokasi apartemen mereka tinggal pada Adik iparnya. Sengaja Brandon meminta Alexa dan Pieter untuk sementara tinggal di apartemen, sampai keadaan stabil. Walau awalnya tak ingin tempat tinggalnya di ketahui, namun tak ada cara lain dan tempat aman bagi mereka tinggal saat ini.

__ADS_1


Mata melirik ke arah istrinya yang membuang muka ke samping menatap keluar jendela kesal. Senyum di kembangkan begitu saja bisa melihat kembali melihat istrinya. Tangan di atas pangkuan, langsung di raih Brandon dengan mengisi sela sela jarinya lalu mencium lembut punggung tangan istri yang sudah dirindukan.


" Aku merindukanmu " tulus Brandon mencium punggung tangan Angel.


" Apa Kamu tidak dengar Aku bilang apa?! dasar jelek! " jengkel Brandon menghempaskan tangan istri yang tak sekalipun menoleh ke arah nya.


Merasa tangannya dilempar begitu keras ke pangkuannya, mengembangkan senyum tak percaya gadis yang sudah berjuang menguatkan hati dari tadi dan mengarahkan pandangan pada lelaki di sampingnya.


" Apa lagi salahku?! Kamu terus memakiku! Apa Kamu pikir Aku tidak punya perasaan?! kembali sana lanjutkan pertunangan mu! siapa yang menyuruhmu membawaku pergi! " teriak Angel jengkel sambil menendang nendang kaki di bawah, membulatkan mata Brandon langsung menatapnya.


" Dasar gila! Kamu mau membuatku mati jantungan?! berteriak sesuka hati! memang mobilku ini hutan?! " balas Brandon berteriak.


" Dasar mulut berbisa! " gerutu lirih Angel.


Mobil sudah sampai di parkiran, di hentikan lelaki yang terus tersenyum melihat istrinya menggerutu tiada henti. Seat belt sudah dilepas, dan mengarahkan tubuhnya pada gadis yang masih begitu kesal. Tangannya meraih wajah istrinya dan langsung menikmati bibir yang lebih dulu dihapus lipstiknya.


" Aku sangat merindukanmu, maaf sudah menyakitimu dengan semua ini " tulus Brandon melepas bibir istrinya.


" Aku tidak ingin berpisah darimu, ini benar benar menyakitkan. Aku sangat tersiksa Angel berpisah darimu walau hanya sebentar " tambah kembali Brandon masih dengan nada tulus dan wajah dekat.


" Aku merindukan pertengkaran Kita dan semuanya, Aku sangat mencintaimu " kembali nada tulus di ucapkan Brandon langsung di peluk oleh istrinya.


" Lebih baik Kita masuk sekarang " ucap Brandon mengusap punggung istrinya.


Lelaki dengan senyum bahagia itu lebih dulu turun dan membukakan pintu untuk istrinya, dan langsung membungkukkan badan meminta istrinya naik ke atas punggungnya.


" Kenapa gendong belakang? gendong depan saja seperti Kakak menggendong Alexa " protes Angel.


" Dasar jelek, seperti ini lebih enak. Aku bisa merasakan pertumbuhan mu baik atau tidak!" tegas lelaki masih memunggungi istrinya itu.

__ADS_1


" Huh dasar mesum " gerutu Angel dan naik ke atas punggung suaminya.


Sambil berjalan, keduanya tak henti tertawa. Dengan Brandon yang sengaja memiringkan tubuh istrinya hendak dimasukkan ke dalam tong sampah besar di parkiran apartemen. Tak hentinya Tuan muda yang merasa lega itu, mengeluarkan candaan dengan perkataan kejamnya. Namun Angel malah menciumi leher suaminya dan meninggalkan bekas merah sambil tersenyum, karena suaminya tak tahu hal itu.


__ADS_2