
Keputusannya ikut alur ya, jadi bisa langsung up. Terimakasih banyak udah buat author engga perlu ngetik lagi, cuma tinggal edit masukin alur yang sudah jalan ke alur yang sudah di buat. Kalau gini kan biar repot tetap bisa up. Hahahahahaha
--------------------------------------------------------------
Terlihat dua mobil sedan mewah memasuki halaman villa Brandon, dan begitu di kenal oleh kedua lelaki yang masih duduk dengan mata mengarah ke halaman itu. Senyum sinis serta gelengan kepala dilakukan bersamaan oleh Pieter juga Brandon sembari tetap menujukan pandangan pada mobil sedan yang sudah berhenti tepat di teras dekat taman.
" Apapun yang akan Aku katakan setelah ini, jangan terlalu di masukkan ke dalam hati karena ini untuk kebaikan kalian " ucap Brandon pada semua orang yang tak mengerti apapun, lalu minta Alexa bertukar tempat duduk cepat.
Seorang lelaki dengan balutan jas hitam, berpostur tinggi atletis itu mulai berjalan begitu santai sembari mengancingkan jas nya. Wajah tampan namun terlihat seperti seorang don juan, mengembangkan senyum nya ke arah dua sahabat yang kini sudah duduk saling berhadapan.
" Hey Kawan, apa kabar kalian? " sapa lelaki santai penuh kharisma yang mempesona itu menghampiri meja dimana Brandon dan keluarga nya masih berkumpul.
" Apa Kita terlihat seperti kawan? " santai Brandon penuh ekspresi dingin.
" Ada apa Kau kemari? " dingin Pieter menambahkan dengan mata melirik ke arah pria yang begitu santai berdiri di samping meja.
" Oh ayolah, jangan seperti itu. Apa ini cara kalian menyapa sahabat lama? " sahut Kenan membuka kedua tangan nya, seakan ingin memeluk.
" Wah, siapa gadis cantik ini? " tambah Kenan menatap ke arah Angel yang langsung membuang muka.
" Apa istri mu? istri mu? atau pacar? hanya mainan? " tanya kembali Kenan menunjuk bergantian ke arah Pieter juga Brandon tanpa lupa senyum santainya.
" Mungkinkah? apa Kau pikir Dia cocok dengan salah satu di antara Kami? " santai Brandon menatap ke arah lelaki di belakang istrinya itu, seraya mengembangkan senyum tipis.
Brandon tahu jika ucapannya akan menyakiti istrinya, namun demi menyelamatkan nyawa istri juga anak anak nya, Ia harus rela untuk tak mengakui Angel. Karena jika sampai ada yang tahu, Angel adalah istri Brandon mungkin akan dipergunakan sebagai senjata untuk melemahkan lelaki itu.
__ADS_1
Kenan adalah musuh besar Brandon juga Pieter dari jaman sekolah. Mereka sama sama tinggal di lingkungan juga sekolah yang sama. Persaingan demi persaingan dilakukan Brandon bersama Kenan untuk mencapai sebuah kesuksesan. Bahkan Brandon sudah berhasil merebut dua perusahaan Kenan dan semakin meruncingkan permusuhan mereka. Sedangkan Pieter adalah orang yang sama sama mereka perebutkan untuk berdiri di samping salah satunya, mengingat sisi berdarah dingin lelaki tersebut akan mampu membawa kesuksesan besar.
" Tentu tidak, karena Aku tahu bagaimana selera kalian pada perempuan. Tapi Dia benar benar sangat cantik dan menarik, apa Kalian lihat tubuh nya? wow benar benar sempurna dengan wajah imut nya " ucap Kenan duduk di atas meja samping Angel dengan mata terus memperhatikan gadis di hadapannya, membuat Brandon juga Pieter amat geram namun harus tetap menahan.
" Apa Kau tidak lihat di belakangmu siapa? lebih baik Kita pergi minum sekarang untuk melepas rindu " santai Pieter, di tendang kakinya oleh Brandon karena takut amarah Angel yang mengira jika dirinya sudah berhenti minum.
" Oh Tuan besar Haidar dan.... siapa? istri baru? tapi wajah nya begitu mirip dengan gadis seksi ini? apa ini saudara tirimu Brandon? jika benar, Aku akan siap memanggilmu Kakak ipar " santai Kenan melebarkan senyum ke arah semua orang, dibalas senyum sinis Brandon.
" Jaga bicaramu! " tegas Angel geram.
" Wow apa Kau marah? jangan marah, itu membuatmu lebih cantik dan menarik " senyum Kenan memegang dagu Angel dan dengan cepat di tepis oleh gadis yang sudah berdiri menampar Kenan, dan berlalu pergi.
" Seksi, Aku ingin memilikimu " senyum Kenan semakin mengembang memegang pipi bekas tamparan Angel sembari menggigit bibir bawah nya.
" Kenapa Dia harus seperti itu " gumam Pieter dan Brandon seakan satu hati, sambil memijat kening mereka bersamaan.
Ketiga kawan lama yang kini menjadi musuh bebuyutan itu, meninggalkan villa agar Kenan tak kembali berulah dengan gaya santai namun gila nya itu. Mereka mengajak Kenan menghabiskan satu botol minuman di villa pribadi Kenan tak jauh dari tempat Brandon, dan tentunya bersama beberapa pengawal mengikuti Brandon juga Pieter.
Olivia dan Adiyaksa menyusul Angel juga Alexa kedalam, melihat keadaan dari calon Ibu yang masih duduk di ruang tamu menyaksikan kepergian suaminya.
" Angel, jangan tersinggung dengan perkataan Brandon, Dia pasti memiliki tujuan sendiri " ucap Adiyaksa mengusap lembut punggung menantunya.
" Aku tahu Daddy, tapi Aku tidak suka dengan lelaki itu " sahut Angel dan di raih Adiyaksa untuk Ia peluk.
" Jangan perdulikan Dia, memang seperti itu orang nya " sahut pria berkacama itu lembut.
__ADS_1
" Nak, jangan marah marah itu tidak baik untuk orang hamil " bujuk Olivia sudah duduk mengapit Angel bersama Adiyaksa.
" Iya ma " sahut Angel mengangguk.
" Alexa, temani Kakak ipar mu tidur" pinta Adiyaksa pada Alexa yang duduk di samping Olivia.
" Tidak Daddy, Aku ingin menunggu suamiku di sini " sahut Angel di setujui oleh Adiyaksa juga Olivia bersamaan mengangguk.
" Aku temani Kak Angel di sini " ucap Alexa.
Adiyaksa juga Olivia pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu yang sudah tertutup dengan adanya penjaga di depan pintu.
***
Pukul 01.30 Brandon dan Pieter mulai memasuki villa dan melihat Angel juga Alexa tertidur di sofa ruang tamu. Brandon memilih untuk mandi lebih dulu karena tak ingin membuat istrinya kembali mual dengan baunya alkohol, begitu juga Pieter lebih dulu mandi karena paham jika Adiknya begitu sensitif pada aroma alkohol.
Usai mandi, keduanya memutuskan untuk menemani Alexa juga Angel di ruang tamu karena tak tega harus membangunkan mereka yang sudah sangat lelap.
" Sepertinya Kenan akan terus berkeliaran di sekitar Kita untuk mendekati Angel " ucap Pieter sudah duduk di bawah kaki Alexa meletakkan kedua kaki gadis itu di atas pangkuannya atas ijin Brandon karena tak ada lagi tempat.
" Aku tahu, rasanya ingin sekali Aku membunuhnya hari ini " geram lelaki dengan mengusap rambut istrinya, usai Ia letakkan kepala di atas pangkuannya.
" Jangan menyentuh Adikku! tidurlah seperti itu! " tegas Brandon mengingatkan sahabatnya.
" Mencintai Viena tapi mendekati Adikku, lama lama Aku habisi Kau bersama Kenan! " tegas kembali Brandon.
__ADS_1
" Aku tidak akan menyentuhnya di depan mu, tapi di belakangmu Aku tidak menjamin " santai Pieter langsung membuat Brandon melotot.
" Sekali Aku tahu Kau menyentuh Adikku, nyawamu sebagai taruhan! " ancam tegas Brandon mengarah ke arah lelaki yang mengangkat dua bahunya sambil mengembangkan senyum tipis.