
"Angel, wait!" menarik lengan adiknya, Pieter mencegah perempuan hendak menapaki anak tangga.
"Kenapa, Kak?" tanya perempuan bernoda darah di pakaiannya tersebut.
"Siapa yang mengajarimu semua itu? dan kenapa kamu mempelajari hal itu?" tanya Pieter masih belum bisa mempercayai apa yang terjadi, Angel tersenyum seraya membuang napas panjang.
"Darell, aku yang meminta karena aku ingin bisa menjaga diriku. Suamiku juga tahu kalau aku bisa, Kak" jawab Angel lembut, semakin membuat Pieter tidak percaya.
"Apa?! Brandon tahu dan dia membiarkannya?!" membulatkan mata hebat, Pieter bertanya.
"Iya, Kak. Tapi tolong jangan beritahu hal ini pada mama, aku tidak mau mama menjadi khawatir" pinta tulus Angel.
Hanya bisa mengangguk dengan ekspresi wajah tak percaya, Pieter sendiri terkejut bukan main atas aksi yang ditunjukkan adiknya. Sedangkan Angel masih tersenyum dengan tangan dipegang kakaknya.
Angel tahu bagaimana kehidupannya, ia harus bisa membuat suaminya tenang. Cerita Darell akan nyawa suami yang selalu terancam tanpa mengenal waktu, membulatkan tekad Angel untuk bisa mempelajari bela diri.
Angel tidak mau jika sampai dirinya hanya bisa diam melihat orang yang dicintai terbunuh di depan matanya. Angel juga tak mau jika dirinya harus menjadi kelemahan suaminya, ketika musuh musuh itu datang.
"Kalian berselingkuh?!" terdengar suara berat dan tegas ke arah keduanya, kakak beradik tersebut saling tatap lalu menggelengkan kepala.
"Kita tinggalkan dia" ajak Pieter disetujui adiknya.
Melingkarkan tangan pada lengan kakaknya, bersama menapaki anak tangga tanpa peduli lelaki berjalan cepat ke arah mereka. Melihat dirinya di acuhkan, Brandon memperlebar langkah agar bisa mengejar.
"Berhenti di sana!" teriak kuat Brandon kesal.
Angel dan Pieter masih tetap berjalan tanpa perduli, keduanya berpisah di ujung anak tangga untuk menuju kamar masing masing. Darah pada tubuh, tidak mungkin dibiarkan mereka terlihat oleh anak anak kecil tak berdosa.
__ADS_1
Brandon sudah sampai di ujung tangga, menoleh ke kanan kiri pada dua orang langsung menutup pintu.
"Wah, aku tidak bisa percaya ini" gumam lirih Brandon, menggelengkan kepala melihat dua pintu kamar tertutup hampir bersamaan.
Berjalan ke arah kamarnya, Brandon mengumpat kesal dan berhenti tepat di depan pintu kamar. Membuka dan ingin memprotes akan apa yang dilakukan oleh istrinya.
Namun Angel yang menunggu dengan bersandar di dinding samping pintu, menoleh ke arah wajah lelaki tampak ketus. Angel menarik lengan suaminya dan mencium bibirnya, ciuman yang berangsur menikmati satu sama lain.
Sedikit terkejut karena tangan tiba tiba ditarik saat masuk ke ruangan, Brandon bisa cepat mengimbangi istrinya dan menekan rasa terkejut. Sikap agresif sedari pagi tetap sanggup membuatnya semakin menggilai Mommy dari kedua anaknya.
"Hot mommy" lirih Brandon, menatap istrinya dengan hidung menempel ujungnya.
Tersenyum menurunkan pandangan pada bibir istrinya, Brandon menaikan tubuh istri masih melingkarkan kedua tangan pada tengkuk itu ke pinggang. Angel membalas senyum pada lelaki sudah ia apit pinggangnya.
Berjalan dan kembali berciuman, Brandon membawa istrinya menuju kamar mandi untuk bisa bersama membersihkan tubuh bau darah. Tampak lebih seksi dan menggoda Angel saat ini di mata suaminya.
Menikmati kembali kebersamaan semakin membara diantara keduanya. Ya, hubungan mereka memang semakin kuat semenjak hadirnya Nathan dan Nicko di antara mereka.
Bahkan cinta serta perasaan dipupuk bersama, tanpa pernah mau membiarkannya layu. Meski banyak rintangan menghadang, permusuhan terjadi, suami istri tersebut malah memperkuat cinta dalam ikatan suci mereka.
Tanpa tahu jika hidup mereka kini sudah menjadi buruan dari kelompok lebih kuat dan kejam. Seorang pimpinan yang sudah mulai menyerang dalam diam, strategi tersusun dan menggandeng banyak orang hebat dibaliknya.
Robert menghubungi banyak orang untuk bergabung dengannya dalam melawan Brandon, tidak tanggung tanggung ia bahkan rela untuk terbang langsung dan menemui untuk mengajak bekerja sama.
Satu per satu ia kumpulkan agar bisa menyerang dan menghancurkan Brandon dari segala sisi. Perusahaan juga tidak luput dari pembalasan yang akan dilakukan.
Robert ingin agar Brandon menangis darah terlebih dahulu sebelum ia dilenyapkan dengan kebengisan yang dimiliki. Takkan mudah ia melepaskan Tuan muda angkuh tersebut, hingga benar benar habis tanpa sisa.
__ADS_1
Mempelajari setiap data perusahaan yang diminta untuk dikirim padanya, Robert juga sudah menempatkan seseorang untuk masuk dalam perusahaan pertama Brandon.
Sebuah perusahaan besar di Los Angeles, kini menjadi sasaran utama Robert dalam langkah penghancuran yang ia lakukan demi sebuah pembalasan dendam. Hidupnya takkan tentram hingga nyawa adiknya terbayarkan lunas dan tenang di alam lain.
****
Dua jam berlalu, Brandon dan Angel keluar dari kamar menemui keluarganya di ruang bawah tanah. Lebih dulu ia meminta beberapa orang untuk membereskan kekacauan yang terjadi di luar, membersihkan rumah hingga tampak tak terjadi apapun.
"Kita butuh pindah ke rumah lain, aku tidak mau mengambil banyak resiko" ucap Brandon pada perempuan berjalan beriringan dengannya.
"Tidak perlu, kita batu pindah kemari" sahut Angel menoleh pada lelaki melingkarkan tangan pada pinggang.
"Sayang, disini sudah tidak aman untukmu dan anak anak. Aku tidak mau kehilangan kalian, aku tidak mungkin sanggup" ucap kembali Brandon.
"Kita bisa memperketat semua pengamanan, bukan? kamu juga ada untuk kami. Kalau setiap ada yang menyerang terus kita pindah, lalu mau sampai kapan?" jawab Angel menghentikan langkah sejenak untuk bisa saling bertatap muka dan bicara.
"Aku hanya takut, kalian kekuatan terbesar hidupku tapi juga kelemahan terbesar. Aku tidak mau kalian menjadi korban hanya karena aku" tulus Brandon, menunduk menatap istrinya.
"Kemanapun kita pindah, mereka akan tetap bisa menemukan kita. Asalkan kita bisa untuk bersama, apapun itu aku akan selalu bersamamu dan menjadi kekuatan bukan kelemahan" ucap Angel meyakinkan, melebarkan senyum suaminya.
"Love you" tulus Brandon, memegang kedua sisi wajah Angel dan mencium keningnya lama dan hangat dan luapan ketulusan perasaan.
Dalam hati ia berucap banyak rasa terima kasih, akan kekuatan Angel menghadapi semua masalah dalam rumah tangga yang mereka jalani bersama.
Bukan sebuah jalan mudah yang kurus, banyak kerikil tajam menghadang kehidupan mereka. Bahkan permasalahan bukan hanya terjadi dari luar, juga dari dalam keluarga.
Restu yang belum di dapatkan, tak memudarkan mereka untuk menyerah dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Justru semua itu menjadi sebuah alasan untuk keduanya mempererat hubungan.
__ADS_1
Tidak akan pernah mau kalah ataupun menyerah dalam perjuangan sudah dilalui bersama, meskipun sekarang mereka terpaksa dianggap kalah akan perpisahan sudah dipalsukan dalam keluarga Brandon demi membuat Gaida dan Sasmita tak lagi mengusik.