
Angel menghela nafas panjang dan berdiri di hadapan Brandon yang masih duduk dengan menatap ke arah wajah gadis yang mengembangkan senyum untuk menekan perasaan sedih nya.
" Baiklah, sekarang aku harus bekerja dan kamu harus pulang kasihan pak Yudha kalau harus menunggu mu " seru Angel yang telah melihat kehadiran Yudha dan menunggu di ujung SPBU tempatnya bekerja.
" Tidak, aku akan menemanimu di sini " balas Brandon merasa tak tega harus meninggalkan Angel bekerja dalam dini hari yang dingin ini.
" Kamu harus pulang, istirahatlah " sahut Angel menarik pergelangan tangan Brandon agar lelaki tersebut beranjak dari duduk nya.
" Kamu juga butuh istirahat Angel, jangan memaksaku aku akan tetap di sini bersama mu " ucap Brandon masih dalam duduk karena tubuh kecil Angel tak mampu menarik kuat nya tubuh Brandon meski gadis tersebut menggunakan seluruh tenaga nya.
Angel yang merasa kelelahan dan menyerah menarik tangan Brandon yang bahkan tak tergerak sekalipun memilih untuk bersimpuh dengan kedua lutut nya di hadapan Brandon demi membujuk lelaki keras kepala tersebut.
" Pulanglah, aku benci dengan bau alkohol di tubuh mu. Hanya tinggal beberapa jam lagi waktu kerja ku, setelah itu aku janji akan langsung pulang dan beristirahat " coba Angel membujuk Brandon karena memang merasa tak enak dengan rekan kerja nya yang lain jika harus duduk dan menemani Brandon.
" Jangan bekerja lagi, pulanglah bersamaku " pinta Brandon dengan perasaan tulus.
" Aku harus membayar semua uang sekolah ku sebelum ujian dan menghidupi diriku juga mama untuk itu aku harus bekerja, jadi tolong pergilah aku tak ingin mendapat masalah dengan terus duduk menemani mu di sini " ucap Angel lembut dengan meletakkan tangan kanan nya yang dingin di samping wajah Brandon.
" Bawa lah ini, di sini ada cukup uang untukmu dan aku akan mengisi nya setiap bulan untuk mu, kamu tidak perlu lagi bekerja. Lihatlah tubuh mu begitu kurus, wajah mu sangat pucat dan apa kamu tahu seberapa dingin tangan mu sekarang? pulanglah " ucap Brandon meraih dompet dalam saku celana lalu memberikan sebuah kartu ATM berwarna hitam ke atas telapak tangan Angel.
" Tidak, aku tidak akan menerima ini. Biarkan aku berada di sisi mu karena aku mencintaimu bukan karena hutang budi " jawab Angel mengembalikan kartu yang di berikan Brandon lalu mencium kilas bibir pria dengan tatapan heran ke arah Angel.
" Ah aku benar benar benci bau alkohol, pulanglah dan jangan kembali padaku setelah kamu minum tapi akan lebih baik jika kamu tak minum lagi " seru Angel merasakan aroma alkohol yang kuat dari bibir Brandon.
__ADS_1
" Apa itu yang kamu katakan setelah mencium orang? bagaimana bisa kamu mencium ku lalu mengatakan hal menyebalkan " gerutu Brandon merasa kesal.
" Berhentilah marah marah dan pulang, atau kamu tidak akan bisa menemui ku lagi karena aku tidak suka kamu keras kepala seperti ini " sahut Angel dan berdiri.
" Baiklah aku akan pulang, tapi pakailah ini disini sangat dingin " ucap Brandon berdiri mengenakan jas nya pada tubuh Angel.
" Tidak, ini bau alkohol. Kamu minum atau membuat nya mandi sampai tubuhmu benar benar bau seperti ini " ucap Angel melepas jas milik Brandon.
" Kamu benar benar gadis kejam " sahut Brandon menatap jengah ke arah Angel.
" Baiklah aku pulang dulu dan tunggulah aku di rumahmu " seru Brandon meletakkan jas di pergelangan tangan lalu mencium kening Angel sebelum ia beranjak pergi.
Setelah Brandon pergi dengan mobil nya, Angel menghampiri teman teman kerja nya dan langsung di berondong dengan berbagai pertanyaan yang tak hanya di balas Angel dengan senyuman tanpa ingin menjelaskan apapun. Udara yang terasa sangat dingin seakan menusuk ke dalam tubuh Angel hingga membuat nya harus bersandar pada dinding melipat ke dua lutut dan dipeluk nya agar hangat sembari memikirkan tentang permintaan Brandon yang ingin menikahi nya dengan perbedaan usia 10 tahun di antara mereka. Terlebih status Brandon dan diri nya bagaikan langit dan bumi, membuat Angel tak begitu yakin dengan perkataan pria berbau alkohol tersebut karena tak ingin terhanyut dalam harapan palsu yang akan menyakitinya lebih dalam, Angel memilih untuk menganggap perkataan Brandon hanyalah perkataan orang mabuk dan tak mau menganggap nya serius karena pasti setelah sadar lelaki tersebut tak akan lagi mengingat perkataan nya.
Sampai nya di rumah ia langsung mengganti pakaian nya dengan seragam sekolah.
" Nak, kamu apa tidak sebaik nya tidur dulu? " tanya Olivia tak tega melihat Angel yang tengah mengenakan sepatu sekolah.
" Tidak ma, nanti saja waktu istirahat sekolah aku akan tidur sejenak " sahut Angel dengan tersenyum di balik wajah lelah dan mengantuk nya.
" Makan lah lebih dulu " ucap Olivia membelai rambut anak nya.
" Aku sudah makan tadi ma, aku harus berangkat sekarang " sahut Angel karena sudah memakan roti tadi sepulang kerja dan harus segera berebut naik angkot pagi ini.
__ADS_1
" Mama sudah punya penghasilan, jadi kamu tidak perlu bekerja lagi cukup fokuslah belajar " pinta Olivia merasa bersalah membebani Angel dengan urusan ekonomi.
" Aku akan membantu mama sebisa ku, jangan terlalu membebani diri dengan pikiran yang tak perlu, mama harus jaga kesehatan " seru Angel mencium tangan Olivia lalu beranjak untuk pergi.
Olivia mengantarkan putrinya hingga depan rumah dengan tatapan mata berkaca kaca seraya berdoa dalam hati agar putri nya mendapat kehidupan lebih layak lagi dan bertekad untuk lebih bekerja keras agar Angel bisa merasakan kebahagiaan kembali.
Angel berjalan menyusuri jalanan untuk mencari angkutan umum yang langsung ia dapatkan meski harus berdesak desakan. Tiba nya di sekolah Angel langsung merebahkan kepala nya bersandar di meja sambil melihat ponsel milik nya.
" Dia tidak akan menghubungi ku, bukankah semalam dia hanya mabuk waktu menemui ku " gumam Angel menatap ponsel yang tak akan satu pun pesan atau pun telfon dari Brandon lalu mematikan ponsel tersebut agar tak mengganggu konsentrasi nya belajar.
" Kamu sakit? " tegur Jesika teman satu bangku Angel.
" Tidak, aku hanya sedikit lelah " sahut Angel lirih dengan kepala masih bersandar di meja.
" Badan mu panas Ngel " ucap Jesika terkejut ketika menyentuh kening Angel.
" Sudah biarkan saja " singkat Angel yang memang merasakan kedinginan pada tubuh nya.
" Aku antar ke UKS, nanti aku akan meminta ijin untuk mu " ucap Jesika mengangkat pergelangan tangan Angel.
" Tidak perlu aku baik saja, sekarang sudah bel dan sebentar lagi kita ujian aku tak mau ketinggalan pelajaran " sahut Angel karena merasa masih kuat untuk mengikuti pelajaran.
" Baiklah, tapi kalau nanti kamu sudah tidak kuat aku akan mengantarmu ke UKS " jawab Jesika kembali duduk di samping Angel dengan anggukan kepala dari gadis yang terlihat pucat disebelahnya.
__ADS_1
Meskipun merasakan tubuh nya kedinginan dan lelah, Angel tetap berusaha kuat untuk mengikuti pelajaran hingga usai. Ia tak ingin membuat Olivia kecewa terhadapnya hanya karena nilai nilai yang mungkin akan jatuh ketika ia sering bolos mata pelajaran. Dalam kondisi lelah dan mengantuk ia tetap mampu untuk fokus dalam pelajaran karena memang ia adalah anak yang cukup cerdas dan selalu mendapatkan ranking di kelas dan membuat Olivia selalu bangga dengan anak nya.