
"Aku tidak akan meninggalkanmu dan anak anak kita, aku akan selalu menjaga kalian walaupun aku tiada" tulus laki laki membungkuk dalam dekapan istrinya.
"Apa kamu ingin kami ketakutan karena roh mu?" sahut Angel, melepaskan senyum merekah pada wajah Brandon, lalu melepaskan pelukan.
"Setelah sehat ikut aku olahraga, tubuhmu sangat berat. Lihatlah dagumu berlapis lima" goda Brandon menarik dagu istrinya.
"Siap komandan, ambil anak kita aku ingin bersama mereka" pinta Angel tersenyum.
Brandon menekan tombol di atas ranjang istrinya memanggil perawat. Tidak membutuhkan waktu lama, perawat yang langsung berlari itu sudah mengetuk pintu kamar. Dengan tegas dan wajah dingin, lelaki tetap di samping istrinya itu meminta perawat untuk membawa baby twins ke ruangan.
"Minta mama kemari dan membawakan makan, aku sangat lapar karena tadi hanya makan beberapa sendok gara gara kamu sakit" melirik Angel pada suaminya dengan manja.
"Yes Mommy" tersenyum dan meraih ponsel, Brandon mulai menghubungi mertuanya menyampaikan semua keinginan istrinya.
Kedua bayi kembar sudah di bawa masuk kedalam oleh dua perawat berpakaian seragam warna hijau muda. Mereka meletakkan kedua bayi laki laki itu di samping Angel sesuai permintaan. Kebahagiaan terpancar jelas pada Mommy dan Daddy baru tersebut, memegang pipi kedua bayi mereka dengan jari telunjuk lembut setelah lebih dulu menggunakan hand sanitizer.
"Lihatlah mereka sangat mirip denganku" tersenyum Brandon memperhatikan wajah bayi berhidung mancung di samping istrinya
Menggendong tubuh kedua putranya bersamaan di lengan kanan dan kiri, Brandon tidak menghentikan matanya untuk terus memperhatikan dan tersenyum. Angel sangat bahagia bisa melihat suaminya bahagia, seakan tidak ada lagi hal terbaik dalam hidup selain kebahagiaan suaminya saat ini.
Terdengar ketukan pintu dari luar, dengan Alexa mulai memasuki ruangan menggendong Quen diikuti Pieter juga Olivia. Binar mata bahagia ditunjukkan Alexa melihat kakaknya berdiri menggendong pada dua sisi lengannya. Tetap kesak dengan Pieter, Alexa meletakkan tubuh putrinya tepat pada dada suaminya tanpa mengatakan apapun.
"Bersihkan tanganmu!" tegas Brandon saat Alexa mulai mendekat.
__ADS_1
Menekan hand sanitizer tertempel pada dinding, Alexa mengusap tangan juga seluruh tubuhnya sesuai arahan mata kakaknya. Alexa terlihat kesal, wajahnya tertekuk dengan bibir manyun menggerakkan tangannya seperti orang marah marah.
"Sudah!" kesal Alexa menunjukkan kedua telapak tangan di hadapan wajah kakaknya.
"Jangan menggendongnya, cukup melihat saja" ucap Brandon mengayunkan kaki kanan meminta adiknya mundur.
"Tiga lantai" tambah kembali laki laki masih mengayunkan kaki mengisyaratkan adiknya menjauh, diiringi senyum Angel juga Olivia serta Pieter.
"Aku ingin melihatnya, kenapa aku di suruh menjauh?!" kesal Alexa berteriak sambil berjingkrak, ditertawakan suaminya mengatupkan bibir.
"Jangan tertawa! aku masih marah denganmu!" tegas Alexa menatap tajam laki laki tengah duduk bersama putrinya.
"Gila! keluar sana!" geram Brandon melotot, menahan suaranya.
"Pieter, bukan aku. Aku setia pada putrimu" menyeringai Brandon menatap mertuanya, membuat Pieter gelagapan.
"Bukan aku ma, dia yang ingin menikah lagi karena Angel gemuk" coba Pieter membela diri, di tatap dengan mata membulat sahabatnya.
"Dengar kan maya, mereka berdua sama saja. Sudah lebih baik pisahkan kakak dari kak Angel juga anak anak nya, dan ijinkn aku mencari suami lain" ucap Alexa dengan niat balas dendam pada kedua sahabat langsung menatapnya tajam.
"Apa benar yang dikatakan Alexa?" tanya Olivia, cepat Pieter melangkah mendekat pada mamanya.
"Mama, kamu mengenalku kan? tidak mungkin aku melakukan itu, yang mungkin melakukan hal itu adalah Tuan muda" tersenyum Pieter memasang wajah sok imut, di tendang paha sampingnya oleh Brandon dengan melotot.
__ADS_1
"Mereka berdua sama ma, sudah merencanakan hal itu diam diam. Semalam aku mendengar pembicaraan mereka" ucap Angel dengan mulut terisi penuh.
"Benarkah?!" terkejut Olivia membulatkan mata, cepat Pieter menggelengkan kepala.
"Angel, kita sudah baik baik saja tadi. Kenapa kamu mengatakan hal itu lagi? kakakmu yang mengajariku untuk menikah diam diam, dia bilang kamu tidak akan tahu hal ini" memelas Brandon dengan wajah dibuat seperti anak kecil polos.
"Suamiku tidak seperti itu ma, kalau kakak jelas seperti itu" senyum Angel melirik suaminya yang juga tersenyum, namun tidak dengan Pieter yang makin gelagapan akan tatapan tajam istrinya.
"Mama, aku sangat mencintai Alexa jadi tidak mungkin seperti itu" manja Pieter mengusap lengan mama nya, lalu melirik istrinya dengan tersenyum.
Tetap saling mencoba membela diri, Pieter berulang kalo melirik istrinya dengan senyum melebar. Sedangkan Olivia tidak benar benar menganggap serius ucapan keempatnya dari tadi, ia terus menyuapi putrinya dengan makanan yang di beli ketika menuju rumah sakit.
Kebahagiaan, keakraban terlihat jelas dari mereka bersama. Hingga saat ini, Brandon ataupun Alexa belum membuka mulut akan keturunan baru Haidar pada keluarga mereka. Memang sengaja Brandon meminta adiknya menyembunyikan, agar bisa memastikan keselamatan anak anak juga istrinya.
Sementara di London, Darell masih tetap memantau Kenan juga Ricko selama 24 jam dan melaporka pada Tuan mudanya. Laki laki yang kini tengah menjalin hubungan dengan Viena itu, tak pernah sekalipun melepas pandangan pada orang yang selalu mendatangi club malam dan kembali bersama wanita itu.
Baik Kenan ataupun Ricko, belum mendapatkan laporan apapun tentang Brandon yang kini tengah berbahagia. Kepergian dalam penyamaran orang biasa, sukses mengelabui Kenan juga orang orangnya.
Kini Kenan tengah bekerja sama dengan Sonya untuk membalas dendam pada Brandon. Sonya selaku mantan tunangan Brandon amat sakit hati dengan oerlakuan yang diterimanya di Bali dulu. Ia sudah berhasil melenyapkan suaminya, yang merupakan orang Brandon. Dan saat ini, Sonya dan Kenan sudah menyusun sebuah rencana cadangan jikalau mereka tahu Brandon masih selamat.
Dunia bisnis dengan persaingan kejam, tidak pernah bisa di mengerti siapapun selain mereka yang terlibat di dalamnya. Apalagi semua lebih senang melihat Tuan muda akan kekuasaan itu menderita daripada melihatnya terus berjaya. Namun semakin banyak yang ingin membuatnya jatuh, Brandon malah semakin pesat dalam dunia bisnis yang terus ia kembangkan sampai jangkauan terluas, dan memiliki banyak anak perusahaan yang baru didirikan tahun ini.
** Maaf banget ya karena kebijakan baru buat author dari platform, makanya aku minta Like+Komen kalian. Bukan aku gak ikhlas nulis, karena sekarang ada level di novel yang bikin semua author kalang kabut. Karena nasib kita di Like+Komen nya readers, bisa di baca di novel editor kalau yang mau tahu. Sekali lagi maaf banget kalau aku harus minta tolong Like+Komen kalian, sebelumnya aku juga engga begitu urusin soal Like+Komen kan? karena ada kebijakan baru makanya aku terpaksa harus minta tolong kalian. Maaf banget ya, kemarin gak up juga karena sibuk dan kerjain 2 novel lainnya bukan ngambek **
__ADS_1