
Like dulu Baru Baca ya.....tengkiss
Membuang napas panjang, Brandon beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar. Menutup ruang kerja dan berjalan menghampiri istri juga keduan anaknya di kamar. Matanya menatap ke arah perempuan yang kini sudah terlelap menutupi tubuh dengan selimut.
Brandon pun berjalan ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya, lalu menghampiri box bayi dan mencium mereka lembut bergantian. Memutar tubuh dan berjalan ke arah ranjang, Brandon menarik selimut dan bergabung dalam selimt yang sama bersama istrinya.
Tangannya memeluk erat tubuh perempuan di hadapannya memunggungi dirinya, mencium aroma menyegarkan dari tengkuk istrinya hingga Angel terbangun dan menoleh. Mendapati lelaki yang sedari tadi terus membuatnya marah, Angel memajukan tubuh namun kembali ditarik mendekat dengan kuat oleh Brandon.
"Aku merindukanmu" seru Brandon kembali meletakkan wajah dibalik tengkuk istrinya.
"Aku tidak!" sinis Angel menjawab, menarik tinggi selimut dan memeluknya, tetap memunggungi suaminya.
"Bagaimana mungkin kamu tidak merindukanku? aku tampan jadi jelas kamu merindukanku" kesal Brandon, memundurkan wajah menatap ke arah rambut istrinya.
"Siapa yang merindukanmu, dasar tidak tahu malu. Mana ada orang memuji diri sendiri" bergumam lirih Angel, kembali menarik selimut kasar.
"He kerbau, lihat kemari! apa kamu pikir aku mau tidur dengan melihat rambutmu? menyebalkan!" dengus kesal Brandon, tak bergeming sedikitpun Angel masih merasa cemburu.
"Berbalik!" tambah kembali lelaki langsung menarik kuat pundak istrinya sampai berbalik mengahadap ke arahnya.
"Seperti ini kan bagus, jadi aku bisa melihat wajah jelekmu!" tersenyum, Brandon menatap lekat istrinya.
"Per..." terputus Angel karena serangan pada bibirnya oleh Brandon.
__ADS_1
"Jangan mulai memaki, anak anak akan bangun karena suaramu yang seperti kereta" ucap Brandon usai melepaskan bibir.
"Da..." lagi lagi ucapan Angel harus terhenti karena kembali mendapatkan sentuhan pada bibirnya.
"Diamlah Angel, suaramu sangat berisik" menatap istri tengah membuang napas panjang dalam raut wajah kesal.
"Aku mencintainya Tuhan, benar benar mencintainya" menatap wajah istrinya tanpa ada satu terlewat, Brandon bergumam dalam hati.
Menikmati tubuh istri tengah merasakan kecemburuan terhadapnya, Brandon tidak pernah mau menahan hasrat yang begitu cepat timbul ketika ia menatap wajah istrinya dekat. Tidak tahu akankah dirinya bisa kembali dan menjalankan tugas sebagai seorang suami, atau tidak.
Yang jelas dalam hatinya, kini ia benar benar amat mencintai Mommy dari kedua anaknya. Menikmati dengan cinta berbalut kehangatan, malam ini Brandon sangat menikmati apa yang ia lakukan walau tanpa sebab hatinya terasa amat sakit.
Untuk pertama kali dalam hidup pernikahannya ia merasakan rasa sakit dalam hatinya ketika menyentuh istrinya. Memeluk erat dalam peluh bersama, Brandon tak melepas sedetikpun tubuh istrinya kini. Sangat erat ia mendekap, hingga terlelap bersama mengarungi mimpi indah yang mereka satukan dalam ikatan perasaan.
Pagi hari...
Berjalan bersama kebawah membawa anak anak mereka, terlihat Darell, Viena dan Pieter sudah menunggu bersama lengkap dengan pakaian hitam serta topi yang diletakkan di atas meja. Alexa memahami jika pakaian hitam yang kini dikenakan suaminya, adalah pakaian untuk mereka bertempur dengan musuh.
Pieter memang jujur pada istrinya seraya berpesan agar tak sampai memberitahu Angel ataupun Olivia mengenai apa yang telah ia ceritakan. Alexa hanya bisa berharap jika semua akan kembali dengan selamat tanpa ada sedikitpun luka.
Perempuan yang langsung memeluk kakaknya ketika melihat itu, tidak mau terpisah dari lelaki yang selalu memaki dirinya dibalik kasih sayang. Angel menatap ke arah Alexa dan tersenyum mendapati sikap manja yang lama tak ditunjukkan.
"Kamu sudah mandi? kalau belum menjauh sana" ucap Brandon masih menggendong putranya.
__ADS_1
"Marahi aku tiap hari kak, aku menyayangi kakak" sendu Alexa menahan air mata.
"Tapi aku tidak menyayangimu, pergi sana" uap Brandon, segera Alexa melepaskan pelukan dan memajukan bibir kesal.
"Tidak masalah, yang penting hati kakak menyayangi dan mencintaiku" seketika berubah ekspresi tersenyum, mencium sisi wajah lelaki membalasnya dengan senyuman.
"Makan, jangan sampai kamu kurus. Jadilah badak seperti ini, itu terlihat seksi untuk suamimu" sahut Brandon, berganti berbisik ditelinga adiknya.
"Semua hewan saja kamu gunakan untuk memanggil kami" menggeleng kepala, Angel melangkah meninggalkan suaminya lebih dulu.
"Kerbau cantikku" bergumam lirih, memasang wajah ceria Brandon menatap kepergian istrinya.
"Kerbau.." seru Alexa terbahak.
Menikmati sarapan bersama lebih dulu, sebelum memulai aksi dimana Yudha sudah menghubungi akan keberadaan anggota Jackson juga Kenan dan Sonya. Semua telah dipersiapkan matang, tanpa ada satupun terlewat.
Meminta ijin pada Olivia seusai sarapan, Viena, Pieter dan Brandon meminta restu dari wanita cantik masih duduk di ruang makan. Kini Olivia sudah tak lagi ragu untuk mencium kening manantu lelakinya, karena permintaan pribadi dari Brandon.
"Doakan kami" pinta tukus Pieter membungkuk memeluk mamanya.
"Selalu nak, kembali cepat ya" lembut Olivia mengusap lembut punggung putranya.
Bergantian untuk berpamitan, Alexa masih menahan air mata agar tak sampai tumpah. Terngiang jelas ucapan suaminya semalam, agar Alexa menjaga dirinya dan Quen sampai kapanpun. Tidak berjanji akan hal yang tak pasti, Pieter hanya mengatakan jika mungkin saja dirinya takkan selamat kali ini.
__ADS_1
^^Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin. Maafkan kalau selama berkarya aku udah nyakitin kalian tanpa sengaja, tapi sebenarnya aku sangat menyayangi kalian. Mohon dibukakan pintu maaf selebar lebarnya, dan mohon untuk memaafkan semua kesalahanku^^
Ijin libur 1 hari ya...lope lope.