
Angel dan Alexa kembali masuk karena merasa cukup membawa Nathan keluar. Tidak mau melihat ke arah dua laki laki yang sudah kembali duduk berdampingan tepat di depan dua wanita cantik, Angel mengajak mamanya untuk menyantap sarapan bersama. Meletakkan Nathan dan Nicho pada kereta bayi, Angel menarik kursi dan duduk di samping Alexa.
Brandon dan Pieter saling lirik menahan tawa melihat tingkah istri mereka. Jelas perang dingin sudah akan dimulai pagi ini, keduanya semakin ingin menggoda dan membuat istri mereka meledak. Kemarahan yang terkadang membuat dua laki laki itu hampir gila, tapi juga sangat menyukainya. Mungkin sama sama menyukai tantangan di luar, mereka membuat tantangan mereka sendiri dalam rumah tangga yang mungkin bisa menjadi bumerang sendiri.
"Angel, Alexa, tunggu suami kalian baru makan" ucap Olivia melihat kedua orang di depannya sudah menyantap dengan lahap makanan.
"Mereka sedang ngobrol ma, aku perlu banyak makan untuk memberikan ASI" kilah Angel tersenyum.
"Semalam aku juga tidak makan, jadi aku sangat lapar" tambah Alexa berkilah dan tersenyum.
Olivia melebarkan senyum melihat keduanya seraya menggelengkan kepala. Tampak Brandon, Pieter, Ria dan Livia berjalan ke arah meja makan. Kedua lelaki itu menatap pada dua perempuan yang tak peduli akan kedatangannya, dan mulai mengambil posisi duduk mereka.
"Baguslah, makan sendiri" ucap Brandon sembari menarik kursi, mengikuti gaya bahasa istrinya.
"Maya, kenapa tidak makan? ayo makan" tambah kembali Brandon ke arah mertuanya.
"Iya" senyum Olivia memang menunggu putra serta menantunya lebih dulu.
"Mau mama ambilkan?" lembut Olivia berbisik pada Pieter yang duduk di sampingnya.
"Tidak perlu ma, ada Alexa. Mama makan saja ya" kalem lelaki di samping mamanya itu menjawab.
"Angel, Alexa, ambilkan makan!" tegas Brandon menatap ke arah keduanya yang tetap makan seakan tak mendengar apapun.
Olivia kembali mengamati putri juga menantunya, namun terhenti bibirnya ketika ingin menegur. Brandon dan Pieter saling tatap dan main mata bersama, berbicara melalui isyarat yang hanya dipahami oleh kedua sahabat itu.
__ADS_1
"Ria, Via, ambilkan kami makan. Anggap saja itu tugas pertama kalian" ucap Brandon sengaja.
"Baik Tuan" sahut kedua wanita lebih layak sebagai model tersebut melangkah mengambil makan.
Brandon dan Pieter menyeringai puas karena melihat wajah istri mereka sangat kesal menahan kecemburuan. Kedua orang yang diminta untuk mengambilkan makan, sudah memberikan pada kedua sahabat itu. Mereka berterimakasih dengan menatap wanita seksi calon baby sitter yang membalas dengan senyum juga. Angel dan Alexa melirik sinis pada suami yang melakukan semua dengan sengaja.
"Makananmu sudah ada di depan mata, kenapa minta di ambilkan lagi?!" geram Angel ke arah suaminya, dan hanya di jawab menaikkan kedua pundak.
Tidak pernah makan nasi, dan selalu makan roti gandum juga telur setengah matang serta sayuran, kali ini Brandon sengaja makan nasi seperti Pieter agar bisa membuat istrinya panas. Makanan memang selalu ada di hadapan karena di siapkan oleh koki setiap hari, tanpa perlu lagi mengambil.
"Kalian berdua virgin?" tanya Pieter tiba tiba pada dua wanita yang di ajak makan sarapan bersama, membuat Angel dan Alexa tersedak.
"Masih Tuan Pieter" sahut keduanya, menyeringai Brandon dan Pieter yang saling tendang di bawah meja.
"Virgin dan tidak memiliki pasangan?" tanya Alexa ke arah kedua wanita tengah duduk di samping Olivia.
"Iya, Nona" sahut keduanya kembali bersamaan.
Angel dan Alexa menganggukkan kepala berulang sambil menatap tajam kedua sahabat sengaja menundukkan wajah untuk makan. Dalam hati Pieter dan Brandon seakan berbunga karena berhasil Membuat istri mereka kesal. Olivia hanya tersenyum menangkap mimik menantu juga putranya. Meyakini jika keduanya hanya menggoda seperti biasa.
Menyelesaikan cepat makan mereka dan langsung ke kamar, Alexa membawa Quen yang dari tadi makan bersama pelayan untuk pergi ke kamar. Begitu juga Angel meminta pelayan untuk membawa kedua anaknya ke kamar karena ingin memberikan ASI.
"Maya, lanjutkan makan mu. Aku akan membantu Angel di atas" pamit Brandon mendorong kursi dan berdiri.
"Baiklah" lembut Olivia.
__ADS_1
"Duduk dan makanlah" ucap Brandon ke arah dua wanita yang berdiri saat dirinya berdiri.
Pieter tidak berani menyusup ke kamar dan menunggu hingga amarah Alexa sedikit mereda. Ia memilih untuk duduk di meja makan mendampingi Olivia. Alexa yang bertemperamen keras, selalu membuat Pieter kuwalahan saat marah. Untuk itu ia memilih agar hati istrinya mereda baru menyusul.
Melangkah santai dengan wajah tenang, Brandon menapaki anak tangga dengan tangan di saku. Sesekali wajahnya menunduk tersenyum mengingat wajah cemburu istrinya. Begitu sampai depan kamar, ia langsung membuka pintu dan masuk. Langkahnya terhenti saat melihat istrinya tengah memberikan ASI pada putra kembarnya bersamaan, seperti yang pernah di ajarkan Dokter padanya.
"Sial, sepertinya aku benar benar masuk di waktu yang salah" gumam frustasi Brandon melihat dada istrinya terbuka.
Angel hanya menatap kilas suaminya dan kembali menunduk untuk memastikan hidung kedua anaknya tidak menempel ketika minum. Brandon melangkah kembali dan berhenti di dekat ranjang membuka kemejanya.
"Kenapa?! bukankah kamu mau ke kantor tadi?!" ketus Angel melirik suaminya dengan kepala masih tertunduk.
"Aku ingin berlatih di rumah, kenapa? tidak suka?" santai Brandon tanpa melihat istrinya yang membuatnya menginginkan.
"Oh" singkat Angel tanpa melanjutkan kembali.
Tersenyum dan masuk ke dalam ruang ganti, Brandon benar benar puas mengerjai istrinya. Kecemburuan itulah yang selalu dicari Brandon dalam istrinya. Pasalnya Angel sangat jarang menunjukkan kecemburuan selama ini, dan membuatnya sering bertanya tanya sendiri tentang perasaan istrinya.
Di bawah sudah kembali pelayan mengantarkan dua wanita yang juga cantik bertubuh seksi. Aqila dan Yulia, dua orang yang juga di tugaskan Brandon untuk menjaga keselamatan putranya. Sama halnya dengan Via dan Ria, mereka adalah irang orang Brandon dan sudah bergabung lima tahun terakhir. Adanya penyerangan, membuat Tuan muda itu harus ekstra berjaga demi kedua putranya.
Karena jelas jika musuhnya tahu ia memiliki anak, maka mereka berdua lah yang akan menjadi target utama untuk menghancurkan dirinya. Agar tidak terlalu mencolok akan penjagaan, Brandon sengaja memilih wanita yang sekelas Viena untuk melindungi di rumah.
"Akan ada badai sepertinya di rumah" gumam Pieter dalam hati melihat Yulia dan Aqila masuk menghampiri untuk mengucap salam.
Pieter memang mengenal baik keempat wanita itu, dan sebelumnya juga Brandon sudah membicarakan hal itu dengannya. Pieter setuju saja untuk rencana sahabatnya, karena memang akan ada benarnya jika wanita yang menjaga. Mereka tidak akan mudah dikenali kemampuannya dari paras juga tubuh mereka. Hal itu mungkin saja bisa mengelabui banyak musuh. Kini bukan lagi Viena wanita satu satunya dalam tim bodyguard Brandon, karena keempat lainnya dalam pelatihan sudah ikut bergabung dan di panggil langsung dari Amerika.
__ADS_1