Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
Bab 240


__ADS_3

Senyum terukir kembali dari wajah Brandon, wajah dengan aura dingin namun memiliki sisi hangat dan cinta. Brandon mencium bibir Angel, merubahnya untuk menikmati. Perlahan ia berjalan kembali tanpa melepaskan bibir perempuan semakin erat melingkarkan tangan pada tengkuknya.


Berjuta kata terima kasih juga cinta mungkin takkan pernah cukup untuk menggambarkan apa yang dirasakan oleh keduanya saat ini. Sama sama tidak tahu akan kemana takdir mencoba membawa hubungan mereka. Namun menjalani apa yang ada saat ini tanpa memikirkan kemarin dan esok hari adalah cara mereka menjalani kehidupan bersama.


Hari kemarin yang penuh akan masalah, air mata juga pertengkaran serta perpisahan panjang. Hari esok yang masih menjadi teka teki dan rahasia kehidupan, tanpa siapapun bisa untuk menerka apa yang terjadi. Bahkan untuk satu detik kemudian pun takkan pernah ada yang bisa untuk mengetahui apa yang terjadi.


Mencoba memberikan yang terbaik dari apa yang baik untuk pasangan tanpa ingin membuatnya terluka sedikitpun, mecurahkan banyak cinta juga kasih sayang tanpa memikirkan apakah nyawa masih akan ada atau tidak kedepan. Brandon dan Angel terus berusaha menjadi terbaik satu sama lain, memahami dan mengerti tanpa ingin menuntut sebuah kesempurnaan dari masing masing.


Setiap kekurangan selalu diajadikan sebagai kelebihan, bukan menatap ataupun mengaggap sebagai kekurangan sehingga membuat ingin terus mencari kesempurnaan. Berusaha selalu menutupi akan setiap apapun yang ada, menyelesaikan masalah di antara keduanya lebih cepat tanpa membiarkannya berlarut.


Brandon masih menikmati bibir istri kini sudah ada dibawahnya, sesekali berhenti untuk menatap dan memberikan senyuman. Selalu merasa seperti seorang pengantin baru setiap kali bersama, menciptakan momen indah tanpa ingin memudarkannya. Mengharapkan sebuah pernikahan sekali dalam hidup yang dijalani.


"Aku mau kamu" lirih Angel, menggigit bibir bawahnya kecil. Brandon tersenyum akan setiap sikap agresif tanpa malu ditunjukkan dari istrinya.


"Aku tidak" santai Brandon menggoda, mencoba untuk bangkit dari posisinya.


"Dasar menyebalkan! terserah, tapi aku tetap mau kamu!" kesal Angel seketika, mengatupkan bibir Brandon menhan tawa.


Sengaja menggoda untuk mendapatkan sikap agresif berlebih dari istrinya, lelaki yang tengah duduk untuk menyudahi langsung di tarik lengannya oleh Angel. Sikap agresif itulah yang membuat Brandon semakin menyukai istrinya tanpa pernah merasa bosan sama sekali.

__ADS_1


Walapun telah bertahun tahun menikah, sikap nakal Angel padanya tetap menjadi sebuah hal yang ingin terus dinikmati. Meskipun terkadang Angel juga sering menggoda ketika dirinya tak bisa berhubungan usai melahirkan, itu tidak sepenuhnya membuat Brandon marah. Justru membuatnya semakin gemas dan ingin selalu merasakan hal itu lebih dan lebih lagi.


Kamar dulu menjadi saksi awal hubungan diantara keduanya, kini menjadi saksi kembali dalam sebuah kehangatan tercipta lebih. Sebuah perasaan lain dirasakan Angel dan Brandon dalam momen kebersamaan mereka malam ini, semua seperti pertama kali. Terlelap dalam sebuah dekapan bersama, menyelami mimpi indah dalam memori pernah mewarnai kisah cinta berdua.


***


Pagi hari sekitar pukul 05.00, Brandon sudah bangun bersama sang istri. Keduanya menuruni anak tangga usai melihat sejenak kamar Adiyaksa yang tertutup, diyakini jika ketiganya di dalam masih terlelap. Tak terdengar suara tangisan baby twins menggelegar seperti biasa, mungkin mereka terlalu nyaman tidur bersama kakeknya sehingga tak sambung menyambung suara tangis di tengah malam seperti hari hari berlalu.


"Bangunkan Pieter juga Alexa, suruh mereka ke tempat latihan!' perintah Brandon pada seorang pelayan.


"Baik, Tuan." Sigap pelayan sudah mulai sibuk itu menjawab.


"Tunggu, bangunkan mereka 30 menit lagi." Angel menambahkan ketika pelayan hendak pergi.


"Kamu terlalu memanjakan mereka berdua!" tegas Brandon bergumam pada istrinya.


Perempuan berbalut celana legging selutut warna hitam serta kaos abu abu muda itu hanya menjawab dengan menaikkan kedua bahunya. Ia tak mau mengganggu tidur kakak juga adik iparnya terlalu pagi, karena Angel memahami jika adik iparnya membutuhkan waktu untuk tidur lebih lama.


Keluar dari rumah dengan hormat ditujukan pada keduanya, mereka melakukan pemanasan di teras rumah sebelum joging. Tak perlu keluar, mengelilingi rumah saja sudah cukup membuat keduanya mendapatkan keringat.

__ADS_1


Di dalam kamar, Alexa masih terlelap. Namun suaminya sudah bangun lebih dulu dan menyegarkan tubuh. Membiarkan handuk menggantung pada leher, pria berambut basah itu duduk di tepi ranjang membelai wajah istri dengan tangan dinginnya.


"Aku masih ngantuk," parau Alexa membuka mata.


"Bukankah kamu bilang ingin berlatih hari ini? paling tidak kita bisa pemanasan lebih dulu," kata Pieter lembut.


"Tidak bisakah pemanasan di atas ranjang?" manja Alexa, mengembang senyum suaminya seraya mencubit gemas sisi wajahnya.


"Pemanasan untuk membuat anak lagi?" goda Pieter mendekatkan wajah di telinga istrinya, menggigitnya kecil.


"Lebih baik aku mandi!" tegas Alexa bergegas turun.


Pieter semakin melebarkan senyum gemas dengan tingkah istrinya, mengamati tiap langkah perempuan tak siap lagi memiliki anak. Walaupun Pieter menginginkan kembali anak setelah tahu jika putrinya lebih nyaman bersama Olivia, namun Alexa masih belum memikirkan hal sama.


Berdiri dan berjalan mengganti pakaian, Pieter mengeringkan rambut dengan handuk kecil di leher seraya berjalan. Seperti biasa, ia lebih dulu memeriksa ponsel sebelum melakukan aktifitas untuk memantau perusahaan sahabatnya dan pasar saham juga pergerakan lawan yang terus dipantau dengan mata mata ditempatkan.


Brandon meminta agar Pieter membujuk Alexa untuk berlatih bela diri juga menembak, supaya mampu melindungi diri sendiri. Bagaimanapun juga bahaya bisa datang setiap waktu tanpa mampu dipresiksi. Membekali Alexa dengan ilmu bela diri juga keahlian menggunakan senjata, mungkin berguna ketika penyerangan datang saat dirinya tak bersama suami atau pengawal.


Tuan muda kini sudah mulai joging bersama sang istri itu pun, ingin mengasah lebih baik ketrampilan istrinya. Mengajari beberapa tehnik melumpuhkan tanpa senjata, karena tak setiap waktu senjata dibawa meski lelaki bernalut celana pendek hitam juga sweater senada itu telah memintanya.

__ADS_1


Angel hanya tak ingin terlihat seperti seseorang yang berbahaya ketika membawa senjata di tubuhnya, lagipula pengawal akan mengikuti kemanapun ia pergi. Dimana pengawal jelas membawa kelengkapan senjata yang dapat dipergunakan olehnya ketika dalam keadaan mendesak.


Jangan lupa Like, Rate 5 star, Vote dan Tips kalau ada. Tengkiss😘😘


__ADS_2