Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 138


__ADS_3

Keesokan paginya, Alexa bersikap seperti seorang pengantin baru meski mereka baru akan menikah esok hari. Dari pagi Dia sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk semua orang, karena calon suaminya sudah diminta untuk tinggal di rumah Kakaknya dari semalam. Walau masih menempati kamar tamu, namun Alexa sudah sangat bahagia bisa tinggal satu atap bersama lelaki yang dicinta.


Pukul 08.00 Angel baru turun dari kamar karena memang setiap hari libur harus tertahan oleh suaminya, tanpa boleh lebih dulu keluar kamar. Matanya terkejut melihat Adik ipar yang tak pernah bangun pagi, sudah mengenakan celemek dan sibuk di dapur bersama pelayan.


" Kamu sedang apa? " heran Angel ingin membuatkan minum untuk suaminya, namun mendapati Alexa sibuk beradu dengan peralatan masak.


" Kakak, Kamu sebaiknya keluar dari sini biar pagi ini Aku yang menyelesaikan semua " senyum Alexa mendorong tubuh Kakak iparnya keluar.


" Aku mau buat minum untuk Kakakmu " seru Angel didorong keluar menuju ruang TV.


" Tidak boleh, nanti gantian denganku ya. Sekarang lebih baik Kak Angel nonton TV lebih dulu " ucap Alexa membimbing Kakak iparnya duduk di sofa dan menyalakan TV lalu kembali ke dapur.


Dengan terheran, Angel menuruti saja keinginan Adik iparnya dan merebahkan diri di atas sofa menikmati acara kartun. Seorang laki laki dengan wajah segar dan pakaian santai, berjalan menghampiri istrinya yang tengah merebahkan diri dengan meletakkan camilan di atas perut.


" Bukankah mau buat minum untukku? " gumam Brandon lirih melihat istri yang tak menyadari kehadirannya.


Napas kasar dibuang oleh Brandon dan berlalu pergi mengamati istrinya dari jauh, yang tak lama Pieter pun bergabung bersama Brandon. Mata tak henti mengarah pada Angel yang tertawa melihat acar kartun, tanpa menghentikan mulut untuk terus mengunyah. Pieter juga turut mengamati Adik yang masih tak ingin bicara padanya, meski ingin sekali menegurnya lebih dulu, namun Pieter mengurungkan niat setiap kali teringat ucapan kebencian yang terlontar dari mulut Adiknya.


" Angel, apa Kamu akan membiarkanku kelaparan di sini?! " tegas Brandon berteriak karena sudah setengah jam istrinya tak beranjak dan malah asik tertawa.


" Kakak, Aku yang memasak hari ini! tunggu saja! " teriak Alexa dari dalam dapur menjawab teriakan jengkel Kakaknya.


Mendengar teriakan Alexa, kedua lelaki itu saling tatap terkejut karena mereka pikir jika gadis itu masih terlelap di kamar. Tak biasanya Alexa bangun pagi di hari minggu, karena Ia selalu terlelap hingga siang hari terkadang hingga pukul satu siang.


" Matahari terbit darimana pagi ini? " tatap Brandon ke arah sahabat yang hanya menjawab dengan senyuman.


Tak lama usai Alexa menjawab semua makanan sudah tersusun rapih di atas meja makan, dan cepat cepat Ia memanggil Kakak juga calon suaminya untuk menikmati masakan pertamanya. Meski dulu pernah membantu Olivia dan Angel memasak. namun kali ini Ia memasak sendiri dan hanya di arah arahkan oleh koki rumah Kakaknya.


" Apa Kamu yakin ini bisa di makan? " ragu Brandon melihat makanan sudah tersusun di piringnya.


" Coba dulu Kak, jangan memandang bentuknya tapi rasanya " bangga Alexa meyakini rasa masakannya sendiri.

__ADS_1


" Hey Angel, apa Kamu mau terus tidur seperti itu? makan! " teriak Brandon melihat istrinya masih tak beranjak dari sofa.


" Iya " singkat gadis dengan pakaian tidur hello kitty berwarna biru itu berjalan malas ke arah meja makan.


Acara TV yang sebentar lagi habis harus terpaksa ditinggalkan Angel, karena suami terus saja berteriak dan bergumam kesal. Ia menarik kursi dan duduk di tempatnya biasa bersama Alexa.


" Apa kalian bertukar jiwa sekarang? kenapa jadi terbalik? " tanya lelaki yang mengamati kedua gadis di dekatnya duduk bersama.


" Makanlah sayang, jangan terus bicara " sahut Angel langsung melahap makannya.


Ekspresi berubah dari wajah cantik Angel, seketika di tatap oleh ketiganya dengan rasa penasaran. Alexa sendiri yang tak mencicipi masakannya juga tak kalah penasaran tentang hasil dari dirinya berusaha sejak pagi.


" Kenapa? tidak enak? " penasaran Alexa melihat wajah Kakak iparnya.


" Enak, benar benar enak " puji Angel melegakan perasaan Alexa, namun tetap meragukan Brandon.


Dengan ragu, Brandon bersama Pieter mencoba masakan dari Alexa dan hanya mengambil seujung sendok saja telur orak arik sayur dan roti gandum di piring mereka masing masing. Mata keduanya langsung terpejam begitu suapan pertama masuk ke dalam mulut, diiringi senyum tipis dan tatapan Angel pada suami yang langsung meneguk air putih.


" Tidak apa apa Kak, Aku akan memasak setiap hari setelah menikah " seru Alexa tersenyum.


" JANGAN! " teriak ketiganya bersamaan ke arah Alexa yang merasa bingung.


" Tidak perlu Alexa, Kamu tidak perlu memasak nanti tanganmu kasar " kilah Pieter memaksakan senyum.


" Benar, Kamu kan model jadi jangan melakukan pekerjaan rumah " tambah Angel.


" Oh setelah menikah Aku akan berhenti jadi model dan mengurus rumah saja, setiap hari memasak seperti Kak Angel " ucap Alexa masih tersenyum sambil menikmati susu kedelai.


" Apa Dia mau membunuh semua orang dengan masakannya? " lirih Brandon bergumam.


" Sudahlah nikmati saja masakan ku, nanti siang akan ku buatkan lagi untuk kalian " bangga Alexa pada dirinya tanpa merasakan masakannya sendiri. karena tiap pagi hanya minum susu kedelai dan roti gandum saja.

__ADS_1


" Nanti siang Kita akan menjemput Daddy dan Mama, jadi Kamu tidak perlu memasak " ucap Angel lembut.


" Ah benar juga, nanti malam saja Aku memasak untuk mereka " ceria Alexa membuat ketiganya menunduk dan memaksakan diri menikmati makan.


Kedua lelaki yang terus mencoba menahan rasa masakan Alexa terus bergumam dalam hati, namun Angel malah cepat melahap agar bisa secepatnya menetralkan mulut dengan teh hijau di hadapannya.


" Tuhan, hukuman apa ini" gumam Brandon dalam hati, tak mampu lagi memakan masakan Adiknya.


Tuan muda paling cerewet tentang rasa masakan, kini harus merelakan lidahnya merasakan sebuah kegagalan rasa untuk pertama kalinya. Tatapan tak tega melihat suami yang tak ingin menyinggung Adiknya itu, ditujukan Angel penuh iba. Senyumnya tiba tiba mengembang melihat Brandon bergidik menandakan jika dirinya sudah tak sanggup lagi menghabiskan makan, dan dengan cepat meneguk kopi miliknya. Bahkan kopi buatan Alexa pun membuatnya tak sanggup untuk menelan.


Tanpa sengaja Brandon mengeluarkan lagi kopi yang sudah berada dalam mulutnya ke atas piring, dan bergegas berlari ke arah kamar mandi di lantai bawah. Perutnya sudah sangat mual, dan langsung mengeluarkan semua makanan yang sudah Ia makan tadi dibantu oleh Angel memijat tengkuknya.


" Kamu baik baik saja? "khawatir Angel melihat suaminya.


" Apa Aku terlihat baik baik saja sekarang?!" tegas Brandon memegangi perut dengan rasa tak enak.


Alexa dan Pieter segera menyusul keduanya dengan cemas. Melihat Brandon terlihat berkeringat dan lemas membuat Alexa khawatir.


" Kak, Kamu sakit? " tanya Alexa khawatir sama seperti Angel.


" Pieter hubungi Santos minta Ia cepat kembali " perintah Brandon tak ingin lagi merasakan siksa dari Adiknya sendiri.


Perlahan Angel memapah suaminya dan membantunya duduk di ruang TV, lalu mengambil minyak kayu putih dan di usap ke perut juga dada suaminya. Tak lupa Ia juga memberikan botol minyak agak dihirup oleh lelaki yang terlihat tersiksa itu.


" Perutku sakit " manja Brandon meringkuk di atas pangkuan Angel yang tak henti mengusap perut suaminya, dengan menyusupkan tangan ke dalam kaos.


" Aku panggil Dokter untukmu " ucap Pieter dijawab lambaian tangan oleh bosnya.


" Aku buatkan minuman hangat untukmu sebentar " pamit Angel masih tak tega melihat suaminya begitu lemas.


Masih meringkuk menghadap perut dan melingkarkan tangan pada pinggang istrinya, Brandon hanya menggelengkan kepala. Rasanya sudah tak sanggup lagi Ia memasukkan apapun kedalam perutnya. Lidahnya masih bisa merasakan rasa masakan juga kopi buatan Alexa, dan takut mual kembali jika memasukkan lagi sesuatu ke mulutnya. Ia hanya meminta permen untuk meredakan sedikit rasa yang masih menempel pada lidahnya.

__ADS_1


__ADS_2