Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)

Cinta Dalam Kebencian (Season 2 Cek IG Ilona_Shanum)
BAB 84


__ADS_3

Gadis yang masih menyandarkan kepala di jok kulit tersebut terus menatap suaminya seraya menggigit kecil bibir bawah gemas karena Brandon yang terus melebarkan senyum dengan mengemudi.


" Jangan godain, Aku masih ada pekerjaan habis ini " seru Brandon melirik ke arah istrinya yang beribah ekspresi sebal.


" Siapa yang godain Kamu " sahut Angel menghempas kan tangan suami yang I genggam dari tadi.


" Kok di lempar? Kamu pikir Aku barang apa? " ucap Brandon kesal.


" Pegang lagi " tambah Brandon mengarahkan tangan ke tangan istrinya.


" Engga mau " singkat Angel menatap lurus ke depan.


" Menyebalkan " gerutu lelaki dengan wajah kesal di samping Angel.


Brandon melajukan kendaraan memasuki halaman rumanya dan berhenti tepat di depan teras rumah lalu turun untuk membukakan pintu istrinya dan menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam rumah.


" Makan, minum vitamin terus tidur " seru Brandon ketika sudah membantu istrinya duduk di ruang tengah atas permintaan istrinya.


" Kamu semenjak Aku hamil kenapa suruh Aku makan terus sih? Kamu mau Aku kaya kerbau ya? " gerutu Angel.


" Kamu sudah gemuk jadi berhenti menggerutu itu makan buat anak Aku bukan buat Kamu " sahut lelaki yang duduk berjongkok di hadapan istrinya.


" Menyebalkan " seru Angel mengikuti gaya bicara suaminya dengan mendengus kesal mengembangkan senyum lelaki yang menatapnya gemas.


" Aku benar benar mau makan Kamu sekarang " seru Brandon meraih ponsel di saku nya.

__ADS_1


Lelaki yang terus merasa tergoda dengan setiap ekspresi istrinya menghubungi Pieter agar bisa bersama dengan istrinya lebih dulu.


" Undur pertemuan dua jam lagi " seru Brandon pada Pieter di ujung telpon.


" Kenapa? Angel sakit? " tanya Pieter khawatir.


" Tidak, pinggangku yang akan sakit. Undur dulu dua atau tiga jam oke " pungkas Brandon menutup sambungan telpon nya lalu mengankat tubuh Angel yang membulatkan mata mendengar perkataan suaminya.


" Kamu benar benar ya " gerutu Angel dalam gendongan suaminya menaiki lift untuk ke kamar mereka berdua.


" Kamu godain Aku terus, tanggung jawab sekarang " sahut Brandon tersenyum genit membuat istrinya menggelengkan kepala tak percaya.


Lelaki yang tak mampu menahan hasrat ketiba bersama istrinya langsung memasuki kamar dan merbahkan tubuh berisi istrinya di atas tempat tidur dan melancarkan keinginan yang sudah sampai di ujung kepala dengan menikmati bibir istrinya dan meraih kenikmatan bersama berulang kali karena tak pernah merasa puas saat sudah berhasil menerobos lubang sempit yang begitu hangat.


Pieter yang tak tahan lagi melihat Angel juga Olivia yang saling merindukan mencoba untuk berbicara pada Olivia dan menemuinya di kantor karena Mama barunya sudah mulai aktif untik memimpin perusahaan Papanya yang dulu di ambil alih oleh Carlos.


Olivia yang tengah duduk di balik meja kerja dengan mempelajari beberapa dokumen, langsung berdiri menyambut lelaki baik hati yang Ia anggap sebagai putra kandungnya sendiri. Ia memeluk tubuh kekar Pieter yang tersenyum begitu menawan lalu mengajaknya duduk di sofa ruangannya.


" Ma, Aku mau bicara soal Angel tapi Mama harus janji tidak akan terkejut ataupun kecewa sama Angel " pinta Pieter langsung pada intinya sembari menggenggam tangan wanita yang duduk di sampingnya.


" Apa ada masalah sama Angel? " tanya wanita dalam balutan setelan blazer hijau muda tersebut.


" Bukan masalah tapi Aku ingin menyampaikan kalau Angel sekarang sedang hamil " sahut Pieter membahagiakan Olivia namun seketika merubah ekspresi bahagianya dengan ekspresi heran mengingat oernikahan Angel baru saja di laksanakan.


" Tapi bukankah Dia baru menikah? bagaimana bisa Dia hamil secepat itu? " tanya Olivia heran.

__ADS_1


" Itu yang mau Aku sampaikan, Angel hamil sudah hampir tiga bulan dan kehamilannya terjadi ketika mereka saling berhubungan sebelum menikah, mereka baru tahu kehamilan Angel ketika mereka baru menikah Ma " jelas Pieter panjang lebar membulatkan mata Olivia seraya menutup mulutnya dengan telapak tangan.


" Ma, ini sudah jadi takdir Angel dan mereka sekarang sudah menikah " jelas Pieter menambahkan dengan nada lembut penuh kasih sayang.


" Tapi bagaimana mungkin Angel melakukan hubungan itu sebelum Ia menikah? Dia masih sekolah bagaimana Dia bis melakukan hal itu? " seru Olivia menitikkan air mata tak mampu mempercayai outri yang Ia kenal baik bisa melakukan hal seperti itu hingga hamil.


" Carlos menjebak dan menjual Angel pada Brandon sehingga Angel melakukan hal tersebut dengan Brandon dalam keadaan tidak sadar Ma, semua bukan kesalahan Angel dan juga Brandon begitu mencintai Angel bahkan menikahinya meski usia mereka begitu jauh dan tak tahu jika Angel tengah hamil anaknya " jelas Pieter tanpa mengatakan alasan sebenarnya Angel melakukan hal itu demi pengobatan Olivia agar tak membuatnya menyalahkan diri sendiri.


" Aku tidak menyangka Dia bisa sekejam itu pada putri kandungnga sendiri. Sekarang bagaimana keadaan Angel dan anaknya? " seru Olivia mencoba menenangkan diri demi kesehatan jantungnya sendiri.


" Angel baik baik saja, tapi Dia sangat merindukan Mama tapi takut membuat Mama kecewa dan tak berani menemui Mama makanya Ku mengatakan semua ini agar Mama juga Angel bisa saling bertemu kembali "jelas Pieter membuat Okivia tersenyum memegang pipi lembut lelaki yang selali baik terhadapnya dan selalu menjaga dirinya serta Angel.


" Kamu memang malaikat yang dikirim Tuhan untuk Kami nak, Kami beruntung bertemu Kamu " sahut Olivia dengan mata berkaca kaca lalu memeluk Pieter dengan tulus.


" Tidak, Aku yang beruntung sekarang bisa memiliki keluarga dan mendapat kasih sayang seperti ini lagi " ucap Pieter dalam dekapan hangat Olivia.


Lelaki yang telah kehilangan seluruh keluarganya dan hanya memiliki Brandon juga Adiyaksa dalam hidupnya kini merasa lengkap saat Ia bisa merasakan kembali kasih sayang seorang Ibu yang sangat Ia rindukan. Meski Olivia juga Pieter tak memilik hungan darah namun kasih sayang keduanya melebihi seorang Ibu juga anak kandung. Ia selalu menjaga dan menyayangi keluarha barunya dengan sepenuh hati demi membalas setiap kasih sayanhmg yang diberikan begitu tulus oleh Angel juga Olivia


" Apa Mama bisa bicara sama Angel sekaran? " tanya Olivia ingin segera meminta putrinya untuk bertemu.


" Tidak Ma, sepertinya Dia sedang sibuk sekarang " sahut Pieter tersenyum tak membiarkan Olivia mengganggu Adik juga sahabat mesumnya saat ini.


" Baiklah, nanti Mama akan menghubunginya. Apa Kamu sudah makan? " ucap Olivia penuh perhatian.


" Belum, Aku mau makan di luar sama Mama bisa? " tanya Pieter mengembangkan senyum dengan tatapan hangat pada wanita yang memegangi tangannya tanpa henti.

__ADS_1


" Tentu saja, Mama ambil tas dulu ya " sahut Olivia berjalan mengambil tas di atas meja kerjanya dan berangkat bersama putranya menuju ketempat makan bersama.


Dengan terus mengembangkan senyum bahagia, lelaki dengan balutan setelan jas hitam tersebut melingkarkan tangan Olivia pada lengannya untuk berjalan menuju mobil melalui banyak mata karyawan yang memandang mereka berdua seraya menyapa dengan sopan dan di balas senyuman oleh wanita yang begitu anggin dalam balutan blazernya.


__ADS_2