
Angel dan Pieter kembali memasuki rumah usai puas berbincang bersama wanita yang mereka panggil Mama, karena Brandon juga sudah mengutus pelayan untuk memanggil keduanya sarapan.
" Apa Kamu tahu dimana Viena? " tanya Angel yang tadi hanya sebentar duduk bersama bodyguard cantiknya namun Ia pergi karena sebuah telpon dan tak kembali lagi.
" Tidak, cepat makan " sahut Brandon berdiri dan berjalan mendahului istrinya ke meja makan menyusul Adiyaksa juga Alexa yang lebih dulu pergi karena Adiknya tengah sangat lapar.
Angel juga Pieter mengikuti langkah Tuan muda angkuh di hadapan mereka yang menarik kursi untuk istrinya begitu sampai di meja makan.
" Ambilkan vitaminnya di laci kotak obat " perintah Brandon pada seorang pelayan yang langsung bergegas pergi mengambilkan vitamin kehamilan milik Nyonya rumahnya.
Semua di meja makan mulai menyantap sarapan mereka yang sudah di siapkan tepat di hadapan mereka kecuali Brandon yang terus memperhatikan istrinya makan tanpa menyentuh sedikitpun makanan di hadapannya hingga membuat istrinya salah tingkah karena tatapan tajam dengan wajah sinis lelaki yang tengah menyandarkan punggung serta melipat kedua tangan di depan dada.
" Apa? kenapa Kamu tidak makan? " lirih Angel melirik ke arah suaminya.
" Angel, apa Kamu tidak mencintaiku lagi? " tanya Brandon membulatkan mata semua orang karena pertanyaan konyol Brandon dengan nada begitu santai seakan tak ada lagi orang selain mereka berdua di meja makan.
" Kenapa? apa ada yang salah? " tanya polos Angel terus menikmati sarapannya.
" Kenapa Kamu tidak memanggilku sayang sama sekali?! " teriak Brandon kuat membuat Angel juga Alexa tersedak makanan di mulut mereka masing masing dan meraih minum dari gelas tak jauh dari piring mereka lalu menatap tajam lelaki yang merasa tak ada yang salah dengan ucapannya meski semua mata menuju padanya dengan tatapan heran penuh kejut.
" Makanlah cepat " lirih Angel memaksakan senyum dengan melihat bergantian pada semua yang ada di meja makan.
" Tidak mau! panggil sayang dulu, bujuk Aku! " tegas Brandon bertingkah layaknya anak kecil dengan mendengus kesal.
" Terserah " singkat Angel manahan malu atas tingkah suaminya dari tadi.
__ADS_1
Wajah memerah akan rasa mali di sembunyikan oleh gadis yang terus melahap makannya dengan cepat agar bisa segera pergi menghindari tatapan heran semua orang tanpa memperdulikan suaminya yang terus menggerutu kesal.
" Viena, apa Kamu sudah makan? " tanya Pieter pada seorang perempuan yang sudah berdiri dekat Angel dalam balutan pakaian hitam serta rambut terikat tinggi ekor kuda membuat Alexa tak suka ketika lelaki yang Ia cintai bicara begitu lembut pada seorang bodyguard yang dulu pernah menjaganya juga.
" Sudah Tuan " kilah Viena dengan sopan.
" Makanlah dulu bersama Kami " pinta Angel lembut penuh kasih sayang pada bodyguard yang terus menemani Mamanya saat ini atas perintah Brandon yang ingin menjaga sendiri istrinya.
" Tidak Nyonya terimakasih, Saya hanya ingin menyampaikan jika permintaan Anda sudah Saya siapkan " ucap perempuan yang terus di tatap oleh Pieter itu dengan santun.
" Oh ya? terimakasih, maaf merepotkan mu" sahut Angel tersenyum manis karena Viena telah melakukan permintaannya untuk menyediakan beberapa obat herbal Olivia karena tak ingin jika Mamanya sakit akibat kelelahan dengan kesibukan perusahaan kini.
" Aku akan melihatnya " tambah Angel berdiri dan berpamitan untuk pergi melihat obat herbal yang baru saja tiba.
" Makananmu tidak enak!" tegas Brandon dan berlalu pergi ke atas menuju kamarnya karena suasana hati begitu buruk membuat ketiga orang yang masih duduk di ruang makan tersebut menghela napas mereka membiarkan Brandon dengan rasa jengkelnya meninggalkan mereka usai mendorong keras piring berisi makanan di hadapannya.
" Seperti ini baru Kakakku" gumam Alexa lirih melanjutkan kembali makannya.
Suasana hati begitu buruk mendera lelaki yang duduk bersandar di sofa kamar penuh ekspresi jengkel di wajah tampan yang kini tertekuk hebat. Bibirnya terus menggerutu karena tak mendapat panggilan istimewanya dari Angel yang amat menyenangkan ketika Ia mendengar istrinya berucap dengan penuh manja.
Usai menyelesaikan sarapan, Pieter menghampiri Viena juga Angel di depan sementara Adiyaksa memulai pembicaraan dengan Santos di ruang tengah untuk menanyakan tentang anak serta anak menantunya juga awal pertemuan mereka hingga bisa menikah. Santos menceritakan semua yang Ia tahu tentang Nyonya rumahnya serta penyakit Olivia hingga membuat Tuan serta Nyonya nya bisa saling mengenal dan menjalin hubungan hingga saat ini. Mendengar penjelasan Santos membuat Adiyaksa iba sekaligus bangga terhadap anak menantunya yang mau berkorban demi menyelamatkan hidup Ibunya.
Alexa yang mengintip dan mendengarkan diam diam ketiga orang yang ada di teras melihat obat yang tengah di periksa datu per satu oleh Angel tersebut merasa tak suka mendengar Pieter tak jarang berbicara menggunakan bahasa lembut dan santun pada Viena.
" Angel, biar Kakak dan Viena yang urus ini. Lebih baik Kamu membawakan makan untuk Brandon ke kamar " pinta Pieter pada Adiknya yang masih membaca botol obat berbeda beda di atas meja teras.
__ADS_1
" Apa Dia tidak makan Kak? " tanya Angel terkejut.
" Iya, sepertinya suasana hatinya sedang buruk jadi lebih baik Kamu menyusulnya ke kamar " sahut Pieter kembali.
" Baiklah, Aku tinggal dulu Kak " ucap Angel beranjak pergi usai mendapat senyuman serta anggukan dari Pieter.
Pieter meminta Viena untuk duduk dan tak terus berdiri agar bodyguard perempuan satu satunya dari semua bodyguard Brandon tersebut tak merasa lelah meski namun mendapat penolakan lembut dari Viena karena tak enak jika harus duduk bersama dengan Pieter selaku majikan untuknya karena Ia yang lebih dulu menyewa jasa dirinya untuk menjaga Angel meski kini sudah beralih menjadi bagian dari anak buah Brandon yang bertugas khusus melindungi Olivia.
Angel dengan membawa satu nampan berisi piring serta minuman langsung memasuki kamar dimana suaminya sedang sangat kesal di dalam.
" Kenapa Kamu di sini? Kamu kan belum makan " tegur Angel berjalan menghampiri suami yang langsung mengubah posisi memunggungi Angel.
Dengan menghela napas panjang, Angel duduk di hadapan suaminya sambil memegang piring berisi makanan siap untuk Ia berikan pada suaminya.
" Makanlah, Aku minta maaf jika Aku salah jangan marah pada makanan " seru Angel menyodorkan piring ke hadapan suaminya dengan lembut namun mendapat penolakan keras dari diamnya Brandon.
Angel perlahan meletakkan piring berisi makanan tersebut ke atas meja lalu memeluk suaminya dengan manja meski suaminya masih melipat tangan di depan dada.
" Sayang, maaf Aku cuma tidak enak dengan semua orang di bawah kalau memanggilmu seperti itu " bujuk Angel lemah lembut.
" Apa Kamu tidak mau memaafkan ku? " tanya Angel tak mendapat respon dari Brandon dan mulai melepas pelukan yang langsung ditarik kembali oleh Brandon memeluk erat tubuh berisi istrinya
" Aku maafkan kali ini tapi tidak untuk lain kali "seru Brandon mengeratkan pada Angel yang tersenyum.
" Sekarang makan Aku suapi ya " sahut Angel lembut dan di iyakan oleh Brandon dengan manja duduk di samping istrinya untuk memulai makan bersama Angel menyuapi dirinya seperti seorang Ibu pada anaknya.
__ADS_1