
Begitu tiba di kamar, suara air mengalir dari dalam kamar mandi membuat Brandon menyeringai. Dan dengan cepat lelaki yang sudah berjalan ke arah kamar mandi itu melepas semua yang melekat pada dirinya.
" Bukankah tadi Kamu masih dibawah? kenapa sudah ada di sini? " ucap Angel merasakan tubuh suaminya sudah memeluk erat dari belakang.
" Istriku sedang mandi, lalu kenapa Aku harus dibawah " santai lelaki yang tak henti dengan tangan dan jarinya.
" Selalu saja seperti ini " gumam Angel tak pernah bisa lepas dari tangan suami yang tak memiliki kepuasan dan rasa lelah.
Tak henti lelaki yang semalam harus tidur terpisah dengan istrinya itu, melancarkan semua aksinya tanpa menunggu lama. Sementara Pieter sudah di jemput oleh sopir dan bergegas pergi tanpa lagi berpamitan. Walau begitu mencintai Alexa, namun Ia tak ingin kembali menyentuh gadis itu sebelum pernikahan. Untuk itu, begitu Ia tahu jika Adiknya berencana membuat Alexa dekat denganya dalam satu motor, cepat cepat Ia tolak tanpa berpikir panjang.
Tak lama setelah kepergian Pieter, Darell tiba di rumah Tuan muda nya hendak menemui Alexa atas permintaan sahabatnya itu.
" Bisa panggilkan Alexa? " sopan Darell pada seorang pekerja rumah Brandon.
" Baik Tuan, silahkan duduk " jawab tak kalah sopan pelayan yang bergegas memanggil Alexa di dalam kamar.
Dengan sabar Darell menunggu di ruang tamu sambil memainkan ponsel di tangannya. Ia selalu saja meluangkan waktu untuk Alexa, meski tugas dari Brandon harus secepatnya di selesaikan sebelum Ia kembali ke Amerika. Tujuan Brandon meminta Darell datang bukan hanya untuk Alexa, namun juga untuk perusahaannya.
Satu jam menyelesaikan mandi, Alexa sudah turun ke bawah menemui sahabatnya dan berbincang bersama, karena memang tak memiliki rencana apapun dan hanya ingin di temani oleh Darell di rumah.
Angel dan Brandon juga sudah menyelesaikan mandi berhasrat mereka dan turun ke bawah, karena lelaki dengan pakaian rapi tersebut hendak keluar sebentar mengurus tentang seluruh aset Sasmita. Brandon tak ingin jika Sasmita datang dan kembali membuat ulah, untuk itu Ia berencana mengembalikan semua pada Sasmita dan tak ingin Adiknya terus menjadi luapan amarah wanita dengan sikap keras dan angkuh tersebut.
" Darell, Kamu sudah di sini? " lembut Angel masih dengan tangan suaminya yang melingkar pada pinggangnya.
" Jangan tersenyum dan jangan menyapa pria lain! " tegas Brandon melirik istri yang tersenyum gemas padanya.
" Kak, jangan terlalu cemburu itu menyebalkan " protes Alexa santai.
__ADS_1
" Diam! " singkat jengkel Brandon.
" Apa Anda akan pergi Tuan? " sopan Darell langsung berdiri begitu melihat bosnya tiba.
" Ya, jaga mereka berdua jangan sampai keluar saat Aku tak ada! " tegas Brandon masih berdiri bersama istrinya di ruang tamu.
" Baik Tuan " sanggup Darell memenuhi semua perintah bos nya tanpa memprotes sedikitpun.
Masih saling melingkarkan tangan di pingang, Angel mengantar suami posesifnya keluar. Dan sudah ada Yudha siap membuka pintu di depan teras dengan sopan.
" Jangan macam macam dan jangan tersenyum pada pria lain, jangan keluar dan jangan bicara begitu lembut padanya " pesan Brandon panjang lebar pada istri yang sudah berdiri di samping mobil bersamanya.
" Iya sayang, Aku cuma milikmu " sahut Angel penuh penekanan ke arah lelaki di hadapannya.
" Aku mencintaimu " ucap lelaki yang kini sudah mencium seluruh wajah istrinya tanpa melewatkan satu bagian pun, lalu memeluk tubuh sintal tersebut erat sebelum menaikki kendaraan.
Angel tetap menunggu hingga mobil suaminya berlalu dan terus melambaikan tangan, ditatap oleh suami yang melihatnya dari spion tengah mobil dengan senyum mengembang seperti seseorang yang baru pertama jatuh cinta.
Usai memastikan suaminya pergi, Angel ikut bergabung bersama Darell dan Alexa di ruang tamu, meminta keduanya bekerjasama untuk memancing amarah dari Kakaknya yang sudah membuatnya jengkel pagi ini karena sikap dinginnya tak mau membantu Alexa masuk kedalam rumah.
" Darell, bukankah Kamu akan kembali beberapa hari lagi? bisakah Kamu membantuku? " pinta gadis cantik dengan rok pendek dan kaos pink itu.
" Iya Nyonya, apapun keinginan Anda " sopan Darell.
" Bukankah Kamu datang untuk menyelesaikan tugas perusahaan juga membantu suamiku menghukum Kak Pieter? bisakah hari ini Kita menghukumnya bersama? Aku tidak ingin suamiku marah padamu karena tak bisa menjalankan tugas " ucap Angel panjang lebar membuat Alexa dan Darell saling tatap.
" Maksud Nyonya? "tak mengerti Darell.
__ADS_1
" Aku akan mengijinkanmu memukul Kak Pieter, tapi jika Dia memukulmu lebih dulu. Sebelum itu Aku meminta kalian untuk bersandiwara dan memancing amarahnya " jelas Angel masih tak di mengerti oleh keduanya.
" Aku tidak mengerti Kak " bingung Alexa.
" Alexa, Kamu juga ingin tahu kan apakah Kak Pieter mencintaimu atau tidak? " tanya Angel di angguki oleh Adik ipar yang masih kebingungan.
" Kalian pura pura saja berciuman dan Aku akan memotret Kalian dari jauh lalu mengirimnya pada Kak Pieter. Jika Dia langsung datang dan marah maka Dia masih mencintaimu, tapi jika tidak maka ya.... " jelas Angel menambahkan, malah mengejutkan keduanya.
" Sudahlah ikuti saja dan percaya padaku " tambah gadis dengan rasa jengkel pada Kakak yang tak pernah menunjukkan cintanya pada Alexa, meski berulang Ia mengatakan jika masih mencintai Alexa.
Angel mengajak keduanya ke teras, lalu memposisikan kedua sahabat akrab itu berhadapan. Kedua tangan Alexa diletakkan Angel pada pinggang Darell, sementara tangan Darell Ia letakkan pada kedua sisi wajah Alexa dengan ibu jari lelaki tampan dan manis itu memegang lipatan tisu tebal di depan bibir Alexa.
" Oke, sekarang lakukan seperti orang sedang berciuman dan Aku akan memotret dari sana " ucap Angel menyeringai usai memotret lebih dulu kejadian sebenarnya dari dekat.
Alexa dan Darell hanya menuruti saja perintah dari istri Tuan muda berkuasa yang sudah lari ke pintu rumah. Dengan aba aba dari Angel, Alexa dan Darell sudah berpose memiringkan kepala seperti tengah berciuman, namun tanpa menempel sedikitpun.
" Oke " teriak puas Angel mengangkat jempol kearah kedua orang yang menyusulnya ke teras rumah.
Tanpa pikir panjang, posisi foto seakan mengintip itu langsung Ia kirim pada nomor Pieter dan berharap jika itu bisa membuat Kakaknya mengakui perasaannya sendiri. Angel sudah lelah terus menunggu kesadaran lelaki dingin itu, dan bahkan sama sekali tak terpancing oleh apapun.
" Kak, apa Kakak sudah gila melakukan hal ini? apa Kakak tidak tahu bagaimana Dia kalau marah? Dia akan menyakiti Darell Kak " takut Alexa pernah merasakan sendiri amarah Pieter.
" Sudahlah, suamiku takkan pergi lama jadi tidak akan terjadi apapun pada mereka berdua " senyum Angel penuh keyakinan sudah memikirkan semuanya dari Dia di kamar tadi.
" Darell, ini kesempatanmu untuk membalas rasa sakit hatimu karena melihat sahabatmu terus di acuhkan oleh lelaki yang Ia cintai " tambah Angel bisa melihat rasa jengkel Darell selalu gagal membuat Pieter cemburu.
Angel terus membimbing keduanya untuk melakukan sesuai dengan rencananya. Ia ingin jika Alexa segera bersatu dengan Pieter dan membuat kerja keras Mertua, Darel juga suaminya tak sia sia. Walaupun harus bermain trik dan merelakan Darell dan Pieter berkelahi nantinya, Angel tetap harus melakukan hal itu karena rasa tak tega pada Adik ipar yang selalu merasa jika orang yang dicintainya tak lagi memiliki rasa sama.
__ADS_1